Beliau adalah sosok yang sederhana. Tak ada burnus, silham, jubah, bahkan kaos kaki!

Beliau adalah sosok yang tak makan dalam sehari kecuali hanya dua kali, sekali di pagi hari dan sekali lagi setelah Ashar. Tidak pernah makan kue buatan Barat dan tak pernah mencicipi sedikitpun cokelat dalam hidupnya!

Beliau adalah sosok yang sangat pemurah dan senang beristirahat sebentar sebelum zawal. Beliau sanggup meminjam hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok orang lain, bahkan karenanya beliau wafat dalam keadaan berutang.

Beliau adalah sosok yang sangat beradab. Tawaduk dengan tawaduknya para wali Allah. Melayani tamunya sendiri dan bercakap kepadanya dengan manis tanpa memandang jabatan.

Beliau sendiri yang mengambilkan sendal untuk digunakan oleh sang tamu di kakinya. Beliau senang duduk dengan orang miskin dan senantiasa rendah hati pada mereka.

Beliau adalah sosok yang tidak pernah menjadi imam dalam setiap majelis dan peringatan. Senantiasa memberi isyarat dan kesempatan pada murid-muridnya, pembantunya, atau anak-anaknya. Tidak pernah berlaku sewenang-wenang.

(Abdul Hamid)