17 April 2026
Beranda blog Halaman 152

MK Terima Gugatan Uji Materi Pasal Penghasutan dan Hoaks KUHP dari Aktivis Lokataru Foundation

Terdakwa kasus demo Agustus 2025, Delpedro Marhaen (kedua kanan), didampingi kuasa hukumnya, saat menyampaikan keterangan kepada pers usai mengajukan permohonan uji materi KUHP baru di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (5/3/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya.
Terdakwa kasus demo Agustus 2025, Delpedro Marhaen (kedua kanan), didampingi kuasa hukumnya, saat menyampaikan keterangan kepada pers usai mengajukan permohonan uji materi KUHP baru di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (5/3/2026). ANTARA/Fath Putra Mulya.

Jakarta, aktual.com – Direktur Eksekutif Lokataru Delpedro Marhaen bersama staf Lokataru Muzaffar Salim mengajukan permohonan uji materi terhadap sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pasal yang digugat berkaitan dengan ketentuan mengenai penghasutan dan penyebaran berita bohong.

Berdasarkan laman resmi Mahkamah Konstitusi, Jumat (6/3/2026), permohonan tersebut telah teregistrasi dengan nomor perkara 93/PUU-XXIV/2026. Dalam permohonan itu, para pemohon menguji Pasal 246, Pasal 263 ayat (1) dan ayat (2), serta Pasal 264 KUHP.

Berikut bunyi pasal-pasal yang diajukan untuk diuji:

Pasal 246

Dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak kategori V (Rp 500 juta), setiap Orang yang Di Muka Umum dengan lisan atau tulisan:

a. menghasut orang untuk melakukan Tindak Pidana; atau
b. menghasut orang untuk melawan penguasa umum dengan Kekerasan.

Pasal 263

(1) Setiap Orang yang menyiarkan atau menyebarluaskan berita atau pemberitahuan padahal diketahuinya bahwa berita atau pemberitahuan tersebut bohong yang mengakibatkan kerusuhan dalam masyarakat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling banyak kategori V (Rp 500 juta).

(2) Setiap Orang yang menyiarkan atau menyebarluaskan berita atau pemberitahuan padahal patut diduga bahwa berita atau pemberitahuan tersebut adalah bohong yang dapat mengakibatkan kerusuhan dalam masyarakat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV (Rp 200 juta).

Pasal 264

Setiap Orang yang menyiarkan berita yang tidak pasti, berlebih-lebihan, atau yang tidak lengkap sedangkan diketahuinya atau patut diduga bahwa berita demikian dapat mengakibatkan kerusuhan di masyarakat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau pidana denda paling banyak kategori III (Rp 50 juta).

Dalam permohonannya, Delpedro dan Muzaffar meminta Mahkamah Konstitusi menyatakan ketentuan-ketentuan tersebut bertentangan dengan UUD 1945 serta tidak memiliki kekuatan hukum mengikat.

Para pemohon menjelaskan bahwa saat ini mereka sedang menjadi terdakwa dalam perkara yang berkaitan dengan dugaan pelanggaran Pasal 246 KUHP tentang penghasutan serta Pasal 45 ayat (3) UU ITE terkait dugaan penyebaran berita bohong. Menurut mereka, substansi dalam pasal yang didakwakan juga memiliki kemiripan dengan pasal-pasal yang kini diajukan untuk diuji.

“Adapun muatan pasal tersebut serupa dengan Pasal 263 dan Pasal 264 KUHP yang sedang diuji oleh para pemohon,” ujar pemohon.

Pemohon juga menilai keberadaan pasal-pasal tersebut berpotensi menimbulkan kerugian konstitusional bagi mereka di masa mendatang, terutama terkait hak atas kepastian hukum dan perlindungan yang adil.

“Para pemohon juga kehilangan kesempatan untuk menjalankan kebebasan berpendapat sebagaimana dijamin oleh UUD 1945 dan prinsip negara hukum,” ujar pemohon.

Sebagai informasi, Delpedro dan Muzaffar bersama Syahdan serta Kharik dijadwalkan menjalani sidang pembacaan putusan dalam perkara dugaan penghasutan demonstrasi yang berujung kericuhan. Keempatnya sebelumnya dituntut hukuman dua tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Trump Isyaratkan Gulingkan Pemerintah Kuba Usai Perang Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan sikap pongahnya terhadap negara yang bersebrangan dengan kepentinganya dan AS. Trump, yang foto-fotonya muncul dalam serangkain file milik Jeffrey Epstein, mengatakan akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol setelah AS tidak bisa menggunakan pangkalan militer Spanyol untuk menyerang Iran. Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

Washington DC, aktual.com – Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Kuba dengan menyatakan bahwa pemerintahannya dapat menumbangkan pemerintahan di negara Karibia tersebut setelah konflik dengan Iran selesai.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara di Gedung Putih pada Kamis (5/3) dalam acara yang dihadiri tim sepak bola Inter Miami, juara Major League Soccer 2025. Dalam kesempatan itu, ia juga memuji kinerja Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang menurutnya telah melakukan langkah-langkah signifikan terkait kebijakan Amerika Serikat terhadap Kuba.

“Apa yang terjadi dengan Kuba sungguh luar biasa,” cetus Presiden AS itu.

Trump menjelaskan bahwa fokus utama pemerintahannya saat ini adalah menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung dengan Iran. Namun, ia mengisyaratkan bahwa Kuba dapat menjadi agenda berikutnya dalam kebijakan luar negeri Washington.

“Kami pikir kami ingin menyelesaikan yang ini (perang Iran-red) terlebih dahulu, tetapi itu hanya masalah waktu, sebelum Anda dan banyak orang luar biasa akan kembali ke Kuba,” kata Trump kepada hadirin yang sebagian besar berasal dari Miami, termasuk komunitas keturunan Kuba.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa, di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, Trump tengah mempertimbangkan langkah kebijakan luar negeri lain yang signifikan.

Selama ini, Trump dan para sekutunya memang kerap melontarkan tekanan terhadap Havana, termasuk melalui sanksi ekonomi yang diperketat dengan tujuan melemahkan pemerintahan komunis Kuba. Kebijakan “maximum pressure” terhadap Kuba bahkan diperluas sejak 2025 dengan berbagai pembatasan ekonomi dan energi.

Isyarat Trump mengenai Kuba juga muncul setelah ia memuji operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang menurutnya terus “menghancurkan musuh sepenuhnya”.

Sebelumnya, setelah operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari lalu, Trump menyatakan bahwa pasokan minyak Venezuela ke Kuba akan dihentikan sepenuhnya. Pasokan tersebut selama ini menjadi salah satu jalur ekonomi penting bagi Kuba yang menghadapi sanksi berat dari Washington.

Trump juga menegaskan bahwa kekuatan militer Amerika Serikat akan terus digunakan untuk mendukung agenda kebijakan global pemerintahannya.

“Kita telah meraih kesuksesan luar biasa dalam berbagai hal. Saya telah membangun militer dan membangun kembali pada masa jabatan pertama saya, dan kita telah menggunakannya, lebih dari yang saya inginkan, jujur saja, tetapi ketika kita menggunakannya, kita mendapati bahwa itu memang berhasil,” ucapnya soal intervensi militer AS di berbagai kawasan dunia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Tausiyah Ramadan di UMJ, Hidayat Nur Wahid Ajak Civitas Akademika Perkuat Sekaligus Iman, Ilmu, dan Amal

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menghadiri undangan acara buka puasa bersama sekaligus peringatan Nuzulul Quran bertema “Ramadan Unggul: Spirit Iman, Ilmu, dan Amal” civitas akademika Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kamis (5/3/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan tausiyah Ramadan yang menekankan pentingnya memaksimalkan Ramadan sebagai momentum menguatkan sekaligus iman, ilmu, dan amal sebagai landasan keunggulan umat dan kemanusiaan.

Acara buka puasa bersama yang digelar di Masjid At-Taqwa kompleks UMJ, Kota Tangerang Selatan, Banten itu turut dihadiri Rektor UMJ Prof. Dr. Ma’mun Murod, jajaran wakil rektor, para dekan, guru besar, dosen, serta mahasiswa.

Dalam tausiyahnya, Hidayat mengawali dengan rasa syukur karena kembali dipertemukan dengan bulan Ramadan, terlebih di lingkungan kampus unggul yang mengusung keunggulan spirit Ramadan.

Menurut dia, tema tersebut sejalan dengan semangat Muhammadiyah yang selama ini juga dikenal dengan ideologi Al-Ma’un, sebuah konsep dan praktik yang menekankan implementasi nyata nilai-nilai Al-Quran yang mengamalkan penggabungan prinsip iman, ilmu, dan amal dalam kehidupan sosial.

“Kalau bicara tentang iman, ilmu, amal, dan keunggulan, maka salah satu kata kuncinya adalah ideologi Al-Ma’un yang sudah populer dan mentradisi di Muhammadiyah. Ini adalah bagaimana menghadirkan Al-Quran yang berjalan, Al-Quran yang membumi, yang nyata dalam tindakan,” ujar Hidayat.

Tausiyah Ramadan: Menguatkan Iman, Ilmu, dan Amal

Ia menjelaskan teladan tersebut sudah dicontohkan oleh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, yang mempraktikkan nilai-nilai Al-Quran secara konkret dalam kehidupan masyarakat di Indonesia.

Menurut Hidayat, tradisi tersebut harus terus dilanjutkan karena telah terbukti mampu menghadirkan keunggulan umat melalui perpaduan iman, ilmu, dan amal.

Dalam kesempatan itu, Hidayat juga menyinggung perpaduan iman, ilmu, dan amal dalam bentuk nyata yang lain, yaitu kepedulian Muhammadiyah terhadap perjuangan Palestina, termasuk pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa.

Ia mengingatkan bahwa sejarah menunjukkan tokoh muda Muhammadiyah telah terlibat dalam perjuangan Palestina sejak awal abad ke-20. Tokoh Indonesia yang pertama kali dikenal dalam sejarah peduli dan membela Palestina agar tidak dijajah Israel adalah tokoh muda Muhammadiyah bernama Abdul Kahar Muzakir pada tahun 1931, ketika usianya masih 24 tahun.

“Beliau bahkan dipercaya menjadi sekretaris Mufti Palestina, Mufti al-Quds al-Sayyid al-Amin al-Husayni. Ini menunjukkan bahwa perpaduan iman, ilmu, dan amal menghadirkan kepedulian terhadap Palestina memang sudah mentradisi dan menjadi bagian dari sejarah gerakan Muhammadiyah,” katanya.

Hidayat menilai spirit tersebut penting terus dilanjutkan sebagai bentuk pengamalan Islam berkemajuan sekaligus solidaritas terhadap umat Islam di dunia.

Menurut dia, kondisi global yang penuh tantangan sering kali memunculkan pesimisme di tengah umat. Namun Ramadan dengan legacy mensejarah Muhammadiyah itu justru bisa menjadi momentum untuk membangkitkan optimisme, karena itulah yang diajarkan oleh Al-Qur’an dan diteladankan oleh Rasulullah SAW.

Hidayat mencontohkan peristiwa Perang Badar pada masa Nabi Muhammad SAW, ketika pasukan Muslim yang jauh lebih kecil jumlahnya justru mampu meraih kemenangan, menepis pesimisme dan menghadirkan optimisme.

“Ramadan menghadirkan intervensi sejarah yang menunjukkan bahwa sesuatu yang tampaknya mustahil bisa terjadi. Dari situ kita belajar untuk tidak terjebak dalam pesimisme, tapi optimisme. Begitulah ketika sekaligus diamalkan iman, ilmu, dan amal,” ujarnya.

Ia menambahkan, Al-Quran berulang kali memberikan pesan optimisme melalui ayat-ayat yang berkaitan dengan puasa Ramadan dalam Surah Al-Baqarah.

Menurut Hidayat, pesan tersebut menunjukkan bahwa ibadah puasa tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada optimisme proses pembentukan karakter yang berkelanjutan.

Pendidikan dan Konstitusi

Selain membahas aspek spiritual, Hidayat juga menyinggung pentingnya peran pendidikan dalam membangun karakter bangsa. Ia mengingatkan bahwa konstitusi Indonesia melalui Pasal 31 ayat 3 dan 5 UUD 1945 menegaskan bahwa sistem pendidikan nasional harus meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dengan tetap menghormati agama.

Menurut Hidayat, rumusan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang pada masa reformasi untuk memastikan pendidikan tidak hanya menghasilkan manusia cerdas, tetapi juga berkarakter.

“Karena kecerdasan tanpa iman dan akhlak bisa membuat manusia kehilangan arah. Maka pendidikan harus menghadirkan keseimbangan dan pengamalan sekaligus antara iman, ilmu, dan amal. Dan itu semua terbentang luas selama bulan Ramadan,” kata dia.

Ia pun mengajak civitas akademika UMJ untuk terus menjaga tradisi intelektual yang berpijak pada nilai-nilai Al-Quran serta semangat tajdid atau pembaruan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah.

Ramadan sebagai Momentum Perubahan

Menutup tausiyah Ramadan tersebut, Hidayat menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat optimisme dan produktivitas umat.

Ia mengutip pesan Nabi Muhammad SAW yang mendorong manusia tetap berbuat baik bahkan dalam situasi paling sulit sekalipun.

“Bahkan jika kiamat terjadi dan di tangan kita ada benih tanaman, maka tanamlah benih itu. Artinya, umat Islam tidak boleh pesimistik, kehilangan orientasi untuk terus berbuat kebaikan. RasuluLlah mengajarkan orientasi aktivisme positif dan kontributif,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap semangat tausiyah Ramadan di lingkungan UMJ dapat melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan amal. Generasi yang akan menyongsong Indonesia Emas agar benar-benar emas,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Komisaris Independen TASPEN Tinjau Langsung Penyerahan THR di Makassar

Jakarta, aktual.com – PT TASPEN (Persero) resmi memulai penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) Tahun 2026 bagi seluruh peserta pensiun mulai Kamis, 5 Maret 2026. THR disalurkan secara serentak melalui sistem pembayaran pensiun yang terintegrasi dengan 45 mitra bayar TASPEN di seluruh Indonesia.

Komisaris Independen PT TASPEN, Ariawan, memonitor langsung penyerahan THR di sejumlah mitra bayar di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dia mengatakan bila penyerahan THR yang dilakukan mitra bayar sejauh ini berjalan dengan baik.

“Tadi saya baru saja memonitor secara langsung pembagian atau pembayaran THR yang dilakukan oleh mitra bayar kami yang bekerja sama dengan Taspen tentunya di tiga mitra bayar, yang tadi saya monitor secara langsung, ada di Bank Mandiri Taspen (Mantap), Bank BRI, kemudian Kantor Pos dan Bang Sulselbar, nah ini kita lihat berjalan dengan baik,” kata Ariawan di Makassar, Jumat, 6 Maret 2026.

Ariawan juga menyebut bila para pensiunan sangat antusias menerima THR tersebut. Dia bersyukur penyaluran THR pensiunan oleh mitra bayar THR berjalan dengan tertib dan aman.

“Semoga para pensiunan mendapatkan haknya sesuai harapan dari pada para pensiunan ini,” kata dia.

Di samping dari itu, Ariawan menegaskan bila panyaluran THR ini sebagai wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghargai pengabdian para purnabakti. THR diharap bisa menjadi motor penggerak daya beli masyarakat dalam menyambut Idul Fitri tahun ini.

Pada penyaluran tahun ini, TASPEN akan membayarkan THR kepada 3.234.556 peserta pensiun berdasarkan komponen penghasilan yang diterima pada bulan sebelumnya, terdiri dari pensiun pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tambahan penghasilan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pembayaran THR ini tidak dikenakan potongan iuran dan/atau potongan lain termasuk potongan kredit pensiun, kecuali pajak penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku dan ditanggung oleh Pemerintah.

Bagi aparatur negara atau peserta pensiun sekaligus sebagai penerima pensiun janda/duda dan/atau penerima tunjangan tunjangan janda/duda, maka THR dibayarkan pada keduanya, yaitu sebagai penerima sendiri dan sebagai penerima pensiun janda/duda dan/atau sebagai
penerima tunjangan janda/duda.

Sementara itu, bagi aparatur negara atau peserta pensiun yang berasal dari aparatur negara setelah menjadi penerima pensiun dari pejabat negara atau sebaliknya, maka THR yang dibayarkan hanya satu yang nilainya paling besar.

Selama penyerahan THR, TASPEN melalui mitra bayar menyediakan sejumlah fasilitas bagi pensiunan yang menunggu giliran seperti pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis hingga UMKM. Tak hanya itu, mitra bayar juga memberikan sembako bagi para pensiunan.

Sementara untuk mitra bayar Pos, menyediakan pelayanan tambahan, yakni layanan antar uang THR ke kediaman pensiunan. Uang diantar tanpa ada potongan biaya apapun.

TASPEN juga mengimbau seluruh penerima pensiun untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan TASPEN, khususnya terkait informasi pembayaran THR Tahun 2026.

“PT TASPEN (Persero) tidak pernah meminta data pribadi peserta seperti nomor rekening, PIN, OTP, maupun memungut biaya dalam proses pencairan manfaat. Kami mengingatkan seluruh peserta pensiun untuk selalu bersikap waspada dengan menerapkan prinsip Tahan, Pastikan, dan Laporkan apabila menerima informasi yang mencurigakan sebelum mengambil keputusan atau tindakan lebih lanjut,” Ariawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

MUI Ajak Bangsa Perkuat Persatuan dan Ikhtiar Spiritual di Tengah Gejolak Global

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar (kanan) didampingi Ketua MPR Ahmad Muzani (kiri) hadir di agenda Silaturahmi Presiden dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (5/3/2026). (ANTARA/HO-MUI)
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar (kanan) didampingi Ketua MPR Ahmad Muzani (kiri) hadir di agenda Silaturahmi Presiden dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (5/3/2026). (ANTARA/HO-MUI)

Jakarta, aktual.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan ikhtiar spiritual di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang terus berkembang.

“Saya kira, kita memahami apa yang dilakukan oleh Presiden kita dalam melaksanakan politik bebas dan aktif. Artinya, tidak akan membuat musuh dengan negara mana pun dan siapa pun, tapi memperbanyak kawan dan teman di seluruh dunia ini,” ujar Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/3).

Dalam keterangannya, Ketua Umum MUI menyampaikan bahwa perkembangan situasi internasional saat ini menunjukkan adanya konflik dan ketegangan di berbagai kawasan dunia yang berpotensi memberikan dampak lebih luas.

Oleh karena itu, Anwar menekankan pentingnya kewaspadaan sekaligus upaya menjaga keselamatan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia.

“Selanjutnya, yang paling penting sekali buat kita adalah bagaimana menyelamatkan negara kita, bangsa kita, dan rakyat kita, serta umat kita. Itu yang paling pokok,” kata Anwar.

Anwar menekankan pentingnya memperkuat kebersamaan nasional dan mengajak seluruh komponen bangsa, termasuk ulama, pemerintah, serta aparat pertahanan dan keamanan, untuk terus membangun sinergi dalam menjaga stabilitas dan keselamatan bangsa.

Anwar Iskandar adalah salah satu peserta kegiatan Silaturahmi Presiden dengan Para Kiai dan Tokoh Organisasi Kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (5/3).

Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, khususnya di bulan suci Ramadan.

Upaya spiritual tersebut dinilai penting sebagai ikhtiar memohon keselamatan bagi bangsa, pemimpin, dan seluruh rakyat Indonesia agar terhindar dari berbagai musibah yang terjadi di berbagai belahan dunia.

“Lebih-lebih ini pada bulan Ramadhan jangan sampai musibah yang terjadi di mana-mana yang ujungnya adalah membuat kesengsaraan yang tidak berhenti itu terjadi di sini. Sangat penting kita sekalian untuk mendekatkan diri kepada Allah. Memohon keselamatan bagi kita semua, bagi pemimpin kita, bagi rakyat kita, bagi negara kita,” ujar Anwar.

Menutup pernyataannya, Ketua Umum MUI menegaskan bahwa dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, bangsa Indonesia tidak memiliki pilihan selain bergandeng tangan, merapatkan barisan, dan menjaga persatuan.

Dengan kebersamaan dan doa, ia berharap Indonesia senantiasa mendapat pertolongan serta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Menlu Iran Tak Minta Gencatan Senjata dengan Amerika Serikat dan Israel, Siap Hadapi Invasi

Ilustrasi peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)
Ilustrasi peluru kendali (rudal) Iran meluncur menuju sasaran target. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)

Teheran, aktual.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan bahwa negaranya tidak meminta gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, serta tidak melihat adanya alasan untuk bernegosiasi dengan Washington.

Dia melontarkan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi AS, NBC News, yang ditayangkan pada Kamis (5/3).

“Kami tidak meminta gencatan senjata, dan kami tidak melihat adanya alasan mengapa kami harus bernegosiasi dengan AS karena kami telah bernegosiasi dengan mereka dua kali, dan setiap kali, mereka menyerang kami di tengah proses negosiasi tersebut,” ujar Araghchi.

Mengenai kemungkinan invasi darat oleh AS ke Iran, Araghchi mengatakan “Kami menunggu mereka karena kami yakin dapat menghadapi mereka, dan hal itu akan menjadi bencana besar bagi mereka”.

Araghchi menambahkan bahwa Iran telah sepenuhnya siap menghadapi konflik yang sedang berlangsung dan siap untuk segala kemungkinan lainnya, termasuk invasi darat. Dia menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran sudah siap menghadapi skenario apa pun.

Reruntuhan bangunan terlihat di Teheran, Iran, (4/3/2026). (Xinhua/Shadati)

Sementara itu, Iran menyatakan pada Kamis bahwa Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) telah menargetkan kapal induk USS Abraham Lincoln dengan menggunakan drone di Teluk Oman, sekitar 340 km di luar perairan teritorial Iran di Teluk Oman.

Markas Besar Khatam al-Anbiya Iran mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah, IRIB TV, bahwa setelah dihantam drone Iran, kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal-kapal perusaknya segera menjauh dan saat ini berada di posisi lebih dari 1.000 km dari kawasan tersebut.

Berbagai perkembangan ini terjadi menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap Teheran dan sejumlah kota lainnya di Iran yang bermula Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.

Serangan itu mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, beserta beberapa anggota keluarganya, jajaran komandan militer tertinggi Iran, serta warga sipil. Iran kemudian merespons dengan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan aset-aset Israel dan AS di kawasan tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain