20 April 2026
Beranda blog Halaman 109

Hadapi Krisis Global, Masyarakat Diminta Tetap Rasional dan Tenang

Ilustrtasi grafik

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi I DPR RI, Okta Kumala Dewi, mengimbau masyarakat tetap tenang dalam merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah,  di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, sebagai dampak konflik Timur Tengah.

Konflik di kawasan Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran mulai memberikan tekanan terhadap stabilitas ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat terganggunya distribusi energi dunia.

Okta menilai kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan langkah preventif dari pemerintah agar dampak global tidak dirasakan secara berat oleh masyarakat.

“Langkah preventif menjadi penting agar dampak global tidak langsung dirasakan secara berat oleh rakyat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).

Politikus PAN itu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, mengingat situasi global yang tidak menentu kerap memicu spekulasi dan kepanikan.

Ia menekankan pentingnya sikap tenang dan rasional dalam menghadapi kondisi tersebut. Momentum Lebaran, kata dia, dapat menjadi penguat solidaritas sosial melalui tradisi saling memaafkan dan menjaga silaturahmi.

“Di tengah dunia yang penuh konflik, Indonesia justru memiliki kekuatan pada persatuan dan kebersamaan masyarakatnya,” kata Okta.

Lebih lanjut, ia meminta masyarakat memahami kebijakan pemerintah dalam konteks jangka panjang, yang bertujuan melindungi masyarakat dari dampak krisis global yang lebih besar.

Okta menegaskan peran masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas nasional, dengan tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta saling mendukung.

“Lebaran tahun ini menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada kebijakan, tetapi juga pada solidaritas warganya,” ujarnya.

 

 

 

 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Hari Kedua Lebaran, BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Petir di Banyak Kota

Pengendera bermotor menerjang hujan di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Minggu (2/4/2017). BMKG memperkirakan awal musim kemarau akan tiba pada Mei hingga Juli sehingga pada peralihan musim atau pancaroba, masyarakat diminta mewaspadai hujan lebat disertai angin kencang. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.comBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia pada hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Prakirawan BMKG, Puji Rosita, mengatakan kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif.

BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.

“Untuk wilayah bagian barat Indonesia, masyarakat agar mewaspadai potensi hujan yang disertai petir di Bandar Lampung dan Banjarmasin. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi turun di Jambi, Bandung, dan Surabaya,” ujar Puji dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).

Selain itu, hujan ringan diprakirakan terjadi di sejumlah kota besar seperti Padang, Pangkalpinang, Palembang, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Samarinda, Palangkaraya, dan Tanjung Selor.

Adapun kondisi berawan hingga berawan tebal diprediksi terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Serang, dan Pontianak.

Untuk wilayah Indonesia timur, BMKG memperingatkan potensi hujan disertai petir di Kendari serta hujan dengan intensitas sedang di Mamuju. Sementara hujan ringan berpotensi terjadi di Kupang, Makassar, Palu, Manado, Ternate, Ambon, dan sebagian besar wilayah Papua.

Sedangkan kondisi berawan tebal diprakirakan terjadi di Denpasar, Mataram, Gorontalo, Manokwari, dan Nabire.

BMKG menegaskan prakiraan tersebut merupakan gambaran umum. Untuk pembaruan cuaca secara berkala, masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

PPI Maroko Siapkan Bimbel Tes Kemenag bagi Calon Pelajar yang Mau Studi di Negeri Maghrib

Jakarta, aktual.com – Program bimbingan belajar untuk tes seleksi studi ke Maroko melalui Kementerian Agama Indonesia resmi diluncurkan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Maroko (PPI Maroko) dengan fokus utama pada penguasaan bahasa Arab dan ilmu-ilmu keislaman.

Pendirian program ini dilatar belakangi oleh meningkatnya minat para santri di Indonesia untuk melanjutkan studi di negeri Maghrib ini setiap tahunnya yang kerap tidak dibarengi dengan kemampuan bahasa dan pemahaman ilmu-ilmu keislaman yang memadai.

“Berdasarkan observasi kami, minat santri dari Pondok Pesantren dan Madrasah Aliyah untuk kuliah di Maroko terus naik tiap tahunnya. Tapi terkadang, semangat yang maksimal ini tidak dibarengi dengan persiapan yang maksimal juga. Oleh karena itu, kami berinsiatif untuk mendukung minat ini dengan menghadirkan Program Bimbel yang memfokuskan pembelajarannya ke materi yang diujikan di seleksi ke Maroko melalui Tes Kemenag” ujar salah satu tim dari program bimbel ini, Arrinda Zahwa Nur Fauziah Arristin.

Dengan tujuan utama menjembatani para calon mahasiswa baru dengan kesempatan studi di Maroko, program yang bernama “Bimbel Mizyan” ini menekankan pembelajaran pada materi tata bahasa, perubahan kata, pemahaman bacaan dan kosa kata, serta keterampilan berbicara di Bahasa Arab.

Melalui bimbingan belajar ini, diharapkan para calon mahasiswa baru dapat lebih memahami persiapan yang dibutuhkan untuk tes seleksi studi dan tinggal di Maroko.

“Dengan adanya bimbel ini, harapan kami ia dapat menjadi wadah manfaat bagi para peserta bimbel dalam keilmuan dan pendampingan interpersonal guna menunjang kesiapan tes seleksi ke Maroko melalui jalur Kemenag RI” ungkap salah satu tim dari program ini, Nazla Kayla Harahap.

Menurutnya, bimbingan ini juga merupakan langkah kecil PPI Maroko untuk membantu generasi berikutnya untuk melanjutkan studi di Maroko. Bagi para calon pelajar yang ingin mengikuti Bimbel bisa mengunjungi Instagram @miyzan.ma untuk mengetahui informasi lebih detail.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Pengiriman Pasukan ke Gaza Ditunda, DPR Sebut Langkah Pemerintah Sudah Tepat

Sejumlah personel pasukan perdamaian Garuda Bhayangkara melakukan simulasi pengamanan di wilayah konflik di Gedung Multi Fungsi Polri, Bogor, Jawa Barat, Senin (23/4). Pasukan yang terdiri dari 215 orang diantaranya pasukan pendukung, pasukan taktis, dan pasukan SWAT, dipersiapkan untuk memastikan Indonesia siap mengirimkan pasukan dan logistik bagi perdamaian dunia. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Anggota DPR RI, Ahmad Heryawan, mengapresiasi langkah pemerintah Indonesia yang menunda rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza. Ia menilai keputusan tersebut sebagai langkah bijak di tengah situasi keamanan yang masih sangat dinamis di wilayah tersebut.

Menurutnya, pendekatan melalui mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan pilihan yang lebih tepat karena memiliki legitimasi hukum internasional yang kuat serta dapat meminimalkan risiko terhadap personel Indonesia.

“Keputusan pemerintah untuk menunda pengiriman pasukan adalah langkah bijak. Kita harus memastikan bahwa setiap keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian benar-benar berada dalam kerangka hukum internasional yang jelas, yaitu melalui mandat resmi PBB,” ujar Ahmad Heryawan dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu menegaskan bahwa situasi di Gaza masih penuh ketidakpastian, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam mengambil kebijakan strategis, terutama yang berkaitan dengan keselamatan personel dan kedaulatan negara lain.

Ia menambahkan, selama ini keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian dunia selalu berlandaskan prinsip politik luar negeri bebas aktif serta komitmen terhadap perdamaian global. Oleh karena itu, jalur PBB dinilai sebagai mekanisme paling tepat agar kontribusi Indonesia berjalan efektif dan diakui secara internasional.

Selain itu, Ahmad Heryawan menekankan pentingnya peran diplomasi Indonesia dalam mendorong gencatan senjata permanen serta penyelesaian konflik secara damai di Gaza. Ia menyebut kontribusi Indonesia tidak hanya melalui pengiriman pasukan, tetapi juga bantuan kemanusiaan dan diplomasi aktif di forum internasional.

Ia juga mendorong pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk negara sahabat dan lembaga internasional, guna memastikan setiap langkah yang diambil memberikan dampak positif bagi perdamaian.

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya evaluasi terhadap peran Indonesia dalam forum internasional tertentu jika tidak sejalan dengan upaya menjamin kemerdekaan Palestina.

Ahmad Heryawan pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus memberikan dukungan moral dan kemanusiaan bagi rakyat Palestina serta menjaga persatuan dalam menyikapi isu global yang sensitif.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

DPR Dorong Penghapusan Pajak Ganda demi Keadilan bagi Rakyat

Ilustrasi: Pajak Ditanggung Negara, Beban Ditanggung Rakyat

Jakarta, Aktual.com – Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Firman Soebagyo, mendesak pemerintah segera menghapus praktik pajak ganda, dalam sistem perpajakan nasional yang dinilai membebani masyarakat dan mencederai prinsip keadilan.

Firman menilai pemajakan berulang terhadap satu objek yang sama tidak hanya merugikan wajib pajak, tetapi juga berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap negara. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut paling dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah.

