14 April 2026
Beranda blog Halaman 164

Walikota Pangkalpinang Dorong Pembangunan Koperasi Merah Putih, Delapan Unit di Pangkalpinang Penuhi Syarat

Walikota Pangkalpinang, Prof. H. Saparudin, Ph.D.
Walikota Pangkalpinang, Prof. H. Saparudin, Ph.D.

Pangkalpinang, aktual.com — Pemerintah Kota Pangkalpinang terus memacu pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai upaya meningkatkan perekonomian daerah. Saat ini, sebanyak delapan koperasi telah dinyatakan memenuhi syarat untuk didirikan.

​Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, menyampaikan bahwa dari delapan koperasi tersebut satu unit telah selesai dibangun sementara satu unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

​”Kalau tidak salah ada delapan yang sudah memenuhi syarat. Satu sudah selesai, dan satu lagi sedang dalam proses pembangunan di Taman Mandara,” ujar Saparudin, Jumat (27/2/2026).

Saparudin mengakui bahwa sebagian usulan koperasi belum memenuhi spesifikasi teknis yang ketat. Salah satu kendala utama adalah persyaratan luas lahan yang harus mencapai 1.000 meter persegi dan wajib berlokasi di pinggir jalan raya utama.

​Guna mengatasi keterbatasan aset lahan milik Pemerintah Kota Pangkalpinang, Pemkot kini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

​”Kami sedang koordinasi dengan provinsi. Seandainya provinsi memiliki aset yang memungkinkan dan sesuai kriteria di Kota Pangkalpinang, kami akan meminta Pemerintah Provinsi untuk meminjamkan aset tersebut kepada Koperasi Merah Putih,” pungkasnya.

​Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan persyaratan spesifikasi lahan sehingga seluruh Koperasi Merah Putih yang direncanakan dapat segera beroperasi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.(alamsyah)

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

GREAT Institute: Palestina Dukung Keanggotaan Indonesia di Board of Peace

Jakarta, aktual.com — Masih banyak pihak di dalam negeri yang mengecam keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) untuk memperjuangkan perdamaian di Gaza dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Di antara para pengkritik bahkan ada yang mendesak agar Presiden Prabowo Subianto angkat kaki dari BoP.

Para pengkritik biasanya menyebut bahwa BoP merupakan institusi yang bekerja di luar sistem internasional atau dengan kata lain tanpa mandat dari PBB.

Padahal, sebaliknya, Board of Peace adalah instrumen yang dilahirkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang ditandatangani pada November 2025 lalu.

“Bila kita baca dengan teliti Resolusi 2803 itu maka menjadi jelas bagi kita bahwa BoP dijiwai oleh proposal perdamaian yang disampaikan berbagai negara untuk tidak hanya menciptakan perdamaian di Gaza tetapi juga memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” ujar Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, dalam keterangan yang diterima redaksi.

Teguh mengatakan, di dalam Resolusi DK PBB 2803 itu disebutkan bahwa reformasi Otoritas Palestina dan pembangunan kembali Gaza akan menjadi jalan yang kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan Palestina.

Selain itu, juga akan dibangun dialog antara Israel dan Palestina untuk menyepakati cakrawala politik untuk hidup berdampingan secara damai dan sejahtera.

“Point ini sejalan dengan salah satu prinsip emas Dasasila Bandung, peaceful coexistance, atau hidup berdampingan secara damai,” ujar Teguh lagi.

Dasasila Bandung yang disebutnya adalah hasil dari Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung, Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Teguh juga mengatakan, pihak Palestina sendiri menyadari dan menghormati berbagai upaya yang dilakukan Indonesia untuk mendukung kemerdekaan negara itu dalam berbagai forum internasional, termasuk di BoP.

“Dukungan Indonesia untuk Palestina tidak perlu diragukan. Pihak Palestina pun tahu dan sangat menghormati posisi dan strategi perjuangan Indonesia,” kata dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Teguh mencontohkan, pertemuan pejabat baru Duta Besar Palestina Abdalfatah A.K. Alsattari dengan sejumlah tokoh dan pejabat Indonesia belakangan ini memperlihatkan kepercayaan Palestina pada langkah-langkah strategis yang diambil Presiden Prabowo Subianto.

“Saya mengimbau teman-teman yang masih mencurigai BoP dan posisi Indonesia di dalamnya agar membaca lagi dengan teliti Resolusi DK PBB 2803. Kritik adalah hal yang kita perlukan untuk mengingatkan. Tetapi agar tidak melebar dan mengganggu objektivitas, sebaiknya kritik disampaikan dalam kerangka yang pasti. Kita sama-sama baca lagi Resolusi itu dengan teliti,” demikian Teguh Santosa.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Golkar Ingatkan PDIP Ikut Sepakati Anggaran MBG Rp223,5 Triliun di Banggar dan Paripurna

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini. ANTARA/HO-Humas DPR RI.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini. ANTARA/HO-Humas DPR RI.

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar, Yahya Zaini, merespons kritik PDIP terkait alokasi Rp223,5 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut bersumber dari anggaran pendidikan nasional. Yahya menegaskan bahwa penganggaran tersebut telah melalui proses pembahasan resmi dan disetujui bersama antara DPR dan pemerintah.

“Terkait dengan anggaran MBG sudah menjadi kesepakatan antara DPR dan Pemerintah. Semua fraksi di DPR sepakat dengan anggaran MBG yang telah disepakati oleh Banggar dan disahkan dalam Paripurna DPR sehingga menjadi UU APBN,” kata Yahya Zaini kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).

Ia menyatakan bahwa Fraksi PDIP tidak menyampaikan penolakan saat pembahasan di Badan Anggaran maupun dalam rapat paripurna pengesahan APBN. Menurutnya, keputusan tersebut diambil secara kolektif.

“Termasuk F-PDIP tidak ada yang menolak waktu pembahasan di Banggar dan Paripurna. Sehingga menjadi keputusan yang bulat,” ucapnya.

Yahya juga menegaskan Partai Golkar tidak terlibat dalam aspek teknis pengelolaan program MBG. Namun demikian, partainya tetap memberikan dukungan penuh terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Secara kelembagaan Partai Golkar tidak terlibat dalam pengelolaan MBG. Tetapi Golkar sangat mendukung kesuksesan Program MBG karena tujuannya sangat mulia,” ujar Yahya.

Ia menambahkan bahwa sejumlah negara telah lebih dahulu menjalankan program serupa dan dinilai berhasil.

“Program semacam MBG telah dilaksanakan oleh banyak negara dan terbukti berhasil menciptakan generasi emas. Jepang telah menjalankan program ini selama 137 tahun, Brazil 71 tahun, Korea Selatan 70 tahun dan India 31 tahun,” tambahnya.

Yahya menilai pelaksanaan MBG tidak berada dalam ranah politik praktis. Ia menyebut kerja sama Badan Gizi Nasional (BGN) dengan berbagai pihak, termasuk yayasan, sebagai model yang mempercepat implementasi program.

“Pola kerja sama dengan yayasan ini merupakan pola yang tepat sehingga bisa mempercepat pelaksanaan MBG. Dalam kurun waktu satu tahun, sudah berdiri lebih dari 22 ribu dapur SPPG dengan penerima manfaat sekitar 60 juta orang. Kalau MBG dikerjakan sendiri oleh BGN tidak mungkin mencapai prestasi sebanyak itu,” katanya.

Ia kembali menegaskan dukungan Golkar terhadap program tersebut, sembari mengakui bahwa evaluasi tetap diperlukan bila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaannya.

“Golkar sangat mendukung Program MBG karena tujuannya sangat mulia untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas dan cemerlang sehingga menjadi sumberdaya manusia yang berkualitas,” kata Yahya.

“Sebagai partai pendukung Presiden Prabowo, Golkar sangat mendukung program MBG. Kalau dalam pelaksanaannya masih ada kekurangan dan kelemahan merupakan tantangan yang harus diperbaiki dan dibenahi terus menerus,” sambungnya.

Sebelumnya, PDIP menyampaikan analisis bahwa dana Rp223,5 triliun untuk MBG diambil dari total anggaran pendidikan nasional sebesar Rp769 triliun. Klarifikasi tersebut disampaikan merespons pernyataan sejumlah pejabat yang menyebut anggaran MBG berasal dari efisiensi dan bukan dari pos pendidikan.

“Kawan-kawan kami di bawah memahami bahwa anggaran pendidikan sebesar Rp 769 triliun merupakan mandatory spending 20 persen dari APBN dan APBD yang harus dialokasikan murni untuk pendidikan,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PDIP, MY Esti Wijayati.

Ia merujuk pada lampiran APBN dalam bentuk Peraturan Presiden yang mencantumkan alokasi MBG dalam komponen anggaran pendidikan.

“Di dalam lampiran APBN yang berupa peraturan presiden, secara jelas dinyatakan bahwa dari Rp 769 triliun anggaran pendidikan itu, digunakan untuk MBG sebesar Rp 223,5 triliun. Itu resmi di dalam buku lampiran APBN,” sebutnya.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDIP Adian Napitupulu juga menegaskan dasar hukum pengalokasian tersebut dengan mengutip Pasal 22 UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026, yang menurutnya memasukkan program makan bergizi dalam pendanaan operasional pendidikan.

“Penjelasan ini kemudian dikuatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 118 Tahun 2024 tentang rincian APBN tahun 2025, dan di situ disebutkan untuk Badan Gizi Nasional Rp 223.558.960.490. Jadi Rp 223 triliun,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Terima Hasil Audit BPK soal Kerugian Negara Kasus Kuota Haji

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan keterangan kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (24/2/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan keterangan kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (24/2/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah menerima hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengenai kerugian negara akibat kasus korupsi kuota haji.

“Ya, benar,” ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat (27/2).

Lebih lanjut Asep mengatakan KPK menerima hasil audit tersebut per 24 Februari 2026.

Walaupun demikian, dia mengaku belum dapat memberitahukan lebih detail mengenai angka pastinya.

“Kalau jumlahnya saya belum baca laporannya. Nanti ke Budi Prasetyo (Juru Bicara KPK, red.) ya,” katanya.

Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mengumumkan mulai menyidik kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.

Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih dan mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan.

Mereka yang dicegah adalah Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, dan Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour.

KPK pada 9 Januari 2026, mengumumkan dua dari tiga orang yang dicegah tersebut menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, yakni Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), dan Ishfah Abidal Aziz (IAA).

Namun, Yaqut mengajukan permohonan praperadilan atas penetapan tersangka ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 10 Februari 2026, dan terdaftar dengan nomor perkara 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL.

Sidang perdana praperadilan tersebut awalnya direncanakan digelar pada 24 Februari 2026.

Pada 19 Februari 2026, KPK mengumumkan perpanjangan pencegahan ke luar negeri hanya untuk Yaqut dan Gus Alex. Sementara, Fuad tidak diperpanjang.

Kemudian pada 24 Februari 2026, majelis hakim PN Jaksel menyatakan sidang praperadilan Yaqut ditunda, dan dijadwalkan digelar pada 3 Maret 2026. Majelis hakim menjelaskan penundaan dilaksanakan atas permintaan KPK melalui surat pada 19 Februari 2026.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Polda Metro Jaya Kerahkan 3.992 Personel Amankan Aksi di Mabes Polri

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Jumat (27/2/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Jumat (27/2/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya.

Jakarta, aktual.com – Polda Metro Jaya mengerahkan 3.992 personel untuk mengamankan kegiatan unjuk rasa yang berlangsung di depan Mabes Polri pada Jumat.

“Sebanyak 3.992 personel dikerahkan, terdiri atas 3.093 personel Polda Metro Jaya dan diperkuat personel dari polres jajaran,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (27/2).

Dia menjelaskan pelibatan personel itu dilakukan untuk memastikan unjuk rasa berjalan tertib sekaligus menjaga agar aktivitas masyarakat tetap kondusif, khususnya pada bulan suci Ramadhan.

Dia juga menegaskan Polri hadir dengan mengedepankan pendekatan humanis dan memperhatikan hak asasi manusia.

“Polisi berperan sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan. Dalam pelaksanaan tugas, kami mengedepankan pelayanan, perlindungan, serta penegakan hukum secara humanis,” ujar Budi.

Menurut dia, ribuan personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan pusat aktivitas masyarakat dan jalur lalu lintas utama.

Penempatan itu bertujuan agar hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi tanpa mengganggu kepentingan umum.

“Hak menyampaikan pendapat dilindungi undang-undang dan kami menjamin itu. Namun, kami juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi,” tutur Budi.

Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus secara situasional sesuai perkembangan di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan agar tidak terjadi kepadatan yang berdampak pada aktivitas warga, terutama pada momentum Ramadhan. Masyarakat pun diimbau agar menyesuaikan rute perjalanan apabila terdapat pengalihan arus di sejumlah ruas jalan.

Kepada peserta aksi, Budi meminta agar penyampaian pendapat dilakukan secara damai dan tertib, serta tetap menjaga norma, etika, dan nilai toleransi selama Ramadhan.

“Penyampaian pendapat silakan dilakukan dengan damai dan tertib. Kami akan melayani dan mengawal agar seluruh kegiatan, baik aksi maupun aktivitas masyarakat, dapat berjalan berdampingan secara aman dan kondusif,” ungkap Budi.

Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial Instagram melalui akun @bemui_official yang mengunggah postingan mengenai aksi demonstrasi di Mabes Polri pada Jumat (27/2).

Dalam postingan tersebut, disebutkan demonstrasi terkait kematian siswa madrasah berinisial AT (14) oleh anggota Brimob itu bakal digelar pada pukul 13.00 WIB dengan titik aksi di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Bangun Kesiapsiagaan Bencana, Lestari Moerdijat Ajak Perkuat Nilai Kebangsaan

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat seminar Perempuan sebagai Ujung Tombak Pemberdayaan dalam Mengatasi Kemiskinan dengan Hidup Sehat di Jakarta, Sabtu (3/5/2025). ANTARA/HO-MPR RI.

Jakarta, aktual.com – Upaya membangun kesiapsiagaan bencana masyarakat erat hubungannya dengan mewujudkan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan.

“Dampak bencana yang terjadi itu menghadirkan sebuah ujian terhadap solidaritas sosial dan kesetiaan kita pada nilai-nilai kebangsaan yang kita miliki,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI bertema Penguatan Kesiapsiagaan Berbasis Pengetahuan Lokal di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (27/2).

Hadir pada acara tersebut Pangarso Suryoutomo (Plt. Deputy Bidang Pencegahan BNPB), Bergas Catursasi Penanggung S.Sos, M.SI (Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah), Trinirmalaningrum (Direktur Yayasan Skala Indonesia), dan peserta dari lingkungan Pemprov Jawa Tengah, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, serta media massa.

Karena itu, menurut Lestari, terjadinya bencana dan dampaknya itu harus menjadi tanggung jawab bersama.

Diakui Rerie, sapaan akrab Lestari, Indonesia adalah negara yang gemah ripah loh jinawi, tetapi kita berada di sebuah wilayah yang sangat labil di lingkaran gunung berapi.

Kondisi itu, jelas Rerie, menghadirkan tantangan luar biasa yang membutuhkan kesiapsiagaan masyarakat, yang tidak sekadar tangguh, tetapi juga tanggap terhadap bencana.

Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi dasar etika bagi masyarakat untuk bersikap dalam menghadapi bencana.

“Jumlah korban bencana itu bukan sekedar angka statistik, karena kita berhadapan dengan jiwa-jiwa yang memiliki martabat. Apalagi konstitusi mengamanatkan untuk melindungi setiap warga negara dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Rerie.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong agar masyarakat yang terkena bencana tidak hanya memposisikan diri sebagai korban, tetapi juga bisa sebagai penggerak yang kelak mampu ikut menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam kebencanaan di daerah mereka.

Aspek perlindungan dari bencana yang diamanatkan konstitusi, tegas Rerie, harus direalisasikan dalam bentuk mempersiapkan dan memampukan masyarakat untuk melakukan pencegahan, pengurangan risiko, dan pendidikan kesiapsiagaan.

Terpenting dari itu, tambah dia, memastikan diwujudkannya tata ruang berbasis keilmuan yang dipahami seluruh masyarakat, sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di tanah air.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Berita Lain