Presiden RI Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (tiga kanan), Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir (kanan) dan Gubernur NTB, M Zainul Majdi (kiri) saat meninjau pembangunan proyek "Mobile Power Plant" (MPP) 2x25 MW di areal PLTU Jeranjang, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, NTB, Sabtu (11/6). Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berkapasitas daya 2x25 MW tersebut dijadwalkan bisa beroperasi secara maksimal pada akhir Juli 2016 untuk menambah kekurangan pasokan listrik di pulau Lombok. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/pd/16.

Jakarta, Aktual.com – Menteri BUMN, Rini Soemarno terkesan tidak memahami aspek teknis dalam hal pengembangan pembangkit geothermal (panas bumi), sehingga keinginannya memindahkan asset Pertamina Geothermal Energy (PGE) ke dalam PT PLN (persero) akan menghambat operasi perusahaan dan menghambat percepatan pengembangan geothermal di Indonesia.

Berdasarkan penjelasan Corporate Secretary PGE, Tafif Azimudin bahwa matching (kecocokan) pengembangan geothermal bekerjasama dengan perusahaan yang bergerak di operasi upstream (hulu).

Hal demikian akan sangat membantu dari berbagai sisi operasional tehnis dan tentunya akan jauh lebih efisiensi dalam hal belanja investasi. Namum jika pengembangan geothermal dipasangkan denga perusahaan downstream seperti PLN, maka akan ada banya komponen suporting yang tidak bisa terpenuhi dalam sinkronisasi usaha.

“PLN itu downstream, sedangkan Pertamina upstream. Kalau PGE nantinya dibawah PLN, kita kesulitan suporting yang banyak bersentuhan dengan aktifitas upstream,” kata Tafif di Jakarta. Rabu (10/8)

Dia menjelaskan keberhasilan PGE selama ini tidak terlepas dari besarnya suporting yang diberikan oleh induk perusahaan yakni PT Pertamina (Persero). Adapun diantara perangkat penunjang yang bisa disinergikan mulai dari teknologi hingga keilmuan sumber daya manusia.

“PGE bekerja selama ini, suport Pertamina itu cukup besar contohnya; teknologi untuk pengeboran, terus geofisika, geokimia. Kalau ini pindah ke PLN, tentu saja kita tidak bisa mengharapkan itu disana,” pungkasnya.

(Eka)