Langkat, Aktual.com — Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kabupaten Langkat, Medan, Sumatera Utara H. Zulfan Effendi, S. Ag menegaskan agar masyarakat tidak gegabah dalam memilih travel haji dan umrah.

Pasalnya, ada travel bodong yang menggunakan cara-cara tertentu guna menggaet pelangganya.

“Mengenai travel-travel yang tidak resmi tersebut kita tidak mengetahui kapan mereka datangnya, karena mereka bermain ‘door to door’ dan perorangan,” ucap H Zulfan Effendi, S. Ag, di Medan, kepada aktual.com, Kamis (12/0).

Hal itu ia katakan mengingat ada 40 calon jemaah yang gagal berangkat karena ulah penyelenggara perjalanan umrah dari PT NSA beberapa saat lalu.

“Jauh sebelumnya sebenarnya sudah kita sosialisasikan, semenjak ada pencanangan ‘5 pasti umrah’ dari Kementerian Agama RI, itu terus kita sosialisasikan di setiap manasik-manasik KBIH. Dan 5 pasti umrah tersebut yaitu, Pastikan Travelnya, Pastikan Jadwalnya, Pastikan Terbangnya, Pastikan Hotelnya, Pastikan Visanya,” papar Zulfan.

Travel Bodong semacam itu, kata Zulfan, tak akan berhenti mencari mangsa guna menjalankan ladang bisnisnya. Hal itu semakin mudah bagi mereka mengingat waiting list (antrean) haji saat ini bisa mencapai 16 Tahun di Langkat, tentu rayuan mereka menggiurkan bagi calon jemaah.

“Sebenarnya ini bukan hanya terjadi di Langkat saja, tapi mereka juga ke daerah-daerah juga dan disana mereka jadikan ini ajang bisnis. Apalagi saat ini waiting list haji itu di Sumatera Utara saat ini 16 tahun, oleh karena itu masyarakat sangat tinggi untuk melakukan umrah,” katanya lagi.

Untuk meminimalisir kejadian serupa, pihaknya berharap agar setiap calon jemaah dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah sebelum menentukan pilihan travel atau biro perjalanan. Dengan begitu, ruang gerak travel bodong akan semakin minim.

“Kami menghimbau untuk seluruh masyarakat Sumatera Utara apabila ingin daftar umrah agar bisa berkonsultasi terlebih dahulu kepada kami agar hal yang sama tidak kembali terulang, tertipu, dan bisa lebih selektif lagi,” pungkasnya.

()