11 April 2026
Beranda blog Halaman 279

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, KSP: Keputusan Ada di Tangan Presiden Prabowo

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang membahas penguatan transformasi industri di sektor tekstil hingga chip otomotif di kediamannya kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026). (ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet)
Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang membahas penguatan transformasi industri di sektor tekstil hingga chip otomotif di kediamannya kawasan Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026). (ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet)

Jakarta, aktual.com – Isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mengemuka. Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menegaskan bahwa keputusan reshuffle sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto.

“Hanya presiden dan Tuhan yang tahu,” kata Qodari kepada wartawan di kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Jakarta, Rabu (28/1).

Qodari menyampaikan bahwa kinerja menjadi salah satu indikator utama dalam evaluasi menteri. Namun, ia enggan merinci lebih jauh parameter kinerja yang dimaksud.

“Yang pasti begini, presiden kalau bicara reshuffle pasti kriterianya adalah kinerja, pencapaian target-target. Dan itu semua dipantau oleh presiden setiap hari. Setiap hari,” ujarnya.

Menguatnya isu perombakan kabinet juga dipicu oleh kekosongan jabatan Wakil Menteri Keuangan, menyusul disetujuinya Thomas Djiwandono oleh DPR RI untuk menduduki posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

“Ya itu, ya bagus saja itu. Kalau itu kan logis saja. Berarti kan harus ada yang diisi, kan?” kata Qodari.

Sebelumnya, Prabowo menegaskan tidak akan ragu mencopot menteri yang dinilai bermasalah meski telah diberi peringatan berulang. Ia menyebut akan memberikan hingga tiga kali peringatan sebelum mengambil langkah reshuffle.

“Anak buah saya hebat-hebat ya, kalau ada satu dua nakal, saya peringati. Satu kali peringatan masih, masih nakal, masih enggak mau dengar. Dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat reshuffle. Harus diganti,” ujar Prabowo saat berorasi di Universitas Kebangsaan RI, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025).

Menurut Prabowo, ketegasan tersebut dilakukan demi kepentingan bangsa dan rakyat. Ia menekankan tidak boleh ada toleransi terhadap pejabat yang merugikan masyarakat.

“Karena demi negara bangsa dan rakyat tidak boleh ada rasa kasihan yang kasihan rakyat Indonesia,” ucapnya.

Prabowo juga menegaskan dirinya tidak khawatir jika harus berhadapan dengan pihak-pihak yang dirugikan oleh kebijakan tegas pemerintah, termasuk para koruptor.

“Saya nggak papa dibenci, asal rakyat saya tidak benci saya. Kalau saya dibenci oleh maling-maling koruptor manipulator penipu-penipu yang serakah enggak papa, enggak ada urusan,” tuturnya.

“Saya dikasih peringatan, ‘Pak hati-hati loh Pak mereka uangnya banyak, mereka bisa bayar demo’. Enggak ada urusan yang penting rakyat Indonesia mendukung saya saya tidak ragu-ragu,” sambung Prabowo.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Serikat Pekerja Dorong Reformasi Jaminan Pensiun, Minta Negara Lebih Hadir

Sekretaris Jenderal DPP Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara, Giofedi
Sekretaris Jenderal DPP Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara, Giofedi

Jakarta, aktual.com – Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara menegaskan jaminan pensiun masih menjadi isu paling krusial bagi pekerja dan buruh di Indonesia. Negara diminta lebih hadir untuk memastikan hak pensiun dapat dinikmati secara layak oleh seluruh pekerja.

Sekretaris Jenderal DPP Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara, Giofedi, mengatakan jaminan pensiun merupakan salah satu hak dasar pekerja yang hingga kini masih perlu diperjuangkan secara serius.

“Yang menjadi concern kami yang paling utama itu tentang, sebetulnya, jaminan pensiun. Memang kita ingin semua pekerja mendapatkan hak-haknya sebagai pekerja/buruh,” kata Giofedi, Rabu (28/1).

Menurut dia, isu pensiun tidak bisa dilepaskan dari peran negara dalam sistem jaminan sosial. Karena itu, pihaknya mendorong adanya formulasi kebijakan yang lebih kuat agar perlindungan pensiun bagi pekerja benar-benar terjamin.

“Salah satunya yang ktia perjuangkan itu adalah tentang jaminan pensiun. Nah, ini yang memang coba kita formulasikan kembali agar negara hadir dalam pensiun para pekerja/buruh,” ungkapnya.

Giofedi menuturkan, upaya tersebut juga dibahas dalam forum diskusi rutin yang digelar oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Indonesia, yang secara khusus mengangkat isu reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

“Hari ini kebetulan menghadiri forum diskusi rutin yang diselenggarakan oleh teman-teman ILO Indonesia terkait dengan reformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional ada kurang lebih sekitar 10 konfederasi yang dari awal hingga akhir mengikuti diskusi rutin kita ini yang alhamdulillah hari ini menghasilkan beberapa rekomendasi untuk kita perjuangkan di tahun 2026, agar perubahan dan reformasi sistem jaminan sosial nasional ini bisa segera kita wujudkan,” ucapnya.

Ia berharap rekomendasi yang dihasilkan dari forum tersebut dapat menjadi pijakan bersama bagi serikat pekerja dan pemangku kebijakan untuk mendorong perubahan konkret, sehingga sistem jaminan sosial nasional, khususnya jaminan pensiun, benar-benar memberikan rasa aman bagi pekerja di masa tua.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

KPK Periksa Deretan Kades dan Ajudan Bupati Pati Terkait Dugaan Pemerasan Perangkat Desa

Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati Sudewo (tengah) berjalan meninggalkan Gedung KPK Merah Putih usai pemeriksaan di Jakarta, Selasa (20/1/2026). KPK menetapkan Bupati Pati tersebut sebagai tersangka dengan barang bukti berupa uang senilai Rp2,6 miliar. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.
Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati Sudewo (tengah) berjalan meninggalkan Gedung KPK Merah Putih usai pemeriksaan di Jakarta, Selasa (20/1/2026). KPK menetapkan Bupati Pati tersebut sebagai tersangka dengan barang bukti berupa uang senilai Rp2,6 miliar. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.

Jakarta, aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil sejumlah kepala desa (kades) dan pihak terkait sebagai saksi dalam perkara dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa yang menjerat Sudewo, Bupati Pati nonaktif. Salah satu yang dipanggil adalah Wisnu Agus Nugroho, ajudan Sudewo.

“Saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dalam pengisian formasi jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).

Budi menjelaskan, pemeriksaan hari ini menghadirkan total sepuluh saksi yang dijadwalkan diperiksa di Polres Pati. Para saksi berasal dari unsur dinas, kecamatan, kepala desa, hingga pihak swasta.

Adapun daftar saksi yang dipanggil KPK antara lain:

1. Tri Hariyama selaku Kepala Dinas Permendes Kabupaten Pati
2. Wisnu Agus Nugroho selaku ajudan Bupati Pati
3. Yogo Wibowo selaku Camat Jakenan
4. Sisman selaku Kepala Desa Sidoluhur/Karangrowo
5. Sudiyono selaku Kepala Desa Angkatan Lor
6. Imam Sholikin selaku Kepala Desa Gadu
7. Sugiyono alias Yoyon selaku Kepala Desa Tambakharjo
8. Pramono selaku Kepala Desa Semampir
9. Mudasir selaku pihak swasta
10. Agus Susanto selaku Kepala Desa Slungkep

Dalam perkara ini, Sudewo telah ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya, yakni Abdul Suyono (Kades Karangrowo, Kecamatan Jakenan), Sumarjiono (Kades Arumanis, Kecamatan Jaken), dan Karjan (Kades Sukorukun, Kecamatan Jaken).

KPK menduga Sudewo mematok tarif awal sebesar Rp125–150 juta kepada calon perangkat desa. Nilai tersebut kemudian diduga dinaikkan oleh para pihak terkait menjadi Rp165–225 juta per calon. Dari penanganan perkara ini, KPK telah menyita uang tunai dengan total sekitar Rp2,6 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Biaya Politik Tinggi: Gejala Negara Salah Desain, Bukan Takdir Demokrasi

Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia (IWPI) Rinto Setiyawan. FOTO: Ist

Oleh: Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP (Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan)

Jakarta, aktual.com – Salah satu kalimat yang paling sering diucapkan untuk menormalkan kebobrokan politik adalah: “politik memang mahal.” Kalimat ini terdengar realistis, tetapi sesungguhnya menyesatkan. Biaya politik tinggi bukanlah takdir demokrasi, melainkan gejala negara yang salah desain. Ketika politik menjadi sangat mahal, yang rusak bukan hanya etika politik, melainkan arsitektur kenegaraan itu sendiri.

Dalam logika Sekolah Negarawan, politik bukan ruang perjudian modal, melainkan alat negara untuk menjalankan kedaulatan rakyat secara efektif, efisien, dan transparan. Ketika biaya politik membengkak, maka yang sedang terjadi bukan politik, melainkan penyimpangan politik.

Negara adalah entitas yang terdiri dari wilayah, rakyat, dan pemerintah, yang diberi kewenangan untuk mewujudkan kedaulatan, keadilan, dan kesejahteraan seluruh rakyat. Politik, dalam kerangka ini, adalah upaya memperoleh dan menjalankan kewenangan secara efektif, efisien, dan transparan demi tujuan tersebut.

Dengan definisi ini, politik mahal sejak awal adalah kontradiksi. Jika untuk memperoleh kewenangan seseorang harus mengeluarkan biaya besar, maka sejak awal politik itu telah kehilangan efisiensi dan transparansinya. Kewenangan tidak lagi lahir dari mandat rakyat, melainkan dari kemampuan membayar.

Di titik inilah negara mulai menyimpang dari tujuan dasarnya.

Dalam negara yang sehat, negarawan adalah penjaga arah dan nilai negara. Negarawan memahami filosofi negara, struktur ketatanegaraan, dan tujuan kebijakan publik. Mereka tidak lahir dari transaksi, melainkan dari kepercayaan dan integritas.

Namun, ketika biaya politik menjadi sangat tinggi, ruang bagi negarawan menyempit. Yang bertahan bukan yang paling bijaksana, melainkan yang paling mampu membiayai proses politik. Politik pun berubah fungsi: dari alat negara menjadi pasar kewenangan.

Partai politik yang seharusnya mendidik calon pemimpin pemerintahan, bergeser menjadi mesin seleksi pejabat pemerintahan berdasarkan modal dan loyalitas transaksional, bukan kompetensi dan visi kebangsaan.

Pemerintah, menurut definisi kenegaraan, hanyalah sebagian kecil rakyat yang diberi mandat untuk menjalankan kebijakan demi keadilan dan kesejahteraan. Namun, pejabat yang lahir dari biaya politik tinggi tidak memulai jabatannya sebagai pelayan negara, melainkan sebagai pemegang utang dukungan partai politik.

Utang ini tidak selalu berupa uang tunai. Ia bisa berupa kewajiban membalas dukungan, konsesi kebijakan, pembagian jabatan, atau perlindungan hukum.

Akibatnya, aparatur pemerintah tidak lagi bekerja sebagai pelaksana profesional mandat konstitusi, melainkan sebagai pengelola kompromi kekuasaan. Negara pun kehilangan efektivitas dan keadilannya.

Dalam definisi Sekolah Negarawan, kejahatan politik adalah upaya memperoleh dan menjalankan kewenangan secara manipulatif, koruptif, dan tertutup untuk kepentingan sempit. Jika untuk mendapatkan jabatan seseorang harus membayar mahal, maka ada dua kemungkinan: mengembalikan modal atau menjaga jaringan penyokong.

Keduanya hampir pasti mengorbankan kepentingan rakyat.

Dengan demikian, biaya politik tinggi bukan sekadar masalah teknis, tetapi indikator kuat terjadinya kejahatan politik struktural. Ia memaksa aktor elite partai politik untuk melakukan penyimpangan bahkan sebelum kekuasaan dijalankan.

Kesejahteraan rakyat, yang mencakup sandang, pangan, papan, pendidikan, dan Kesehatan, tidak pernah menjadi prioritas utama dalam sistem berbiaya tinggi. Anggaran publik tersedot untuk membayar ongkos perebutan kekuasaan, menutup kompromi elite, dan memelihara stabilitas kekuasaan.

Rakyat kemudian diminta “bersabar” atas nama stabilitas, sementara kebutuhan dasarnya tertunda. Ini adalah ironi paling telanjang dari demokrasi prosedural yang kehilangan substansi.

Penting ditegaskan, demokrasi bukan penyebab utama biaya politik tinggi. Penyebabnya adalah negara yang salah desain, di mana seleksi pemimpin diserahkan pada mekanisme mahal, kedaulatan rakyat direduksi menjadi formalitas elektoral, dan fungsi negarawan digantikan oleh logika pasar partai politik.

Demokrasi yang ditempatkan dalam arsitektur negara yang keliru akan selalu mahal, manipulatif, dan rentan kejahatan politik.
Jika politik dimaknai sebagai perjuangan untuk menjalankan kewenangan demi keadilan dan kesejahteraan, maka politik mahal adalah anomali. Ia menandakan bahwa negara telah keluar jalur.

