8 April 2026
Beranda blog Halaman 203

Lifting Migas Lampaui Target, Komisi XII DPR Beri Apresiasi

Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew. Aktual/DOK DPR RI

Jakarta, aktual.com – Komisi XII DPR RI mengapresiasi capaian lifting minyak dan gas bumi (migas) nasional yang mencapai 605 ribu barel per hari dan berhasil memenuhi target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Apresiasi tersebut disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI, Cheroline Chrisye Makalew, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Kepala SKK Migas di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

“Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi sektor hulu migas. Lifting migas nasional yang mencapai 605 ribu barel per hari dan memenuhi target APBN merupakan capaian yang patut kita apresiasi bersama,” ujar Cheroline.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa sektor migas nasional masih menghadapi sejumlah tantangan struktural. Saat ini, produksi migas diketahui masih didominasi oleh lapangan-lapangan tua yang secara alamiah terus mengalami penurunan produksi.

Menurut politisi Fraksi NasDem itu, kondisi tersebut harus segera diantisipasi agar tidak mengganggu stabilitas pasokan dan penerimaan negara dari sektor energi.

“Kita masih menghadapi tantangan struktural karena produksi didominasi lapangan tua yang terus mengalami penurunan alami. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi teknologi dan peningkatan investasi eksplorasi untuk menjaga keberlanjutan produksi,” tegasnya.

Menatap 2026, Cheroline menekankan pentingnya peningkatan produksi migas melalui percepatan investasi dan eksplorasi, serta penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Langkah tersebut dinilai krusial guna memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan penerimaan negara tetap terjaga secara berkelanjutan di tengah dinamika global sektor energi.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Survei KedaiKOPI: Elite hingga Rakyat Bawah Terdampak Tekanan Ekonomi

Jakarta, Aktual.com – Analis komunikasi politik sekaligus pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio, menilai gejolak di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencerminkan tekanan ekonomi yang semakin meluas. Ia menyebut dampaknya kini tidak hanya dirasakan masyarakat bawah, tetapi juga mulai menyentuh kalangan atas.

Menurut Hendri, dinamika kebijakan dan peristiwa terbaru di sektor keuangan menjadi indikator bahwa kelompok elite pun terdampak situasi ekonomi nasional. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan tekanan ekonomi telah menjangkau hampir seluruh lapisan sosial.

Dalam situasi itu, ia berpandangan masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain mempercayai langkah pemerintah. “Mungkin marah netizen kalau saya berikan solusinya adalah ini saatnya kita bersama mendukung program pemerintah dan percaya dengan apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo, karena kita tidak punya pilihan,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Aktual.com, Rabu (11/2/2026).

Pria yang akrab disapa Hensa itu menjelaskan keterbatasan ekonomi membuat sebagian besar masyarakat sulit mencari alternatif solusi secara mandiri. Ia menggambarkan kondisi mayoritas warga yang daya tahannya terbatas dalam menghadapi tekanan ekonomi.

“Kecuali kita uangnya banyak sekali sehingga bisa ke luar negeri dan hidup di sana menggunakan uang sendiri. Masalahnya, banyak dari kita uangnya hanya cukup untuk hidup sehari-hari,” jelas Hensa.

Hendri juga menyinggung peringatan sejumlah tokoh terkait potensi gejolak pada awal tahun, termasuk pandangan Rocky Gerung mengenai kemungkinan meningkatnya ketegangan akibat tekanan ekonomi dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Namun demikian, ia menilai situasi tersebut seharusnya direspons dengan menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Sekarang kita tinggal menunggu apa yang akan dilakukan oleh pemerintahan Pak Prabowo. Dengan kondisi seperti saat ini, saya justru mengajak masyarakat untuk mempercayakan pemerintahan Pak Prabowo memperbaiki kondisi keuangan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan penyampaian pandangannya bukan untuk memperkeruh suasana, melainkan sebagai dorongan agar pemerintah segera mengambil langkah konkret. Kepercayaan publik, menurut Hendri, menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan yang meluas lintas kelas.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Di Tengah Insiden Berdarah, Semua Penumpang Smart Air Dipastikan Selamat

Grand caravan Smart Air. Aktual/HO

Papua Selatan, aktual.com – Kepolisian memastikan seluruh penumpang Pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation yang diserang orang tidak dikenal (OTK) di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dalam kondisi selamat.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menyebutkan bahwa jumlah penumpang dalam penerbangan tersebut sebanyak 13 orang dewasa dan satu balita.

“Info lapangan, semua penumpang dalam keadaan selamat. 13 penumpang termasuk satu balita,” ujar Johnny saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).

Meski seluruh penumpang selamat, Johnny membenarkan bahwa dua pilot pesawat tersebut meninggal dunia dalam insiden penyerangan itu.

“Kedua pilot meninggal dunia,” pungkasnya.

Dua pilot yang menjadi korban adalah Kapten Egon dan Kapten Baskoro.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat milik PT Smart Air Aviation itu mendarat di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, sekitar pukul 10.05 WIT. Namun, sesaat setelah mendarat, pesawat mendapat serangan tembakan dari arah hutan di sekitar areal bandara.

“Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 waktu Indonesia Timur dan pada saat mendarat mendapat penyerangan berupa penembakan ke arah pesawat dari arah hutan samping areal bandara,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).

Akibat penyerangan tersebut, pilot dan para penumpang sempat menyelamatkan diri ke hutan untuk menghindari tembakan. Aparat kepolisian bersama tim gabungan kini tengah melakukan penanganan dan pengamanan di lokasi kejadian serta memburu pelaku penembakan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Aktivis: Negara Jangan Kalah oleh Mafia Impor, Copot Dirjen Bea Cukai

Ilustrasi - Gedung KPK
Ilustrasi - Gedung KPK

Jakarta, aktual.com – Penangkapan dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap salah satu mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menjadi alarm keras bagi negara. Kasus ini membuka dugaan kuat praktik korupsi sistemik yang telah lama menggerogoti institusi kepabeanan nasional.

Aktivis antikorupsi sekaligus Ketua Perkumpulan Pemuda Keadilan, Dendi Budiman, menilai kasus tersebut tidak bisa dipandang sebagai perbuatan individual semata. Menurutnya, dugaan permainan antara oknum pejabat Bea Cukai dengan pelaku usaha impor menunjukkan adanya jejaring kejahatan yang terstruktur dan terorganisir.

“Mustahil praktik meloloskan ribuan kontainer impor, terutama dari China, bisa berjalan tanpa perlindungan dan keterlibatan aparat di dalam sistem. Ini kejahatan serius yang merugikan negara dan menghancurkan pasar dalam negeri,” kata Dendi dalam keterangannya, Sabtu.

Ia menegaskan, praktik under invoice yang diduga dilakukan—yakni manipulasi nilai impor untuk menekan bea masuk dan pajak—bukan hanya menggerus penerimaan negara, tetapi juga memukul pelaku usaha nasional, khususnya UMKM, yang selama ini berjuang bersaing secara sehat.

Situasi kian memprihatinkan dengan beredarnya informasi bahwa ruang kerja Direktur Jenderal Bea dan Cukai sempat dijaga oleh oknum aparat, bahkan diduga menghalangi upaya penggeledahan oleh penyidik KPK. Insiden tersebut disebut diwarnai adu argumen keras dengan aparat berpakaian sipil yang melarang proses penegakan hukum.

“Jika informasi itu benar, ini sudah masuk kategori penghalangan penyidikan. Itu pelanggaran serius yang mencederai supremasi hukum dan wibawa negara. Negara tidak boleh kalah oleh mafia, siapa pun pelakunya dan setinggi apa pun jabatannya,” tegas Dendi.

Atas dasar itu, ia mendesak pemerintah untuk segera mencopot Direktur Jenderal Bea dan Cukai sebagai langkah awal pemulihan kepercayaan publik. Menurutnya, pencopotan bukan bentuk penghakiman, melainkan langkah etis dan administratif agar penyelidikan berjalan objektif tanpa konflik kepentingan.

Dendi juga mendorong agar penyelidikan diperluas, tidak hanya di lingkungan Bea dan Cukai, tetapi juga menyentuh Direktorat Jenderal Pajak, guna membongkar seluruh rantai kejahatan, aliran dana, serta potensi tindak pidana pencucian uang yang menyertainya.

“Publik menuntut ketegasan. Penegakan hukum harus berdiri di atas kepentingan negara dan rakyat, bukan tunduk pada tekanan mafia impor. UMKM harus dilindungi, pasar harus diselamatkan, dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

Sebelumnya, menanggapi temuan dan penggeledahan yang dilakukan KPK di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan Bea dan Cukai, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk membersihkan institusi dari praktik yang menyimpang. Ia tidak akan segan mencopot pimpinan yang terbukti lalai mengawasi bawahan hingga terjadi pelanggaran, termasuk pejabat di jajaran Bea Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak.

“Kalau sampai tersangka betul sampai level satu di bawah pimpinannya, kita akan ganti terus sampai ke atas. Tidak bisa lagi kita bilang, ‘Oh saya tidak tahu itu di bawah saya terlalu jauh.’ Anda harus awasi itu,” ujar Purbaya belum lama ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Pesawat Smart Air Diberondong di Boven Digoel, Pilot dan Kopilot Tewas

Grand caravan Smart Air. Aktual/HO

Papua Selatan, aktual.com – Kepolisian Republik Indonesia membenarkan peristiwa penyerangan oleh orang tidak dikenal (OTK) terhadap Pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menyatakan bahwa dalam insiden tersebut dua pilot dinyatakan meninggal dunia.

“Benar,” ujar Johnny saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).

Johnny menambahkan, saat ini jajaran Polda Papua bersama tim Operasi Damai Cartenz 2026 telah diterjunkan untuk menindaklanjuti peristiwa penembakan tersebut.

“Polda Papua dan pers Ops Damai Cartenz 2026 sedang konsolidasi untuk merespon peristiwa tersebut. Diharapkan bisa segera tiba di lokasi secepatnya menyesuaikan tantangan kondisi geografis dan aksesnya,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat milik PT Smart Air Aviation tersebut mendarat di Bandara Koroway Batu sekitar pukul 10.05 WIT.

Namun, tak lama setelah mendarat, pesawat dilaporkan mendapat serangan mendadak. Pilot dan penumpang berupaya menyelamatkan diri ke hutan sekitar lokasi kejadian.

Beberapa jam kemudian, dua pilot pesawat yakni Kapten Egon E dan Kapten Baskoro dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Hingga kini aparat gabungan masih berupaya menjangkau lokasi kejadian guna melakukan pengamanan serta penyelidikan lebih lanjut terkait pelaku penyerangan.

Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Dibuka, Kader Parpol Bisa Daftar Asal Lepas Jabatan

Jakarta, Aktual.com – Ketua Sekretariat Panitia Seleksi (Pansel) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Arief Wibisono, menyatakan pengurus dan anggota partai politik tetap dapat mendaftar sebagai calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) sepanjang memenuhi persyaratan seleksi. Ia menegaskan kewajiban melepas jabatan kepengurusan partai berlaku saat peserta memasuki tahap pencalonan hingga sebelum penetapan.

“Pada saat pencalonan, bukan pendaftaran, jadi tidak menjadi anggota parpol pada saat pencalonan. Di undang-undang harus mundur,” jelasnya saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal itu menilai aturan tersebut merupakan bagian dari komitmen mencegah praktik nepotisme dalam proses seleksi. Ia menyebut langkah itu penting untuk menjaga independensi OJK sekaligus menghindari potensi benturan kepentingan dalam pelaksanaan tugas ke depan.

“Saya termasuk orang yang anti-nepotisme, jadi akan kita kawal bersama-sama gerakan anti-nepotisme,” katanya.

Adapun pendaftaran seleksi dibuka secara daring mulai 11 Februari hingga 2 Maret 2026 melalui laman resmi seleksi. Jabatan yang diisi meliputi Ketua Dewan Komisioner, Wakil Ketua Dewan Komisioner, serta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Setiap peserta hanya diperbolehkan memilih satu jabatan saat mendaftar. Proses seleksi berlangsung melalui tahapan administrasi, penilaian rekam jejak dan makalah, asesmen serta pemeriksaan kesehatan, hingga wawancara.

Arief menambahkan, kesempatan mengikuti seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat yang memenuhi syarat, termasuk CEO perusahaan dengan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Selain tidak menjadi pengurus atau anggota partai politik saat pencalonan, calon juga harus memiliki pengalaman minimal 10 tahun di sektor jasa keuangan.

Berikut persyaratan calon ADK OJK:

  1. Warga Negara Indonesia.
  2. Berakhlak baik dan berintegritas.
  3. Tidak pernah dinyatakan pailit.
  4. Sehat jasmani dan rohani.
  5. Berusia maksimal 65 tahun pada 2 Juni 2026.
  6. Memiliki pengalaman atau keahlian di sektor jasa keuangan minimal 10 tahun.
  7. Tidak pernah dipidana dengan ancaman hukuman lima tahun atau lebih.
  8. Bukan pengurus atau anggota partai politik pada saat pencalonan.
  9. Melampirkan dokumen resmi, antara lain pasfoto, KTP, SPT dua tahun terakhir, LHKPN/LHKASN, ijazah, portofolio, surat referensi, makalah mandiri, SKCK, serta izin tertulis pimpinan (jika berlaku).

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain