Gempa megathrust 8,7 SR bayangi ibu kota. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Masyarakat di sekitar Labuna, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Jumat (2/8), pukul 19.03 WIB berhamburan keluar rumah karena merasakan gempa cukup besar dan lama.

Sebagian besar warga memilih lari dan mengungsi ke daerah ketinggian setelah mendapatkan peringatan dini terjadinya tsunami oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Bahkan, warga pesisir Binuangeun, Kabupaten Lebak yang jaraknya sekitar 1,5 jam perjalanan dari Sumur, Kabupaten Pandeglang keluar rumah dan sebagian mengungsi ke “shelter” tsunami dan masjid di daerah tersebut.

“Saat terjadi gempa guncangan cukup kuat terasa. Semua warga keluar rumah, sebagian langsung menuju ke ‘shelter’ tsunami dan masjid,” kata Salmah, warga Binuangeun.

BMKG awalnya merilis gempa itu terjadi pada Jumat (2/8), pukul 19:03:21 WIB, dengan pusatnya pada koordinat 104,58 derajat BT dan 7,54 derajat LS, dengan magnitudo 7.4 pada kedalaman 10 km, berjarak 137 km barat daya Sumur, Banten.

Gempa bumi itu berpotensi tsunami dan menetapkan status siaga, yakni Banten di Pandeglang bagian selatan dan Pandeglang Pulau Panaitan, serta Lampung di bagian Lampung Bbarat dan pesisir selatan.

(Abdul Hamid)