Dia menegaskan, Golkar tidak akan tinggal diam terhadap sistem pemilu yang sedang berjalan saat ini bukan hanya merugikan partai dan caleg, tetapi juga semua tatanan demokrasi.

“Kita tidak bisa merubah perilaku pemilih, tapi sistemnya yang harus diubah. Bila sistem berubah maka pemilih tentu akan mengikuti sistem itu. Partai Politik seharusnya menjadi tonggak utama pilar demokrasi,” tuturnya.

Selain itu tambah dia, salah satu masalah di dalam tubuh internal partai adalah tidak mencerminkan pilar demokrasi, yakni proses rekrutmen kader yang masuk menjadi Caleg tidak memiliki dasar pengetahuan organisasi kepartaian serta Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Pedoman organisasi yang sudah diatur di Parpol.

(Abdul Hamid)