12 April 2026
Beranda blog Halaman 177

DPR Kritik Keras Rencana Impor 105 Ribu Picup India: Jangan Rusak Industri Nasional

Karyawan terminal car melakukan pengecekan mobil yang akan diekspor ke beberapa negara Asia di terminal car Pelindo, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (28/7/2015). Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat volume ekspor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) nasional mengalami penurunan pasca melemahnya perekonomian Indonesia beberapa pekan terakhir. Namun perubahan volume tersebut diperkirakan tidak akan mengalami penurunan signifikan pada lima besar produsen otomotif dengan penjualan terbanyak, yakni Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, Suzuki, dan Honda. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.com – Rencana impor 105.000 unit mobil pikap secara utuh (completely built up/CBU) oleh BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara dari dua produsen India, Mahindra dan Tata Motors, memantik polemik di tengah industri otomotif nasional. Kendaraan tersebut direncanakan untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Firman Soebagyo, menilai kebijakan tersebut janggal dan berpotensi melemahkan arah industrialisasi nasional yang selama ini digaungkan pemerintah.

“Kalau kapasitas produksi dalam negeri mencukupi, mengapa harus impor dalam jumlah besar? Ini bukan sekadar soal pengadaan kendaraan, tetapi menyangkut keberpihakan pada industri nasional,” tegas Firman dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

Menurut dia, langkah impor dalam skala masif berpotensi bertabrakan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang berulang kali menekankan pentingnya hilirisasi, penguatan produksi dalam negeri, dan penciptaan lapangan kerja.

“Jangan sampai pidato soal kemandirian industri hanya menjadi slogan. Kalau praktiknya justru membuka keran impor, publik berhak mempertanyakan konsistensi pemerintah,” ujarnya.

Firman mengingatkan bahwa industri otomotif tidak hanya soal perakitan kendaraan. Di dalamnya terdapat rantai pasok panjang yang melibatkan industri baja, komponen, ban, kaca, hingga ribuan UMKM pendukung.

Ia menilai impor kendaraan dalam bentuk utuh berpotensi memutus mata rantai nilai tambah yang seharusnya dinikmati pekerja dan pelaku usaha dalam negeri.

“Setiap unit yang diproduksi di dalam negeri menciptakan multiplier effect: tenaga kerja terserap, pajak masuk, industri komponen bergerak. Kalau kita impor CBU, nilai tambah itu justru dinikmati negara lain,” tegasnya.

Firman juga menyoroti potensi kecurigaan publik apabila kebijakan impor tersebut tidak disertai penjelasan terbuka dan rasional. Ia menegaskan pemerintah wajib memaparkan dasar ekonomi dan teknis keputusan itu secara transparan.

“Kalau tidak dijelaskan secara gamblang, wajar publik bertanya: apakah ada lobi industri tertentu, kepentingan jangka pendek, atau pertimbangan lain yang tidak disampaikan? Pemerintah harus terbuka,” katanya.

Sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Firman menegaskan BUMN semestinya menjadi lokomotif penguatan industri nasional, bukan justru membuka ruang impor yang berpotensi menggerus ekosistem otomotif domestik.

“BUMN harus berpihak pada industri dalam negeri. Kalau tidak ada alasan mendesak dan rasional, Presiden harus mengevaluasi bahkan membatalkan rencana impor ini,” tandas legislator asal Pati, Jawa Tengah tersebut.

Firman memastikan DPR akan mencermati kebijakan itu secara ketat karena industri otomotif menyangkut jutaan tenaga kerja dan kepentingan ekonomi jangka panjang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Bantuan Korban Bencana Sumatera Dipercepat, Ini Rinciannya

Jakarta, Aktual.com – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pihaknya bakal mempercepat pendataan untuk memastikan bantuan sampai tepat waktu kepada penyintas bencana di Sumatera. Tito menyampaikan langkah ini sangat krusial untuk mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana.

“Ini sebetulnya ada beberapa hal yang agak teknis yang ingin kita selesaikan, karena itu perlu duduk bersama,” kata Tito dalam Rapat Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin malam (23/2/2026).

Ia menekankan kecepatan dalam proses pendataan sangat penting agar penyaluran bantuan tidak terhambat. Pemerintah sendiri telah merancang berbagai skema bantuan untuk mendukung penyintas bencana, termasuk bantuan perbaikan rumah dan bantuan pembiayaan hidup.

Bantuan perbaikan rumah terbagi ke dalam tiga kategori, yakni rusak ringan Rp15 juta, sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp60 juta. Bantuan itu disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara bantuan pembiayaan hidup terdiri atas stimulus ekonomi sebesar Rp5 juta dan bantuan perabotan rumah tangga senilai Rp3 juta bagi korban bencana, serta bantuan jaminan hidup sebesar Rp15.000 per hari. Tito berharap bantuan ini dapat segera diterima oleh penyintas bencana sehingga mereka tidak harus bersusah payah menjalani Ramadan.

Tito juga mengajak pemerintah daerah dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk bekerja sama dalam mempercepat proses validasi data. Dengan langkah ini, diharapkan seluruh bantuan dapat segera diterima oleh penyintas bencana di Sumatera sehingga mempercepat pemulihan kehidupan mereka.

Rapat ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta pejabat terkait lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

ARX Overclocking Competition 2026 Usai Digelar, Ini Daftar Finalis dan Para Jawaranya

ajang A*RX Overclocking Competition 2026. Aktual/HO

Yogyakarta, aktual.com — Setelah melalui persaingan ketat selama masa kualifikasi online, ARX (arxidmedia) bersama overclocker nasional Alva Jonathan resmi mengumumkan para pemenang ajang A*RX Overclocking Competition 2026.

Kompetisi yang diselenggarakan secara daring tersebut berhasil menarik ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Tingginya partisipasi menjadi bukti bahwa minat terhadap performa ekstrem PC dan dunia overclocking di Tanah Air masih sangat besar.

Ajang ini menghadirkan para penggemar tuning performa komputer untuk saling menguji kemampuan teknis, mulai dari optimalisasi prosesor hingga pengaturan sistem pendingin demi memperoleh skor benchmark tertinggi.

Kategori Top 3 Scorer menjadi kasta tertinggi dalam kompetisi. Para peserta bebas menggunakan platform apa pun untuk mengejar skor benchmark maksimal tanpa batasan perangkat tertentu.

Adapun para jawara tahun ini adalah:

Juara 1: Fariz “shappire”

Juara 2: Xiluan Kencang

Juara 3: Baharits “hrtz47”

Ketiga peserta tersebut dinilai berhasil menunjukkan stabilitas sistem sekaligus kemampuan tuning ekstrem yang konsisten sepanjang kompetisi berlangsung.

Selain kategori utama, panitia juga memberikan penghargaan Best by Socket, yakni kategori khusus bagi peserta yang mampu mengoptimalkan performa berdasarkan platform prosesor tertentu.

Para pemenangnya antara lain:

LGA 1851 (Intel Core Ultra Series)
Dimenangkan oleh Areng “ValueOC” dengan pencapaian frekuensi 5750 MHz pada voltase rendah, menunjukkan efisiensi tuning tingkat tinggi, AM5 (AMD Ryzen 9000 Series) Diraih Ganjar “RenKenzaki” yang sukses memaksimalkan fitur Precision Boost Overdrive (PBO) untuk menghasilkan performa optimal. Serta AM4 Dimenangkan oleh “Blue.Fiber” melalui teknik tuning manual presisi pada platform generasi sebelumnya yang tetap mampu bersaing secara kompetitif.

Meski tidak seluruh peserta berhasil masuk jajaran juara utama, ARX tetap memberikan apresiasi melalui sesi Lucky Draw yang diumumkan dalam siaran langsung pada 17 Februari lalu.

Puluhan peserta beruntung berhasil membawa pulang berbagai hadiah dari sponsor. Salah satunya peserta dengan nama “BantalBambu” yang memperoleh heatsink fan premium dari ID-Cooling.

Selaku mentor sekaligus juri, Alva Jonathan mengaku terkesan dengan kualitas peserta tahun ini.

“Tahun ini persaingannya sangat ketat. Perbedaan juara satu dan dua terkadang hanya ditentukan suhu ruangan atau pemilihan timing RAM yang sangat spesifik. Ini menunjukkan level overclocker Indonesia sudah sangat maju,” ujarnya.

Senada dengan itu, Areng selaku kapten tim JKM OC turut mengapresiasi terselenggaranya kompetisi tersebut.

“Kami dari komunitas sangat mengapresiasi ajang seperti ini. Tim Indonesia berhasil masuk di dua kategori lomba. Kami berharap akan ada lagi event keren serupa ke depannya,” katanya.

Dengan berakhirnya A*RX Overclocking Competition 2026, ARX menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif bagi komunitas teknologi.

Menurut panitia, overclocking bukan sekadar ajang unjuk performa, melainkan cara memahami batas kemampuan perangkat keras serta mendorong inovasi teknologi di kalangan pengguna PC Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Berita Lain