Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) memberikan keterangan pers di Gedung Kemenlu, Pejambon, Jakarta, Senin (11/7). Menlu mengatakan Pemerintah terus melakukan upaya pembebasan tujuh anak buah kapal (ABK) yang disandera kelompok Abu Sayyaf serta melakukan koordinasi lebih lanjut tentang tiga WNI yang diculik oleh lima anggota kelompok bersenjata di Lahad Datu, Sabah, Malaysia pada Sabtu (9/7) malam. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf/Spt/16.

Jakarta, Aktual.com – Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi sedang melakukan verifikasi tiga WNI terduga teroris yang ditahan Kepolisian Malaysia.

“Tiga warga negara Indonesia itu kami belum dapat notifikasi sampai sekarang baru kami baca dari berita. KBRI Kuala Lumpur meminta akses ke konsuler,” kata Retno LP Marsudi, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (19/7).

Hal itu, kata dia lagi, tujuannya untuk memastikan apakah betul ketiganya adalah WNI sebab informasi awal masih dalam status dugaan.

Pihaknya kemudian akan memverifikasi data-data yang didapat.

“Karena kan (masih) diduga kemudian memverifikasi data mereka. Akses konsuler sedang dicoba diperoleh dan nanti ada pencocokan,” katanya pula.

Sebelumnya, Kepolisian Malaysia menahan sebanyak tujuh orang warga negara Malaysia dan diduga warga negara Indonesia karena aktivitas yang dilakukan mereka terkait dengan militan garis keras. Tujuh orang tersebut ditangkap di empat negara bagian pada kurun 12-17 Juli 2018 di Trengganu, Selangor, Perak, dan Johor.

Salah satu WNI yang ditangkap diduga telah berjanji setia (baiat) dan menerima pelatihan militer dari Negara Islam Indonesia (NII).

Sementara seorang terduga lain asal Indonesia diduga terkait dengan seorang anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang terlibat dalam pembunuhan 10 Mei terhadap perwira polisi Indonesia di Jawa Barat.

Kemudian warga negara Indonesia yang ketiga secara jelas mengaku dirinya sebagai anggota ISIS.

 

Ant.

()