Selain sentimen dari dalam negeri, penguatan ini juga bersamaan dengan melemahnya laju USD karena sentimen pengunduran diri sejumlah staf kepresidenan Presiden Trump. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) sepanjang pekan lalu mengalami pelemahan sekalipun tidak sedalam yang diperkirakan.

Kondisi pasar global yang terus tak menentu ditambah kondisi sentimen dalam negeri yang belum juga positif membuat pasar keuangan, terutama rupiah masih alami penurunan.

“Sepanjang pekan kemarin, rupiah sempat melemah ke level13.525. Pelemahan itu memang masih lebih baik dari sebelumnya di level 13.585,” kata analis pasar uang dari Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, di Jakarta (15/10).

Sementara untuk level tertinggi yang dicapai bisa di angka 13.490 atau di bawah level high sebelumnya di 13.453. Laju Rupiah di pekan kemarin bergerak di atas target support 13.595 dan resisten 13.448.

Pelemahan itu juga akibat kondisi di Eropa yang membuat laju EUR mengalami kenaikan. Sehingga menekan laju USD. “Sehingga nilai tukar tupiah melemah -0,04% meski lebih dari pelemahan di pekan sebelumnya sebesar -0,23%,” kata dia.

(Andy AbdulHamid)