1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 141

Pelunasan Haji 2025 Masih Rendah, Kementerian Haji dan Umrah Imbau Jemaah Segera Penuhi Istitha’ah

Jakarta, Aktual.com — Kementerian Haji dan Umrah RI menyampaikan bahwa pelunasan Haji 2025 masih berada di angka satu persen meski masa pembayaran telah berjalan lima hari. Dalam Sesi Pelunasan Haji di Gedung BSI Tower, Jumat (28/11/2025), Kepala Biro Humas Kemenhajri, Hasan Affandi, menegaskan bahwa pemenuhan syarat istitha’ah kesehatan menjadi kewajiban sebelum jemaah dapat melunasi biaya haji.

“Seperti yang tadi disinggung Pak Anton, syarat pelunasan itu jemaah harus istitha’ah terlebih dahulu,” ujar Hasan. Ia menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan harus dilakukan dan jemaah dinyatakan layak oleh tenaga medis, tidak hanya memiliki biaya yang cukup.

Hasan meminta jemaah mempercepat pemeriksaan kesehatan mengingat waktu pelunasan terbatas. Tahap pertama berlangsung hingga 23 Desember 2025, sedangkan tahap kedua berakhir pada 9 Januari 2026. “Dengan timeline yang ketat, kami imbau jemaah segera melakukan pemeriksaan kesehatan, pelunasan, dan menyiapkan seluruh kebutuhan ibadah haji,” katanya.

Hasan juga memastikan bahwa sistem pelunasan nasional telah dipersiapkan secara maksimal. “Kami sudah menyiapkan sistem dengan sangat baik karena seluruh proses ini terintegrasi dengan sistem di Kementerian Haji dan Umrah,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas saluran, bandwidth, dan stabilitas layanan telah dilakukan untuk menjaga kelancaran transaksi.

Pemantauan sistem dilakukan setiap hari karena sebagian besar transaksi pelunasan nasional melewati jalur BSI. “Kami monitor terus setiap hari, baik di lapangan maupun kekuatan sistem yang terkoneksi dengan BSI. Karena 81 persen pelunasan nasional dilakukan melalui bank tersebut, stabilitas layanan harus dijaga,” kata Hasan. Ia menyebut pelunasan tahun sebelumnya relatif lancar, dengan keterlambatan kecil pada minggu pertama akibat pemeriksaan kesehatan yang belum rampung.

Kementerian juga memantau situasi layanan haji di Aceh yang terdampak banjir hingga menyebabkan sejumlah kantor layanan tidak beroperasi. “Beberapa cabang tidak bisa melayani dan kondisi itu sudah dilaporkan kepada regulator,” ujar Hasan. Ia memastikan tidak ada petugas maupun keluarga yang menjadi korban jiwa.

Gangguan di Aceh disebabkan padamnya listrik, terbatasnya BBM untuk genset, serta kerusakan BTS telekomunikasi. Layanan di Banda Aceh dan Lhokseumawe tetap berjalan normal, namun Langsa sempat terisolasi akibat akses jalan terputus. “Kami menunggu akses dibuka. Setelah itu proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar petugas dapat dipercepat,” katanya.

Hasan menyebut bantuan logistik telah disiapkan di titik-titik dekat lokasi terdampak dan pemantauan dilakukan bersama pemerintah daerah serta BNPB. “Insya Allah semua kami jaga dengan baik, termasuk layanan yang berkaitan dengan proses haji,” tutupnya.

Laporan: Rachma Putri

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

DKI Jakarta Perkuat Kampanye Anti Korupsi Lewat Media Digital dan Konvensional

Jakarta, aktual.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima penghargaan dalam ajang Puncak Apresiasi Pariwara Antikorupsi & ACFFEST 2025 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (28/11). Acara ini menjadi wadah apresiasi bagi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam kampanye publik antikorupsi sepanjang tahun.

Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma, menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas komitmen DKI Jakarta dalam menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas. “DKI Jakarta, komitmen utamanya adalah semangat integritas, transparansi, dan akuntabel. Dan itu diterjemahkan dalam setiap langkah kegiatan program keorientasi kita adalah menjunjung tinggi nilai-nilai integritas,” ujarnya.

Menurut Dhany, nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam berbagai bentuk karya informasi, baik melalui media digital maupun media konvensional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyebaran informasi melalui videotron di area publik serta distribusi banner ke sekolah-sekolah. “Sehingga berangkat dari media informasi tadi, videotron, kemudian secara konvensional juga kita memberikan banner-banner, sebanyak 2000 banner kepada seluruh jajaran di tiap-tiap sekolah,” jelasnya.

Atas upaya tersebut, DKI Jakarta berhasil meraih peringkat tiga terbaik dalam kategori media konvensional. Sementara itu, di ranah digital, Inspektorat Provinsi juga memproduksi video pendek yang menyampaikan pesan antikorupsi secara kreatif. “Video pendek yang intinya adalah memberikan pesan terkait dengan anti-korupsi, terutama untuk antisipasi atau pencegahan benturan kepentingan dan juga gratifikasi di dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Provinsi DKI Jakarta,” kata Dhany.

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berintegritas. “Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan salah satu bentuk komitmen kita untuk memberikan layanan yang berintegritas kepada warga Jakarta,” ujarnya.

Untuk mempertahankan capaian tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat pesan-pesan antikorupsi melalui berbagai saluran komunikasi. “Pesan itu, nilai-nilai integritas, anti-korupsi, anti-fraud, curangan, ini juga menjadi komitmen utama. Kemudian kita akan balut dengan pesan-pesan informasi, baik itu melalui media digitalnya, media konvensionalnya, bahkan melalui aktivitas informasi lainnya,” tegas Dhany.

Ia menambahkan bahwa kreativitas menjadi kunci dalam menyampaikan pesan agar dapat diterima oleh masyarakat luas. “Ini akan mengasah kreativitas kita untuk menghasilkan sebuah karya informasi yang bisa diterima oleh orang banyak. Terutama pesannya ini bisa diterima. Sehingga kita ingin bisa ke tempat itu mengemas lebih bagus lagi, lebih baik lagi, dan mudah-mudahan bisa diterima informasi dengan baik oleh seluruh khalayak,” pungkasnya.

(Yassir Fuady)

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

BNPB Catat 174 Tewas dan 79 Hilang akibat Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Jakarta, Aktual.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total 174 korban meninggal dunia, 79 hilang, dan 12 luka-luka akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatra Barat. Data tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers di Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Jumat (28/11).

Korban Terbanyak di Sumatera Utara

Sumatera Utara mencatat jumlah korban tertinggi, yaitu 116 orang meninggal dan 42 hilang. Wilayah paling terdampak meliputi Tapanuli Tengah (51 korban), Tapanuli Selatan (32), Kota Sibolga (17), Tapanuli Utara (11), Humbang Hasundutan (6), Kota Padang Sidempuan (1), dan Pakpak Bharat (2).

“Per hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 dan 42 masih dalam pencarian. Data ini akan terus berkembang karena masih ada titik yang belum dapat ditembus. Di lokasi longsor diindikasikan juga terdapat korban jiwa,” ujar Suharyanto.

ia mengungkapkan, gangguan infrastruktur menghambat evakuasi, termasuk putusnya jalur nasional Sidempuan–Sibolga, Sipirok–Medan, serta beberapa ruas jalan di Mandailing Natal.

Aceh: 35 Korban Meninggal, 25 Hilang

Di Aceh, BNPB mencatat 35 korban meninggal, 25 hilang, dan 8 luka-luka. Pengungsian tersebar di 20 kabupaten/kota dengan total 4.846 kepala keluarga.

“Data ini akan berkembang terus. Sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia,” kata Suharyanto.

Kerusakan jalan nasional dan jembatan menyebabkan terputusnya akses di sejumlah wilayah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah. Jalur udara menjadi satu-satunya alternatif.

Untuk memperkuat komunikasi darurat, perangkat Starlink telah dipasang di beberapa wilayah. “Starlink sudah didistribusikan ke pemerintah daerah, baik di titik pengungsian maupun posko penanganan darurat,” ujarnya.

Sumatra Barat: 23 Meninggal, 12 Hilang

Di Sumatra Barat, BNPB mencatat 23 korban meninggal, 12 hilang, dan 4 luka-luka. Pengungsian sementara mencapai 3.900 kepala keluarga, terutama di Padang Pariaman, Tanah Datar, Kabupaten Solok, dan Kota Padang.

“Di Sumatra Barat itu 23 meninggal dunia, 12 hilang, dan 4 luka-luka,” jelas Suharyanto.

Kerusakan infrastruktur meliputi lima jembatan rusak di Padang Pariaman serta longsor di jalur Bukittinggi–Padang dan Kabupaten Agam.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Dimulai Serentak

Untuk menekan potensi curah hujan, BNPB mulai melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga provinsi terdampak. “Kami melaksanakan OMC di masing-masing provinsi,” ujar Suharyanto.

Aceh: OMC dimulai Jumat (28/11) melalui Posko Bandara Sultan Iskandar Muda.Sumatera Utara: Sudah berjalan sejak Kamis (27/11) dengan empat sortie dan penggunaan 3.200 kg bahan semai NaCl dan CaO.Sumatra Barat: Mulai beroperasi Sabtu (29/11) dari Bandara Internasional Minangkabau.

Koordinasi Nasional Terus Berjalan

BNPB mengerahkan personel, alat berat, bantuan Presiden, hingga alutsista seperti pesawat Caravan, helikopter Airbus EC 155, dan pesawat Hercules untuk distribusi logistik.

Suharyanto saat ini memimpin penanganan bencana dari Silangit bersama Deputi Penanganan Darurat Mayjen TNI Budi Irawan. Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB ditugaskan memimpin penanganan di Aceh, sementara Sekretaris Utama BNPB Rustian memimpin respons di Sumatra Barat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai Jika Tak Perbaiki Kinerja

Ilustasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Ist

Jakarta, Aktual.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan membekukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) apabila instansi tersebut gagal memperbaiki kinerjanya. Ancaman ini muncul terkait citra buruk Bea Cukai yang kini dipandang negatif oleh publik maupun Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengungkapkan telah meminta waktu satu tahun kepada Presiden untuk melakukan perbaikan besar-besaran di Bea Cukai. “Saya bilang kepada mereka, saya sudah minta waktu satu tahun untuk tidak diganggu dulu,” ujarnya usai rapat bersama Komisi XI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (27/11/2025).

Purbaya menegaskan bahwa ancaman tersebut serius, mengingat pada masa Orde Baru pernah terjadi pembekuan Bea Cukai. Ia menjelaskan bahwa pegawai Bea Cukai kini semakin menyadari risiko besar itu dan tengah berupaya memperbaiki kinerja.

Apabila perbaikan tidak terlaksana, Bea Cukai berisiko dibekukan dan digantikan oleh perusahaan asing. “Kalau Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih tidak puas, Bea Cukai bisa dibekukan, diganti dengan SGS seperti zaman dulu,” tambahnya.

Menteri Keuangan itu juga menyoroti pentingnya perubahan citra Bea Cukai yang dianggap kurang baik di mata masyarakat maupun pemerintah. “Saya sudah panggil Bea Cukai, kita rapat internal, kita diskusikan. Saya bilang, image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan tertinggi kita,” jelas Purbaya.

Kasus dugaan praktik underinvoicing dan penyelundupan barang ilegal menjadi latar belakang utama peringatan keras ini. Salah satu temuan mencolok adalah nilai impor yang tercatat sangat rendah, seperti pada submersible pump yang terdaftar seharga hanya 7 dolar AS, padahal harga pasar jauh lebih tinggi. Hal itu menjadi indikator potensi kebocoran yang merugikan negara.

Sebagai salah satu langkah perbaikan, Purbaya mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam operasional Bea Cukai untuk mendeteksi praktik underinvoicing. “Saya sudah mulai terapkan AI di stasiun-stasiun Bea Cukai, jadi nanti underinvoicing akan cepat terdeteksi sambil kita perbaiki yang lain,” ujarnya.

Meskipun teknologi AI masih dalam tahap pengembangan, ia berharap hasilnya terlihat pada tahun depan. Ia juga optimistis bahwa kemajuan yang ada saat ini cukup menjanjikan dan Bea Cukai akan mampu bekerja dengan baik serta profesional pada tahun mendatang.

Jika perbaikan tidak berhasil, Purbaya memperingatkan bahwa 16.000 pegawai Bea Cukai berisiko dirumahkan. “Kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16.000 pegawai Bea Cukai dirumahkan,” tuturnya.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

DPD Desak Pemerintah Tetaskan Bencana Nasional Susul Banjir Bandang dan Longsor di Tiga Provinsi

Banjir bandang di Jembatan Kembar Batas Kota Silaiang Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). ANTARA/Isril
Banjir bandang di Jembatan Kembar Batas Kota Silaiang Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). ANTARA/Isril

Jakarta, aktual.com – Anggota DPD RI asal Sumatera Barat Irman Gusman mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan status bencana nasional menyusul banjir bandang dan longsor besar yang terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Irman dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat (28/11) malam mengatakan skala kerusakan di tiga provinsi itu telah melumpuhkan kehidupan warga, merusak infrastruktur vital, serta memutus akses transportasi darat, laut, dan udara.

Tingkat kehancuran yang terjadi, menurutnya, jauh melampaui kemampuan pemerintah daerah untuk menanganinya tanpa intervensi penuh dari pemerintah pusat.

Seruan itu disampaikan Irman setelah batal terbang ke Padang akibat berbagai akses yang semula akan dikunjungi di Sumatera Barat, terganggu oleh cuaca ekstrem dan kerusakan infrastruktur.

Ia mengaku pembatalan keberangkatan terjadi hanya beberapa jam sebelum jadwal penerbangan pada Jumat (28/11) subuh.

“Situasinya di Sumbar betul-betul darurat. Ini bukan lagi bencana biasa. Negara harus hadir secepat dan setegas mungkin,” ucapnya.

Irman menekankan kondisi Sumbar, Sumut, dan Aceh saat ini adalah cerminan nyata dari betapa terisolasinya wilayah terdampak.

Irman sejatinya dijadwalkan melakukan rangkaian agenda kemanusiaan, termasuk meninjau korban bencana di Batu Busuk, Kota Padang serta beberapa titik terdampak lain.

“Saya ingin memastikan masyarakat ditangani, logistik tersalurkan, dan pemerintah daerah tidak bekerja sendirian menghadapi krisis sebesar ini,” ujarnya sembari menambahkan bahwa timnya di Sumbar sejak beberapa hari lalu sudah bergerilya untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan di sejumlah tempat.

Lebih lanjut, Irman menuturkan bahwa bencana kali ini juga berdampak besar terhadap berbagai kegiatan masyarakat. Acara syukuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasional Rahmah El Yunusiah di Pondok Pesantren Diniyah Puteri Padangpanjang yang sedianya digelar Sabtu hari ini terpaksa ditunda oleh panitia.

Begitu pula Minang Geopark Run 2025 di Bukittinggi yang dijadwalkan berlangsung Minggu (30/11) ikut ditunda karena kondisi darurat dan pertimbangan keselamatan peserta.

Menurut Irman, penundaan sejumlah agenda besar tersebut semakin menegaskan bahwa bencana telah mencapai tingkat krisis. Ribuan warga mengungsi, akses logistik terputus, dan potensi korban jiwa masih mungkin bertambah. Untuk itu, ia menilai langkah percepatan penanganan tidak bisa lagi hanya mengandalkan kapasitas pemerintah daerah.

“Penetapan status Bencana Nasional adalah pintu masuk agar seluruh kekuatan negara, BNPB, TNI, Polri, kementerian terkait hingga dukungan internasional bila diperlukan dapat segera dimobilisasi secara penuh,” jelasnya.

Irman melanjutkan masyarakat di Sumbar, Sumut, dan Aceh kini menghadapi tekanan psikologis berat akibat banjir, longsor, kehilangan harta benda, dan tempat tinggal.

“Bangsa ini tidak boleh menunggu lebih banyak korban. Kita perlu bergerak cepat. Setiap jam sangat berarti,” kata Irman.

Terkait bencana tersebut, Irman juga telah melayangkan surat permohonan bantuan kemanusiaan kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan nomor 015/IG-DPDRI/XI/2025 pada Kamis (27/11).

Dalam suratnya, Irman menggambarkan situasi bencana yang terjadi di Ranah Minang yang meliputi 13 kabupaten/kota dan meminta Mentan untuk dapat membantu dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok selama tanggap darurat berlangsung di Sumbar.

“Alhamdulillah, Pak Mentan Amran Sulaiman sudah mengumumkan pihaknya akan segera menggelontorkan bantuan beras dan minyak goreng ke ketiga provinsi yang dilanda bencana. Untuk Sumatera Barat sendiri, ada 6.700 ton beras dan 1.300 ton minyak goreng yang akan disalurkan,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

TNI AD Kerahkan Dua Helikopter Bantu Tangani Banjir di Sumatra

Jakarta, aktual.com – TNI Angkatan Darat melalui Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) mengerahkan dua helikopter untuk membantu penanganan bencana di wilayah Sumatera.

Berdasarkan keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (29/11), Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf. Donny Pramono menjelaskan dua helikopter tersebut terdiri atas satu unit Mi-17 dan satu unit Bell 412.

Donny menjelaskan kedua helikopter tersebut telah diberangkatkan sebagai bawah kendali operasi (BKO) kepada Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsdya TNI Minggit Tribowo.

Lebih lanjut dia mengatakan kedua unit helikopter didukung kru lengkap, yakni 12 personel untuk Mi-17 dan delapan personel untuk Bell 412.

Sementara itu, dia mengatakan kedua helikopter telah terbang ke Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, dengan rincian Mi-17 yang diawaki Lettu Cpn Dany menempuh rute dari Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani, Semarang, Jateng, sementara Bell 412 yang dipimpin Mayor Cpn Henryko terbang dari Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten.

Penerbangan tersebut, kata dia, melalui empat etape, yakni Semarang–Pondok Cabe, Pondok Cabe–Way Tuba, Way Tuba–Jambi, dan Jambi–Pekanbaru.

Untuk Sabtu (29/11) ini, dia mengatakan kedua unit helikopter direncanakan akan menuju wilayah Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Adapun Kadispenad berharap hadirnya dua alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AD tersebut dapat mempercepat distribusi bantuan sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam merespons kondisi darurat.

Pada kesempatan berbeda, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah telah bergerak cepat dalam mengirimkan bantuan sejak awal bencana banjir bandang hingga longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat.

“Pemerintah bergerak cepat. Kami dari hari-hari pertama sudah bereaksi, sudah mengirim bantuan dan reaksi melalui jalur darat dan udara,” kata Presiden dalam acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Jakarta, Jumat (28/11).

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain