6 April 2026
Beranda blog Halaman 218

Mazda CX-60 Sport Hadir di IIMS 2026, Perkuat Segmen Premium

Jakarta, Aktual.com — Mazda CX-60 Sport hadir meramaikan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sebagai penegasan arah strategi Mazda di segmen SUV premium awal tahun ini. Model terbaru tersebut tampil dengan karakter lebih sporty dan ditujukan untuk menjawab kebutuhan konsumen perkotaan yang menginginkan keseimbangan antara desain, performa, dan kenyamanan.

Kehadiran Mazda CX-60 Sport diboyong oleh PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku agen pemegang merek Mazda di Indonesia. Pada ajang yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, 5–15 Februari 2026, Mazda mengusung tema Vibrance in Every Move sebagai refleksi semangat dinamis dan pendekatan human-centric yang menjadi DNA merek tersebut.

Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, mengatakan CX-60 Sport menjadi bagian penting dari portofolio Mazda di Indonesia, khususnya di segmen Large Premium SUV.
“Melalui CX-60 Sport, kami menawarkan value yang lebih kompetitif tanpa mengesampingkan kualitas, performa, dan kenyamanan berkendara khas Mazda,” ujarnya.

Mazda CX-60 selama ini berkontribusi hampir 10 persen terhadap total penjualan nasional Mazda dan berperan sebagai halo product yang merepresentasikan arah desain serta teknologi Mazda. Pada versi terbaru ini, perubahan paling menonjol terlihat pada penggunaan velg 20 inci berwarna silver metallic yang memperkuat kesan sporty dan tangguh. Model ini dipasarkan dengan harga Rp718,8 juta on the road Jakarta.

Selain CX-60 Sport, Mazda juga menampilkan CX-80 sebagai flagship SUV berteknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), serta CX-30 yang menyasar konsumen urban dengan desain kompak dan premium. Ketiga model tersebut menunjukkan spektrum karakter Mazda, mulai dari keluarga modern hingga gaya hidup perkotaan yang dinamis.

Mazda turut menyediakan unit test drive untuk memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung, sekaligus menghadirkan berbagai program penjualan dan purna jual selama pameran, termasuk promo harga dan peningkatan layanan MyMazda. Langkah ini menjadi upaya Mazda menjaga momentum pasar sekaligus memperkuat loyalitas konsumen di tengah persaingan industri otomotif nasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

DPR Dorong Kejelasan Tindak Lanjut Intelijen Keuangan PPATK

Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun menegaskan pentingnya kejelasan tindak lanjut atas hasil analisis dan temuan intelijen keuangan yang disampaikan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kepada aparat penegak hukum.

Adang menyatakan dukungannya terhadap peran strategis PPATK sebagai pusat intelijen keuangan negara dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional. Namun, menurut dia, penguatan peran tersebut harus diiringi dengan kejelasan progres serta hasil nyata dari setiap rekomendasi yang disampaikan.

“Intelijen keuangan harus berdampak nyata bagi penegakan hukum dan keadilan, bukan sekadar berhenti pada laporan,” ujar Adang, Kamis (5/2/2026).

Mantan Wakil Kepala Polri itu menegaskan, hasil analisis intelijen keuangan PPATK tidak boleh berhenti pada tahap penyampaian laporan. Ia menilai seluruh temuan harus dapat ditelusuri secara jelas hingga proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pemulihan aset, serta pengembalian kerugian negara.

Lebih lanjut, Adang menyampaikan bahwa Komisi III DPR RI mendukung penguatan pemanfaatan produk intelijen keuangan PPATK dalam berbagai program pemerintah. Ia juga mendorong peningkatan kerja sama dan sinergi lintas sektor guna memperkuat penegakan hukum sekaligus mempercepat pemulihan kerugian negara.

Selain itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mendorong PPATK untuk terus meningkatkan kualitas produk intelijen keuangan, terutama melalui penguatan pendeteksian transaksi keuangan mencurigakan. Fokus pengawasan, kata dia, perlu diarahkan pada kejahatan keuangan hijau (green financial crime), kebocoran penerimaan negara, serta aktivitas yang berpotensi mengganggu stabilitas perekonomian dan sistem keuangan.

“Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi III DPR RI melalui Panitia Kerja Penegakan Hukum akan melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap transaksi keuangan mencurigakan yang terindikasi tindak pidana, khususnya di sektor sumber daya alam dan penerimaan negara, termasuk progres penanganannya oleh aparat penegak hukum,” ujar Adang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Sejak 2020-2025, Wilayah Jakarta Kebanjiran 498 Kali, Hampir Setengahnya Terjadi di Era Pramono

Suasana banjir di kawasan Jalan Pondok Karya Komplek RW 04, Pela Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (4/2/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Jakarta, aktual.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat terjadi 498 kali kebanjiran di wilayah Jakarta dalam lima tahun terakhir, atau 2020 hingga 2025. Dari jumlah tersebut, BPBD DKI mencatat terjadi 219 kejadian banjir di Jakarta pada 2025.

Pada 2025, berdasarkan wilayah, banjir paling sering terjadi di Jakarta Utara (73 kali), kemudian diikuti Jakarta Selatan (46 kali), Jakarta Barat (45 kali), Jakarta Timur (41 kali), Jakarta Pusat (tujuh kali), dan Kepulauan Seribu (tujuh kali).

“Di Jakarta Utara, cukup sering banjir karena salah satu faktor yang menambah adalah rob. Air hujan dari hulu ke hilir harus masuk ke teluk. Ketika terjadi rob, akhirnya tertahan, dan ini terjadinya bukan hanya di Jakarta Utara, tetapi juga di Jakarta Barat (akibat ketika air mau masuk ke Teluk Jakarta terjadi antrean yang mengakibatkan meluap sehingga terjadi genangan atau banjir di wilayah tersebut),” jelas Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan, Kamis (5/2/2026).

Sementara itu, terkait kejadian banjir pada Januari 2026, wilayah dengan frekuensi tertinggi, yaitu Jakarta Timur sebanyak delapan kejadian. Kemudian, diikuti Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan yang masing-masing mengalami tujuh kejadian banjir.

Lalu, Jakarta Pusat sebanyak empat kejadian, dan Kepulauan Seribu menjadi wilayah dengan frekuensi terendah, yakni satu kejadian banjir.

BPBD DKI juga mencatat tren frekuensi tertinggi kejadian banjir di Jakarta, terjadi pada Januari, Februari, Mei, Juni, dan Desember.

“Frekuensi tertinggi genangan atau banjir terjadi di bulan Januari (63 kali), Februari (63 kali), Mei (63 kali), Juni (63 kali), dan Desember (64 kali),” ujarnya.

Sementara yang terendah, kata dia, yakni Agustus (35 kali), September (30 kali), serta Juli dan Oktober (43 kali).

“Kalau ingin mengadakan acara, baiknya di bulan Juli, Agustus, September, dan Oktober karena potensi genangannya atau kejadian banjirnya cukup kecil,” kata Yohan.

Kendati begitu, menurut dia, pada periode kali ini, musim hujan dan kemarau tidak dapat dibagi rata masing-masing enam bulan, tetapi tergantung kondisi cuaca. Tahun lalu, misalnya musim hujan bahkan hampir berlangsung selama sembilan bulan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

OTT Beruntun, KPK Ciduk Hakim PN Depok, Uang Ratusan Juta Diamankan

Ilustrasi - Gedung KPK
Ilustrasi - Gedung KPK

Jakarta, Aktual.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Depok, Jawa Barat, pada Kamis (5/2/2026) malam. Operasi senyap tersebut menambah rangkaian penindakan yang dilakukan lembaga antirasuah dalam dua hari terakhir di sejumlah wilayah dan instansi strategis.

“Benar ada penangkapan di wilayah Depok,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (5/2/2026).

Meski membenarkan adanya OTT, Fitroh belum membeberkan identitas pejabat yang diamankan maupun perkara dugaan korupsi yang melatarbelakangi operasi tersebut. Berdasarkan informasi yang berkembang, KPK menangkap seorang hakim Pengadilan Negeri Depok dalam operasi tersebut.

Selain mengamankan pihak yang diduga terlibat, penyidik juga menyita uang tunai bernilai ratusan juta rupiah saat penangkapan berlangsung. Hingga Kamis malam, KPK belum memberikan keterangan resmi terkait konstruksi perkara maupun status hukum pihak-pihak yang diamankan.

OTT di Depok terjadi sehari setelah KPK melakukan dua operasi tangkap tangan lainnya, yakni di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin dan di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan pada Rabu (4/2/2026). Dari OTT di KPP Madya Banjarmasin, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Ketiga tersangka tersebut adalah Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono, Dian Jaya Demega selaku fiskus anggota tim pemeriksa, serta Venasius Jenarus Genggor selaku Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti.

KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap para tersangka untuk 20 hari pertama. Penahanan dilakukan sejak 5 hingga 24 Februari 2026 di Rumah Tahanan Negara Cabang Gedung Merah Putih KPK.

