Rais Aam Syuriah PBNU Ma'ruf Amin, menghadiri Haul ke-6 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta, Sabtu (26/12). Peringatan enam tahun wafatnya Gus Dur itu mengangkat tema "Merawat Tradisi, Merajut Hati" dan dihadiri sejumlah pejabat negara, ulama, serta ribuan jamaah.

Jakarta, Aktual.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin, mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari rongrongan kelompok-kelompok radikal dan kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dari Indonesia.

“Dasar negara kita, yakni Pancasila sudah final dan NKRI sudah final. Oleh karenanya, perlu kita jaga dari berbagai elemen ingin mengganti dasar negara kita, baik dari kelompok radikal dan kelompok separatisme yang ingin memisahkan diri dari Indonesia,” kata KH Ma’ruf Amin dalam sambutannya pada acara Doa Bersama dan Muroja’ah “171717”, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Timur, Kamis (17/7).

Menurut dia, kerukunan antarummat beragama merupakan unsur utama terjadinya kerukunan nasional. Kerukunan umat beragama juga merupakan landasan utama dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Jaga keutuhan bangsa dari kelompok-kelompok intoleran dan ingin merusak toleransi umat beragama yang sudah terjalin baik selama ini. Kita juga patut menjaga dari kelompok fanatik yang dinilai sangat berbahaya bagi Indonesia,” ujar Ma’ruf.

KH Ma’ruf Amin pun memuji kegiatan doa bersama yang digagas oleh Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang digelar secara serentak di satuan-satuan TNI di seluruh Indonesia, yang bertepatan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI.

“Ini acara yang luar biasa untuk keselamatan bangsa dan negara Indonesia. Kita patut bersyukur kepad Allah SWT karena sudah memberika kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Kemerdekaan ini juga berkat para pejuang bangsa yang rela mengorbankan dirinya bagi bangsa Indonesia,” katanya.

 

Ant.

()