Ketua Dewan Pers Yosep Stanly Adi Prasetyo, Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Al Masyhari dan Menkominfo Rudiantara saat diskusi News or Hoax di Media Center DPR RI, kompleks parlemen, bilangan Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017). Pemblokiran tersebut tak ada kaitannya dengan agama. Menurutnya, situs tersebut mengatasnamakan diri dengan nama media Islam dan menyebarkan konten hoax yang membawa kebencian. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengaku tak pernah mengumumkan 11 situs-situs islam yang diblokir. Ia pun mengklarifikasi rumor bahwa pihaknya seolah memburu situs-situs yang berkaitan dengan agama Islam.

“Saya pribadi tidak pernah mengumumkan situs-situs yang diblock, pertanggungjawaban laporan bulanan kami sampaikan di situs kami,” ujar Rudiantara di Media Center Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/1).

Berbicara dalam diskusi bertajuk ‘News or Hoax’ bersama Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari, Menkominfo menyatakan bahwa munculnya informasi pihaknya memblokir 11 situs Islam bukan dicetuskan Kemenkominfo.

“Munculnya pemberitaan 11 media Islam diblock itu adalah framing, ketika wartawan menanyakan pada humas kami apakah ada 11 media Islam diblock? lantas hanya dijawab iya,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam laporan bulanan tersebut juga tidak menyangkut siapa pemilik situs atau siapa pihak pembuat. Tetapi, kata dia, yang kami umumkan adalah jenis kontennya.

“Konten yang bertentangan dengan aturan di pasal 27 ayat 3, dan jelas di pasal 28 UU ITE. Mohon maaf relawan saja saya blog, saya nggak lihat itu siapanya, tapi lihat kontennya, selama itu konten bertentangan ya harus (diblock). Saya Islam apa main gitu aja, saya juga pengurus dewan masjid,” pungkasnya.

(Nailin Insa)

Artikel ini ditulis oleh: