10 April 2026
Beranda blog Halaman 192

BSI Optimistis Pembiayaan Kendaraan 2026 Tetap Tumbuh Dua Digit

Jakarta, Aktual.com – Pembiayaan kendaraan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menunjukkan tren peningkatan menjelang Ramadan. Permintaan pembiayaan, baik untuk roda dua maupun roda empat, tercatat naik di sejumlah wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi.

Sepanjang 2025, pembiayaan kendaraan perseroan tumbuh sekitar 19 persen secara tahunan dengan total penyaluran mencapai Rp6,41 triliun. Kualitas pembiayaan disebut tetap terjaga dalam kondisi sehat.

Pertumbuhan paling terasa di kawasan padat industri dan mobilitas seperti Jabodetabek, Medan, Surabaya, dan Makassar. BSI menilai capaian tersebut tidak lepas dari strategi penyaluran pembiayaan yang terarah serta pengelolaan risiko yang terukur.

Produk BSI OTO juga menggandeng Mandiri Utama Finance Syariah dalam proses pembiayaan kendaraan baru maupun bekas. Kerja sama ini dilakukan untuk mempercepat proses karena MUF Syariah berfokus pada pembiayaan mobil dan motor.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan pertumbuhan ekonomi yang membaik turut menjaga daya beli masyarakat terhadap kebutuhan kendaraan.

“BSI OTO mencatatkan kinerja solid, tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan industri sekitar 7 persen,” ujarnya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Ia menyebutkan, setiap menjelang Ramadan, kebutuhan pembiayaan kendaraan di BSI biasanya meningkat sekitar 10 hingga 15 persen. Perseroan, kata dia, berupaya menghadirkan solusi pembiayaan yang sesuai prinsip syariah, aman, serta memberikan kenyamanan bagi nasabah.

Produk pembiayaan kendaraan BSI menggunakan skema cicilan tetap dengan pilihan tenor yang fleksibel. Pengajuan juga dapat dilakukan melalui jaringan kantor cabang maupun layanan digital superapps BYOND by BSI, yang disebut ikut mendorong minat masyarakat terhadap produk BSI OTO.

Dalam rangka milad kelima, BSI menawarkan sejumlah promo, antara lain special price mulai dari 2,22 persen flat per tahun untuk nasabah ASN, BUMN, BUMD, payroll, dan lainnya. Erwan menyampaikan optimismenya terhadap pertumbuhan pembiayaan kendaraan bermotor pada 2026 yang diproyeksikan tetap tumbuh dua digit.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Analis Pasar Modal Kritisi Rencana BEI Rilis Shareholders Concentration List

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Jakarta, aktual.com — Kebijakan terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan merilis Shareholders Concentration List (Daftar Konsentrasi Pemegang Saham) pada akhir Februari atau awal Maret 2026 menuai sorotan tajam dari kalangan analis ekonomi politik pasar modal.

Analis ekonomi politik pasar modal, Kusfiardi, menilai langkah tersebut memang dibingkai sebagai upaya meningkatkan transparansi. Namun, secara struktural, kebijakan itu tidak bisa dilepaskan dari tekanan lembaga pemeringkat indeks global seperti MSCI.

“Dengan aset terindeks sekitar US$18 triliun, MSCI memiliki daya tekan luar biasa terhadap arus modal pasif global. Ketika status Indonesia dipertanyakan atas nama transparansi, itu bukan sekadar isu tata kelola. Itu adalah instrumen leverage politik pasar,” ujar Kusfiardi, di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, ancaman peninjauan status Indonesia pada Januari lalu yang berujung pada net outflow sekitar Rp13 triliun menunjukkan bagaimana sentimen indeks global dapat secara langsung memengaruhi stabilitas domestik.

Kusfiardi menjelaskan, tuntutan pembukaan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) serta daftar pemegang saham di bawah 5% memang secara teoritis mendukung pemberantasan manipulasi pasar.

Namun, katanya, dalam praktiknya data tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh algoritma high-frequency trading dan robot trading asing untuk mengoptimalkan strategi akumulasi maupun distribusi saham secara presisi.

“Tanpa firewall struktural, transparansi bisa berubah menjadi peta navigasi bagi modal global untuk mengekstraksi likuiditas domestik,” tegasnya.

Ia menambahkan, struktur emerging markets pasca-krisis 1997 memang relatif terbuka terhadap arus modal jangka pendek. Di Indonesia, arus masuk asing berkontribusi signifikan terhadap likuiditas, namun juga menjadi sumber utama volatilitas saat terjadi gejolak.

Kusfiardi menyampaikan, data BEI menunjukkan jumlah investor ritel telah menembus 21 juta dengan kontribusi transaksi harian lebih dari 50%. Namun, ucapnya, inklusivitas tersebut belum diimbangi perlindungan struktural yang memadai.

“Investor ritel domestik berpotensi menjadi bantalan likuiditas saat investor asing melakukan exit strategy. Demokratisasi pasar tidak boleh berhenti pada kuantitas partisipasi, tetapi harus menjamin distribusi risiko yang adil,” jelasnya.

Ia mengingatkan, volatilitas yang tinggi sering kali menghasilkan keuntungan signifikan bagi investor institusional global, sementara investor ritel domestik menanggung risiko yang tidak proporsional.

Apalagi, mulai 2026, kebijakan batas free float minimum 15% akan berlaku penuh. Hal ini, ujarnya, berpotensi menekan pemegang saham pengendali domestik untuk melepas kepemilikan dalam jumlah besar.

“Dalam kondisi pasar yang sensitif terhadap sentimen global, pelepasan saham besar-besaran berisiko menciptakan transfer kepemilikan ke institusi global seperti BlackRock dengan valuasi diskon,” ujarnya.

Kusfiardi pun menilai dilema yang dihadapi Indonesia bukan sekadar antara oligarki lokal dan transparansi global, melainkan bagaimana memastikan kedaulatan kepemilikan strategis tetap terjaga.

Di sisi lain, menurutnya, dinamika kepemimpinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI turut menambah ketidakpastian pasar. Ia menekankan, reformasi regulasi tidak boleh sekadar administratif, tetapi harus menyentuh akar persoalan struktur pasar.

Tiga Rekomendasi Kebijakan

Kusfiardi juga menilai delapan agenda reformasi OJK, termasuk penguatan manajemen risiko, perlu dibarengi dengan pengawasan terhadap praktik perdagangan berkecepatan tinggi dan penguatan instrumen stabilisasi pasar.

Karena itu, ia menawarkan tiga rekomendasi kebijakan. Pertama, Instrumen makroprudensial terhadap hot money, termasuk pajak progresif atas modal spekulatif jangka pendek.

Kedua, Audit independen tata kelola OJK dan BEI oleh lembaga internasional yang bebas konflik kepentingan.

Ketiga, Penguatan dana stabilisasi pasar yang dikelola secara transparan untuk melindungi investor domestik saat terjadi volatilitas ekstrem.

“Indonesia tidak boleh menjadi koloni finansial. Reformasi pasar modal harus memastikan kedaulatan struktural, bukan sekadar memenuhi standar global yang belum tentu netral,” tegas Kusfiardi.

Menurutnya, jika Shareholders Concentration List hanya berhenti sebagai respons simbolik terhadap tekanan eksternal, maka pertumbuhan IHSG akan bersifat semu—besar secara angka, tetapi rapuh secara kedaulatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

KPK: Uang Rp5 Miliar dalam Lima Koper di Ciputat Berasal dari Safe House Kasus Bea Cukai

Sejumlah barang bukti kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang KW di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (13/2/2026). ANTARA/HO-KPK
Sejumlah barang bukti kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang KW di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan yang disita Komisi Pemberantasan Korupsi di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (13/2/2026). ANTARA/HO-KPK

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan uang tunai sekitar Rp5 miliar dalam lima koper yang disita di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada 13 Februari 2026, yakni berasal dari rumah aman atau safe house.

“Uang dalam koper yang diamankan pada saat penyidik melakukan giat geledah adalah dari safe house,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu (18/2).

Budi menjelaskan rumah aman ini berbeda dengan yang sebelumnya diinformasikan KPK kepada publik dalam konferensi pers penetapan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang KW di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, yakni pada 5 Februari 2026.

“Betul, beda dengan sebelumnya,” katanya.

Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK mengonfirmasi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.

Pada tanggal yang sama, KPK mengungkapkan salah satu orang yang ditangkap dalam OTT adalah Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat Rizal.

Pada 5 Februari 2026, KPK mengumumkan enam dari 17 orang yang ditangkap kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW di lingkungan DJBC.

Mereka adalah Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024-Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC Sisprian Subiaksono (SIS), dan Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan (ORL).

Berikutnya pemilik Blueray Cargo John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri (AND), serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan (DK).

Pada 13 Februari 2026, KPK mengumumkan menyita sekitar Rp5 miliar dalam lima koper di wilayah Ciputat. Namun, lembaga antirasuah tersebut belum menjelaskan secara detail lokasi penyitaan dilakukan dari sebuah rumah, kantor, atau lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Ahmad Muzani Resmi Lantik Bias Layar sebagai Anggota PAW MPR RI

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) H. Ahmad Muzani saat melantik Bias Layar, S.H sebagai anggota MPR RI masa jabatan 2024-2029 mewakili Partai Golongan Karya (Golkar) dari daerah Kalimantan Tengah melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW), di Ruang Rapat Pimpinan, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) H. Ahmad Muzani resmi melantik Bias Layar, S.H sebagai Anggota MPR RI masa jabatan 2024–2029 mewakili Partai Golongan Karya (Golkar) dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).

Pelantikan digelar di Ruang Rapat Pimpinan, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Pelantikan Bias Layar didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 131 Tahun 2025 tentang Peresmian Pengangkatan Antar Waktu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Anggota MPR Sisa Masa Jabatan Tahun 2024–2029.

Bias Layar menggantikan Drs. Mukhtarudin yang sebelumnya dilantik sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Sebelum resmi menjadi anggota MPR RI, Bias juga telah dilantik oleh Pimpinan DPR RI pada Selasa (13/1/2026).

Prosesi pelantikan dilakukan melalui Upacara Pengucapan Sumpah/Janji menurut agama Kristen yang didampingi rohaniawan dan dipandu langsung oleh Ahmad Muzani.

“Patut saya ingatkan bahwa sumpah yang akan Saudara ucapkan mengandung tanggung jawab terhadap bangsa dan Negara Republik Indonesia. Tanggung jawab memelihara, menyelamatkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sumpah ini adalah janji terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan manusia yang harus ditepati dengan segala keikhlasan dan kejujuran,” ujar Muzani.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Ir. Bambang Wuryanto, M.B.A dan Dr. Eddy Soeparno, S.H., serta Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, S.E., M.M. Hadir pula Deputi Bidang Administrasi MPR RI Heri Herawan, S.H., Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Agus Subagyo, S.S., M.IR., dan Kepala Biro Hubungan Masyarakat & Sistem Informasi MPR RI Anies Mayangsari Muninggar, S.I.P., M.E.

Dalam pengucapan sumpahnya, Bias Layar menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Demi Tuhan saya berjanji bahwa saya akan memenuhi kewajiban saya sebagai Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dengan berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” ucap Bias.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah yang diwakilinya.

“Bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh, demi tegaknya kehidupan demokrasi, serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi seseorang dan golongan. Bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat dan daerah yang saya wakili, untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” sambungnya.

Usai prosesi pelantikan, para pimpinan MPR RI bersama pejabat eselon I dan undangan memberikan ucapan selamat kepada Bias Layar.

Dalam keterangannya, Bias menyampaikan bahwa amanah sebagai Anggota MPR RI akan dijalankan secara maksimal, terutama dalam tugas sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

“Dengan ini saya akan bisa menjalankan tugas-tugas saya khususnya tentang sosialisasi Empat Pilar, yang menjadi tugas dan kewenangan di MPR. Harapan saya juga kepada seluruh masyarakat Indonesia agar kita sama-sama berjuang untuk negeri ini. Saya sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Prabowo Tiba di Washington DC, Fokus Bahas Perjanjian Dagang dan Kerja Sama Ekonomi Strategis

Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (17/2/2026) waktu setempat. (ANTARA/HO-Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (17/2/2026) waktu setempat. (ANTARA/HO-Sekretariat Presiden)

Jakarta, aktual.com – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS) difokuskan untuk membahas kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi.

Ia menyebut Presiden Prabowo tiba di Amerika Serikat pada Selasa (17/2) waktu setempat. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, Amerika Serikat.

“Pertemuan difokuskan untuk membahas kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi dengan adanya beberapa perundingan serta perjanjian dagang,” ujar Teddy dalam keterangan di Jakarta, Rabu (18/2).

Teddy menyampaikan kedatangan Presiden Prabowo disambut oleh ratusan diaspora Indonesia yang terdiri dari mahasiswa, pekerja serta warga negara Indonesia yang bertempat tinggal di Washington DC dan sekitarnya.

Presiden Prabowo diagendakan langsung melakukan pertemuan pada malam hari waktu setempat, serta beberapa pertemuan dengan Pemerintah dan pengusaha Amerika Serikat.

Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri.

Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju AS antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri tiga agenda, yaitu pertemuan dengan kelompok pebisnis Amerika Serikat pada Rabu (18/2), konferensi tingkat tinggi (KTT) perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza pada Kamis (19/2), dan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk salah satunya menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART), yang negosiasinya telah berjalan sejak 2025.

Terkait dengan agenda BoP, KTT perdana itu akan dipimpin langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump Jr. selaku inisiator.

Indonesia resmi masuk sebagai anggota BoP setelah Presiden Prabowo Subianto ikut menandatangani piagam pembentukan lembaga tersebut saat acara peluncuran di Davos, Swiss pada 22 Januari 2026.

Selain Indonesia, negara-negara lain yang juga menandatangani piagam Dewan Perdamaian itu, antara lain Amerika Serikat sebagai penggagas, kemudian Hungaria, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Jordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab (UAE), dan Uzbekistan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

FIKES UPNVJ Tinjau Hari Pertama Perkuliahan Semester Genap 2025/2026, Pastikan Mutu dan Kesiapan Akademik

Jakarta, aktual.com – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) meninjau langsung pelaksanaan hari pertama perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Senin (17/2/2026) di Kampus Limo, Cinere, Depok. Tinjauan dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran berjalan tertib, sesuai Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta mendukung kesiapan mahasiswa mengikuti perkuliahan secara optimal. Kegiatan ini melibatkan dosen pengampu, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FIKES UPNVJ.

Monitoring hari pertama perkuliahan menjadi langkah strategis untuk menjawab pertanyaan mendasar: apa saja yang dipastikan berjalan sesuai standar, siapa saja yang terlibat, kapan dan di mana pelaksanaan dilakukan, mengapa monitoring penting, serta bagaimana proses pengawasan berlangsung di setiap kelas. Melalui peninjauan langsung, fakultas memastikan kehadiran dosen, kesiapan materi ajar, serta partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran tatap muka.

Di sejumlah ruang kelas, dosen pengampu terlihat memulai perkuliahan dengan pemaparan kontrak belajar, penjelasan capaian pembelajaran, serta sistem evaluasi yang akan diterapkan sepanjang semester. Mahasiswa mengikuti perkuliahan dengan tertib, mencatat materi, dan berdiskusi aktif. Suasana akademik berlangsung kondusif, mencerminkan kesiapan sivitas akademika menyambut semester baru.

Salah satu dosen pengampu menyampaikan bahwa hari pertama kuliah menjadi momentum penting untuk membangun kesepahaman antara dosen dan mahasiswa. “Kami menekankan kedisiplinan, integritas akademik, serta komitmen terhadap capaian pembelajaran. Sejak awal, mahasiswa perlu memahami arah dan target kompetensi yang harus dicapai,” ujarnya.

Tinjauan ini juga menekankan kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan standar mutu akademik UPNVJ, termasuk pemanfaatan media pembelajaran digital dan perangkat pendukung di kelas. FIKES UPNVJ memastikan seluruh sarana prasarana, seperti ruang kuliah, perangkat presentasi, dan sistem administrasi akademik, berfungsi dengan baik guna menunjang efektivitas proses belajar mengajar.

Wakil Dekan Bidang Akademik Rita Ismail, S.Kp., M.K.M., MTD(HE)., Ph.D.dan Wakil Bidang Kemahasiswaan Agustiyawan, SST, FT, M.Fis, Ftr, AIFO FIKES UPNVJ dalam keterangannya menegaskan bahwa monitoring hari pertama perkuliahan merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menjaga mutu pendidikan kesehatan yang profesional dan adaptif. “Kualitas pembelajaran dimulai dari perencanaan yang baik dan implementasi yang konsisten. Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar dan berorientasi pada kompetensi lulusan,” katanya.

Sejalan dengan visi universitas, Wakil Dekan Bidang Akademik, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya penguatan tata kelola akademik dan budaya mutu sebagai fondasi transformasi pendidikan tinggi. Hari pertama perkuliahan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah awal membangun karakter, kompetensi, dan integritas mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan yang unggul dan berdaya saing.

Melalui tinjauan langsung ini, FIKES UPNVJ menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat disiplin akademik, serta menghadirkan lingkungan pendidikan yang profesional, humanis, dan berbasis standar mutu nasional. Semester genap pun diawali dengan optimisme dan kesiapan bersama untuk mencapai capaian akademik yang lebih baik.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain