Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal. DOK/IST

Jakarta, Aktual.com – Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menyatakan bahwa masjid di Indonesia dianggap oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai model dalam pengembangan masjid di masa depan.

 

“Dunia internasional juga mulai mencontoh apa yang dilakukan di Indonesia ini,” ujar Nasarudin saat menyampaikan pesan Isra Miraj di Masjid Istiqlal, Jakarta.

 

Bahkan di Eropa, katanya, jalan terpaksa ditutup untuk memfasilitasi Shalat Jumat.

 

“Di Amerika pun juga tidak ada yang bisa menandingi jamaah masjid-masjid dalam melakukan kegiatan ibadah ini. Jadi kebangkitan spirit berjamaah ini sangat penting,” ujarnya.

 

Dia menjelaskan, ketika seseorang mencari uang dan mengejar keduniawian, lama-kelamaan hati menjadi kering. Namun, dia menambahkan, dengan dengan mendatangi masjid yang menyuguhkan mahalul qiyam yang merdu dilantunkan para imam, serta disertai semangat untuk beribadah secara berjamaah, maka dapat menumbuhkan haru di hati jamaah.

 

“Karena itu Insya Allah, tradisi ini akan dilanjutkan, dan akan juga diikuti oleh sejumlah masjid-masjid ibu kota, provinsi,” dia menjelaskan.

 

Dalam kesempatan itu, dia menuturkan bahwa Isra Mikraj menjadi salah satu cara memperingati spirit untuk beribadah secara berjamaah, dengan cara rajin ke masjid untuk menyambut bulan Ramadhan.

 

“Kita diminta untuk menjemput bulan suci Ramadhan dan dua bulan sebelumnya. Sebagai doanya Rasulullah SAW, ‘Allahumma bariklana fi rajab wa syaban’. Jadi kita diminta untuk meminta berkah dari Bulan Rajab dan Syaban, ‘wa balighna Ramadhan’, untuk bisa kita sampai berjumpa pada bulan suci Ramadan.” katanya.

 

Imam Besar tersebut mengaku dimintai oleh komunitas interfaith (antarkeyakinan) di Los Angeles, Amerika Serikat untuk membagikan kiat-kiat guna menarik jamaah, seperti yang terjadi di Masjid Istiqlal.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Jalil

Tinggalkan Balasan