Pasuruan, Aktual.com – Kondisi perbankan sampai saat ini masih terlihat masih cukup terjaga meski kondisi perekonomian saat ini masih belum ‘stabil’.

Demikian hasil kajian Analis Bank Eksekutif Divisi Spesialis Analis Profil Industri Departemen Pengembangan Pengawasan dan Manajemen Krisis Otoritas Jasa keuangan (OJK) RI, Aslan Lubis di Pasuruan (26/8).

“Sampai saat ini likuiditas industri perbankan kita masih cukup bagus,” katanya.

Pertumbuhan kredit, dana pihak ketiga (DPK) dan CAR industri perbankan yang dia pantau selama sebulan terakhir ini justru terjadi kenaikan.

“Revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2016, rata-rata pertumbuhan kredit tahun ini diperkirakan mencapai 10-12 persen. Angka ini mengalami penurunan dari proyeksi sebelumnya yakni sekitar 12-14 persen,” tambah Aslan”.

Bank dengan modal inti di atas Rp 30 triliun seperti Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia BRI, BNI46 dan BCA dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) terlihat merevisi target kreditnya lebih tinggi meski beberapa bank menurunkan target kreditnya.

“Keempat bank tersebut meng-capture 45 persen dari turn over perbankan dengan total sebanyak 118 bank. Ini artinya kredit sudah cukup membaik,” katanya.

Menurut Aslan, meski terjadi penurunan namun nilai prosentase RBB tersebut masih bagus. Dan ada beberapa indikator lain yang juga menunjukkan bahwa kondisi perbankan saat ini masih cukup bagus.