Masih dalam rangkaian operasi yang sama, KPK juga melakukan OTT di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Dalam operasi tersebut, tim penyidik mengamankan total 17 orang pada Rabu (4/2/2026).

“Tim telah mengamankan sejumlah tujuh belas orang. Dua belas orang merupakan pegawai pada Ditjen Bea dan Cukai, dan lima orang lainnya dari pihak PT BR,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Budi menyampaikan seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan secara intensif. Dari operasi tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai dalam mata uang rupiah serta beberapa mata uang asing, antara lain dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), dan yen Jepang (JPY), serta logam mulia.

“Dan beberapa mata uang asing seperti USD, SGD, dan JPY, serta dalam bentuk logam mulia,” ujarnya.

Budi menambahkan, KPK telah melakukan ekspose perkara dan akan menetapkan status hukum para pihak dalam waktu 1 x 24 jam. “Kami akan sampaikan secara lengkap konstruksi, kronologi, dan pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam konferensi pers sore nanti,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Panja Komisi II DPR Inventarisasi Persoalan Perbatasan RI–PNG di Papua

Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy memimpin kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pengelolaan Perbatasan Wilayah Negara ke Kota Jayapura, Papua, Rabu (4/2/2026). Aktual/DOK DPR RI

Jayapura, aktual.com – Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memimpin kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Pengelolaan Perbatasan Wilayah Negara ke Kota Jayapura, Papua, Rabu (4/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menginventarisasi serta menyerap aspirasi berbagai pihak terkait kondisi perbatasan antara Indonesia, khususnya Papua, dengan negara Papua Nugini (PNG).

“Hari ini kunjungan Panitia Kerja Pengelolaan Perbatasan Wilayah Negara Komisi II DPR RI,” ujar Rifqinizamy usai memimpin pertemuan dengan Wakil Menteri Dalam Negeri, Gubernur Papua, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kantor Gubernur Papua, Jayapura.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi II DPR RI menggelar rapat bersama sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Provinsi Papua, DPRD Provinsi Papua, pemerintah kabupaten, hingga berbagai instansi terkait. Rifqinizamy menegaskan bahwa masukan dari daerah sangat penting untuk menggambarkan kondisi riil di wilayah perbatasan.

“Kami hari ini menginventarisasi dan menyerap aspirasi terkait dengan bagaimana kondisi perbatasan antara Papua dengan negara Papua Nugini,” katanya.

Menurut Rifqinizamy, persoalan perbatasan tidak dapat dilihat secara parsial, melainkan harus ditangani secara komprehensif dengan melibatkan lintas sektor. Oleh karena itu, Panja Komisi II DPR RI sengaja menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dalam forum tersebut.

“Selain melakukan rapat dengan multi-stakeholders hari ini, dari Pemprov, DPRD, pemerintah kabupaten, hingga berbagai instansi yang ada di Provinsi Papua,” ungkap politisi Fraksi Partai NasDem itu.

Selain rapat koordinasi, Panja Komisi II DPR RI juga dijadwalkan meninjau langsung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw di wilayah Papua. Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan dan infrastruktur di kawasan perbatasan.

“Kami juga hari ini akan berkunjung ke PLBN Skouw yang ada di Provinsi Papua,” ujarnya.

Rifqinizamy menilai berbagai persoalan yang muncul di kawasan perbatasan perlu diurai secara menyeluruh agar dapat ditemukan solusi yang tepat dan berkelanjutan.

“Kami berharap dengan ini berbagai macam problem perbatasan bisa kita urai dan dicarikan solusinya,” tegasnya.

Ia menambahkan, solusi yang dimaksud tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh aspek regulasi dan kelembagaan.

“Apakah itu solusi pada level regulasi, perbaikan atau revisi terhadap sejumlah undang-undang, maupun solusi dalam konteks kelembagaan,” jelasnya.

Komisi II DPR RI, lanjut Rifqinizamy, memiliki mitra kerja strategis dalam pengelolaan wilayah perbatasan, salah satunya Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang berperan sebagai leading sector dalam mengoordinasikan puluhan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

“Kami memiliki mitra kerja, salah satunya Badan Nasional Pengelola Perbatasan yang hari ini menjadi leading sector bagi sekitar 40 kementerian, lembaga, dan provinsi di Indonesia,” katanya.

Rifqinizamy mengakui pengelolaan wilayah perbatasan hingga kini masih memerlukan penyempurnaan. Karena itu, kunjungan kerja Panja Komisi II ke Papua menjadi bagian dari upaya memperbaiki kebijakan dan pelaksanaan di lapangan.

“Belum sempurna, dan karena itu kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya kita menyempurnakan hal-hal tersebut,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain