Jakarta, Aktual.com – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan rekan-rekannya dari beberapa anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) baru-baru ini melakukan kunjungan ke Cina, Rusia, Inggris, dan Prancis, yang merupakan empat dari lima negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas langkah-langkah pengurangan ketegangan di Gaza. Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara anggota tetap yang belum dikunjungi oleh para menteri tersebut.

Mereka melakukan kunjungan ke Beijing, pada (20/11), dilanjutkan dengan kunjungan ke Moskow pada (21/11). Kemudian, pada tanggal (22/11), mereka mengunjungi Inggris dan Prancis secara bersamaan.
Kunjungan ke AS sedang diupayakan, kata Retno dalam rapat kerja Kementerian Luar Negeri dengan Komisi I DPR RI pada Senin, (27/11).

“Kunjungan ke Amerika Serikat sebagai anggota tetap DK PBB saat ini masih terus dijajaki. Pendekatan intensif juga akan dilakukan ke negara-negara lain,” katanya di hadapan para anggota DPR.

Konferensi Tingkat Tinggi Gabungan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab diadakan di Riyadh, Arab Saudi pada tanggal 11 November, menghasilkan sebuah resolusi yang menyerukan untuk segera menghentikan agresi Israel di Gaza. Resolusi tersebut menjadi dasar bagi para menteri dalam misi mereka ke negara-negara anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tujuan untuk mengumpulkan dukungan internasional.

“Pertemuan yang dilakukan dengan keempat negara anggota tetap DK PBB berlangsung sangat terbuka dan detail. Dari pertemuan-pertemuan tersebut, terdapat beberapa kesamaan pandangan, terutama mengenai bantuan kemanusiaan tanpa hambatan,” kata Retno.

Konferensi Tingkat Tinggi tersebut juga memberikan mandat kepada Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bersama-sama dengan menteri luar negeri dari Arab Saudi, Palestina, Yordania, Mesir, Qatar, Turki, dan Nigeria untuk memulai langkah-langkah aksi internasional dengan tujuan menghentikan konflik di Gaza. Selain itu, mereka diberi tanggung jawab untuk mendorong dimulainya proses politik yang bertujuan mencapai perdamaian bagi Palestina.

Mandat ini juga diberikan kepada “negara lain yang berminat” dan sekretaris jenderal kedua organisasi, tercantum dalam paragraf 11 resolusi Konferensi Tingkat Tinggi Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Misi para menteri ke negara-negara anggota permanen PBB merupakan langkah lanjutan dari mandat tersebut.
Meski ada beberapa persamaan, Retno mengungkap masih terdapat perbedaan pandangan antara blok OKI dengan negara-negara Barat mengenai gencatan senjata di Gaza. “Kita akan terus garap dengan mereka,” imbuh Retno.

Artikel ini ditulis oleh:

Editor: Yunita Wisikaningsih

Tinggalkan Balasan