Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Program one kecamatan, one center for enterpreneurship (OKE OCE) yang digagas Cawapres 02 Sandiaga Uno dinilai gagal dan berantakan. Ini terbukti ketika di Jakarta, program itu tak berjalan dan banyak gulung tikar.

Karena itu, Peneliti Indef, Ahmad Heri Firdaus mengatakan, saat ini belum tepat jika OK OCE diterapkan secara nasional. Alasannya, implementasi program ini dilapangan masih banyak menemui masalah.

Kata dia, OK OCE merupakan inisiasi yang cukup baik, namun implementasinya di lapangan yang justru menimbulkan masalah.

Sejumlah permasalahan OKE OCE antara lain penggunaan tehnologi oleh masyarakat yang belum sempurna. Padahal OKE OCE mengandalkan teknologi dalam penerapannya.
Masalah seperti masih gapteknya para peserta.

Semua calon peserta harus register via email, di tahap ini saja sudah banyak kendala. Banyak yang tidak bisa register. Kemudian dari segi persyaratan lain, banyak yang belum bisa memenuhi.

“Harusnya ada evaluasi dulu di level DKI, sebelum program ini dinaikkan ke level pusat,” ujar dia ketika dihubungi, Rabu (21/3).

Bahkan, selama ini dalam mengembangkan ritel OKE OCE, Pemprov DKI Jakarta justru meminta bantuan kepada peritel lain yang sudah mapan, seperti Alfamart, untuk membantu mengurusi program itu.

Oleh sebab itu, jika ingin membangun ekonomi masyarakat, Sandiaga harus memiliki program lain yang lebih baik dan realistis, ketimbang hanya mengusung OK OCE.‎

Sementara, Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie, menilai sangat janggal jika program itu justru akan dibawa ke tingkat nasional.

“Sudah jelas, itu program gagal, jadi tak layak juga dibawa ke level nasional. Secara eksistensi keberadaan program ini tak membuahkan hasil, substansinya agak kabur, dan esensinya tak terarah karena tak terkonsep,” kata Jerry, saat dihubungi.

Menurut Jerry, di Jakarta sendiri program itu tak punya greget dan kalah bersaing dengan berbagai mini market yang sudah ada. Ini terjadi karena OKE OCE tak punya konsep dan dukungan jelas dan sistem bisnis, juga jaringan distribusi.

Karena itu, klaim Sandi bahwa OKE OCE menurunkan pengangguran di Jakarta hanya kamuflase semata untuk mengalihkan bahwa program besutannya telah gagal.Karena itu, program program Sandiaga lain juga tak akan berhasil.

Misal soal rumah siap kerja. Tak jelas konsepnya. Menurut Jerry, OKE OCE kurang greget juga tak nyambung dengan perkembangan era industri 4.0 yang berbasis IT.

“Untuk rumah siap kerja seperti apa karena ini perlu dikaji, jangan cuma program tanpa aksi,” sindirnya.

Artikel ini ditulis oleh: