Jakarta, Aktual.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bank-bank asing di kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III paling banyak memiliki “kredit nganggur” atau kredit yang belum dicairkan (undisbursed loan) sepanjang Januari-Maret 2016.

“Pertumbuhan kredit nganggur atau juga disebut “kredit mubazir” pada kategori bank BUKU III paling tinggi dibanding BUKU lainnya. Sedangkan di BUKU III banyak bank asing,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon di Jakarta, Senin (23/5).

Hingga akhir triwulan III 2016, berdasarkan statistik perbankan Indonesia, jumlah kredit nganggur perbankan BUKU III 2016 sebesar Rp721,3 miliar atau naik 35,2 persen dibanding periode sama pada 2015. Jumlah itu mencakup 60 persen dari total kredit nganggur bank umum (seluruh BUKU) yang mencapai Rp1.236 triliun hingga 31 Maret 2016.

Secara total, kredit nganggur bank umum tumbuh 3,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I 2016 dibandingkan kuartal I 2015 yang sebesar Rp1.193,3 triliun Namun, Nelson meyakini, pada triwulan II dan III, jumlah kredit nganggur akan mengecil karena membaiknya ekonomi dan konsumsi nasabah. “Jadi di sektor rill ini akan masuk pada kuartal II dan kuartal III. Sampai akhir tahun itu sudah memungkinkan menyerap kredit,” kata dia.

Sementara, penyaluran kredit perbankan umum mencapai Rp4.029 triliun atau tumbuh 8,48 eprsen dari Rp3.714 triliun di periode sama tahun lalu.

(Eka)