6 April 2026
Beranda blog Halaman 243

Gudang Petasan Meledak, Satu Orang Tewas di TKP

Sebuah gudang dan pembuatan petasan meledak di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026) malam Peristiwa ini menewaskan satu korban jiwa, polisi masih menyelidiki penyebab terjadinya ledakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Foto: Pradesta Bagus/Aktual.com

Indramayu, aktual.com – Insiden berdarah terjadi di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026) malam. Sebuah gudang dan pembuatan petasan meledak hingga menewaskan satu korban jiwa, polisi masih menyelidiki penyebab terjadinya ledakan di Tempat Kejadian Perkara (TKP)

Peristiwa meledaknya gudang dan pembuatan petasan ini bermula saat pemilik, sekaligus korban tewas, yakni berinisial Car (35) diduga tengah meracik bahan petasan, tiba-tiba muncul percikan api dan seketika meledak hingga merusak beberapa bangunan dan menghanguskan bahan baku petasan yang mudah terbakar.

Menurut salah satu warga yang enggan menyebutkan identitasnya, peristiwa itu terjadi pada pukul 17.00 WIB. Saat itu, sempat terdengar ledakan cukup keras dan warga setempat di sekitar lokasi kejadian langsung melakukan pemadaman serta evakuasi korban yang mengalami luka bakar 90 persen.

Usai kejadian, petugas dari Polsek Jatibarang dan Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu mendatangi TKP langsung memasang garsi polisi, serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi serta barang bukti berupa bekas ledakan, sisa bahan baku petasan untuk diselidiki lebih lanjut.

Kapolsek Jatibarang, Kompol Darli membenarkan terjadinya ledakan, bahkan pihaknya langsung bergerak cepat dengan melokalisir TKP agar menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi. Darli juga mengimbau masyarakat agar masyarakat menghentikan sementara aktivitas terlarang tersebut.

“Betul kemarin sore ada ledakan, ini masih kita selidiki penyebab pastinya, kita juga imbau agar masyarakat hentikan aktivitas terlarang agar dapat menghindari insiden buruk terulang” ungkap Darli, kepada aktual.com, Minggu (1/2/2026).

Peristiwa ledakan gudang petasan ini sudah berulang kali terjadi, mengingat beberapa desa di dua Kecamatan yakni di Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Indramayu belum dapat menghentikan produksi kembang api dan petasan, meski pemerintah daerah dan Polisi sudah melakukan imbauan hingga pencegahan.

Laporan: Pradesta Bagus (Indramayu)

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

DPR Tegaskan Kursi OJK dan BEI Tak Akan Diisi Pejabat BUMN atau Danantara

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Mohamad Hekal dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Banggar DPR RI bersama Wakil Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat FEB UI Kiki Verico, serta Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti, di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2/2025). Foto : Azka/Andri

Jakarta, aktual.com — Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Mohamad Hekal, merespons dinamika terbaru di sektor pasar keuangan nasional, termasuk mundurnya sejumlah pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pejabat eksekutif Bursa Efek Indonesia (BEI) yang beriringan dengan terbitnya laporan evaluasi MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

“Sehubungan dengan itu, saya perlu menyampaikan klarifikasi dan penegasan kepada masyarakat luas,” kata Mohamad Hekal, Sabtu (31/1).

Ia menegaskan, tidak ada keterlibatan pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi perusahaan BUMN, maupun pihak-pihak yang berafiliasi dengan institusi tersebut untuk mengisi jabatan pimpinan di OJK atau posisi eksekutif di BEI.

“Pertama, saya menegaskan bahwa tidak ada pejabat dari Danantara, Badan Pengelola BUMN, direksi perusahaan BUMN, maupun pihak-pihak yang berafiliasi dengan institusi tersebut yang akan menggantikan atau menduduki jabatan pimpinan di OJK maupun posisi pejabat eksekutif di BEI,” ucapnya.

Hekal memastikan seluruh posisi yang saat ini kosong, baik di OJK maupun BEI, akan diisi oleh figur-figur profesional yang memiliki kompetensi terbaik di bidangnya.

“Seluruh posisi yang saat ini kosong atau ditinggalkan, baik di OJK maupun di BEI, akan diisi oleh putra putri yang kompeten dan terbaik di bidang tersebut,” katanya.

Selain itu, ia menegaskan Komisi XI DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif guna menjaga independensi OJK dan BEI, sekaligus memperkuat kredibilitas serta daya saing pasar keuangan nasional.

“Saya juga tetap menjalankan fungsi pengawasan secara aktif dan konstruktif guna memastikan independensi OJK dan BEI tetap terjaga, sekaligus memperkuat kredibilitas dan daya saing pasar keuangan Indonesia di mata investor domestik maupun global,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Hekal mengimbau seluruh pemangku kepentingan agar tidak terjebak spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar, serta bersama-sama mendukung agenda pembenahan dan penguatan infrastruktur pasar keuangan nasional.

“Saya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—regulator, pelaku pasar, dan masyarakat—untuk tidak terjebak pada spekulasi yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar, serta bersama-sama mendukung proses pembenahan dan penguatan infrastruktur pasar keuangan nasional secara berkelanjutan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Pengunduran Diri Dirut BEI Redam Tekanan Jangka Pendek, Ekonom: Krisis Kepercayaan Pasar Belum Terjawab

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pengunduran diri Iman Rachman selaku Direktur Utama PT BEI. Pengunduran ini sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi Pasar Modal Indonesia selama beberapa waktu ke belakang. Foto: Ist

Jakarta, aktual.com — Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,18% pada perdagangan Jumat (30/1) pasca pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai lebih mencerminkan technical rebound setelah kondisi oversold, bukan pemulihan kepercayaan investor terhadap tata kelola pasar modal Indonesia.

Analis Ekonomi Politik Kusfiardi, menilai, rebound IHSG tersebut merupakan respons teknikal yang lazim terjadi setelah koreksi tajam hampir 10% dalam dua hari perdagangan sebelumnya.

“Pasar berada dalam kondisi jenuh jual. Rebound hari ini lebih bersifat teknikal dan psikologis, bukan refleksi perubahan fundamental atau pemulihan kepercayaan,” ujar Kusfiardi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/1).

Ia menjelaskan, pola pergerakan IHSG yang sangat volatil—sempat menguat lebih dari 2%, berbalik ke zona negatif pasca pengumuman pengunduran diri Dirut BEI, lalu kembali menguat—menunjukkan pasar masih rapuh secara psikologis dan belum memiliki keyakinan arah yang solid.

Dari sisi perilaku investor, khususnya investor asing, Kusfiardi menilai belum terdapat indikasi akumulasi jangka menengah-panjang. Aktivitas asing masih bersifat selektif dan trading-oriented, berfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid untuk memanfaatkan volatilitas jangka pendek.

“Tidak terlihat broad-based buying yang biasanya muncul ketika kepercayaan struktural mulai pulih. Saham-saham dengan isu tata kelola, free float rendah, dan kepemilikan terkonsentrasi tetap berada di bawah tekanan,” ujarnya.

Menurut Kusfiardi, pengunduran diri Dirut BEI lebih berfungsi sebagai shock absorber simbolik untuk meredam tekanan jual jangka pendek, namun tidak menyentuh akar persoalan yang menjadi perhatian utama investor global.

Sebagaimana disorot dalam keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI), masalah struktural pasar modal Indonesia mencakup rendahnya free float efektif, ketidakjelasan struktur kepemilikan saham—terutama di bawah ambang 5%—serta praktik perdagangan yang dinilai mengganggu mekanisme price discovery.

“MSCI dan investor global tidak menilai stabilitas dari pergantian figur, melainkan dari perubahan struktur, kualitas pengawasan, dan konsistensi penegakan aturan,” kata Kusfiardi.

Ia menambahkan, respons regulator dan pengelola bursa pasca-keputusan MSCI sejauh ini masih berada pada level komitmen normatif. Pasar, menurutnya, kini menunggu bukti implementasi nyata, termasuk penegakan aturan free float minimum, peningkatan transparansi kepemilikan, serta penerapan sanksi yang kredibel—bahkan terhadap emiten besar dan kelompok pengendali yang selama ini menikmati kelonggaran.

Tenggat waktu hingga Mei 2026 yang diberikan MSCI untuk melihat meaningful transparency improvements dipandang sebagai batas uji kredibilitas pasar modal Indonesia. Kegagalan memenuhi ekspektasi tersebut berisiko menurunkan bobot Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets atau bahkan memicu reklasifikasi ke frontier market.

“Rebound IHSG hari ini sebaiknya dipahami sebagai stabilisasi teknikal pasca koreksi ekstrem, bukan resolusi krisis kepercayaan. Tanpa perubahan tata kelola yang terukur dan konsisten, volatilitas akan tetap tinggi dan risiko koreksi lanjutan masih terbuka,” tegas Kusfiardi.

Tata Kelola Pasar Modal Indonesia

Sementara itu, koreksi tajam IHSG yang sempat terjadi setelah pengumuman MSCI pada 27 Januari 2026 dinilai bukan sekadar dampak teknis dari kebijakan indeks global, melainkan akumulasi persoalan tata kelola pasar modal Indonesia yang telah lama diabaikan.

Kata Kusfiardi, untuk Indonesia, kondisi ini menunjukkan pola berulang dalam beberapa tahun terakhir, di mana lembaga keuangan global seperti MSCI, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley secara berkala memberikan sinyal negatif terhadap pasar Indonesia, baik melalui penurunan peringkat, rekomendasi underweight, maupun kebijakan pengetatan metodologi indeks.

“Episode terbaru terjadi pada 28–29 Januari 2026, ketika keputusan MSCI disusul penurunan rating saham Indonesia oleh Goldman Sachs,” ujarnya.

Ia menilai keputusan MSCI untuk menerapkan interim freeze terhadap penyesuaian indeks saham Indonesia berfungsi sebagai pemicu, tetapi bukan penyebab utama koreksi pasar.

“MSCI tidak menyoroti kejadian insidental. Yang disorot adalah isu-isu struktural yang berulang dan belum ditangani secara meyakinkan,” kata Kusfiardi.

Dalam pengumuman resminya, MSCI menekankan tiga persoalan utama: ketidakjelasan struktur kepemilikan saham, terutama terkait pengendali akhir di bawah ambang 5%; rendahnya free float efektif, dengan batas minimal 7,5% yang sering tidak mencerminkan likuiditas riil; serta indikasi perdagangan terkoordinasi yang dinilai merusak mekanisme pembentukan harga dan keadilan pasar.

Saham Gorengan

Menurut Kusfiardi, ketiga isu tersebut bukan anomali, melainkan konsekuensi dari desain dan penegakan tata kelola pasar yang permisif. Selama bertahun-tahun, pasar modal Indonesia mentoleransi emiten dengan free float sangat rendah, kepemilikan terkonsentrasi, dan likuiditas semu.

“Fenomena saham berisiko tinggi yang populer disebut saham gorengan berkembang bukan karena ketiadaan regulasi, melainkan akibat pengawasan yang lambat, penegakan yang tidak konsisten, serta sanksi yang gagal menciptakan efek jera,” paparnya.

Sebagai ilustrasi historis, media dan otoritas pasar modal kerap merujuk pada saham-saham yang terkait dengan skandal Asuransi Jiwasraya pada 2020, seperti PT Hanson International Tbk. dan PT Trada Alam Minera Tbk., yang menunjukkan volatilitas ekstrem, free float rendah, serta struktur kepemilikan tertutup.

Dalam konteks yang lebih mutakhir, BEI secara rutin memasukkan saham-saham berkapitalisasi kecil dengan pergerakan harga ekstrem dan likuiditas tipis ke dalam daftar pemantauan khusus. Praktik ini, menurut pelaku pasar, menciptakan distorsi price discovery dan meningkatkan risiko bagi investor ritel.

Pada 28 Januari 2026, MSCI juga memberikan sinyal potensi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market. Kebijakan sementara yang diumumkan meliputi pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak adanya penambahan saham Indonesia ke MSCI IMI atau migrasi ukuran saham hingga review Mei 2026. Sehari setelahnya, Goldman Sachs menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight.

Pola ini bukan yang pertama. Pada Maret 2025, Goldman Sachs menurunkan rating saham Indonesia dari overweight ke market weight, disusul Morgan Stanley yang menurunkan peringkat saham Indonesia ke underweight pada Februari 2025.

Pada Juni 2024, kedua lembaga tersebut juga menurunkan rekomendasi ekuitas Indonesia dalam alokasi Asia dan Emerging Markets. Bagi investor global, rangkaian sinyal ini memperkuat persepsi bahwa persoalan tata kelola di pasar modal Indonesia bersifat kronis.

Dampaknya tercermin jelas dalam pergerakan pasar. IHSG tercatat terkoreksi sekitar 7,35% hingga mendekati 8–9% hanya dalam dua hari perdagangan, disertai trading halt berulang dan penghapusan sekitar US$80 miliar nilai kapitalisasi pasar.

Kusfiardi menilai koreksi tersebut lebih mencerminkan krisis kepercayaan dibandingkan pelemahan fundamental ekonomi nasional yang relatif masih solid.

Co-Founder FINE Institute ini juga menyoroti pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut telah lama mengingatkan perlunya membersihkan bursa dari saham gorengan. Menurutnya, pernyataan tersebut justru menegaskan persoalan fragmentasi otoritas dan lemahnya akuntabilitas kelembagaan.

“Pengawasan pasar modal berada di bawah OJK. Ketika peringatan publik berulang kali datang dari luar otoritas pengawas, itu menunjukkan adanya kesenjangan antara kewenangan formal dan efektivitas penegakan,” ujarnya.

Menurut Kusfiardi, reformasi tata kelola pasar modal kini memasuki fase penentuan. Setiap penundaan membawa biaya reputasi dan finansial yang nyata, dan pasar global akan menilai hasilnya dari perubahan struktur yang terlihat, bukan dari janji kebijakan.

“Pasca-keputusan MSCI, ruang kompromi terhadap praktik lama praktis telah tertutup. Dalam beberapa bulan ke depan, pasar akan melihat apakah reformasi ini benar-benar mengubah struktur kekuasaan dan insentif di bursa, atau hanya menunda koreksi berikutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa arah pasar modal Indonesia ke depan akan ditentukan oleh tindakan konkret dan perubahan struktur pasar yang terukur, bukan oleh niat atau retorika.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Geng Motor Konvoi Bawa Sajam, Enam Anak di Bawah Umur Diamankan

Keenam anggota geng motor yang diamankan Polres Indramayu karena melakukan konvoi dan membawa senjata tajam. Foto: Pradesta Bagus/Aktual.com

Indramayu, aktual.com – Diduga hendak melakukan kejahatan, enam anak di bawah umur diamankan petugas patroli Satuan Sabhara Polres Indramayu, Sabtu (31/1/2026) dini hari, di Jalan RA Kartini, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Ke enam orang anak di bawah umur ini diduga berandalan (geng) bermotor yang berhasil diamankan saat mereka berkonvoi bareng menggunakan sepeda motor.

Di saat bersamaan, patroli malam Satuan Sabhara Polres Indramayu mengetahui konvoi mereka dan melakukan pengejaran, hingga ke enamnya berhasil diamankan, sementara beberapa orang lainnya melarikan diri dari kejaran petugas.

Saat diamankan, petugas mendapati sejumlah barang bukti berupa senjata tajam sebanyak 3 bilah celurit panjang, 1 batang besi pajang dan 1 buah tongkat base ball. Petugas pun menyita 3 unit sepeda motor yang digunakan oleh mereka saat berkonvoi.

Sementara itu, guna pengembangan lebih lanjut petugas Sat Sabhara membawa ke enam anak di bawah umur ini ke Mapolres Indramayu untuk dimintai keterangan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu.

Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bahar saat dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya kini tengah menyelidiki dan mengembangkan ke enam anak di bawah umur yang diamankan tersebut.

“Benar ke enam anak di bawah umur ini itu masih kita periksa dan mintai keterangan, jika terbukti pelanggaran hukumnya maka kita akan proses lebih lanjut,” tegas Arwin.

Laporan: Pradesta Bagus (Indramayu)

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Pakar Unpad Ungkap Alasan Iran Sulit Digoyahkan Militer AS

Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran Prof. Teuku Rezasyah. ANTARA/Katriana/pri.
Pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran Prof. Teuku Rezasyah. ANTARA/Katriana/pri.

Jakarta, aktual.com – Pakar hubungan internasional Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah memaparkan sejumlah faktor strategis Iran sulit untuk diusik atau dihancurkan oleh militer negara mana pun, termasuk Amerika Serikat (AS).

“Iran tidak mudah digoyahkan apalagi dihancurkan,” kata Reza dalam webinar Global Insight Forum bertajuk “Setelah Venezuela, Iran & Greenlad : ‘Siapa’ Target Selanjutnya”, yang dipantau secara daring di Jakarta, Sabtu (31/1).

Reza mengatakan alasan pertama yakni, Iran merupakan salah satu pusat peradaban awal, seperti halnya China, India, dan Romawi. Kesadaran historis ini menumbuhkan semangat besar untuk menjaga marwah bangsa, baik di kalangan pemerintah maupun masyarakat.

Alasan kedua, kepemimpinan Iran relatif dihormati dan dicintai oleh masyarakatnya karena dianggap menunjukkan keteladanan ideologis serta berupaya memenuhi kebutuhan dasar rakyat dalam kerangka kemandirian nasional dan perlawanan terhadap dominasi asing.

Ketiga, Iran memiliki kekuatan militer yang mandiri dan autentik, dengan teknologi pertahanan yang dikembangkan di dalam negeri tanpa ketergantungan signifikan pada pihak luar.

“Karena itu, peluru kendali, telah disiapkan untuk berbagai jarak—pendek, menengah, hingga jauh—termasuk untuk menghadapi kapal induk di kawasan Timur Tengah. Sementara, Angkatan Laut Iran juga rutin menggelar latihan di perairan strategis,” kata Reza, yang juga selaku Direktur Eksekutif Global Insight Forum (GIF).

Menurutnya, dalam skenario konflik terbuka, Iran berpotensi melakukan blokade Selat Hormuz yang akan berdampak besar terhadap lalu lintas energi dan perdagangan global.

“Jika Amerika Serikat menyerang Iran, langkah ini (blokade) sangat mungkin dilakukan,” katanya melanjutkan.

Keempat, negara-negara Teluk berada dalam tingkat kewaspadaan tinggi terhadap kemungkinan pembalasan Iran. Jika Iran diserang, respons balasan dapat berupa peluncuran misil dalam jumlah besar yang mengguncang kawasan Timur Tengah.

Pengalaman konflik sebelumnya menunjukkan bahwa dalam perang singkat di masa lalu, kota-kota besar Israel mengalami kerusakan signifikan dan hanya mampu bertahan setelah keterlibatan langsung Amerika Serikat.

“Saat ini, Iran disebut memiliki stok peluru kendali dalam jumlah sangat besar,” katanya.

Reza menambahkan bahwa alasan kelima, yakni adanya keengganan serius negara-negara NATO untuk mendukung serangan langsung terhadap Iran.

“NATO dinilai telah belajar dari AS yang juga menggunakan tekanan ekonomi sebagai alat geopolitik,” ucapnya.

Alasan terakhir, yakni Iran memiliki kemampuan intelijen yang kuat dalam mendeteksi, menyisir, dan menindak jaringan lawan, baik di dalam maupun di luar negeri dan ketegasan dalam menghukum agen dan simpatisan asing menjadi faktor pencegah signifikan.

Dengan demikian, katanya, diperkirakan AS hanya melakukan serangan kecil atas Iran sebelum 11 Februari, dan sesudahnya menyatakan diri sebagai pemenang, sekadar untuk menjaga citra di panggung internasional.

Sebelumnya pada 22 Januari, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak melanjutkan kembali program nuklir, seraya menegaskan bahwa pelanggaran itu dapat memicu tindakan militer.

Trump mengatakan Washington akan memastikan posisi Teheran saat ini terkait aktivitas nuklir dan tidak akan menoleransi upaya apa pun untuk mengembangkan senjata nuklir.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Sebagai Ketua OJK Baru

Dokumentasi - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Senin (16/6/2025). (ANTARA/HO-OJK)
Dokumentasi - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Senin (16/6/2025). (ANTARA/HO-OJK)

Jakarta, aktual.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah penataan internal dengan menetapkan Pejabat Pengganti Anggota Dewan Komisioner (ADK) guna menjaga keberlangsungan kepemimpinan serta memastikan fungsi pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan tetap berjalan normal. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Komisioner OJK yang berlangsung di Jakarta, Jumat (30/1/2026) kemarin.

Dalam penetapan itu, Friderica Widyasari Dewi yang menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen ditugaskan sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Sementara itu, Hasan Fawzi yang saat ini menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto dipercaya mengisi posisi Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M Ismail Riyadi menyampaikan bahwa penunjukan pejabat pengganti tersebut merupakan bagian dari ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Dewan Komisioner OJK. “Ini bagian dari mekanisme kelembagaan untuk menjaga stabilitas organisasi,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).

Ia menuturkan, keputusan terkait jabatan Pejabat Pengganti ADK mulai berlaku efektif pada 31 Januari 2026. Seiring dengan itu, OJK akan melakukan penajaman terhadap arah kebijakan, program kerja, dan agenda strategis agar tetap selaras dengan perkembangan sektor keuangan yang terus bergerak. “Penyesuaian kebijakan akan terus dilakukan,” kata Ismail.

Selain memastikan kesinambungan kepemimpinan, OJK menegaskan koordinasi dengan para pemangku kepentingan akan terus diperkuat. Pelayanan kepada masyarakat juga dipastikan tetap berjalan optimal sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus memperkuat pelindungan konsumen.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain