9 April 2026
Beranda blog Halaman 198

BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Jakarta Sepanjang Sabtu

Pengendara sepeda motor menerobos hujan di kawasan Senopati, Jakarta,
Pengendara sepeda motor menerobos hujan di kawasan Senopati, Jakarta,

Jakarta, aktual.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan pada Sabtu pagi hingga malam hari sebagian Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang serta petir.

Informasi BMKG pada akun Instagram, di Jakarta, Sabtu (14/2), menyebutkan, dari enam wilayah di DKI yaitu Jakarta Barat, Timur, Pusat, Utara, Selatan dan Kabupaten Kepulauan Seribu, pada pagi menuju siang rerata hujan disertai petir.

Beranjak pada siang harinya, sebagian Jakarta yaitu Jakarta Barat, Pusat dan Selatan masih diguyur hujan intensitas ringan, sedangkan tiga wilayah lain yaitu Jakarta Utara, Timur dan Kabupaten Kepulauan Seribu berawan hingga cerah berawan.

Untuk Sabtu sore, cuaca Jakarta seluruhnya berawan hingga berawan tebal.

Sementara pada malam harinya seluruh Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas ringan kecuali Jakarta Utara yang berawan.

Hujan dengan intensitas ringan menurunkan air kurang dari 2,5 mm per jam, sedangkan hujan sedang membawa 5-10 mm air per jam.

Pada hari yang sama, untuk kecepatan angin 4-7 kilometer per jam, kecuali Kabupaten Kepulauan Seribu yang mencapai 13 km per jam dengan suhu berada 24 hingga 29 derajat Celcius.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Bareskrim Ungkap AKBP Didik Titip Koper Berisi Narkoba ke Mantan Anak Buah

Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. ANTARA/Handout/am.
Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. ANTARA/Handout/am.

Jakarta, aktual.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa Kapolres Bima Kota nonaktif AKBP Didik Putra Kuncoro menitipkan satu koper berisi narkoba kepada mantan anak buahnya, Aipda Dianita Agustina.

Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol. Zulkarnain Harahap kepada awak media di Jakarta, Sabtu (14/2), mengatakan bahwa Dianita sebelumnya merupakan anak buah Didik di Polda Metro Jaya.

“Dianita (saat ini) berdinas di Polres Tangerang Selatan. Dulu anak buah Didik pada saat berdinas di Polda Metro Jaya,” katanya.

Dalam kasus kepemilikan narkoba ini, ujar dia, Dianita dititipi sebuah koper berisi narkoba oleh Didik. Penyidik pun mengamankan koper tersebut di rumah Dianita di Tangerang, Banten.

“Dia (Dianita) mengambil koper itu atas permintaan Didik kemudian menyimpannya di dalam rumah,” katanya.

Adapun saat ini Dianita dengan didalami keterangannya sebagai saksi dalam kasus ini.

Ia juga mengungkapkan bahwa satu wanita lainnya yang diperiksa sebagai saksi, yaitu Miranti Afriana, merupakan istri dari Didik. Namun, ia tidak menyebut peran wanita tersebut dalam kasus ini.

Diketahui, Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menetapkan AKBP Didik Putra Kuncoro, sebagai tersangka dugaan kepemilikan narkoba.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menerangkan bahwa kasus kepemilikan narkoba ini mulai terungkap ketika penyidik pada Rabu (11/2) mendapatkan informasi dari Paminal Mabes Polri bahwa mereka telah menahan Didik.

Dari interogasi, ujar dia, didapatkan informasi bahwa terdapat koper berwarna putih milik Didik yang diduga berisi narkoba di rumah Aipda Dianita Agustina di Tangerang, Banten.

“Selanjutnya penyidik menuju ke rumah Dianita dan menemukan koper tersebut yang telah diamankan lebih dahulu oleh personel Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan,” ucapnya.

Barang bukti yang disita dari pengungkapan ini adalah sabu seberat 16,3 gram, ekstasi sebanyak 49 butir dan 2 butir sisa pakai (23,5 gram), aprazolam sebanyak 19 butir, happy five sebanyak dua butir, dan ketamin seberat 5 gram.

Sebelumnya, nama Didik menjadi sorotan publik usai kasus narkoba yang menyeret AKP Malaungi dalam jabatan kepala Satresnarkoba Polres Bima Kota sebagai tersangka.

Ia diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut dengan menerima uang senilai Rp1 miliar dari bandar narkoba bernama Koko Erwin.

Dalam penyidikan Polda NTB, nama Erwin disebut sebagai sumber Malaungi menguasai sabu-sabu dengan berat 488 gram.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Dukung PBI-JK Dibenahi, F-PKB MPR RI: Ini Amanat UUD 1945

Ketua Fraksi PKB MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menyampaikan dukungan terhadap pembenahan program PBI-JK di Gedung MPR/DPR, Jakarta. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menyampaikan dukungannya terhadap perbaikan pelaksanaan Program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang akan dilakukan oleh pemerintah sesuai hasil rapat dengan Pimpinan DPR maupun dengan Komisi IX DPR lalu. Pasalnya, program PBI-JK ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak kesehatan masyarakat kurang mampu.

Menurut Neng Eem, program ini adalah amanat dari pelaksanaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menegaskan bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara.

“Bagi Fraksi, program PBI-JK ini merupakan amanat dari dua pasal di UUD 1945 loh. Pertama, Pasal 28H ayat 1. Kedua, Pasal 34 ayat 2 dan 3 UUD 1945. Jelas itu tertulis, Pemerintah wajib menjalankan,” tegas Neng Eem di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

PBI-JK sebagai Amanat Konstitusi UUD 1945

Lebih lanjut, Neng Eem yang juga Anggota Komisi IX DPR RI menyebutkan bunyi Pasal 28H ayat (1) UUD 1945, yakni “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.” Pasal ini jelas menegaskan bahwa akses terhadap pelayanan kesehatan bukanlah sekadar kebijakan, tetapi merupakan hak konstitusional.

Di Pasal 34 bahkan tertulis secara jelas. Pasal 34 ayat (2) UUD 1945 menyatakan bahwa “Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.” Sementara Pasal 34 ayat (3) menegaskan bahwa “Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.”

“Jadi program PBI-JK yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah bagi masyarakat miskin dan tidak mampu, merupakan implementasi langsung dari pasal-pasal tersebut,” lanjut Neng Eem yang juga Wakil Sekjen DPP PKB ini.

Namun demikian, Fraksi PKB MPR mengingatkan agar pelaksanaan PBI-JK di lapangan perlu terus diperkuat, baik dari sisi validasi data penerima manfaat, kualitas pelayanan kesehatan, hingga kesinambungan pembiayaan. Transparansi dan akuntabilitas juga menjadi kunci agar hak konstitusional masyarakat benar-benar terpenuhi, sehingga kejadian nonaktifnya status Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) tidak terulang lagi.

Cahaya Perjalanan Menuju Allah: Antara Tawajjuh dan Muwajahah

Ratusan ikhwah toriqoh ikuti gelaran peringatan Maulid Nabi Muhammad Shalalahu alaihi wassalam, di Zawiyah Arraudhah, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (9/11). FOTO: AHMAD WARNOTO / AKTUAL

Jakarta, aktual.com – Dalam tradisi tasawuf, perjalanan menuju Allah bukan sekadar ritual lahiriah, melainkan transformasi batin yang ditandai oleh cahaya-cahaya spiritual. Imam Ibn ‘Athoillah dalam Hikam-nya menyebutkan,

اهتدى الراحلون إليه بأنوار التوجه والواصلون لهم أنوار المواجهة. فالأولون للأنوار وهؤلاء الأنوار لهم لأنهم لله لا لشيء دونه {قُلْ اللَّهُ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ}

“Para pejalan (menuju Allah) sampai kepada-Nya dengan cahaya-cahaya pengarahan (tawajjuh), sedangkan orang-orang yang telah sampai memperoleh cahaya-cahaya perjumpaan (muwājahah). Maka yang pertama adalah untuk cahaya-cahaya itu, sedangkan yang kedua, cahaya-cahaya itulah untuk mereka. Karena mereka milik Allah, bukan milik sesuatu selain-Nya. (Katakanlah: ‘Allah,’ kemudian biarkanlah mereka tenggelam dalam kesesatan mereka bermain-main) [Al-An‘ām: 91].”

Ungkapan ini membedakan dua maqam penting: para sālik (penempuh jalan) dan para wāṣil (orang yang telah sampai). Keduanya sama-sama berada di jalan Ilahi, namun kualitas pengalaman ruhani mereka berbeda.

Cahaya Tawajjuh: Tanda Masih di Jalan

Bagi para pejalan, Allah menampakkan cahaya-cahaya sebagai peneguhan bahwa mereka masih berada di jalan yang benar. Cahaya itu hadir melalui ibadah dan amal saleh: puasa, tilawah Al-Qur’an, zikir, menyantuni anak yatim, membantu sesama Muslim, mencintai Nabi dan bershalawat kepadanya, mencintai orang-orang saleh, hingga bangun malam dalam munajat.

Semua amal tersebut melahirkan ketenangan, kelezatan ibadah, dan kejernihan hati. Itulah yang disebut sebagai anwār al-tawajjuh—cahaya pengarahan. Cahaya ini bukan tujuan akhir, melainkan tanda dan penguat dalam perjalanan.

Dalam analogi Al-Qur’an, mereka seperti orang-orang fakir dan miskin yang berhak menerima sedekah. Allah “memberi” mereka cahaya sebagai dorongan dan peneguhan, sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir dan miskin” (QS. At-Taubah: 60). Mereka fakir di hadapan Allah, membutuhkan bimbingan-Nya di setiap langkah.

Cahaya Muwajahah: Anugerah bagi yang Sampai

Berbeda dengan para pejalan, orang-orang yang telah sampai tidak lagi sekadar “mencari” cahaya. Mereka memperoleh anwār al-muwājahah—cahaya perjumpaan. Ini adalah maqam yang lebih tinggi dan lebih kuat dibanding cahaya tawajjuh.

Jika para sālik “untuk cahaya”—yakni mereka masih membutuhkan cahaya sebagai penuntun—maka para wāṣil justru “cahaya itu untuk mereka.” Cahaya menjadi bentuk pemuliaan dan realisasi kedekatan mereka dengan Allah.

Mereka telah sampai pada derajat keikhlasan total, sebagaimana isyarat ayat: “Katakanlah: ‘Allah,’ kemudian biarkanlah mereka tenggelam dalam kesesatan mereka bermain-main” (QS. Al-An‘am: 91). Artinya, fokus mereka hanya Allah semata, bukan selain-Nya.

Dari Ibadah ke Kehadiran

Pesan utama hikmah ini adalah bahwa perjalanan spiritual memiliki tahapan. Pada tahap awal, seseorang masih merasakan naik-turun spiritual, semangat dan kelelahan, terang dan redup. Namun selama ia tetap menjaga ibadah, amal, dan zikir, cahaya itu akan terus menyertainya.

Sedangkan pada tahap puncak, orientasi berubah: bukan lagi mengejar rasa atau pengalaman, melainkan totalitas penghambaan. Di titik ini, cahaya bukan sekadar pengalaman batin, tetapi menjadi identitas ruhani.

Dengan demikian, setiap Muslim diajak untuk tidak berhenti pada sensasi spiritual, melainkan terus melangkah hingga ibadah tidak lagi bergantung pada “rasa terang”, tetapi pada kesadaran bahwa seluruh hidupnya hanya untuk Allah.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kinerja Mengejutkan, Ekonomi Malaysia Tumbuh 6,3% di Akhir 2025

Menurut Bank Negara Malaysia (BNM) dan Departemen Statistik Malaysia, produk domestik bruto (PDB) tumbuh 6,3%. Aktual/HO

Kuala Lumpur, aktual.com – Kinerja ekonomi Malaysia pada kuartal keempat 2025 melampaui seluruh perkiraan pasar, mempertegas posisinya sebagai salah satu motor pertumbuhan paling tangguh di Asia Tenggara. Pemerintah pun melihat ruang ekspansi berkelanjutan pada 2026 di tengah dukungan permintaan domestik dan ekspor yang solid.

Berdasarkan data Bank Negara Malaysia (BNM) dan Departemen Statistik Malaysia, produk domestik bruto (PDB) tumbuh 6,3% pada periode Oktober–Desember 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dari estimasi awal 5,7% dan bahkan melampaui proyeksi tertinggi dalam survei Bloomberg.

Secara kuartalan, ekonomi Malaysia tumbuh 0,8% pada kuartal terakhir dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Sepanjang 2025, pertumbuhan mencapai 5,2%—tertinggi sejak 2022 dan melampaui kisaran proyeksi resmi pemerintah sebesar 4%–4,8%.

“Momentum pertumbuhan ini diperkirakan akan berlanjut pada 2026, didukung oleh permintaan domestik dan ekspor yang tangguh,” ujar Gubernur BNM Abdul Rasheed Ghaffour dalam pernyataan resminya, Jumat (13/2/2026).

Pasar merespons positif rilis data tersebut. Ringgit menguat 0,1% ke level 3,90 per dolar AS tak lama setelah pengumuman pada pukul 12.00 waktu setempat.

Sepanjang 2025, Malaysia muncul sebagai salah satu negara dengan performa terbaik di Asia Tenggara. Fundamental ekonomi yang kuat serta reformasi struktural pemerintah mendorong lonjakan investasi, khususnya di sektor pusat data yang berkembang pesat. Bersama Singapura dan Vietnam, Malaysia relatif mampu meredam dampak tarif tinggi Amerika Serikat dan gangguan perdagangan global.

Ekonom Oversea-Chinese Banking Corp, Lavanya Venkateswaran, menilai capaian tersebut melampaui ekspektasi pasar. “Kami memperkirakan revisi ke atas, tetapi angka ini benar-benar di atas ekspektasi. Malaysia berada dalam posisi yang menguntungkan, memanfaatkan faktor eksternal sekaligus menuai hasil reformasi domestik,” ujarnya.

Dari sisi domestik, bank sentral menilai konsumsi rumah tangga akan tetap menjadi penopang utama, didukung pertumbuhan lapangan kerja dan kenaikan upah. Tingkat pengangguran tercatat berada di level terendah dalam 11 tahun pada Desember 2025. Sementara itu, proyek-proyek investasi multi-tahun juga diproyeksikan terus mendorong aktivitas ekonomi.

Di sektor eksternal, BNM memperkirakan ekspor akan tetap solid berkat permintaan global yang stabil, khususnya untuk produk elektronik dan listrik. Pemulihan sektor pariwisata juga disebut akan memberi kontribusi tambahan terhadap pertumbuhan.

Survei Bloomberg News menunjukkan median proyeksi pertumbuhan Malaysia pada 2026 berada di kisaran 4,5%, mendekati batas atas target resmi pemerintah sebesar 4%–4,5%. Bank sentral diperkirakan akan memperbarui proyeksi tersebut dalam laporan tahunan yang dirilis akhir Maret mendatang.

BNM juga menilai penguatan ringgit masih ditopang fundamental domestik yang kokoh. Dalam 12 bulan terakhir, mata uang Malaysia menjadi yang berkinerja terbaik di Asia dengan apresiasi lebih dari 14% terhadap dolar AS. Pemerintah dan bank sentral disebut terus mendorong arus modal dua arah yang sehat di pasar keuangan.

Dari sisi harga, inflasi pada 2026 diperkirakan tetap moderat seiring pelonggaran tekanan biaya global. Reformasi kebijakan domestik yang diterapkan pada 2025—seperti subsidi bahan bakar terarah dan perluasan pajak penjualan serta jasa—diprediksi hanya berdampak moderat terhadap inflasi tahun ini.

Perbaikan juga terlihat pada fiskal negara. Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil dalam konferensi pers terpisah menyebut defisit fiskal Malaysia menyempit menjadi 3,7% dari PDB pada 2025, lebih rendah dari target 3,8%.

Dengan kombinasi pertumbuhan kuat, inflasi terkendali, dan defisit yang menyempit, Malaysia memasuki 2026 dengan fondasi ekonomi yang relatif kokoh di tengah ketidakpastian global.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Ketegangan Meningkat, Jepang Sita Kapal China di Zona Ekonomi Eksklusif

Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Aktual/Bloomberg

Jakarta, aktual.com – Pemerintah Jepang mengumumkan telah menyita sebuah kapal nelayan asal China dan menangkap kaptennya setelah kapal tersebut memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang serta mencoba melarikan diri dari pemeriksaan. Insiden ini menambah ketegangan baru dalam hubungan kedua negara.

Badan Perikanan Jepang dalam pernyataan resminya menyebutkan, kapten kapal ditangkap sekitar pukul 12.23 siang pada Kamis (12/2). Penangkapan dilakukan setelah kapal terdeteksi memasuki ZEE Jepang di lepas pantai Prefektur Nagasaki dan berupaya menghindari interogasi dengan melarikan diri.

Menurut lembaga tersebut, ini merupakan penyitaan kapal nelayan China pertama oleh Jepang sejak 2022.

Juru bicara utama pemerintah Jepang, Minoru Kihara, menyatakan bahwa detail insiden masih dalam proses penyelidikan.

“Guna mencegah dan menjerat kegiatan penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing, kami akan terus melakukan penegakan hukum dengan sikap yang tegas,” tegas Kihara dalam konferensi pers rutin.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri China belum memberikan tanggapan resmi.

Hubungan Kian Memburuk

Penangkapan tersebut terjadi di tengah memburuknya hubungan Beijing dan Tokyo menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada November lalu. Dalam sidang parlemen, Takaichi menyatakan bahwa invasi China ke Taiwan secara paksa dapat menjadi ancaman eksistensial bagi Jepang.

Pernyataan itu dipandang signifikan karena mengisyaratkan kemungkinan Jepang mengerahkan militernya jika terjadi aksi militer China terhadap Taiwan. Beijing pun menuntut agar Takaichi menarik komentarnya.

Sebagai respons, China memberlakukan kontrol ekspor serta mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk tidak bepergian ke Jepang.

Secara hukum internasional, ZEE merupakan wilayah laut hingga 200 mil laut dari garis pantai suatu negara yang memberikan hak eksklusif untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan sumber daya alam. Peta yang dirilis Badan Perikanan Jepang menunjukkan kapal China tersebut memang sempat berada di dalam ZEE, meskipun penangkapan kapten dilakukan setelah kapal keluar dari zona tersebut.

Insiden Langka

Penyitaan kapal dan penangkapan awak asing oleh Jepang tergolong jarang terjadi. Data Badan Perikanan mencatat, dalam lima tahun hingga 2025, hanya terdapat 30 pemeriksaan fisik terhadap kapal asing. Dari jumlah itu, hanya lima kapal yang disita, dan satu di antaranya kapal asal China pada 2022.

Takaichi sendiri menolak mencabut pernyataannya. Namun usai memenangkan pemilu dengan hasil telak, ia menyatakan Jepang akan terus berkomunikasi dengan China di “berbagai tingkatan” serta merespons situasi secara “tenang dan tepat demi kepentingan nasional Jepang.”

Media pemerintah China, termasuk Xinhua, merespons kemenangan Takaichi dengan memperingatkan dampak negatif terhadap keamanan regional. Xinhua menilai kebijakan Takaichi berpotensi melepaskan “tiga iblis”, yakni revisi konstitusi, peningkatan anggaran pertahanan, dan kepemilikan senjata ofensif.

Duta Besar China untuk Jepang, Wu Jianghao, menyebut hubungan bilateral kedua negara kini berada dalam situasi “paling parah dan sulit” sejak normalisasi hubungan diplomatik pada 1972.

Ketegangan serupa pernah memuncak pada 2010 ketika seorang kapten kapal China ditahan selama 17 hari setelah kapalnya bertabrakan dengan dua kapal Penjaga Pantai Jepang di dekat kepulauan sengketa di Laut China Timur. Wilayah tersebut dikenal sebagai Kepulauan Senkaku di Jepang dan Diaoyu di China.

Tahun lalu, kapal pemerintah China tercatat berada di sekitar wilayah tersebut selama 356 hari, meningkat dibandingkan 355 hari pada tahun sebelumnya, menandai intensitas patroli yang terus berlanjut di kawasan sengketa itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Berita Lain