12 April 2026
Beranda blog Halaman 180

Alarm Bencana 2026! Pemerhati Gempa Ingatkan Tingginya Kasus di Awal Tahun

Jakarta, aktual.com – Pemerhati gempa dan tsunami Daryono menyoroti tingginya jumlah kejadian bencana alam di Indonesia sepanjang 1 Januari hingga 20 Februari 2026. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat sebanyak 394 peristiwa bencana terjadi dalam kurun waktu tersebut.

Dari ratusan kejadian itu, banjir menjadi bencana paling dominan dengan 199 peristiwa. Daryono menegaskan, tingginya angka tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.

“Ini bukan sekadar angka. Ini adalah peringatan,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip, Minggu (22/2).

Ia menjelaskan, awal tahun identik dengan puncak musim hujan di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem yang dapat memicu kerusakan infrastruktur serta mengancam keselamatan warga.

Menurutnya, meski hujan tidak bisa dihentikan, risiko dan dampaknya masih dapat ditekan melalui langkah mitigasi yang tepat. “Kita tidak bisa menghentikan hujan, tetapi kita bisa mengurangi risikonya,” kata dia.

Daryono mengajak masyarakat melakukan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar untuk mengurangi risiko bencana. Di antaranya dengan rutin membersihkan saluran air di lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah ke sungai yang dapat memperparah banjir.

Selain itu, masyarakat diimbau menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, senter, serta power bank guna mengantisipasi kondisi darurat. Mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul terdekat juga dinilai penting untuk mempercepat proses penyelamatan saat bencana terjadi.

Ia juga mengingatkan pentingnya memantau informasi resmi dari otoritas terkait agar masyarakat tidak terjebak pada kabar yang belum terverifikasi. Informasi yang akurat dinilai krusial dalam menentukan langkah tepat ketika situasi darurat.

Daryono menegaskan, kesiapsiagaan bukanlah bentuk ketakutan, melainkan wujud kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitar.

“Kesiapsiagaan bukan tentang rasa takut. Kesiapsiagaan adalah bentuk kepedulian,” ujarnya.

Menurutnya, bencana memang tidak selalu dapat dicegah, tetapi dampaknya bisa ditekan apabila masyarakat memiliki budaya sadar bencana.

“Bencana memang tidak selalu bisa dicegah, tetapi dampaknya bisa dikurangi jika kita siap. Mari tingkatkan budaya sadar bencana. Mulai dari rumah. Mulai dari diri sendiri,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Meningkat Tajam! KBRI Catat Gelombang Kepulangan WNI Eks Online Scam Kamboja

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja, mencatat peningkatan jumlah kepulangan warga negara Indonesia (WNI) bermasalah eks sindikat penipuan daring (online scam) dari Kamboja ke Indonesia dalam sepekan terakhir. Aktual/HO-KBRI Phnom Penh

Jakarta, aktual.com – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, Kamboja, melaporkan adanya lonjakan kepulangan warga negara Indonesia (WNI) bermasalah yang sebelumnya terjerat sindikat penipuan daring (online scam) dalam sepekan terakhir.

Dalam rilis pers yang diterima, Minggu, KBRI menyebutkan sebanyak 462 WNI telah kembali ke Tanah Air dengan membeli tiket secara mandiri, setelah sebelumnya memperoleh berbagai fasilitasi dari perwakilan RI tersebut.

Kepulangan terbesar terjadi pada 22 Februari 2026 dengan jumlah mencapai 131 WNI. Sekitar sepertiga dari mereka sebelumnya ditampung di fasilitas sementara yang disediakan KBRI bersama otoritas Kamboja.

Sebagian WNI yang pulang difasilitasi dengan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) karena tidak memiliki dokumen resmi. Hampir seluruhnya juga dibantu KBRI untuk mengajukan keringanan denda keimigrasian kepada otoritas setempat.

Dengan demikian, sejak 30 Januari hingga 22 Februari 2026, total WNI yang kepulangannya difasilitasi KBRI mencapai 692 orang. Namun, KBRI memperkirakan jumlah WNI yang kembali ke Indonesia sebenarnya lebih besar, mengingat ada yang tidak melaporkan kepulangannya.

Setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, para WNI menjalani pemeriksaan oleh tim gabungan, termasuk aparat penegak hukum, guna melengkapi early assessment yang sebelumnya dilakukan KBRI. Pemeriksaan ini bertujuan menilai tingkat keterlibatan masing-masing WNI dalam sindikat penipuan daring tersebut.

Sementara itu, pada 19 Februari 2026, Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Kamboja Sar Sokha. Pertemuan tersebut membahas peningkatan kerja sama pemberantasan kejahatan lintas negara, termasuk jaringan penipuan daring, serta penguatan mekanisme perlindungan WNI.

Sejak lonjakan kasus pada 16 Januari hingga 22 Februari, jumlah WNI yang melapor langsung ke KBRI Phnom Penh mencapai 4.725 orang. Angka tersebut setara dengan 92 persen dari total kasus sepanjang 2025 yang mencapai 5.088 WNI, menunjukkan tingginya eskalasi kasus di awal tahun 2026.

KBRI Phnom Penh memprediksi permintaan kepulangan akan terus meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri, seiring bertambahnya penerbitan SPLP dan persetujuan keringanan denda keimigrasian dalam beberapa pekan mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Soal Pendidikan Pesantren, Ketua MPR Nilai Santri Lebih Unggul dalam Intensitas Belajar

Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat mengunjungi Pondok Pesantren Assiddiqiyah di Jakarta, Minggu (22/2/2026). Aktual/ANTARA

Jakarta, aktual.com – Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan para santri yang mengenyam pendidikan di pesantren justru memiliki kesempatan belajar lebih intens karena aktivitas mereka yang tinggal dan menetap di lingkungan pondok.

Hal itu disampaikan Muzani saat menghadiri agenda buka puasa bersama dalam rangka Safari Ramadan Pimpinan MPR RI di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Jakarta, Minggu.

“Santri harus menggunakan kesempatan ini dengan baik karena dia sebenarnya secara semangat dia memiliki kesempatan belajar,” kata Muzani.

Menurutnya, kehidupan di pesantren memberikan ruang yang luas bagi santri untuk belajar, membaca, bertanya, dan menggali berbagai disiplin ilmu, tidak hanya ilmu agama tetapi juga ilmu pengetahuan umum.

Ia menilai pelajaran yang diajarkan guru, ustaz, hingga kiai pada dasarnya merupakan metodologi dasar dari suatu ilmu, baik agama maupun umum. Bekal metodologi tersebut, lanjutnya, menjadi fondasi penting bagi santri untuk memperdalam pengetahuan di jenjang berikutnya.

“Teman-teman pondok itu banyak memahami tentang metodologi, tapi kadang-kadang kesempatan untuk mendalaminya kurang ada, baik waktu, kesempatan ataupun biaya,” ujarnya.

Muzani menegaskan, kehadirannya di pesantren tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pimpinan MPR RI. Ia memilih mengawali kunjungan ke Pesantren Asshiddiqiyah karena menilai proses belajar mengajar di lembaga tersebut berjalan dengan baik.

“Para alumninya bahkan sekarang telah menapaki dalam berbagai macam profesi dan jabatan-jabatan publik yang cukup bagus,” katanya.

Ia pun meyakini para santri lulusan pesantren mampu bersaing dengan lulusan dari berbagai disiplin ilmu lainnya. Menurutnya, kontribusi pesantren dalam membangun sumber daya manusia bangsa tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Saya terima kasih kepada Pondok Pesantren Asshiddiqiyah yang terus memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Yusril Tegas! Kasus Brimob Aniaya Pelajar Harus Diusut, Tak Ada yang Kebal Hukum

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (ketiga kiri) menjawab pertanyaan pers di Kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, Kamis (9/10/2025). ANTARA/Fath Putra Mulya.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (ketiga kiri) menjawab pertanyaan pers di Kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta, Kamis (9/10/2025). ANTARA/Fath Putra Mulya.

Jakarta, aktual.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan tidak ada pihak yang kebal hukum terkait dugaan penganiayaan yang menyebabkan wafatnya Arianto Tawakal (14), siswa Madrasah Tsanawiyah yang diduga dianiaya anggota Brimob berinisial Bripka MS.

Yusril menyatakan pelaku penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang wajib diproses secara tegas melalui dua jalur, yakni etik dan pidana.

“Pada prinsipnya, di negara hukum ini, tidak ada orang yang kebal hukum. Aparat penegak hukum pun wajib dihukum jika melanggar hukum,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2).

Menurutnya, pelaku harus terlebih dahulu dibawa ke sidang etik dengan ancaman sanksi pemberhentian sebagai anggota kepolisian. Selain itu, proses hukum pidana juga harus berjalan untuk menentukan pertanggungjawaban sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Saya pribadi maupun sebagai Menko Kumham Imipas yang juga menjadi anggota Komite Reformasi Polri sangat prihatin dan menyesalkan peristiwa ini terjadi. Saya menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Arianto Tawakal,” kata Yusril.

Ia menilai tindakan oknum anggota Brimob tersebut di luar perikemanusiaan. Yusril menegaskan polisi sebagai aparat negara dan penegak hukum memiliki kewajiban melindungi setiap jiwa, baik terhadap orang yang diduga melakukan pelanggaran maupun terhadap korban.

“Kalau ada oknum polisi menganiaya seseorang, apalagi tergolong anak yang bukan diduga melakukan kesalahan, maka tindakan itu sungguh-sungguh di luar perikemanusiaan,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula ketika anggota Brimob Batalyon C Pelopor menggelar patroli cipta kondisi di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara pada Kamis (19/2) dini hari. Saat itu, petugas membubarkan aksi balap liar di kawasan tersebut.

Sekitar 10 menit kemudian, dua sepeda motor yang dikendarai korban AT dan NK (15) melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Desa Ngadi menuju Tete Pancing.

Dalam insiden tersebut, Bripka MS disebut mengayunkan helm taktikal ke arah pengendara. Helm tersebut mengenai kepala korban AT hingga terjatuh, sementara sepeda motornya turut bersenggolan dengan kendaraan yang dikendarai NK.

Akibat kejadian itu, AT mengalami kondisi kritis dan sempat dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan perawatan medis. Namun sekitar pukul 13.00 WIT, korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, NK dilaporkan mengalami patah tulang pada tangan kanannya.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik dan diharapkan diproses secara transparan guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Rusia Hujani Kyiv dengan Rudal dan Drone Jelang Tahun Kelima Invasi

Rusia & Ukraina saling serang infrastruktur energi. Aktual/Bloomberg

Kyiv, aktual.com – Pasukan Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke ibu kota Ukraina dan sejumlah wilayah lainnya menggunakan rudal balistik serta drone bermuatan bahan peledak, beberapa hari sebelum invasi skala penuh memasuki tahun kelima.

Otoritas setempat melaporkan sedikitnya dua warga sipil terluka dalam serangan semalam di Kyiv, termasuk seorang anak. Seorang pria dilaporkan tewas di wilayah sekitar Kyiv, menurut gubernur setempat.

Serangan tersebut juga memicu pemadaman listrik di sejumlah wilayah saat suhu udara turun hingga minus 11 derajat Celsius. Rusia disebut menembakkan kombinasi rudal balistik dan drone dalam gelombang serangan udara terbaru.

Secara terpisah, Rusia pada Sabtu dilaporkan menghantam fasilitas milik perusahaan makanan dan minuman asal Amerika Serikat, Mondelez International, di kota Trostianets, Ukraina utara. Pabrik tersebut diketahui memproduksi biskuit Oreo dan telah beroperasi sejak 1990-an.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut serangan itu bukan menyasar target militer.

“Ini bukan target militer, melainkan sebuah pabrik yang telah beroperasi sejak 1990-an, memproduksi merek-merek yang dikenal secara global, mempekerjakan warga Ukraina, serta berkontribusi pada perekonomian kami dan Amerika,” ujar Sybiha melalui platform X.

Ia menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas tersebut juga menyasar kepentingan bisnis Amerika di Eropa.

Serangan terbaru ini terjadi setelah perundingan trilateral antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat di Jenewa pekan lalu, yang digelar untuk mencari jalan menuju kesepakatan damai. Invasi penuh Rusia ke Ukraina akan memasuki tahun kelima pada Selasa mendatang.

Sejumlah isu utama masih menjadi ganjalan, termasuk tuntutan Moskow atas kendali penuh wilayah timur Ukraina yang hingga kini belum sepenuhnya dikuasai sejak konflik dimulai pada 2014.

Sepanjang musim dingin, Rusia terus menargetkan kota-kota Ukraina dan infrastruktur energi menggunakan rudal jelajah, rudal balistik, serta drone. Serangan tersebut menyebabkan jutaan warga kehilangan akses listrik dan pemanas di tengah suhu ekstrem.

Sebaliknya, Ukraina juga melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas produksi bahan bakar, terminal minyak, pelabuhan, serta jaringan listrik Rusia di wilayah selatan dan perbatasan.

Di wilayah Zaporizhzhia Oblast yang dianeksasi Rusia pada 2022 namun belum sepenuhnya dikuasai, pemadaman listrik dilaporkan terjadi pada Minggu akibat serangan Ukraina, menurut pejabat pro-Moskow Yevgeny Balitsky.

Ledakan juga terdengar di kota Lviv, Ukraina barat, dekat perbatasan Polandia. Gubernur wilayah Lviv, Maksym Kozytskyi, mengatakan seorang polisi tewas dan 23 orang lainnya terluka dalam insiden yang disebutnya sebagai “serangan teroris”.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Sabtu menyatakan bahwa aparat keamanan telah menggagalkan upaya pembunuhan yang diduga dilakukan tentara bayaran Rusia.

“Pasukan keamanan Ukraina telah menetralisir tentara bayaran Rusia yang tengah mempersiapkan upaya pembunuhan terhadap warga kami,” kata Zelenskyy.

Ia menyebut target serangan yang digagalkan tersebut merupakan “nama-nama yang cukup terkenal”, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Konflik yang telah berlangsung hampir lima tahun ini terus menunjukkan eskalasi, dengan serangan lintas wilayah dan ketidakpastian diplomatik yang masih membayangi upaya perdamaian.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

MUI Tegaskan Kewajiban Sertifikasi Halal Tak Bisa Dinegosiasikan dalam Kesepakatan Dagang RI–AS

Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. KH Asrorun Ni'am Sholeh. Aktual/HO

Jakarta, aktual.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan perhatian serius terhadap kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat yang memuat ketentuan pelonggaran kewajiban sertifikasi halal bagi produk asal AS. Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh, menegaskan bahwa setiap produk yang masuk dan beredar di wilayah Indonesia tetap terikat pada ketentuan hukum nasional mengenai jaminan produk halal.

Ia menekankan bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan terikat pada ketentuan kehalalan dalam konsumsi. “Nah dalam konteks halal mayoritas masyarakat di Indonesia adalah muslim dan setiap muslim terikat oleh kehalalan produk. Dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal menyebutkan semua produk yang masuk dan beredar di Indonesia wajib memiliki sertifikasi halal,” tegasnya, dilansir dari situs resmi MUI pada Sabtu (21/2/2026).

Ni’am juga mengingatkan umat Islam agar selektif dalam memilih produk pangan dan menghindari barang yang tidak jelas status kehalalannya. Ia menegaskan bahwa kewajiban sertifikasi halal tidak dapat ditawar dalam bentuk apa pun. “Hindari produk pangan yang tidak halal serta yang tidak jelas kehalalannya, termasuk jika produk AS yang tidak patuh pada aturan halal,” katanya.

Ia kembali menekankan dasar hukum yang berlaku. “Undang-undang kita mengatur jaminan produk halal. Salah satunya disebutkan setiap produk yang masuk, yang beredar, dan atau yang diperjualbelikan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal,” imbuh pria yang juga Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Menurutnya, regulasi jaminan produk halal merupakan bagian dari perlindungan hak asasi manusia, khususnya hak menjalankan ajaran agama yang dijamin konstitusi. Dalam perspektif fikih muamalah, yang menjadi tolok ukur bukanlah asal negara mitra dagang, melainkan kepatuhan pada aturan yang berlaku.

Ia menyatakan bahwa Indonesia tetap dapat menjalin hubungan dagang dengan negara mana pun, termasuk Amerika Serikat, selama dilakukan secara setara dan tanpa tekanan politik.

Ni’am juga menyampaikan bahwa dalam kunjungannya ke sejumlah negara bagian di AS, sistem sertifikasi halal telah mendapat pengakuan. Karena itu, ia menilai isu halal juga sejalan dengan prinsip penghormatan terhadap HAM. “Kalau Amerika berbincang soal hak asasi manusia, maka soal sertifikasi halal bagian dari implementasi penghormatan dan penghargaan terhadap hak asasi yang paling mendasar yaitu hak beragama,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa konsumsi halal merupakan kewajiban agama yang tidak dapat ditukar dengan keuntungan materi. “Dan itu tidak bisa dinegosiasikan, apalagi dibarter dengan harga. Misalnya kita beli barang dengan harga murah, tetapi tidak halal. Dikasih gratis saja, jika tidak halal, maka tidak boleh dikonsumsi,” tegas Ketua MUI Bidang Fatwa tersebut.

Meski demikian, Ni’am membuka ruang penyesuaian pada aspek teknis administratif, seperti penyederhanaan prosedur, efisiensi biaya, dan percepatan proses. Namun ia mengingatkan agar substansi kehalalan tidak dikompromikan. “Terhadap hal yang bersifat administratif bisa dan boleh disederhanakan. Tapi kita tidak boleh mengorbankan hal yang bersifat fundamental untuk memperoleh sekadar keuntungan finansial, sehingga hak dasar masyarakat Indonesia tercabut,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, pelonggaran ketentuan halal menjadi bagian dari perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump di Washington. Dalam dokumen Agreement Between the United States of America and the Republic of Indonesia on Reciprocal Trade Annex III Article 2.9 disebutkan, “Dengan tujuan memfasilitasi ekspor kosmetik, perangkat medis, dan barang-barang manufaktur lainnya yang dapat diminta sertifikasi halal, Indonesia akan membebaskan produk AS dari setiap sertifikasi halal dan persyaratan pelabelan halal,” bunyi dokumen tersebut.

Dokumen tersebut juga menegaskan, “Indonesia tidak boleh memberlakukan persyaratan pelabelan atau sertifikasi untuk produk non-halal,” tulis poin ketiga dalam Annex III Article 2.9.

Selain itu, Indonesia diminta mempercepat proses pengakuan lembaga sertifikasi halal AS oleh otoritas halal Indonesia. “Indonesia harus menyederhanakan proses pengakuan lembaga sertifikasi halal Amerika Serikat oleh otoritas halal Indonesia serta mempercepat proses persetujuannya,” sambung dokumen itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain