7 April 2026
Beranda blog Halaman 256

Lestari Moerdijat: Dorong Peran Aktif Perguruan Tinggi Tingkatkan Daya Saing SDM Nasional

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Dorong peran aktif perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) nasional agar memiliki daya saing di kancah global.

“Daya saing SDM nasional harus konsisten ditingkatkan agar setiap anak bangsa mampu berkompetisi di tingkat global. Peran aktif perguruan tinggi sangat diharapkan dalam mewujudkan peningkatan daya saing nasional,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/1).

Data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat sebanyak 795,3 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) ditempatkan di luar negeri sepanjang 2022–2024.

Namun, sebagian masih bekerja pada sektor berisiko yang rendah keterampilan, seperti asisten rumah tangga, caregiver, pekerja kasar, perkebunan, dan operator produksi.

Data Direktorat Kependudukan dan Catatam Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) pada semester I 2025 menyebutkan dari total penduduk Indonesia sekitar 286,69 juta jiwa, lulusan perguruan tinggi (Diploma-Sarjana) mencapai 11% dari penduduk.

Menurut Lestari, berdasarkan data tersebut masih banyak potensi SDM nasional yang bisa mengisi kebutuhan pekerjaan di tingkat global pada jenis pekerjaan yang membutuhkan keterampilan yang tinggi.

Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa peran aktif perguruan tinggi dalam mempersiapkan SDM yang siap mengisi kebutuhan tenaga kerja dalam skala global sangat dibutuhkan.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI menilai, para lulusan perguruan tinggi di Indonesia secara pemahaman ilmu tidak kalah dengan lulusan luar negeri.

Namun, tambah Rerie, dalam mempraktekan ilmu tersebut secara nyata dalam dunia kerja kerap kali menghadapi kendala.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pelatihan kerja, serta penerapan kurikulum yang adaptif untuk mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, harus direalisasikan secara sistematis sejak masa pendidikan.

Rerie berharap, dengan langkah yang sistematis dan melibatkan pihak-pihak terkait secara konsisten, upaya peningkatkan daya saing SDM nasional dapat diwujudkan secara merata di tanah air.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Menkeu Nilai Mundurnya Dirut BEI Jadi Sinyal Positif bagi Investor

Jakarta, aktual.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berpendapat pengunduran diri Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman bakal menciptakan sentimen positif ke perekonomian Indonesia secara keseluruhan.

“Kalau saya pikir, ini sinyal yang positif. Artinya, investor di pasar modal maupun sektor riil melihat bahwa kita mengelola masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh,” kata Purbaya kepada awak media di Jakarta, Jumat (30/1).

Ia menilai sikap Iman menunjukkan tanggung jawabnya terhadap masalah di pasar modal beberapa waktu terakhir, mengingat respons BEI terhadap masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) memicu koreksi yang mendalam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Sementara itu, bila tidak ada aksi serius untuk memperbaiki pasar modal, perekonomian Indonesia berpotensi dianggap tidak stabil dan sektor ekonomi lainnya juga akan turut tertekan.

Adapun terkait potensi risiko terhadap fiskal, Purbaya menjamin anggaran negara tetap aman dan tidak terdampak oleh gejolak di pasar modal. “Saya untung kalau dia (Dirut BEI) mundur. Dia bayar pajak. Bukan saya juga yang bayar gajinya”.

Bendahara negara meyakini keputusan Iman mundur dari jabatannya sebagai Dirut BEI bakal diterima secara positif oleh investor yang memahami cara kerja pasar modal.

“Yang tadinya ragu-ragu, mestinya, akan lebih yakin bahwa arah ke depan adalah lebih baik. Jadi, mereka akan investasi di pasar modal maupun sektor riil, di modal asing langsung (foreign direct investment/FDI),” ujar Purbaya lagi.

Ketika ditanya siapa yang bakal menggantikan Iman, Purbaya mengaku bakal menghormati prosedur organisasi BEI.

“Itu kan ada prosedur di bursa sendiri. Kami biarkan bursa yang mengatur,” ujar dia.

Iman Rachman menyampaikan pengunduran dirinya kepada awak media di Media Center BEI, Jakarta, Jumat, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini.

BEI pun akan segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) untuk menjalankan operasional harian, pasca pengunduran diri Iman Rachman sebagai Dirut.

Sebagaimana Peraturan OJK Nomor 58/POJK.04/2016 Tentang Direksi dan Dewan Komisaris Pasal 23, diantaranya dalam hal terdapat jabatan anggota Direksi Bursa Efek yang lowong, maka jabatan anggota Direksi Bursa Efek tersebut wajib diisi dalam jangka waktu paling lambat tiga bulan sejak jabatan anggota Direksi Bursa Efek dimaksud lowong.

Kemudian, dalam hal terjadi jabatan direktur utama Bursa Efek lowong, salah satu anggota Direksi Bursa Efek wajib ditunjuk berdasarkan keputusan Direksi Bursa Efek yang bertindak sebagai pejabat sementara untuk melaksanakan tugas dan wewenang direktur utama yang lowong tersebut sampai dengan diangkatnya pengganti, setelah mendapat persetujuan Dewan.

Penunjukkan sementara direktur utama Bursa Efek atau pengalihan tugas dan wewenang anggota Direksi Bursa Efek wajib dilaporkan oleh Direksi Bursa Efek kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat dua hari setelah penunjukan atau pengalihan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kasus Kuota Haji, Yaqut Bersaksi untuk Mantan Stafsus Menag di KPK

Tersangka kasus kuota haji mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (ANTARA/Muhammad Rizki)
Tersangka kasus kuota haji mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tiba di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (ANTARA/Muhammad Rizki)

Jakarta, aktual.com – Tersangka kasus kuota haji mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas akan memberikan kesaksian terhadap mantan Staf Khusus Menag Ishfah Abidil Aziz alias Gus Alex.

“Ya, saya dipanggil sebagai saksi untuk memberikan kesaksian atas saudara Ishfah,” kata Yaqut di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/1).

KPK memeriksa Yaqut dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait penyidikan kasus penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama Tahun 2023-2024.

Yaqut mengaku telah menyiapkan buku catatan dalam pemeriksaannya hari ini.

“Saya bawa booknote saja buat mencatat,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan KPK, Yaqut tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta pada pukul 13.19 WIB.

Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mengumumkan mulai melakukan penyidikan kasus kuota haji.

Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih dan mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan.

Mereka yang dicegah adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku mantan staf khusus pada era Menag Yaqut Cholil, serta Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour.

KPK pada 9 Januari 2026, mengumumkan dua dari tiga orang yang dicegah tersebut menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, yakni Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), dan Ishfah Abidal Aziz (IAA).

Selain ditangani KPK, Pansus Hak Angket Haji DPR sebelumnya juga menyatakan telah menemukan sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Diklat PPIH Arab Saudi, 13 Calon Petugas Haji Dicopot

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak usai pengukuhan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (30/1/2026). ANTARA/HO-Kemenhaj
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak usai pengukuhan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (30/1/2026). ANTARA/HO-Kemenhaj

Jakarta, aktual.com – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan sebanyak 13 calon petugas haji terpaksa harus dicopot saat proses pendidikan dan pelatihan petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) Arab Saudi dengan berbagai alasan.

“Tadi malam laporan ke saya itu ada 13 orang yang dicopot dari proses diklat,” ujar Dahnil usai pengukuhan PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (30/1).

Dahnil mengatakan para peserta yang dicopot ini karena berbagai alasan, seperti indisipliner, pemalsuan absensi, sakit kronis, dan lainnya. Bahkan ada peserta yang memalsukan hasil Medical Check Up (MCU), padahal memiliki penyakit tuberkulosis (TBC).

Ia menegaskan tidak ada perlakuan istimewa bagi mereka yang akan menjadi petugas haji. Seluruh proses pendidikan dan pelatihan harus diikuti secara menyeluruh dan transparan. Mengingat, para petugas ini bakal menjadi garda terdepan dalam melayani tamu-tamu Allah SWT.

“Akhirnya ya sudah kita mau orang yang siap 20 hari fokus di sini, ikut pelatihan, ikut aturan dan sebagainya. Dan itu semuanya keputusan diambil oleh tim pelatih dari teman-teman TNI dan Polri,” kata Dahnil.

Aturan tersebut tidak hanya berlaku saat diklat, ketika sudah berangkat ke Tanah Suci juga seluruh petugas haji mesti disiplin dan menjalankan tugas serta fungsinya masing-masing. Apabila abai terhadap pekerjaannya, maka sanksi tegas sudah menanti mereka.

“Ya kami evaluasi, kami akan langsung keluarkan. Jadi ini nanti, kan gini loh, yang publik harus tahu petugas haji ini dibayar loh, mereka digaji. Jadi memang kerjanya meletihkan ya, kalau istilah saya itu bisa 25 jam,” kata dia.

Sebelumnya, Dahnil Anzar Simanjuntak kembali mengingatkan bahwa fungsi petugas haji adalah memberi pelayanan kepada jamaah, bukan sebatas ikut “nebeng” berhaji.

“Kami itu adalah ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya itu adalah menjadi petugas haji bukan orang-orang yang nebeng naik haji. Karena mereka sudah dilatih cukup lama sebagai sebuah tim,” ujarnya.

Para PPIH Arab Saudi telah menjalani pelatihan dan pendidikan selama 20 hari di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Selanjutnya mereka akan menjalani diklat secara daring selama 10 hari.

Menurut Dahnil, profil para petugas haji tahun ini berbeda-beda latar belakang, mulai dari dokter, aparat keamanan, jurnalis, bahkan profesor hingga akademisi. Semuanya mesti dalam satu bendera sebagai petugas haji.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Wamenhaj Tegaskan Petugas Haji Bukan untuk “Nebeng” Berhaji

Jakarta, aktual.com – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak kembali mengingatkan bahwa fungsi petugas haji adalah memberi pelayanan kepada jamaah, bukan malah ikut nebeng berhaji.

“Kami itu ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya itu adalah menjadi petugas haji, bukan orang-orang yang nebeng naik haji. Karena mereka sudah dilatih cukup lama sebagai sebuah tim,” ujar Wamenhaj Dahnil dalam pengukuhan petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat.

Para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menjalani pelatihan dan pendidikan selama 20 hari di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Selanjutnya mereka akan menjalani diklat secara daring selama 10 hari.

Menurut Wamenhaj, profil para petugas haji tahun ini berbeda-beda latar belakang, mulai dari dokter, aparat keamanan, jurnalis, bahkan profesor hingga akademisi. Semuanya mesti dalam satu bendera yang sama yakni sebagai petugas haji.

Mereka juga harus menanggalkan setiap identitas yang melekat pada dirinya ketika bertugas melayani tamu-tamu Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT). Ia menegaskan tidak ada perlakuan istimewa yang diberikan, semua berlaku setara.

“Nah kita harapkan dengan pola ini kita bisa menjawab kritik publik selama ini untuk menghindari ada orang-orang yang nebeng naik haji,” katanya.

Ia menegaskan pendidikan semi militer yang diterapkan selama diklat bertujuan membangun kekompakan, kedisiplinan, serta membentuk komando yang terarah. Dengan demikian tugas-tugas selama di Tanah Suci akan lebih mudah.

“Jadi jangan kemudian mereka memposisikan diri sebagai jamaah. Karena banyak yang terjadi sebelum-sebelumnya, petugas haji itu jadi minta dilayani malah,” kata Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Dirut BEI Mengundurkan Diri Pasca IHSG Terjun Dua Hari Berturut-turut

Jakarta, aktual.com – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya.

Iman mengatakan pengunduran diri yang dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini.

“Walaupun kondisi kita pagi hari ini membaik, saya ingin menyampaikan statement dan ini tidak ada tanya-jawab, bahwa saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin. menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman kepada awak media di Media Center BEI, Jakarta, Jumat (30/1).

Dalam kesempatan ini, seiring pengunduran dirinya, Iman tetap berharap pasar modal Indonesia akan tetap baik ke depan.

“Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal, semoga dengan pengunduran saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” ujar Iman.

Ia berharap penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini, dapat terus berlanjut ke hari- hari berikutnya.

“Mudah-mudahan indeks kita yang pagi ini dibuka membaik akan terus membaik di hari-hari berikutnya,” ujar Iman.

Terkait proses administrasi, Iman mengatakan akan dilakukan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar (AD) yang berlaku.

“Administrasi semuanya akan berlaku sesuai dengan ketentuan anggaran dasar kita. Nanti akan ada sementara PLT yang akan ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk definitif Direktur Utama yang baru,” ujar Iman.

Pada perdagangan Jumat (30/01) pagi ini, ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 88,88 poin atau 1,08 persen ke posisi 8.321,08.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain