9 April 2026
Beranda blog Halaman 264

Ketika Air Masuk Bursa: Menguji Rasionalitas IPO PAM JAYA

Jakarta, Aktual.com – Wacana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) Perumda PAM JAYA kembali mengemuka seiring meningkatnya kebutuhan investasi untuk memperluas layanan air minum perpipaan di DKI Jakarta. Tantangan yang dihadapi tidak ringan, mulai dari perluasan jaringan ke wilayah yang belum terlayani, penurunan tingkat kehilangan air (non-revenue water), hingga modernisasi infrastruktur yang telah menua. Seluruh agenda tersebut membutuhkan pembiayaan jangka panjang yang stabil dan berbiaya modal rendah.

Founder Institute of Economic and Political Resources (IEPR), Arya I.P. Palguna, menilai opsi IPO perlu dikaji secara lebih kritis karena karakter layanan air minum berbeda dengan sektor komersial murni.

“Air minum bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan layanan publik esensial yang memiliki dimensi hak dasar warga, kesehatan publik, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Arya kepada Aktual.com, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, dalam literatur ekonomi publik, sektor dengan karakter natural monopoly dan kepentingan sosial tinggi cenderung kurang optimal apabila sepenuhnya didorong oleh logika pasar modal yang berorientasi pada imbal hasil jangka pendek. Risiko tekanan tarif, berkurangnya fleksibilitas kebijakan, serta potensi konflik antara tujuan pelayanan publik dan kepentingan pemegang saham menjadi isu strategis yang perlu diantisipasi.

Dalam konteks tersebut, Arya menilai pembentukan Jakarta Funding dapat menjadi alternatif kebijakan yang lebih rasional dan sistemik. Lembaga ini dapat dirancang sebagai institusi pembiayaan khusus milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan pembiayaan bagi proyek strategis daerah, termasuk Perumda PAM JAYA dan BUMD lainnya.

“Pendekatan ini menempatkan pembiayaan infrastruktur sebagai fungsi kolektif pemerintah daerah, bukan semata-mata beban korporasi penyedia layanan publik,” ujarnya.

Menurut Arya, model municipal financing institutions atau infrastructure funds telah diterapkan di berbagai kota dunia untuk menjembatani kebutuhan investasi jangka panjang dengan karakter pendapatan layanan publik yang bertahap. Keunggulannya terletak pada biaya modal yang lebih rendah serta kendali kebijakan yang tetap berada di tangan pemerintah.

Dari sisi pendanaan, Jakarta Funding dinilai memiliki fleksibilitas instrumen, mulai dari Penyertaan Modal Daerah (PMD), penerbitan obligasi daerah tematik seperti obligasi air bersih atau green bonds, hingga pemanfaatan skema blended finance dan pinjaman lunak.

“Dengan pengelolaan risiko terpusat dan pendekatan risk pooling lintas BUMD, PAM JAYA tidak berada di bawah tekanan untuk mengejar profitabilitas jangka pendek sebagaimana perusahaan terbuka,” katanya.

Arya menegaskan, diskursus kebijakan seharusnya tidak berhenti pada pilihan IPO atau tidak IPO, melainkan pada upaya membangun ekosistem pembiayaan publik yang berkelanjutan dan selaras dengan karakter layanan air minum sebagai barang publik.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Perdagangan Karbon Indonesia–Uni Eropa, DPR Tekankan Tata Kelola dan Kepastian Hukum

Karyawan/ti PT Indofood Sukses Makmur Tbk melakukan aksi tanam pohon bakau di Pesisir Merunda, Jakarta Utara, Sabtu (4/8).Dalam rangka menyambut hari Mangrove se-dunia, PT Indofood Sukses Makmur Tbk menggelar aksi penanaman 2000 batang pohon mangrove di pesisir Merunda, Jakarta Utara.Acara bertajuk “Bakau untuk Jakarta ” yang digagas Indofood bekerjasama dengan Yayasan Restorasi Mangrove Indonesia (IMARF) ini juga melibatkan karyawan Indofood untuk peduli lingkungan dan berkontribusi secara nyata dengan membeli, menanam serta meningkatkan pemahaman pentingnya tanaman bakau untuk kelangsungan ekosistem sepanjang pesisir pantai. AKTUAL/Eko S Hilman

Jakarta, Aktual.com – Komisi XII DPR RI menggelar pertemuan dengan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam guna membahas kebijakan perdagangan karbon nasional, khususnya implementasi Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Pertemuan ini menegaskan pentingnya keselarasan pandangan antara Indonesia dan mitra internasional dalam kerangka kebijakan yang menghormati kedaulatan nasional.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyampaikan bahwa Uni Eropa memandang Indonesia sebagai aktor strategis dalam perdagangan karbon di Asia Tenggara, mengingat besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki. Namun, ia menegaskan bahwa pemanfaatan potensi tersebut harus tetap berada dalam koridor regulasi nasional dan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia memiliki posisi yang sangat penting di kawasan, tetapi kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan perdagangan karbon harus berjalan sesuai aturan nasional serta kepentingan lingkungan,” ujar Bambang di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, Perpres NEK menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola perdagangan karbon yang transparan, terukur, dan memberikan kepastian hukum. Regulasi tersebut juga dirancang untuk memastikan nilai ekonomi karbon dapat memberikan manfaat optimal bagi negara, sekaligus mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional.

Dalam diskusi tersebut, Komisi XII DPR RI menekankan bahwa kerja sama dengan Uni Eropa tidak hanya berorientasi pada aspek bisnis, tetapi juga pada kesesuaian kebijakan dengan agenda transisi energi nasional, termasuk Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). DPR, kata Bambang, akan memastikan agar implementasi perdagangan karbon tidak menimbulkan distorsi kebijakan maupun risiko terhadap kepentingan nasional.

“Sepanjang memenuhi regulasi dan tidak bertentangan dengan kebijakan nasional, kerja sama tentu terbuka. Namun prinsip kehati-hatian dan tata kelola tetap menjadi prioritas,” kata politisi Partai Golkar tersebut.

Bambang menambahkan, komunikasi dengan Uni Eropa merupakan proses berkelanjutan. Komisi XII DPR RI berkomitmen mengawal agar kebijakan perdagangan karbon benar-benar memberikan manfaat ekonomi, menjaga kepentingan nasional, dan memperkuat perlindungan lingkungan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Savadori Jalani Tes Intensif RS-GP26, Aprilia Siapkan Musim MotoGP 2026

Milan, Aktual.com – Aprilia Racing bersiap mengawali musim MotoGP 2026 dengan fokus pada pengembangan motor RS-GP26 melalui rangkaian tes pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia. Sesi awal dimulai lewat Tes Shakedown Sepang yang dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Januari 2026.

Pembalap penguji resmi Aprilia Racing, Lorenzo Savadori, diturunkan untuk menguji berbagai komponen dan pembaruan teknis pada RS-GP26. Setelah itu, Aprilia akan melanjutkan agenda dengan tes resmi MotoGP di sirkuit yang sama pada 3–5 Februari 2026. Pada sesi tersebut, Marco Bezzecchi dijadwalkan bergabung bersama Savadori.

Savadori juga akan menjalani tes resmi lanjutan selama tiga hari guna melanjutkan pengembangan RS-GP26. Peran ini dijalankan karena pembalap utama Aprilia, Jorge Martín, masih menjalani program pemulihan fisik. Martín sebelumnya menjalani dua operasi lanjutan pada pertengahan Desember 2025, masing-masing pada tulang skafoid kiri dan tulang selangka kanan.

Keputusan Aprilia Racing untuk tidak menurunkan Martín di lintasan pramusim diambil demi memastikan sang juara dunia kembali dalam kondisi fisik optimal saat musim balap dimulai. Meski demikian, Martín tetap hadir di Malaysia untuk memantau langsung proses pengembangan motor bersama tim teknis Aprilia.

“Di Sepang, agenda saya akan sangat padat karena harus mengerjakan delapan motor, termasuk motor Trackhouse MotoGP Team. Banyak pembaruan yang akan kami uji,” ujar Savadori dalam keterangan resmi Aprilia Racing.

Ia menambahkan, fokus utama tim saat ini adalah memastikan RS-GP26 memiliki fondasi teknis yang kuat sejak awal musim. “Terkait Jorge, yang paling penting adalah dia pulih sepenuhnya sebelum musim dimulai,” katanya.

Secara teknis, rangkaian tes ini menjadi krusial bagi Aprilia untuk menyempurnakan paket mesin, aerodinamika, dan elektronik RS-GP26 agar mampu bersaing konsisten di papan atas MotoGP 2026.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Hari Keenam Pencarian Longsor Bandung Barat, Tim SAR Evakuasi Tiga Korban

Bandung Barat, Aktual.com – Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan evakuasi dan pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pada hari keenam operasi pencarian, tim SAR berhasil mengevakuasi tiga jenazah korban.

“Pada operasi pencarian dan pertolongan hari keenam, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban dalam kantong jenazah,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulis, Kamis (29/1/2026).

Abdul Muhari menjelaskan, lokasi penemuan korban longsor hari ini berada di sektor A1 dan B1. Penguatan alat berat serta anjing pelacak terus dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian dan pertolongan. Sedikitnya 15 unit ekskavator telah diterjunkan guna mendukung operasi tersebut.

“Upaya penanganan saat ini masih difokuskan pada operasi pencarian dan pertolongan,” ucapnya.

Kondisi cuaca yang masih diselingi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang menjadi tantangan bagi tim SAR gabungan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para personel SAR gabungan yang jumlahnya telah mencapai 3.229 orang.

Sejak hari pertama hingga Kamis (29/1) pukul 15.05 WIB, tim SAR gabungan secara total telah mengevakuasi 56 kantong jenazah yang selanjutnya diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi. Kantong jenazah yang diserahkan kepada tim DVI dapat berupa potongan anggota tubuh sehingga memerlukan pendalaman dalam proses identifikasi.

Berdasarkan data tim DVI hingga Rabu (28/1) pukul 22.00 WIB, sebanyak 40 jenazah korban longsor di Bandung Barat telah berhasil diidentifikasi. Jenazah yang telah teridentifikasi segera diserahkan kepada pihak keluarga korban. Diperkirakan masih terdapat 24 korban yang masih dalam proses pencarian.

Hingga kini, proses identifikasi terhadap kantong jenazah yang telah diserahkan kepada tim DVI terus berjalan. Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada esok hari dengan menyisir sektor A dan sektor B.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Misteri “Board of Peace” Dibongkar, GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar

Jakarta, aktual.com — Berbagai kritik yang dialamatkan pada keputusan Indonesia bergabung dalam “Board of Peace” yang diumumkan di sela pertemuan World Economy Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, 22 Januari lalu, merupakan apresiasi dari masyarakat luas pada kebijakan luar negeri pemerintahan Prabowo Subianto.

“Kritik dan komentar terhadap keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace adalah bentuk kepedulian. Artinya masyarakat Indonesia peduli pada garis lurus foreign policy kita,” ujar Direktur Geopolitik GREAT Institute Dr. Teguh Santosa dalam dialog GREAT Talks yang ditayangkan Kamis (29/1).

“Kebijakan Presiden ternyata diapresiasi oleh publik. Apalagi untuk urusan Palestina yang merupakan agenda lama yang kita simpan di playbook foreign policy kita,” sambungnya.

Namun bagaimana pun juga Teguh mengatakan bahwa “Board of Peace” adalah produk PBB yang dilahirkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 yang diterbitkan pada bulan November 2025.

Dalam Resolusi DK PBB itu disebutkan bahwa DK PBB menerima Comprehensive Plan perdamaian di Gaza yang disampaikan Donald Trump. DK PBB juga memberikan pengakuan pada kontribusi sejumlah negara seperti AS, Qatar, Mesir dan Turkiye yang ikut memfasilitasi upaya perdamaian di Gaza.

Sementara pada poin berikutnya, DK PBB menerima pembentukan “Board of Peace”.

“Jadi kalau kita melihat Board of Peace dilahirkan melalui Resolusi DK PBB, maka tidak perlu meragukan itikad kehadiran Board of Peace,” sambungnya.

Teguh yang juga mendorong semua pihak untuk mempelajari kembali Resolusi DK PBB 2803 tentang perdamaian di Gaza yang mencakup pembentukan “Board of Peace” dan mekanisme kerja umumnya. Juga 20 poin “Comprehensive Plan” yang ditawarkan Trump yang menjadi lampiran tak terpisahkan dari Resolusi DK PBB 2803 itu.

Poin pertama dalam Comprehensive Plan itu aqdalah melakukan deradikalisasi di Gaza dan menjauhkan Gaza dari segala bentuk teror.

Rencana Komprehensif Trump itu juga menyatakan bahwa Hamas dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) harus menghentikan aksi saling serang.

Pelucutan senjata pihak-pihak yang bertikai adalah suatu keharus untuk mancapai fase pertama dari perdamaian, yaitu negative peace sebagai situasi di mana tidak ada kekerasan, untuk menuju positive peace.

“Untuk Hamas istilah yang digunakan meletakkan senjata, sementara untuk Israel menarik diri. Kenapa? Karena Gaza bukan punya Israel,” kata Teguh lagi.

Teguh juga mengatakan, di dalam Rencana Komprehensif itu juga disebutkan bahwa warga Gaza tidak akan diusir keluar secara paksa dari tanah mereka.

“Karena itu semua saya menilai apa yang diputuskan Presiden Prabowo ini konsisten dengan perjuangan kita untuk menciptakan perdamaian di Palestina,” kata Teguh lagi.

Pada bagian lain, mantan Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu juga mengatakan bahwa isu perdamaian di Gaza ini bukan isu penentuan nasib sendiri atau self determination.

“Isu self determination bagi Palestina sudah selesai. Palestina ini adalah negara yang berdaulat, maka ia punya bendera di Markas PBB dan statusnya observer state,” masih kata Teguh yang juga dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Dia menambahkan isu Palestina tidak pernah dibahas di Komisi IV PBB tentang Politik Khusus dan Dekolonisasi yang membahas wilayah-wilayah di muka bumi yang belum memerintah dirinya sendiri atau non-self governing territories.

Teguh memahami hal ini karena dia merupakan salah seorang petisioner masalah Sahara Barat yang dibahas di Komisi IV tersebut.

“Saya melihat Board of Peace ini sebagai suatu ikhtiar. Bukan ikhtiar Donald Trump. Setelah proposal Donald Trump diadopsi DK PBB, maka ini menjadi ikhtiar kita bersama, masyarakat internasional,” demikian Teguh Santosa.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Usulan Sekolah Rakyat Tanah Datar Terkendala Kontur Lahan, Sertifikat Belum Rampung

Jakarta, Aktual.com – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (29/1/2026). Peninjauan tersebut dilakukan bersama Bupati Tanah Datar Eka Putra dan Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar Anton Yondra sebagai bagian dari proses awal penentuan kelayakan lokasi pengganti dari usulan sebelumnya.

Dalam kesempatan itu, Dody menjelaskan bahwa lahan di Tanjung Alam merupakan lokasi baru yang diajukan oleh pemerintah daerah. Namun, kondisi fisik lahan dinilai memiliki tantangan karena tingkat kemiringan yang cukup tinggi sehingga membutuhkan penanganan awal sebelum pembangunan dapat dilaksanakan.

“Ini kan lokasinya baru diusulkan oleh Pak Bupati untuk menggantikan yang lama. Kemiringannya memang cukup terjal, jadi harus dibereskan dulu,” ujar Dody.

Ia juga menyinggung masih adanya kendala terkait penyediaan air minum dan jaringan listrik. Namun, hal tersebut dinilai dapat diupayakan bersama. Menteri Dody menegaskan bahwa langkah paling penting dalam waktu dekat adalah penyelesaian administrasi lahan, khususnya terkait pendaftaran dan sertifikasi.

Menurutnya, kepastian status lahan sangat dibutuhkan agar perencanaan teknis dapat dilakukan secara tepat, mengingat karakteristik lahan yang cukup menantang. “Yang paling utama sekarang adalah pendaftaran lahan,” tambah Dody.

Sementara itu, Eka Putra menyampaikan bahwa pengusulan lokasi baru tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan Sekolah Rakyat. Ia menjelaskan bahwa lokasi sebelumnya belum memenuhi ketentuan luas minimal.

“Ini tentu karena kebutuhan masyarakat dan arahan Presiden untuk membangun Sekolah Rakyat,” kata Eka Putra.

Ia menyebutkan lahan di Tanjung Alam memiliki luas sekitar 13,3 hektare sehingga dinilai lebih memungkinkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat, meskipun memerlukan pekerjaan awal seperti pembersihan lahan dan penyiapan administrasi.

Senada, Anton menyambut positif kunjungan Menteri PU ke daerahnya. Ia menilai kehadiran langsung pemerintah pusat menjadi sinyal perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur di Tanah Datar.

“Kami sangat berterima kasih kepada Menteri PU,” ujar Anton.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain