Pamekasan, Jawa Timur, Aktual.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan membahas skenario pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada era New Norma (kenormalan baru), termasuk pemulihan kegiatan pendidikan di pondok-pondok pesantren.

“Ini penting, karena tidak menutup kemungkinan para santri tersebut sudah tentu berbaur dengan masyarakat umum. Berbeda saat mereka sedang berada di pondok pesantren,” kata┬áBupati Pamekasan Baddrut Tamam di Pamekasan, Senin.

Bupati mengatakan bahwa pemerintah kabupaten masih mendata jumlah santri dan pelajar yang ada di Pamekasan dan berencana melakukan pemeriksaan cepat menggunakan alat tes diagnostik cepat untuk mendeteksi penularan COVID-19 pada para santri dan pelajar.

“Kami masih sedang menghitung berapa kekuatan anggaran yang dimiliki Pemkab Pamekasan untuk melakukan rapid test tersebut,” kata Baddrut.

Ia mengatakan bahwa menurut perkiraan sementara ada sekitar 120.000 pelajar dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama di Pamekasan.

“Katakan lah 120 ribu, maka total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp60 miliar. Kita akan cek, apakah pos di masing-masing dinas memungkinkan untuk itu,” kata dia.

Jika pemeriksaan pada seluruh siswa tidak memungkinkan dilakukan, ia mengatakan, maka pemerintah kabupaten hanya akan melakukan pemeriksaan pada santri dan pelajar yang berasal dari zona merah penularan COVID-19.

Bupati menjelaskan bahwa pemerintah juga membahas pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada masa normal baru, termasuk pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas dalam kegiatan belajar lewat tatap muka. Kalau dalam keadaan biasa satu kelas diisi 30 orang, pada era normal baru setiap kelas hanya akan diisi 15 siswa.

Kegiatan belajar mengajar, menurut dia, kemungkinan akan dilakukan pada pagi dan sore hari. “Jadi ada siswa yang masuk pagi, dan separuh siswa sisanya masuk pada sore hari,” katanya.

Pemerintah Kabupaten juga akan membahas pengaturan tugas guru dalam skema kegiatan belajar mengajar di era baru.

“Hari ini kami akan membahas sedetail mungkin tentang hal ini bersama para pimpinan instansi terkait,” kata Bupati.

(Warto'i)