Jakarta, Aktual.co — Indonesia pada tahun 2008 resmi keluar dari Organisastion of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) atau organisasi bagi negara-negara pengekspor minyak bumi. Pasalnya, sejak 2003 Indonesia menjadi importir minyak atau net importer dan tidak mampu memenuhi kuota produksi yang telah ditetapkan OPEC.
Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa Indonesia mengimpor minyak 700.000 barel setiap harinya. Jumlah tersebut hampir separuh dari kebutuhan minyak nasional.
“Kita keluar dari OPEC tahun 2008 karena sejak 2003 menjadi net importir dan tidak mampu memproduksi minyak yang ditetapkan,” ujar Bambang di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Rabu (26/11).
Dibandingkan dengan negara OPEC lainnya seperti Arab Saudi, Brazil, dan Thailand, menurut Bambang Indonesia tidak lagi sebagai negara yang kaya akan minyak. 
“Arab Saudi adalah net exporter terbesar di dunia. Sehingga mereka bisa menjual BBM lebih murah dari air mineral. Ini berbeda dengan negara kita yang miskin akan minyak saat ini.” tegasnya.
Untuk itu, menurut Bambang perlu adanya energi alternatif terbarukan. Ia mencontohkan beberapa energi alternatif yang sudah diterapkan di Brazail dan Thailand.
“Brazil dan Thailand sudah menggunakan energi alternatif. Brazil dengan bioetanol, dan Thailand dengan BBG (Bahan Bakar Gas). Kita punya keduanya, tapi belum mampu diterapkan secara efektif,” pungkas Bambang.

()

(Eka)