4 April 2026
Beranda blog Halaman 227

Lapas Overkapasitas, DPR Desak Penanganan Narkoba Lebih Tegas

RAZIA NARKOBA PENGHUNI LAPAS

Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi III DPR RI Siti Aisyah menilai Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat narkoba. Penilaian tersebut didasarkan pada masifnya peredaran narkotika yang tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga telah menjangkau wilayah pedesaan.

Hal itu disampaikan Siti Aisyah dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Kepala BNN Provinsi se-Indonesia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, peredaran narkoba di pedesaan telah memicu berbagai dampak sosial, termasuk meningkatnya tindak kriminal. Ia mengaku menemukan langsung fenomena tersebut saat melakukan kunjungan lapangan.

“Ini berdampak langsung pada meningkatnya tindak kriminal di pedesaan. Saat di lapangan saya temukan banyak barang milik warga yang dijual untuk membeli narkoba,” ujar Siti Aisyah.

Kekhawatiran itu diperkuat dengan kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas. Ia menyebut sebagian besar penghuni lapas merupakan pelaku kejahatan narkotika.

“Indonesia darurat narkoba karena lapas sudah overkapasitas. Ada yang 100 persen bahkan 200 persen. Dan isinya sekitar 70 sampai 80 persen kasus narkoba,” katanya.

Selain persoalan lapas, Siti Aisyah juga menyoroti masuknya narkoba ke kalangan anak-anak. Ia mengungkapkan telah menerima laporan dari guru sekolah dasar mengenai siswa kelas lima yang sudah terpapar narkoba, bahkan terjerat utang akibat pembelian barang terlarang tersebut.

“Ini sangat memprihatinkan. Anak-anak usia sekolah dasar sudah terpapar narkoba, bahkan sampai berutang,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Siti Aisyah mendesak penguatan peran BNN sebagai leading sector dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Menurutnya, BNN perlu diberi kewenangan dan dukungan lebih besar agar mampu melakukan penindakan secara tegas dan menyeluruh.

Ia juga menekankan pentingnya memperluas akses layanan rehabilitasi hingga ke daerah. Pasalnya, masyarakat di desa dinilai tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk mengakses fasilitas rehabilitasi di ibu kota provinsi.

“Karena hari ini narkoba sudah masuk ke desa-desa. Tidak mungkin masyarakat desa punya dana untuk pergi ke ibu kota provinsi hanya untuk rehabilitasi,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Bezzecchi Resmi Perpanjang Kontrak, Aprilia Amankan Proyek RS-GP Jangka Panjang

Jakarta, Aktual.com — Aprilia Racing resmi memperpanjang kontrak Marco Bezzecchi untuk beberapa musim ke depan. Kesepakatan ini menegaskan komitmen jangka panjang tim pabrikan Italia tersebut dalam mengembangkan RS-GP di ajang MotoGP.

Perpanjangan kontrak ini memperpanjang kebersamaan Bezzecchi dengan RS-GP yang ia juluki Albarosa. Hubungan keduanya disebut tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga emosional, seiring kepercayaan penuh Aprilia terhadap kontribusi Bezzecchi dalam pengembangan motor.

Dalam kesepakatan tersebut, seluruh aspek teknis RS-GP akan tetap dikembangkan bersama, mulai dari aerodinamika, komponen mekanis, hingga perangkat lunak elektronik. Bezzecchi berkomitmen menjaga standar perawatan motor, sementara Aprilia memastikan performa RS-GP tetap kompetitif di semua kondisi balapan.

“Saya sangat senang memperpanjang kontrak ini. Sejak awal, tujuan saya adalah membangun proyek jangka panjang bersama Aprilia,” kata Bezzecchi.

CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menyebut perpanjangan kontrak ini sebagai prioritas utama tim. “Keputusan Marco untuk bertahan, meski menerima banyak tawaran lain, menegaskan kekuatan proyek kami,” ujarnya.

Pada musim MotoGP 2025, Bezzecchi langsung mencetak sejarah sebagai pembalap tersukses Aprilia Racing. Ia meraih tiga kemenangan balapan utama, tiga kemenangan sprint, 15 podium, serta lima pole position, dan finis ketiga klasemen dengan 353 poin.

Hasil tersebut memperkuat posisi Aprilia sebagai salah satu penantang utama dominasi pabrikan Jepang dan Eropa di MotoGP. Dengan keberlanjutan proyek RS-GP dan stabilitas pembalap, Aprilia optimistis dapat menjaga konsistensi performa di musim-musim mendatang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Judi Online Masuk Lewat Konten Sensasional, DPR Tekan Pemerintah Bertindak Tegas

Ilustrasi - Seseorang sedang menggenggam handphone dengan aplikasi judol
Ilustrasi - Seseorang sedang menggenggam handphone dengan aplikasi judol

Jakarta, Aktual.com — Anggota Komisi III DPR RI Andi Amar Ma’ruf Sulaiman mengungkapkan bahwa paparan konten daring berjudul sensasional menjadi salah satu pintu masuk maraknya praktik judi online di tengah masyarakat. Konten semacam itu dinilai berperan mengenalkan judi online kepada publik yang sebelumnya tidak mengetahui, hingga akhirnya terjerat aktivitas ilegal tersebut.

Hal itu disampaikan Andi Amar dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Menurut politisi Partai Gerindra itu, penanganan judi online yang selama ini dilakukan masih cenderung bersifat reaktif. Langkah penindakan umumnya baru dilakukan setelah transaksi terjadi dan kerugian muncul di masyarakat.

“Penanganan yang ada saat ini masih reaktif, misalnya pemblokiran rekening setelah transaksi terjadi dan kerugian sudah muncul,” ujar Andi Amar.

Atas dasar itu, ia mendorong perlunya penguatan langkah pencegahan sejak dini, terutama melalui intervensi terhadap situs maupun aplikasi digital yang terindikasi memfasilitasi praktik judi online. Upaya tersebut, menurutnya, membutuhkan kerja sama lintas lembaga, termasuk antara PPATK dan kementerian yang membidangi ruang digital.

Andi Amar menilai PPATK memiliki peran strategis dalam pencegahan karena mengantongi data transaksi keuangan mencurigakan yang berkaitan dengan judi online maupun tindak pidana lainnya, seperti narkotika.

“Data PPATK itu banyak, baik terkait akun maupun transaksi mencurigakan di judi online dan narkoba. Kalau bisa diblokir langsung, saya kira potensi penyelamatan negara sangat luar biasa,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti banyaknya temuan dan laporan PPATK terkait dugaan kerugian negara yang sempat mencuat ke ruang publik, namun tidak seluruhnya diketahui tindak lanjut penanganannya. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan pertanyaan masyarakat mengenai efektivitas koordinasi antarpenegak hukum.

Menurut Andi Amar, penguatan sinergi antara PPATK, aparat penegak hukum, serta kementerian dan lembaga terkait menjadi kunci agar setiap temuan dapat ditindaklanjuti secara jelas dan terukur.

“Perlu koordinasi yang lebih kuat antar aparat penegak hukum agar pencegahan dan penindakan terhadap judi online bisa berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap langkah pencegahan yang lebih sistematis dapat menekan ruang gerak judi online sekaligus melindungi masyarakat dari dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Target Terancam Meleset, Purbaya Prediksi Ekonomi 2025 Melambat

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (batik), dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (jas) usai menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan PNBP di sektor kehutanan, di Jakarta, Rabu (29/10/2025). Foto: Nur Aida Nasution/Aktual.com

Jakarta, aktual.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 akan berada sedikit di bawah target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Sebagaimana diketahui, APBN 2025 mematok target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen. Namun, Purbaya memproyeksikan realisasi pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di kisaran 5,1 persen.

“Mendekati 5,2 persen, 5,1 persenlah. Ada kemungkinan (di bawah target APBN),” ujar Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Meski demikian, Purbaya tetap optimistis terhadap kinerja ekonomi pada kuartal IV-2025. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut mencapai 5,45 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian pada kuartal-kuartal sebelumnya.

“Kalau saya segitu-gitu saja, 5,45 persen kan, kuartal IV doang,” katanya.

Sementara untuk tahun 2026, Purbaya menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi akan bergerak lebih pesat. Menurutnya, strategi utama yang akan ditempuh pemerintah adalah menggerakkan dua mesin pertumbuhan ekonomi secara bersamaan, yakni sektor pemerintah dan sektor swasta.

Purbaya mencontohkan kinerja perekonomian pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang banyak didorong oleh peran aktif sektor swasta, sehingga ekonomi tetap tumbuh positif meski peran pemerintah relatif pasif.

Sebaliknya, pada masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ia menilai partisipasi sektor swasta cenderung lebih landai, salah satunya dipengaruhi kebijakan moneter yang dinilai kurang mendukung aktivitas swasta.

“Oleh sebab itu, untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, kedua mesin tersebut harus digerakkan secara bersamaan,” ujarnya.

Selain itu, Purbaya menegaskan pemerintah juga terus memperbaiki iklim usaha, salah satunya dengan membereskan berbagai hambatan investasi atau debottlenecking melalui Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP). Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kepastian dan rasa aman bagi investor dalam menanamkan modal di Indonesia.

“Setelah itu, saya pikir mencapai pertumbuhan di atas 6 persen tidak akan terlalu sulit. Jadi kami memaksimalkan semua mesin pertumbuhan ekonomi agar ekonomi bisa tumbuh pada kapasitas penuhnya,” tutur Purbaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Nama Narada Asset Manajemen Disorot, Polri Ungkap Dugaan Manipulasi Saham

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak memberikan keterangan pers di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026). Aktual/ANTARA

Jakarta, aktual.com – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengungkap kasus tindak pidana pasar modal berupa dugaan manipulasi harga saham yang melibatkan PT Narada Asset Manajemen.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak mengatakan, penyidik telah menemukan fakta terkait dugaan manipulasi melalui underlying asset atau aset acuan produk reksadana.

“Penyidik telah mengungkap fakta dugaan terkait dengan underlying asset produk reksadana yang berasal dari saham-saham proyek yang dikendalikan oleh pihak internal melalui jaringan afiliasi maupun nominee,” kata Ade Safri di kawasan Jakarta Selatan, Selasa.

Ade menjelaskan, pola tersebut diduga sengaja dirancang oleh PT Narada Asset Manajemen untuk menciptakan gambaran semu terhadap harga saham. Akibatnya, harga yang terbentuk di pasar tidak mencerminkan nilai fundamental yang sebenarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan ahli pasar modal, rangkaian transaksi antarpihak tersebut berpotensi mempengaruhi harga efek dan menyesatkan investor yang menjadikan harga pasar sebagai acuan dalam pengambilan keputusan investasi.

“Temuan ini mengarah pada indikasi praktik manipulasi pasar yang dapat menimbulkan artificial demand atau permintaan semu, distorsi harga, serta persepsi kinerja portofolio yang tidak riil,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ade mengungkapkan penyidik telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus tersebut. Keduanya yakni MAW selaku Komisaris Utama PT Narada Asset Manajemen dan DV selaku Direktur Utama PT Narada Adikara Indonesia.

Selain penetapan tersangka, penyidik juga telah melakukan pemblokiran serta penyitaan terhadap sejumlah subrekening efek dengan total nilai sekitar Rp207 miliar.

“Nilai tersebut merupakan nilai efek per Oktober 2025,” kata Ade.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Tambang Emas Ilegal Bernilai Rp992 Triliun, DPR Desak Penindakan Tegas

Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Pandjaitan. Aktual/TINO OKTAVIANO

Jakarta, aktual.com – Anggota Komisi III DPR RI Hinca Pandjaitan menyoroti melonjaknya nilai transaksi tambang emas ilegal di sejumlah daerah di Indonesia yang kini menembus angka Rp992 triliun.

Hinca menilai lonjakan tersebut menunjukkan aktivitas tambang emas ilegal bukan meredup, melainkan justru semakin membesar dan terorganisasi dengan baik.

“Jadi bukan hilang tapi makin tambah. Dari sekitar Rp339 triliun, sekarang sudah menembus Rp992 triliun. Ini menunjukkan jejaringnya hidup dan berkembang,” kata Hinca dalam keterangannya.

Hal tersebut disampaikan Hinca dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa.

Hinca mengungkapkan, setidaknya terdapat Rp185 triliun transaksi yang teridentifikasi secara langsung berada dalam satu jejaring tambang emas ilegal, dengan aliran dana yang masuk ke rekening-rekening para pemain besar.

Bahkan, sebagian aliran dana tersebut disebut bergerak lintas pulau dan terhubung dengan pusat pengolahan serta perdagangan emas di Pulau Jawa dan sejumlah kota besar lainnya, sebelum akhirnya mengalir ke luar negeri melalui mekanisme ekspor.

Hinca juga menyoroti paradoks di sektor emas nasional. Di satu sisi, Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 10 produsen emas terbesar di dunia dengan cadangan sekitar 3.600 metrik ton. Namun di sisi lain, produksi emas domestik justru fluktuatif dan cenderung menurun.

Pada 2023, produksi emas nasional tercatat hanya sekitar 83 ton, menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang selama ini dianggap sebagai pemain utama, hanya mampu memproduksi sekitar 1 ton emas per tahun dari tambang sendiri, sementara penjualan logam mulia mencapai 43–44 ton.

“Artinya, lebih dari 90 persen emas yang dijual berasal dari pembelian pihak lain. Di sinilah intelijen keuangan menjadi sangat penting untuk melihat asal-usul emas itu,” ujar Hinca.

Lebih lanjut, Hinca menyebut aktivitas tambang emas ilegal telah membentuk ekosistem bayangan yang nyaris lengkap, mulai dari wilayah konsesi, logistik, penadah, smelter, jalur ekspor, hingga rekening perbankan.

Ia mempertanyakan apakah rekening-rekening tersebut hanya berfungsi menampung hasil penjualan emas ilegal atau justru berperan layaknya bank bayangan yang menyalurkan pembiayaan ke sektor lain.

“Apakah ini sekadar pelengkap penderita, atau justru pembuka ‘kotak Pandora’? Saya memilih yang kedua. Karena itu, kami mendorong agar temuan PPATK benar-benar ditindaklanjuti hingga tahap penyidikan dan penegakan hukum,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Berita Lain