Solusinya bukan sekadar membatasi dana kampanye atau menambah pengawasan administratif, tetapi menata ulang desain negara, memulihkan peran negarawan, membedakan lembaga negara dan lembaga pemerintah, serta menempatkan aparatur negara sebagai pelayan rakyat, bukan pemilik kekuasaan.

Selama biaya politik tinggi terus dinormalisasi, kita tidak sedang belajar politik, melainkan sedang membiarkan kejahatan politik menjadi sistemik. Dan negara yang membiarkan itu terjadi, sesungguhnya sedang menjauh dari tujuan penciptaannya sendiri: melindungi, melayani, dan menyejahterakan rakyat.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

J Trust Bank Dukung Indonesia Women’s Open 2026, Hadiah Tembus Rp10 Miliar

Jakarta, Aktual.com – PT Bank J Trust Indonesia Tbk kembali ambil bagian dalam penyelenggaraan turnamen golf wanita internasional dengan menjadi sponsor resmi Indonesia Women’s Open 2026. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026 di Damai Indah Golf Club, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan.

Keterlibatan J Trust Bank menunjukkan kesinambungan dukungan perusahaan terhadap pengembangan golf wanita serta pembinaan atlet putri di tingkat regional dan internasional. Salah satu pegolf yang akan tampil adalah Aihi Takano, atlet profesional asal Jepang yang sejak Maret 2024 mendapatkan dukungan sponsorship dari J Trust Bank.

Aihi sebelumnya mencatatkan prestasi penting setelah menjuarai Yonex Ladies Golf 2025 di Nagaoka, Jepang, serta menjadi pemenang termuda dalam sejarah turnamen tersebut.

“J Trust Bank berdedikasi untuk mendukung pertumbuhan golf wanita dan para atletnya, baik di tingkat domestik maupun internasional,” ujar Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Ia menilai olahraga dapat menjadi sarana pembinaan talenta muda sekaligus membuka kesempatan yang setara bagi pegolf wanita untuk berkembang dan berprestasi.

Indonesia Women’s Open 2026 akan diselenggarakan oleh Asian Golf Leaders Forum dengan dukungan Persatuan Golf Indonesia (PGI) dan Korean Ladies Professional Golf Tour (KLPGA Tour).

Turnamen ini diperkirakan diikuti lebih dari 120 pegolf wanita dari 12 negara di kawasan Asia-Pasifik. Pada tahun kedua penyelenggaraannya, Indonesia Women’s Open mengalami peningkatan signifikan dari sisi skala dan nilai kompetisi.

Total hadiah yang diperebutkan mencapai US$600.000 atau sekitar Rp10 miliar, meningkat dua kali lipat dibandingkan edisi perdana pada 2025. Nilai tersebut menjadikan ajang ini sebagai salah satu turnamen golf profesional wanita dengan hadiah terbesar di kawasan Asia-Pasifik.

“Kami sangat senang dapat kembali memberikan dukungan kami untuk Indonesia Women’s Open,” kata Ritsuo Fukadai.

Menurutnya, turnamen ini menjadi ruang bagi para atlet untuk menunjukkan fokus, strategi, disiplin, dan sportivitas dalam persaingan di level internasional. Melalui dukungan berkelanjutan terhadap ajang ini, J Trust Bank berharap Indonesia Women’s Open dapat mendorong minat publik terhadap golf wanita sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah turnamen olahraga bertaraf internasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

MBS Tegaskan Saudi Tak Izinkan Wilayahnya Dipakai Serang Iran, Tekankan Dialog dan Stabilitas Kawasan

Bendera Arab Saudi (en.wikipedia.org)
Bendera Arab Saudi (en.wikipedia.org)

Istanbul, aktual.com – Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud pada Selasa (27/1) meyakinkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa kerajaan tersebut tidak akan mengizinkan wilayah atau ruang udaranya digunakan untuk menyerang Iran.

Sang putra mahkota mengatakan dalam sebuah percakapan via telepon bahwa negara kerajaan tersebut tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau teritorinya digunakan untuk aksi militer atau serangan apa pun terhadap Iran oleh pihak mana pun, dari arah mana pun.

Dia menegaskan kembali sikap Arab Saudi yang menghormati kedaulatan Iran, serta menekankan dukungan kerajaan untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog demi memperkuat keamanan dan stabilitas di kawasan tersebut.

Sementara itu, Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas sikap Arab Saudi serta memuji peran putra mahkota dalam mengedepankan keamanan dan stabilitas kawasan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain