4 April 2026
Beranda blog Halaman 24

Iran Seleksi Kapal di Hormuz, Indonesia Menunggu Kepastian di Tengah Jalur Minyak Dunia yang Tersaring

Selat Hormuz. Aktual/HO

Selat Hormuz kini bukan sekadar jalur pelayaran energi global. Di tengah konflik Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, jalur sempit itu berubah menjadi gerbang seleksi, siapa yang boleh lewat, dan siapa yang harus menunggu?

Iran tidak menutup total akses. Namun Teheran menerapkan blokade selektif, hanya negara tertentu yang diizinkan melintas. Kebijakan ini membuat peta geopolitik energi berubah drastis, sekaligus memunculkan pertanyaan di  posisi Indonesia.

Sejumlah negara telah lebih dulu mendapat ‘lampu hijau’. Malaysia dan Thailand termasuk yang beruntung. Tujuh kapal tanker milik perusahaan Malaysia seperti Petronas dan Sapura Energy kini bersiap melintas, meski masih menunggu antrean di tengah kepadatan jalur.

“Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan saya telah menghubungi rekan-rekan kami, dan mereka mengkonfirmasi bahwa tidak ada masalah bagi kapal-kapal kami untuk melanjutkan perjalanan. Namun, kapal tanker harus menunggu giliran mereka,” kata Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan, dikutip dari Bernama, Sabtu (28/3/2026)

Ia mengingatkan situasi di lapangan masih tegang, dengan lalu lintas kapal yang padat dan berisiko tinggi. “Kami ingin memastikan semua kapal dapat melewati dengan aman, karena situasi di Selat Hormuz sangat tegang, dengan lalu lintas kapal yang padat yang mencoba keluar. Komunikasi yang buruk dapat menyebabkan insiden yang tidak diinginkan,” sambungnya.

Thailand juga telah mencapai kesepakatan serupa. Pemerintahnya memastikan kapal tanker minyak mereka dapat kembali melintas dengan aman, mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan energi.

“Kesepakatan telah tercapai untuk memungkinkan kapal tanker minyak Thailand melintas dengan aman melalui Selat Hormuz,” kata Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, dikutip dari CNA, Sabtu (28/3/2026).

“Dengan adanya kesepakatan ini, ada keyakinan yang lebih besar bahwa gangguan seperti yang terjadi pada awal Maret tidak akan terulang,” tambahnya.

Di luar Asia Tenggara, daftar negara yang diizinkan semakin jelas. Pakistan, India, Turki, hingga China masuk dalam jalur yang disetujui Iran. Bahkan Spanyol menjadi satu-satunya negara Eropa yang mendapat sinyal positif. Rusia, Irak, dan Bangladesh juga disebut aman melintas.

Sebaliknya, kapal yang terafiliasi dengan Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya tetap ditutup aksesnya. Iran secara terbuka menegaskan jalur Hormuz kini berada di bawah kendali politik sekaligus militer mereka.

Kebijakan ini bukan tanpa dampak. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Ketika aksesnya disaring, efeknya langsung terasa pada distribusi energi global.

Sementara Indonesia berada dalam posisi yang belum sepenuhnya pasti. Pemerintah memang telah menerima sinyal positif dari Iran terkait dua kapal tanker milik Pertamina. Namun, hingga kini, proses keluar dari jalur tersebut masih belum mudah.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri bersama Pertamina International Shipping masih membahas pengaturan teknis agar pelayaran kedua kapal, Pertamina Pride dan Gamsunoro, bisa dilakukan dengan aman.

“PIS dan Kemlu saat ini membahas pengaturan teknis untuk memastikan pelayaran aman dua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, melalui Selat Hormuz,” ujar Vega Pita dari PIS, dikutip dari Antara, Sabtu (28/3/2026).

Meski ada perkembangan diplomatik, realitas di lapangan tetap kompleks. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia secara terbuka mengakui tantangan tersebut.

“Kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz, tapi komunikasi terus kita bangun,” ujarnya, usai rapat di Kemenko Perekonomian, Jumat (27/3/2026).

Situasi ini menunjukkan bahwa izin politik saja tidak cukup. Faktor keamanan, antrean kapal, dan dinamika militer di kawasan menjadi penentu utama.

Namun pemerintah berupaya meredam kekhawatiran. Bahlil memastikan gangguan di Hormuz tidak akan mengguncang pasokan energi nasional secara signifikan, mengingat ketergantungan Indonesia pada minyak Timur Tengah hanya sekitar 20 persen.

Di luar itu, pemerintah juga telah menyiapkan sumber alternatif, termasuk dari Amerika Serikat.

Di level kawasan, isu ini mulai dibahas sebagai agenda strategis. Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dijadwalkan membahas dampak konflik Hormuz terhadap stabilitas energi ASEAN.

“Para pemimpin akan bertukar pandangan mengenai upaya bersama ASEAN dalam memitigasi dampak ekonomi konflik terhadap stabilitas dan kemakmuran kawasan,” ujar Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Konflik AS-Israel vs Iran Ancam Pasokan Energi RI, DPR Desak Pemerintah Serius Mitigasi

Peta Selat Hormuz (Strait of Hormuz) yang merupakan jalur pelayaran angkutan minyak dan gas alam paling penting dunia

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim mengingatkan pemerintah agar serius melakukan langkah mitigasi terhadap dampak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berpotensi mengganggu pasokan energi Indonesia.

Menurut Rivqy, meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah menjadi ujian nyata bagi ketahanan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya yang bergerak di sektor minyak dan gas.

“Indonesia masih mengimpor sekitar 20 persen kebutuhan minyak dari Timur Tengah. Ini tentu menjadi tantangan serius jika konflik terus meningkat dan mengganggu rantai pasok global,” ujar Rivqy Minggu (29/3/2026).

Politikus PKB ini menilai, ketergantungan terhadap impor energi dari kawasan tersebut membuat Indonesia rentan terhadap gejolak geopolitik global, terutama jika jalur distribusi utama seperti Selat Hormuz terdampak kebijakan pembatasan.

“Jangan sampai konflik AS-Iran merugikan rakyat Indonesia. Stabilitas pasokan dan harga energi harus tetap terjaga,” tegasnya.

Rivqy mengapresiasi langkah pemerintah bersama Pertamina yang mulai melakukan diversifikasi sumber impor minyak sebagai langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian global.

“Langkah mencari alternatif impor dari kawasan lain saya kira sudah cukup baik. Ini menunjukkan ada upaya mitigasi yang mulai berjalan,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa strategi jangka pendek tersebut harus diimbangi dengan kebijakan jangka panjang untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

Menurutnya, optimalisasi potensi energi dalam negeri, baik minyak dan gas maupun energi baru terbarukan, menjadi kunci utama untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

“Indonesia memiliki sumber daya energi yang besar. Ini harus dimaksimalkan secara serius dan konsisten agar kita tidak terus bergantung pada dinamika global,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian pemerintah dalam merespons situasi geopolitik global yang dinamis agar tidak berdampak pada stabilitas ekonomi domestik.

“Pemerintah harus cermat membaca situasi global. Jangan gegabah dalam mengambil kebijakan, karena sektor energi sangat berdampak langsung pada masyarakat,” tambahnya.

Rivqy mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan BUMN dalam memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui diversifikasi pasokan, efisiensi distribusi, maupun percepatan pengembangan energi domestik.

“Ketahanan energi bukan hanya soal pasokan, tetapi juga soal kedaulatan dan keberpihakan kepada rakyat,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Iran Peringatkan Negara Kawasan: Jangan Jadi Pijakan Perang Musuh

Rudal balistik darat ke darat dengan jangkauan 2.000 km bernama Khaibar dipamerkan di Tehran, Iran, Kamis (25/3/2023). /ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/foc.
Rudal balistik darat ke darat dengan jangkauan 2.000 km bernama Khaibar dipamerkan di Tehran, Iran, Kamis (25/3/2023). /ANTARA FOTO/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS/foc.

TEHERAN — Di tengah kobaran konflik yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengirim pesan tegas kepada negara-negara di kawasan, agar tanah-tanah mereka jangan mau dijadikan pangkalan untuk menyerang Iran.

“Kami telah berkali-kali mengatakan bahwa Iran tidak melakukan serangan pendahuluan, tetapi kami akan membalas dengan keras jika infrastruktur atau pusat ekonomi kami menjadi sasaran,” katanya di X, dikutip Aljazzera, Sabtu (28/3/2026).

“Kepada negara-negara di kawasan ini, jika Anda menginginkan pembangunan dan keamanan, jangan biarkan musuh-musuh kita melancarkan perang dari tanah Anda.”

Seruan itu mempertegas posisi Teheran. Iran tidak mencari perang, tetapi tidak akan pernah mundur ketika diserang. Pesan yang sama sebelumnya juga disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, yang mendesak negara-negara tetangga untuk tidak terjebak dalam orbit militer Amerika Serikat.

Konflik ini sendiri bermula pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran. Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan mengguncang stabilitas global.

Namun, alih-alih melemah, Iran justru menunjukkan daya tahannya. Dalam waktu satu bulan, Teheran terus melancarkan respons strategis, menargetkan titik-titik yang dianggap sebagai bagian dari jaringan militer dan logistik lawan di kawasan.

Di berbagai penjuru Teluk, dampak dari respons Iran mulai terasa. Di Kuwait, bandara internasional menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak yang merusak sistem radar. Di Abu Dhabi, puing-puing akibat serangan udara menghantam kawasan dekat Pelabuhan Khalifa, menyebabkan korban luka dan kerusakan fasilitas.

Sementara itu, militer Iran secara terbuka menyatakan telah menyerang target yang berkaitan dengan dukungan militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab.

“Saat tempat persembunyian komandan dan tentara Amerika di Dubai menjadi sasaran, sebuah depot sistem anti-drone Ukraina yang terletak di Dubai untuk membantu militer AS juga menjadi sasaran dan dihancurkan,” kata Ebrahim Zolfaghari, juru bicara militer Iran.

Serangan tidak berhenti di sana. Dua drone menghantam pelabuhan Salalah di Oman, memaksa aktivitas logistik terganggu. Bahkan perusahaan pelayaran global Maersk menghentikan operasionalnya selama 48 jam.

Iran juga mengklaim menargetkan kapal pendukung militer AS di sekitar wilayah tersebut, sebuah pesan bahwa jalur logistik Amerika tidak lagi aman.

Di Bahrain, sirene peringatan berbunyi berulang kali. Di Arab Saudi, sistem pertahanan udara dipaksa bekerja penuh menghadapi rudal balistik dan drone. Namun Iran mampu menjangkau dan menekan jaringan militer lawannya di berbagai titik sekaligus.

Pada Jumat, serangan terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi menjadi bukti nyata. Sedikitnya 15 tentara Amerika dilaporkan terluka setelah Iran meluncurkan enam rudal balistik dan 29 drone. Lima di antaranya dalam kondisi serius.

Serangan ini memperlihatkan kapasitas militer Iran yang terorganisir, presisi, dan mampu menembus pertahanan modern.

Teheran menegaskan bahwa kawasan tidak boleh menjadi panggung bagi kekuatan asing untuk mengatur ulang geopolitik sesuai kepentingan mereka.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

PASPI: Pengembangan SDM Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Sawit

Jakarta, aktual.com – Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam mewujudkan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, mengatakan pengembangan SDM harus mampu menjawab berbagai tantangan industri kelapa sawit yang semakin kompleks. Pengembangan SDM juga harus berperan aktif dalam menciptakan sistem industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Tungkot Sipayung menambahkan bahwa pengembangan SDM kelapa sawit perlu mencakup aspek kualitas, keragaman keterampilan, serta ketersediaan tenaga kerja yang memadai.

“Selain meningkatkan kualitas SDM saat ini, pengembangan tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan industri kelapa sawit pada masa mendatang,” katanya di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Tungkot mengatakan, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memiliki peran strategis dalam pengembangan SDM melalui penyediaan beasiswa pendidikan sarjana untuk anak-anak petani sawit dengan berbagai bidang keahlian. Pengembangan SDM sawit tersebut dikelola oleh BPDP bersama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

“Sejak awal berdiri BPDP telah mempersiapkan SDM industri sawit melalui penyediaan beasiswa pendidikan sarjana untuk anak- anak petani sawit. Program ini merupakan suatu reinvestasi dana pungutan ekspor,” ujarnya.

Ia mendorong BPDP untuk memperluas program pengembangan SDM kelapa sawit untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks. Berdasarkan data tahun 2025, sebanyak 13.265 peserta telah memperoleh beasiswa untuk pengembangan SDM industri sawit di berbagai perguruan tinggi. Kemudian program pelatihan teknis telah menjangkau sekitar 32.152 petani kelapa sawit.

Adapun pada tahun 2026 ini BPDP menargetkan kuota beasiswa mencapai 5.000 mahasiswa baru dengan fokus pada penguatan kompetensi di bidang teknis dan teknologi perkebunan.

“Memang jika dibandingkan dengan kebutuhan peningkatan maupun penyiapan SDM industri sawit yang diperlukan, apa yang telah dilakukan BPDP tersebut masih perlu diperbesar pada yang akan datang,” ujarnya.

Ia mengharapkan, BPDP bisa melahirkan generasi kelapa sawit yang berkualitas dan berdaya saing. Untuk memperkuat daya saing global, imbuhnya, kualitas SDM industri sawit nasional harus mampu melampaui negara pesaing seperti Malaysia.

“Inilah tantangan terbesar dalam SDM industri sawit kita. Bagaimana reinvestasi dana sawit untuk membangun dan mempersiapkan SDM sawit yang lebih unggul dari negara pesaing kita bahkan lebih unggul dari industri lain,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Bersama Anak Yatim Piatu, Boni Hargens Gelar Doa bagi Perdamaian Dunia

Boni Hargens

Jakarta, aktual.com – Analis Politik Senior Boni Hargens menggelar doa bersama ratusan anak yatim piatu dan warga sekitar dalam suasana lebaran Idulfitri 1447 Hijriah di kediamannya, Rumah Perdamaian di Depok, Jawa Barat pada Sabtu (28/3/2026). Doa bersama ini khusus diatensikan untuk perdamaian dunia yang saat ini kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Selain doa bersama, Boni Hargens juga membagikan santunan bagi para anak yatim piatu.

“Dunia kita saat ini sedang tidak baik-baik, ada perang Amerika-Israel melawan Iran, perang Rusia melawan Ukraina yang belum tuntas. Semuanya menciptakan ketidakstabilan global yang bisa berdampak pada situasi dalam negeri Indonesia,” ujar Boni Hargens dalam sambutannya.

Boni menegaskan perang telah mengakibatkan dampak-dampak negatif baik terhadap kehidupan manusia maupun lingkungan sekitarnya. Kondisi di Timur Tengah dan dampaknya terhapus dunia global, kata dia, sudah berbicara banyak soal dampak negatif dari perang tersebut.

Karena itu, kata Boni, salah satu cara mulia yang bisa dilakukan adalah berdoa kepada Tuhan agar membuat dunia menjadi lebih baik. Karena Tuhan Sang Pencipta-lah yang bisa membuat dunia menjadi lebih baik.

“Tentu kita berdoa juga kepada Tuhan agar memberikan rahmat kebijaksanaan kepada para pemimpin dunia terutama yang terlibat perang agar lebih mengedepankan dialog, dibandingkan perang atau cara-cara kekerasan dalam merespons atau menyelesaikan masalah,” tutur Boni.

Lebih lanjut, Boni juga mengungkapkan dirinya lebih memilih kegiatan-kegiatan sosial dan doa dibandingkan membuat teori atau analisis merespons situasi dunia dengan menyudutkan pemerintah yang juga sedang berjuang melakukan berbagai upaya menghentikan pernah serta menghadapi dampak-dampak perang. Boni meyakini pemerintah sedang berjuang untuk mengantisipasi dampak-dampak perang terhadap Indonesia.

Karena itu, dia mengajak masyarakat Indonesia untuk senantiasa berdoa agar Tuhan selalu memberkati perjuangan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat Indonesia demi kebaikan bangsa dan negara serta perdamaian dunia.

“Kalau para ahli lain mengajukan hipotesis, teori yang seringkali menimbulkan keresahan, juga menyudutkan pemerintah, kami memilih kegiatan-kegiatan sosial, mengajak masyarakat untuk berdoa demi kebaikan bangsa dan negara serta perdamaian dunia,” pungkas Boni.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Juwono Sudarsono Wafat, Indonesia Kehilangan Negarawan Pertahanan

Juwono Sudarsono meninggal dunia pada Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 13.45 WIB. (dok. UI)

Innalillahi wa innailaihi rojiun.

Kabar duka datang dari dunia pemerintahan dan akademik Indonesia. Juwono Sudarsono meninggal dunia pada Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 13.45 WIB.

Informasi tersebut disampaikan oleh pihak keluarga melalui putra almarhum. Juwono mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta.

Juwono dikenal sebagai salah satu tokoh sipil yang memberi warna kuat dalam reformasi sektor pertahanan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid, menjadikannya figur penting dalam fase awal reformasi militer pasca-Orde Baru. Dalam periode itu, ia mendorong penguatan supremasi sipil atas militer serta pembenahan tata kelola pertahanan negara.

Kariernya berlanjut ketika kembali dipercaya menjadi Menteri Pertahanan di masa Susilo Bambang Yudhoyono. Pada periode tersebut, ia terlibat dalam modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), penguatan diplomasi pertahanan, hingga perluasan kerja sama militer internasional.

Sebelumnya, Juwono juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis lain di pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada era B. J. Habibie, serta Menteri Negara Lingkungan Hidup pada masa Soeharto. Latar belakangnya sebagai akademisi hubungan internasional membuatnya dikenal sebagai intelektual yang membawa pendekatan analitis dalam kebijakan publik.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi kalangan akademisi, birokrat, dan pemerhati isu pertahanan.

Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan di Gedung Urip Sumoharjo, Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, pada Minggu pagi, 29 Maret 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

Sepanjang kariernya, Juwono juga dikenal sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional yang menerima berbagai tanda kehormatan negara. Salah satu penghargaan terakhir yang diterimanya adalah Bintang Mahaputera Adipurna dari Prabowo Subianto pada Agustus 2025. Selain itu, ia juga pernah dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Jasa Utama, Bintang Yudha Dharma Utama, serta Satyalancana Dwidya Sistha atas kontribusinya bagi bangsa dan negara.

Artikel ini ditulis oleh:

Andry Haryanto

Berita Lain