Mexico City, aktual.com – Mantan presiden Bolivia, Evo Morales mengatakan bahwa dia mengecam pengakuan Amerika Serikat atas “pemerintahan de facto” baru negara Amerika Selatan itu, yang dibentuknya sendiri pasca-kepergiannya.

Ketua Senat Bolivia menjadi presiden sementara setelah Morales pada Selasa angkat kaki ke Meksiko untuk mencari suaka. Veteran sosialis itu mengatakan pengunduran dirinya dipicu oleh kudeta, yang ia sebut dalam cuitan di Twitter sebagai “konspirasi ekonomi dan pollitik” yang bersumber dari Amerika Serikat.

Michael Kozak, Penjabat Asisten Sekretaris untuk Biro Urusan Belahan Barat Departemen Luar Negeri AS, menuliskan via Twitter bahwa Amerika Serikat berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah sementara Bolivia.

Ant.

(Zaenal Arifin)