8 April 2026
Beranda blog Halaman 202

Mendiktisaintek Akan Cek Dugaan Kebocoran Data PDDikti, DPR Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kedua kanan) usai menghadiri seminar di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/2/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kedua kanan) usai menghadiri seminar di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/2/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad

Jakarta, aktual.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan pihaknya akan memeriksa langsung terkait adanya ancaman kebocoran data di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

“Nanti saya cek dulu,” kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto singkat saat ditemui usai menghadiri seminar di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (12/2).

Sebelumnya, dugaan kebocoran data pribadi kembali mencuat usai munculnya unggahan di media sosial yang menampilkan data sensitif milik mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang diklaim diperjualbelikan di ruang dark web.

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengingatkan secara tegas agar pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti indikasi kebocoran data tersebut.

“Konon katanya dijualbelikan di forum dark web. Ada sudah 58 juta data diperjualbelikan. Nah ini kalau PDDikti juga seperti itu, ini berbahaya,” kata Fikri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (10/2).

Fikri pun mempertanyakan kebenaran kabar tersebut apakah hoaks atau tidak. Sebab jika benar terjadi, itu hal yang berbahaya.

“Mudah-mudahan sih ini hoaks ya, mudah-mudahan tidak nyata. Tetapi kalau nyata betul dan ini apalagi di pendidikan tinggi, ini berbahaya ini,” ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Togar M. Simatupang berjanji akan meningkatkan kinerja Kemdiktisaintek, salah satunya terkait urusan keamanan siber.

“Nah ini sangat berbahaya sekali kalau memang data-data di dalam PDDikti mengalami kebocoran. Terima kasih, Pak. Ini akan kami formulasikan,” ucap Togar.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

DPR Ingatkan Menteri Fokus Bantu Presiden, Hindari Saling Intrik di Publik

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi PAN Ahmad Yohan menanggapi polemik yang sempat mencuat di media sosial antara Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengingatkan para menteri agar tetap fokus membantu Presiden dan menghindari intrik yang dapat memicu persepsi negatif di ruang publik.

“Para pembantu presiden harus fokus bantu presiden, jangan saling intrik,” kata Yohan kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, komunikasi antarkementerian seharusnya mencerminkan soliditas, bukan justru saling menegasi di hadapan publik. Ia menilai perbedaan pernyataan di ruang terbuka bisa menimbulkan kesan kurangnya koordinasi dalam pemerintahan.

“Para menteri harus lebih bijak dalam berkomunikasi, harus saling menjaga dan menguatkan, bukannya saling menegasi antarmenteri sehingga menimbulkan kesan saling tidak koordinasi yang bisa menimbulkan kecurigaan dan berkurangnya kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.

Sebelumnya, polemik tersebut mencuat setelah pernyataan Purbaya yang mengaku heran karena Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum melakukan pemesanan kapal ke industri galangan dalam negeri, padahal anggaran pengadaan kapal telah dikucurkan oleh Kementerian Keuangan. Pernyataan itu disampaikan dalam forum “Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional” yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Belakangan, Trenggono mengunggah foto kebersamaannya dengan Purbaya di media sosial sebagai sinyal bahwa persoalan telah diselesaikan dan tidak perlu diperpanjang.

“That’s all Folks, back to work ya,” tulis Trenggono dalam keterangan unggahan Instagramnya, Rabu (11/2).

Unggahan tersebut memuat dua foto, yakni tangkapan layar pemberitaan yang menyebut Purbaya mengakui adanya kesalahan data serta foto keduanya duduk bersama dalam sebuah acara. Pesan tersebut dinilai sebagai upaya meredam polemik sekaligus ajakan untuk kembali fokus pada tugas masing-masing.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Komisi I DPR Dukung Rencana 8.000 Personel TNI ke Gaza, Tekankan Persiapan Matang

Ilustrasi - Kehancuran di Jalur Gaza. ANTARA/Anadolu/py.
Ilustrasi - Kehancuran di Jalur Gaza. ANTARA/Anadolu/py.

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan dukungan terhadap komitmen pemerintah yang bersiap mengirim sekitar 8.000 personel TNI sebagai pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Ia menilai langkah tersebut mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia.

“Rencana pengiriman sekitar 8.000 prajurit TNI ke Gaza merupakan bagian dari komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia. Langkah ini tidak dimaksudkan untuk menonjolkan diri, melainkan mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik secara damai,” kata Dave kepada wartawan, Kamis (12/2/2026).

Politikus Partai Golkar itu menilai, inisiatif tersebut merupakan wujud amanat konstitusi sekaligus kontribusi Indonesia bagi perdamaian global.

“Kehadiran pasukan tersebut adalah wujud amanat konstitusi sekaligus tradisi diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan, menjaga stabilitas global, dan meringankan penderitaan masyarakat sipil, dengan orientasi utama pada kontribusi nyata bagi perdamaian internasional serta solidaritas terhadap bangsa Palestina,” katanya.

Dave juga menekankan pentingnya persiapan yang komprehensif, baik dari sisi diplomasi, logistik, maupun perlindungan prajurit. Ia meminta pelaksanaan misi dilakukan secara terukur sesuai mandat serta aturan keterlibatan yang jelas.

“Fokus utama adalah memastikan kontribusi Indonesia benar-benar mendukung perdamaian, memberi manfaat nyata bagi rakyat Palestina, dan menjaga kredibilitas bangsa di mata dunia,” katanya.

“Kami berharap kehadiran TNI di Gaza dapat memperkuat upaya internasional dalam menciptakan stabilitas, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia selalu berdiri di garis depan dalam membela nilai-nilai kemanusiaan. Pada saat yang sama, penting bagi pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan lembaga internasional agar misi ini berjalan sesuai prinsip hukum internasional dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru di mata dunia,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa rencana pengiriman sekitar 8.000 personel TNI masih dalam tahap pembahasan dan belum diputuskan secara rinci.

“Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000 itu,” kata Prasetyo kepada wartawan seusai jumpa pers di Stasiun Gambir, Selasa (10/2).

Ia menambahkan, jika terealisasi, pasukan Indonesia akan bergabung dengan pasukan perdamaian dari negara lain. Namun, lokasi penempatan pasukan Indonesia belum ditentukan.

“Belum. Kita baru mempersiapkan diri saja kalau sewaktu-waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian tentu itu sebagai sebuah komitmen itu akan kita lakukan,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Iran Sebut Belum Terima Proposal Jelas dari AS dalam Negosiasi Nuklir

Teheran, aktual.com – Seorang pejabat keamanan senior Iran mengatakan pada Rabu (11/2) bahwa Teheran belum menerima proposal yang jelas dari Amerika Serikat meskipun negosiasi sedang berlangsung.

Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (Supreme National Security Council/SNSC) Iran, menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Qatar, Al Jazeera, dalam kunjungannya ke Doha, saat mengomentari putaran pertama perundingan nuklir terbaru yang digelar di Muscat, ibu kota Oman, pada Jumat (6/2) lalu.

Larijani menggambarkan pertemuan itu hanya sebagai ajang bertukar pesan dan menekankan bahwa proses negosiasi masih berlangsung.

Dia menyambut baik upaya regional untuk mendukung perundingan tersebut dan menegaskan kembali komitmen Iran terhadap diplomasi.

Larijani menilai partisipasi AS sebagai sebuah pergeseran ke arah “jalur yang rasional.” Namun, dia memperingatkan setiap serangan yang dilakukan oleh AS akan memicu serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan tersebut.

Larijani menegaskan kembali perundingan tersebut secara eksklusif berfokus pada program nuklir Iran, bukan pada isu-isu lain.

Dia menepis kemungkinan penghentian total pengayaan uranium di wilayah Iran, dengan alasan kebutuhan domestik untuk sektor energi dan farmasi.

Kepala SNSC itu juga menuduh Israel berupaya menggagalkan negosiasi dan mengganggu stabilitas di kawasan tersebut.

Pernyataannya disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington serta penguatan militer AS di kawasan itu, terlepas dari adanya upaya diplomatik baru-baru ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

PPK Demo Imigrasi dan KPK, Desak Usut Dugaan Pelanggaran Izin Kerja TKA Asal Singapura dan Gratifikasi Pejabat

Jakarta, aktual.com – Massa dari Perkumpulan Pemuda Keadilan (PPK) menggelar aksi demontrasi di Kantor Kanwil Imigrasi Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jakarta, pada Rabu 11 Januari 2026.

Sekitar 100 massa PPK menggeruduk kantor Imigrasi sekitar pukul 12.00 wib dengan membawa mobil komando, sound system, bendera merah putih, spanduk, dan ban sebagai atribut aksi.

Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas kebijakan Kantor Imigrasi Jakarta I yang hanya memberikan sanksi administratif berupa peringatan terhadap warga negara Singapura berinisial TCL yang diduga sudah 10 tahun bekerja di tiga perusahaan berbadan hukum Indonesia tanpa dokumen ketenagakerjaan dan ijin tinggal yang sah.

Ketua Umum PPK Dendi Budiman menyoroti kewajiban tenaga kerja asing (TKA) untuk mengantongi izin resmi sebelum bekerja di Indonesia.

Dendi mengungkapan, pihaknya menemukan indikasi bahwa TCL tidak memiliki dokumen yang disyaratkan sesuai undang-undang, baik terkait ketenagakerjaan maupun keimigrasian.

“Kami menduga dan meyakini bahwa Tan Chi Lee yang merupakan warga negara asing tidak memiliki izin yang legal dan sah dari Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Imigrasi,” tandas Dendi dalam orasinya.

Menurutnya, Tan Chi Lee yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT REK dan Direktur PT Bridgestone Tire Indoneisa diduga melanggar aturan tersebut dan diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum, hampir sekitar 10 tahun, karena bekerja tanpa RPTKA dari Kementerian Tenaga Kerja Ri dan tanpa ITAS atau Ijin Tinggal Terbatas dari Kementerian Imigrasi.

Dalam orasinya, Dendi juga menyinggung proses pemeriksaan yang dilakukan aparat imigrasi. “Kanwil Imigrasi Jakarta telah memeriksa TCL secara intensif pada Rabu 21 Januari 2026, namun pemeriksaan tersebut hanya formalistis, tanpa ada sanksi yang tegas” ucapnya.

Dendi mempertanyakan hasil akhir pemeriksaan karena “ TCL sudah bisa pulang dengan santai ke Singapura, tak lama setelah menjalani pemeriksaan, tanpa ada sanksi apapun dari Kanwil Imigrasi Jakarta,” katanya.

Ia menambahkan, TCL telah bekerja selama 10 tahun di tiga perusahaan berbadan hukum Indonesia yaitu PT. REK, PT. SBM dan PT BTI tanpa dokumen legal berupa Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dan Izin Tinggal Terbatas (ITAS), sebelum akhirnya dilepaskan kembali ke negara asalnya.

Selain dugaan pelanggaran izin kerja dan izin tinggal, Perkumpulan Pemuda Keadilan juga mengangkat dugaan adanya gratifikasi dalam proses penanganan perkara tersebut.

“Perkumpulan Pemuda Keadilan, dengan ini menyampaikan laporan terkait dugaan adanya gratifikasi TKA kepada pejabat Kanwil Imigrasi DKI Jakarta,” kata Dendi.

Ia menambahkan, terdapat indikasi kuat adanya dugaan suap atau gratifikasi dalam kasus pemeriksaan TCL. Karena itu, PPK dalam tuntutannya, meminta aparat penegak hukum segera bertindak untuk mengungkap adanya dugaan suap dan dugaan gratifikasi.

“Tangkap dan penjarakan segera Tan Chi Lee,” seru Dendi.

Ia juga menyatakan, aparat Kepolisian Mabes Polri harus segera turun tangan karena Tan Chi Lee diduga melakukan tindak pidana tentang aturan ketenagakerjaan di Indonesia.

Selanjutnya dalam aksi di depan Komisi Pemberantasan Korupsi, demonstrans Perkumpulan Pemuda Keadilan juga meminta KPK untuk memeriksa pejabat Kanwil Imigrasi Jakarta I yang memberikan lampu hijau kepada Tan Chi Lee untuk kembali ke negara asal tanpa ada sanksi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang.

“Seharusnya Tan Chi Lee ditahan di rumah detensi imigrasi. Sangat mungkin dan patut diduga Tan Chi Lee dilepas karena adanya dugaan suap atau gratifikasi,” kata Dendi menambahkan.

“Berdasarkan hasil pengecekan maka kami meminta KPK RI segera periksa seluruh pihak yang terlibat terutama Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Jakarta I yang diduga kuat menerima suap guna meloloskan TKA yang melanggar hukum,” ujar Dendi.

Tan Chi Lee (TCL) adalah warga negara Singapura yang diperiksa Kanwil Imigrasi DKI Jakarta pada Januari 2026 terkait dugaan pelanggaran izin tinggal dan kegiatan bekerja di Indonesia. Ia diketahui pernah memiliki ITAS yang berlaku hingga 30 Oktober 2025.

Dalam pemeriksaan tersebut, Imigrasi menjatuhkan sanksi administratif berupa peringatan.

Sebelumnya, jubir KPK Budi Prasetyo mempersilakan masyarakat melaporkan dugaan gratifikasi atau pelanggaran aturan tenaga kerja asing ke KPK.

“Silahkan laporkan ke kami di KPK supaya bisa kami tindaklanjuti,” kata Budi kepada media di Jakarta, Senin 9 Februari 2026.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Negara Ambil Alih Peran Tengkulak, Agrinas Targetkan Harga Beras Turun ke Rp8.500 per Kg

Jakarta, Aktual.com – Project Director KSPP PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Blasius Popylus, menegaskan negara akan mengambil alih peran tengkulak melalui PT Agrinas Pangan guna menekan harga beras menjadi Rp8.500 per kilogram. Langkah tersebut dijalankan sebagai bagian dari mandat pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada.

“Kalau hari ini harga beras masih di kisaran Rp13.000 bahkan lebih, ke depan kita harus setara dengan harga pangan dunia, yaitu sekitar Rp8.500 untuk beras premium,” kata Blasius dalam Forum Zona Pangan HIPMI di Menara Bidakara 2, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Ia menjelaskan, salah satu penyebab harga beras sulit ditekan adalah rantai distribusi yang panjang dan ketergantungan petani pada tengkulak. Menurutnya, banyak petani meminjam modal dengan skema pembayaran gabah sehingga tidak pernah benar-benar menikmati Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan.

Dengan skema baru, pembiayaan petani akan diintegrasikan melalui ekosistem koperasi desa dan dukungan perbankan sehingga ketergantungan pada tengkulak dapat dikurangi. “Sehingga saatnya sekarang negara hadir melalui Agrinas untuk mengambil alih peran itu,” tegasnya.

Untuk merealisasikan target harga tersebut, Agrinas menerapkan mekanisasi penuh melalui model corporate plasma farming dan contract farming. Blasius menyebut penggunaan alat dan mesin pertanian modern mampu menekan biaya produksi hingga sekitar 60 persen.

Selain pembenahan di sektor budidaya, Agrinas juga membangun fasilitas pengolahan modern berupa dryer, silo, Rice Milling Unit (RMU), dan Feed Milling Unit (FMU). Blasius menekankan, selama ini keterbatasan pabrik penggilingan beras berstandar modern membuat hasil panen yang besar tidak sejalan dengan kualitas dan stabilitas pasokan beras di pasar.

“Program pertanian kita sudah begitu luar biasa untuk memproduksi beras. Namun demikian, kalau tidak mampu dibeli oleh masyarakat, kesejahteraan itu akan sulit terwujud,” ujarnya.

Melalui pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, PT Agrinas Pangan Nusantara menargetkan pembentukan 20 kawasan sentra produksi pangan mulai 2026 di sejumlah wilayah prioritas. Pemerintah berharap intervensi langsung negara dalam rantai pasok pangan dapat menekan harga, meningkatkan kesejahteraan petani, serta membuka peluang usaha baru di sektor pertanian modern.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain