Jakarta, Aktual.com – Kericuhan terjadi dalam aksi Mayday hari ini, Sabtu (1/5) di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Massa yang terlibat ricuh tersebut tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Thomas Aquinas.

PMKRI hendak bergabung ke massa demo buruh yang berada di Jalan Medan Merdeka Barat dengan titik kenal Patung Kuda.

Aparat Kepolisian sempat menghentikan pergerakan tersebut Jalan Medan Merdeka Selatan.

Lantaran tidak diperkenankan bergabung dengan massa buruh, massa PMKRI pun berniat melakukan pembakaran ban.

Polisi kemudian mengambil ban-ban tersebut, namun tak berhenti di sana, massa PMKRI kemudian mengeluarkan spanduk untuk dibakar.

Polisi segera mengamankan spanduk-spanduk tersebut namun terjadi bentrok dengan massa PMKRI yang enggan spanduknya diborong oleh polisi.

Aksi dorong-dorongan kedua belah pihak pun tak terelakkan.

“Jangan takut, jangan takut, maju dua langkah, kalau ada yang ditangkap saya jaminannya,” ujar orator melalui pengeras suara, saat aksi dorong-dorongan terjadi.

Polisi kemudian mengamankan massa PMKRI. Sekitar 30 orang digiring ke Polda Metro Jaya.

Salah satu orang dari massa PMKRI bahkan sempat teriak untuk menolak penetapan teroris dalam perkara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.(RRI)

(Warto'i)