Wiranto

Nusa Dua, Aktual.com – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto menyebut segala aksi teror yang terjadi di sejumlah wilayah tak dapat ditoleransi. Apapun bentuknya, Wiranto menyebut aksi teror ditujukan untuk membuat takut, mengganggu, mengancam dan mengorbankan masyarakat.

“Tidak boleh! Siapapun yang melaksanakan aksi teror akan kita berantas dengan sangat kuat dengan undang-undang dan hukum yang berlaku,” kata Wiranto di sela acara diskusi Penyamaan Persepsi Penegakan Hukum di Nuda Dua, Bali, Rabu (14/2).

Ia menegaskan telah memerintahkan aparat keamanan untuk menindak semua aksi teror baik yang dilakukan oleh jaringan aksi teror maupun kelompok dan perorangan. “Tidak boleh! Tidak ada negara dalam negara di Republik Indonesia. Tidak boleh. Kita tegas untuk melakukan penindakan,” katanya.

Aksi teror di Yogyakarta saat ini tengah dalam penyelidikan. Wiranto menegaskan jika aksi yang terjadi di gereja itu murni aksi teror. “Di Yogyakarta itu sedang diselidiki. Yang terjadi di sana itu murni teror. Terorisme dan teror beda kan. Itu meneror. Sedang diselidiki apakah itu kelompok, jaringan atau perorangan atau orang gila,” papar dia.

Sementsra untuk kasus teror yang terjadi di Tangerang dan beberapa wilayah di Jawa Barat sudah teridentifikasi. “Sudah diketahui dan sementara juga sedang dicoba untuk dihubungkan apakah itu merupakam satu rangkaian by design atau berdiri sendiri. Saya tunggu laporan dari Pak Tito (Karnavian, Kapolri),” tegas dia.

“Tapi saya minta masyarakat tenang, jangan kemudian justru gelisah seakan-akan terjadi sesuatu tsunami tindak kriminalitas. Bukan. Aparat keamanan kita tingkatkan kewaspadaannya terutama dalam menghadapi pilkada serentak ini supaya dapat berjalan dengan baik sampai pada finalisasi pilkada itu sendiri,” demikian Wiranto.

Laporan Bobby Andalan, Bali

()