“Sudah terlalu lama sistem ini dibiarkan. Negara seharusnya hadir melindungi rakyat, bukan justru menambah beban melalui kebijakan fiskal yang tidak adil,” kata Firman dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).

Politikus Partai Golkar itu menyebut skema pajak ganda bertentangan dengan semangat keadilan sosial dan prinsip keberpihakan kepada masyarakat kecil. Jika tidak segera dibenahi, menurutnya, kondisi ini dapat memperlebar kesenjangan ekonomi.

Ia pun mendorong pemerintah bersama DPR untuk segera merevisi undang-undang perpajakan. Revisi tersebut diharapkan mencakup penyederhanaan sistem pajak, penghapusan pajak ganda, serta penguatan asas keadilan dan transparansi.

Selain itu, Firman menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan fiskal. Ia menyatakan bahwa setiap penerimaan pajak harus dapat dipertanggungjawabkan dan digunakan untuk kepentingan pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

“Pajak adalah instrumen negara untuk membangun, bukan alat yang menekan rakyat. Transparansi dan akuntabilitas mutlak diperlukan agar kepercayaan publik kembali pulih,” ujarnya.

Firman menilai isu keadilan pajak akan menjadi perhatian serius di parlemen, terutama di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya tuntutan publik terhadap keadilan sosial. Ia menegaskan bahwa reformasi perpajakan merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda.

“Keadilan pajak adalah fondasi keadilan sosial,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

PASBATA: Kami Hadir untuk Efendi, Jangan Sampai Masa Depannya Hilang

Gunungkidul, aktual.com — Pasukan Bawah Tanah (Pasbata) Prabowo wilayah Gunungkidul mendatangi rumah Ahmad Tri Efendi (10) di Jeruken, Girisekar, Panggang, sebagai bentuk kepedulian terhadap bocah yang terpaksa putus sekolah demi merawat kedua orang tuanya yang sakit.

Dalam kunjungan tersebut, Pasbata memberikan dukungan nyata, baik moril maupun materiil, kepada Fendi dan keluarganya. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak, dan berbagai kebutuhan harian lainnya.

Rombongan Pasbata juga bertemu langsung dengan Slamet, ayah Fendi, untuk memberikan semangat serta mendorong agar Fendi tetap bisa melanjutkan pendidikannya di tengah kondisi keluarga yang sulit.

Efendi diketahui merawat ibunya yang lumpuh akibat stroke dan gangguan saraf, serta ayahnya yang juga mengalami gangguan saraf. Di usia yang masih belia, ia menjalani hari-hari dengan penuh tanggung jawab, mulai dari memberi minum hingga menjaga ibunya hingga larut malam.

Ketua DPC Pasbata Prabowo Gunungkidul, Martin, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut.

“Kami hadir untuk Efendi. Jangan sampai ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan hanya karena kondisi keluarga. Ini panggilan kemanusiaan,” ujar Martin dalam keterangannya, Kamis (19/3).

Pasbata Prabowo Gunungkidul juga mendorong agar Fendi bisa kembali bersekolah dan menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait.

“Kami siap membantu mencarikan solusi terbaik, baik dari sisi pendidikan maupun kesehatan keluarganya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga telah menyatakan komitmen untuk membantu Fendi kembali bersekolah melalui pendekatan khusus, serta memastikan kedua orang tuanya mendapat penanganan kesehatan yang layak.

Ketua RT setempat, Wahono, menyebut Fendi sempat bersekolah. Namun saat naik dari kelas satu ke kelas dua, kondisi ibunya memburuk, dari kebutaan hingga gangguan saraf yang berujung lumpuh.

“Karena ibunya sakit, Fendi berhenti sekolah. Tidak ada support dari orang tua karena keduanya sakit,” jelas Wahono.

Ayah Fendi juga mengalami gangguan saraf yang membatasi geraknya. Dalam kondisi itu, Fendi menjadi yang paling aktif merawat ibunya.

“Fendi itu selalu merawat ibunya, memegangi, memberi minum. Kehadirannya bisa membuat ibunya tersenyum,” tambahnya.

Berbagai upaya telah dilakukan agar Fendi kembali sekolah, mulai dari keluarga, pihak sekolah, hingga warga. Bahkan, ada tawaran sekolah gratis di panti asuhan di Bantul. Namun Fendi menolak karena tak ingin jauh dari ibunya.

“Kalau di panti pulangnya beberapa bulan sekali. Fendi tidak mau jauh dari ibunya,” kata Wahono.

Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan semangat gotong royong untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan masa depan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain