17 April 2026
Beranda blog Halaman 153

Konflik Timur Tengah Ganggu Jalur Perdagangan, Mendag Panggil Eksportir Antisipasi Gangguan Rantai Pasok

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menunjukkan volume Minyakita sesuai takaran 1 liter yang dijual pedagang di Pasar Jaya Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (15/3/2025). ANTARA/Harianto

Jakarta, Aktual.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil para eksportir untuk mengantisipasi potensi gangguan rantai pasok global menyusul memanasnya situasi di Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis di kawasan Timur Tengah tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi tersibuk di dunia yang menghubungkan Teluk Oman dan Teluk Persia.

Pertemuan dengan pelaku usaha itu dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai dampak yang mungkin timbul terhadap aktivitas ekspor maupun impor bahan baku industri.

“Rencananya besok kami ketemu para eksportir ya, kita akan membahas problem apa. Saya ingin tahu secara teknis kira-kira masalahnya di mana, para eksportir itu kan juga impor bahan baku,” kata Budi Santoso usai peresmian stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Menurut Mendag, konflik geopolitik di suatu kawasan kerap memengaruhi jalur distribusi barang secara global. Gangguan terhadap rantai pasok internasional dapat menyebabkan hambatan ekspor maupun impor di sejumlah negara.

Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memicu perubahan peta perdagangan dunia. Ketika pasokan dari negara pemasok utama terganggu, sebagian pasar internasional bisa mengalami kekosongan suplai.

“Kalau krisis geopolitik itu biasanya akan merubah peta perdagangan. Ketika global supply chain terganggu, pasti ada negara yang ekspornya terhambat, termasuk juga impornya. Di situ sebenarnya ada celah pasar yang kosong,” ujarnya.

Namun demikian, pemerintah belum dapat menghitung secara pasti dampak konflik tersebut terhadap kinerja ekspor Indonesia. Kementerian Perdagangan masih menunggu masukan dari para pelaku usaha serta hasil kajian Badan Kebijakan Perdagangan sebelum menentukan langkah lanjutan.

Produk industri yang menggunakan bahan baku impor diperkirakan menjadi sektor yang paling rentan terdampak apabila jalur perdagangan internasional mengalami gangguan. Selain itu, kenaikan harga energi juga berpotensi mendorong meningkatnya biaya logistik dan produksi.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah mulai memetakan negara tujuan ekspor alternatif yang relatif tidak terdampak konflik. Program business matching juga diarahkan ke kawasan Asia Tenggara dan Afrika guna membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Iran Tolak Negosisasi karena AS Sering Khianati Perjanjian, Bentuk Badan Pemerintah Baru Sementara

Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia H.E. Mr. Mohammad Boroujerdi. Aktual/Dok. Dubes Iran

Jakarta, aktual.com – Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi kembali menegaskan pihaknya menolak tawaran mediasi sejumlah negara, termasuk Indonesia, dalam meredakan eskalasi konflik Timur Tengah karena Iran tidak akan berunding dengan Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Dubes Boroujerdi merujuk niat Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang menyatakan siap untuk memfasilitasi dialog agar kondisi keamanan dan kondusif dapat tercipta kembali dan kesediaan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator.

“Usulan dari pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi,” kata Dubes Boroujerdi di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Boroujerdi menegaskan Iran telah melalukan negosiasi dengan Amerika Serikat sebanyak tiga kali, dan selalu berujung Washington yang melanggar perjanjian atau melancarkan serangan.

Dia merinci, negosiasi pertama terkait nuklir yang telah mencapai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA)—kesepakatan internasional mengenai program nuklir Iran yang dicapai pada 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia. AS kemudian menarik diri dari perjanjian.

“Negosiasi kedua adalah lima putaran kami melakukan negosiasi dengan mereka dan di tengah-tengah negosiasi mereka telah menyerang negara kami,” ucapnya merujuk pada serangan Juni 2025 lalu.

Adapun negosiasi ketiga adalah yang ketika itu berlangsung dengan Oman bertindak sebagai mediator.

Delegasi Iran dan AS sedang melakukan negosiasi tak langsung putaran ketiga di Jenewa, Swiss, sebelum akhirnya operasi militer AS-Iran dilancarkan.

Merujuk pada negosiasi yang berakhir di tengah jalan, Dubes Boroujerdi menekankan bahwa untuk kali ini, Iran tidak akan membuka ruang negosiasi dan akan memperjuangkan kemenangan Iran.

“Ini berkaitan dengan komitmen terhadap sebuah negosiasi dan jaminan akan berlangsungnya sebuah negosiasi sampai pencapaian hasil. Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apapun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” ucapnya.

Selain Indonesia, Presiden Rusia, Vladimir Putin turut menyampaikan kesiapan untuk menjadi mediator.

Menurut pernyataan Kremlin, Putin menawarkan untuk bertindak sebagai perantara dengan menyampaikan keluhan UEA tentang serangan tersebut kepada Iran.

Pemimpin Rusia itu menyampaikan penawaran tersebut saat sedang melakukan panggilan telepon dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Bentuk Badan Pemerintah Baru Sementara

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, menyatakan sebuah badan pemerintahan sementara beranggotakan tiga orang telah dibentuk untuk memimpin negara, menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, hingga pemimpin baru terpilih.

“Sebuah badan baru telah dibentuk yang terdiri dari tiga orang. Jadi mereka akan bertanggung jawab sampai pemimpin baru terpilih. Mereka sedang bekerja untuk mempersiapkan landasan bagi pemilihan pemimpin baru,” kata Takht-Ravanchi, Kamis (5/3).

Awal pekan ini, anggota Majelis Pakar Iran, Mohsen Qomi, yang bertugas memilih pemimpin negara, mengatakan bahwa proses pemilihan pemimpin tertinggi baru sedang berlangsung.

Mahmoud Rajabi, anggota presidium badan negara, mengatakan pada 4 Maret bahwa informasi final mengenai hasil pemilihan tersebut akan diumumkan oleh sekretariat Majelis Pakar.

AS Tambah Waktu Operasi Militer

Sementara itu, AS tengah mempertimbangkan operasi militer terhadap Iran yang dapat berlangsung setidaknya 100 hari atau hingga September, surat kabar Politico melaporkan.

Pada Rabu (4/3), Menteri Perang AS Pete Hegseth kembali merevisi jadwal operasi militer terhadap Iran menjadi delapan pekan dari sebelumnya empat hingga lima pekan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menetapkan tenggat waktu empat hingga lima minggu untuk menyelesaikan serangan terhadap Iran, jika diperlukan.

Komando Pusat AS (CENTCOM) meminta tambahan perwira intelijen militer ke markas besarnya di Tampa, Florida, untuk mendukung operasi terkait Iran, sebut surat kabar itu yang mengutip dokumen internal Pentagon (Departemen Perang AS).

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Walikota Pangkalpinang Soroti Kerusakan Dua Tower Rusunawa Ketapang, Pemkot Siapkan Perbaikan dan Tambah Hunian Baru

Pangkalpinang, aktual.com – Kondisi Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Ketapang di Kota Pangkalpinang tengah menjadi sorotan. Dari empat gedung (tower) yang ada, dua di antaranya dilaporkan mengalami kerusakan struktur yang cukup parah hingga masuk kategori tidak layak huni.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengungkapkan bahwa kompleks Rusunawa tersebut terdiri dari Tower A, B, C, dan D.

Namun, kendala teknis yang terjadi sejak awal membuat dua gedung tidak bisa difungsikan untuk menampung warga.

“Ada kerusakan struktur pada tower yang rusak, sehingga harus ada mitigasi kuat untuk mencari solusi perbaikan. Kami sudah mulai mitigasi untuk perbaikan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU),” ujar Saparudin kepada awak media, Kamis 5 Maret 2026.

Meski ada dua gedung yang bermasalah, Saparudin memastikan bahwa dua tower lainnya masih dalam kondisi prima. Bahkan, antusiasme masyarakat cukup tinggi untuk tinggal di sana.

“Berbeda dengan dua tower yang bermasalah, dua gedung lainnya dilaporkan dalam kondisi baik dan saat ini telah terisi cukup penuh oleh masyarakat,” lanjutnya.

Tak hanya fokus pada perbaikan bangunan yang rusak, Pemkot Pangkalpinang juga bergerak cepat untuk menambah kapasitas hunian bagi warga.

Saparudin mengaku telah melakukan koordinasi langsung dengan pemerintah pusat.

Upaya ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan hunian layak dengan harga terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Pangkalpinang.

“Kemarin kami juga sudah ke Kementerian Perumahan untuk rencana menambah rusun ini,” tambah Saparudin.

Melalui langkah renovasi total pada struktur yang rusak dan rencana penambahan unit baru, diharapkan fasilitas Rusunawa Ketapang dapat segera berfungsi normal dan maksimal dalam melayani kebutuhan tempat tinggal warga.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Pastikan PMI di Iran Masih Aman

Jakarta, Aktual.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, memastikan ratusan pekerja migran Indonesia (PMI) di Iran masih dalam kondisi aman di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan regional meningkat setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan pekerja migran Indonesia yang terdampak langsung oleh konflik tersebut. Pemerintah juga belum menerima permintaan evakuasi dari pemerintah negara setempat maupun dari perwakilan Indonesia di kawasan itu.

“Alhamdulillah sampai hari ini belum ada, baik dari pemerintah negara-negara Timur Tengah maupun dari perwakilan kita di KBRI, untuk melakukan tindakan evakuasi. Maksudnya semuanya masih dalam under control,” ujar Mukhtarudin usai penandatanganan dokumen kerja sama dengan mitra kerja di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menjelaskan jumlah PMI di Iran relatif kecil, yakni sekitar 100 orang. Sebagian besar bekerja sebagai pekerja rumah tangga melalui jalur penempatan mandiri karena Iran bukan negara tujuan resmi penempatan pekerja migran Indonesia.

Selain Iran, pihak kementerian juga mencatat adanya beberapa PMI di Kuwait yang mengalami tekanan psikologis. Kondisi tersebut dipicu oleh trauma setelah terjadi ledakan di sekitar tempat tinggal mereka.

Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, Kementerian P2MI menyiapkan pusat krisis serta membuka layanan hotline pengaduan bagi pekerja migran Indonesia di kawasan Timur Tengah. Pendampingan juga diberikan kepada PMI yang mengalami trauma agar kondisi mental mereka dapat segera pulih.

Pemerintah, lanjut dia, terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta perwakilan RI di kawasan Timur Tengah untuk memantau kondisi para pekerja migran. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi apabila situasi keamanan berubah.

Mukhtarudin menegaskan pemerintah bersama seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri akan terus memantau perkembangan konflik secara intensif.

“Prinsipnya, negara, kami pemerintah bersama perwakilan kita, KBRI dan KJRI, akan all out memantau dan mengikuti perkembangan day to day, detik-detik eskalasi yang terjadi di Timur Tengah,” katanya.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Wali Kota Pangkalpinang Gelar Bukber dengan OPD, Pemkot Pangkalpinang Santuni Anak Yatim

Pangkalpinang, aktual.com – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar acara buka puasa bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Rumah Dinas Residen Walikota Pangkalpinang, Kamis (5/3).

Selain mempererat silaturahmi, momentum ini dimanfaatkan untuk berbagi dengan anak yatim.

Pantauan di lokasi, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang Saparudin, Wakil Walikota, Sekretaris Daerah (Sekda), serta seluruh jajaran Camat dan Lurah.

Suasana kekeluargaan tampak kental saat para pejabat teras ini membaur dalam rangkaian tausiah keagamaan.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menyebut agenda ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya menjaga ‘nadi’ kekeluargaan di internal pemerintahan.

“Tujuannya selain menyantuni anak-anak yatim, tentu untuk menjalin ukhuwah dan kekeluargaan di internal Pemerintah Kota Pangkalpinang,” kata Saparudin kepada awak media.

Saparudin menekankan bahwa pembangunan kota tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kekompakan antar instansi agar program kerja berjalan maksimal.

“Dengan silaturahmi yang erat, kita harap bisa lebih bersinergi dalam membangun Kota Pangkalpinang bersama-sama,” lanjutnya.

“Saya menyampaikan kepada OPD agar selain melaksanakan aktivitas dunia, kita juga harus tetap melaksanakan perintah Allah SWT. Mari tingkatkan ibadah kita khususnya di bulan Ramadan ini,” pungkas Saparudin.

Acara ditutup dengan penyerahan santunan kepada sejumlah anak dari panti asuhan sebagai bentuk nyata kepedulian sosial Pemkot Pangkalpinang di bulan suci.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Hadapi Ancaman Krisis, Lestari Moerdijat Minta UU PPRT Segera Disahkan

Wakil Ketua MPR RI yang juga anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Dorong pengesahan segera RUU PPRT menjadi undang-undang sebagai bagian merealisasikan amanah Konstitusi UUD 1945 untuk melindungi setiap warga negara.

“Segera mengesahkan RUU PPRT menjadi undang-undang merupakan bagian dari realisasi membangun sistem perlindungan bagi kelompok marginal yang paling terdampak dalam dinamika gejolak ekonomi yang terjadi saat ini,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (5/3).

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Selasa (3/3), menyatakan bahwa DPR akan segera memulai rapat dengar pendapat umum (RDPU) atau public hearing terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

DPR bersepakat untuk melibatkan secara penuh serikat buruh hingga asosiasi pengusaha dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan dan PPRT.

Menurut Lestari, dampak gejolak ekonomi global akibat perang AS-Iran mulai terasa di dalam negeri.

Kelompok marginal yang rentan terdampak, seperti pekerja rumah tangga, menurut Rerie, sapaan Lestari, harus mendapat prioritas perlindungan dari sejumlah dampak krisis yang terjadi.

Rerie berpendapat bahwa saat ini menyegerakan pengesahan RUU PPRT merupakan salah satu solusi bagi negara untuk memberi perlindungan kelompok masyarakat marginal yang mendominasi pekerja rumah tangga.

Data Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) sepanjang 2021-2024 mencatat 3.308 laporan kasus kekerasan menimpa pekerja rumah tangga.

Angka tersebut, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, harus mampu memicu kepedulian bersama untuk segera mengatasinya dengan memberi perlindungan yang menyeluruh bagi pekerja rumah tangga.

Apalagi, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, pembahasan RUU PPRT sejatinya sudah berlangsung sejak 22 tahun lalu, ketika diajukan ke DPR dan masuk prolegnas pada 2004.

Rerie mendorong agar semua pihak berperan aktif menumbuhkan semangat solidaritas sebagai sesama anak bangsa, dalam membangun sistem yang mampu melindungi setiap warga negara, termasuk bagi pekerja rumah tangga.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Berita Lain