Dua petugas keamanan adat Bali atau Pecalang memantau pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1938 di Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Rabu (9/3). Dalam perayaan Nyepi umat Hindu Bali tidak diperbolehkan untuk bepergian, bekerja, menyalakan lampu dan menikmati hiburan selama 24 jam. ANTARA FOTO/Panji Anggoro/nym/ama/16.

Denpasar, Aktual.com – ‎Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) merespon cepat permintaan Komisi I DPRD Bali untuk menerbitkan Surat Edaran (SE) yang berisi imbauan kepada lembaga penyiaran, baik radio mupun televisi di Bali untuk menghentikan siaran pada hari raya Nyepi.

Surat Edaran dengan Nomor 2 Tahun 2017 tentang Imbauan Tidak Bersiaran (on air) pada hari raya Nyepi tahun 2017 di wilayah Provinsi Bali tertanggal 24 Maret 2017 itu dikeluarkan hanya sehari setelah Komisi I DPRD Bali, Dinas Kominfo Provinsi Bali dan KPI Bali menemui Kementrian Kominfo di Jakarta.

Surat Edaran (SE) Menkominfo yang berisi imbauan kepada lembaga penyiaran, baik radio mupun televisi di Bali untuk menghentikan siaran pada hari raya Nyepi (Aktual/Bobby Anddalan)
Surat Edaran (SE) Menkominfo yang berisi imbauan kepada lembaga penyiaran, baik radio mupun televisi di Bali untuk menghentikan siaran pada hari raya Nyepi (Aktual/Bobby Anddalan)

“Kami baru saja terima tembusan surat edaran dari Kementerian Kominfo tentang imbauan larangan siaran selama hari raya Nyepi di Bali,” kata Ketua Komisi I DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya di Denpasar, Minggu (25/3).

Dalam surat edaran tersebut, Kementerian Kominfo mengimbau seluruh lembaga penyiaran di Bali untuk menghentikan siaran selama perayaan hari raya Nyepi mulai 28 Maret pukul06.00 WITA sampai dengan 29 Maret pukul 06.00 WITA.

Disebutkan, surat edaran itu diterbitkan setelah mempertimbangkan masukan DPRD Bali (Komisi I), Pemprov Bali dan KPI Bali.

Bobby Andalan

(Nebby)