9 April 2026
Beranda blog Halaman 291

Fit and Proper Test Deputi Gubernur BI, Solikin Tekankan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, Aktual.com – Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro, menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan tinggi. Hal itu disampaikannya dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI tersebut menilai pertumbuhan ekonomi harus dinilai dari daya tahan, pemerataan manfaat, dan keberlanjutannya, bukan hanya besaran persentase.

Dalam paparannya, Solikin mengusung visi penguatan sinergi kebijakan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. Menurut dia, tema tersebut relevan dengan arah kebijakan pemerintah sekaligus aspirasi masyarakat untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

“Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan adalah fondasi utama transformasi ekonomi nasional. Tanpa stabilitas yang kuat, pertumbuhan akan rapuh dan manfaatnya tidak merata,” ujar Solikin.

Ia juga menyoroti meningkatnya ketidakpastian global, yang dipicu oleh ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi menghambat pencapaian target Indonesia menjadi negara maju.

“Gelombang ketidakpastian global ini dapat memengaruhi pencapaian cita-cita ekonomi Indonesia,” tegasnya.

Untuk merespons tantangan tersebut, Solikin merumuskan tiga misi utama, yakni menjaga stabilitas yang dinamis, mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, serta memastikan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Kualitas pertumbuhan menjadi benang merah dari keseluruhan misi tersebut.

Gagasan itu diterjemahkan ke dalam delapan strategi kebijakan bertajuk SEMANGKA, yang dirancang sebagai paket kebijakan terorkestrasi. Strategi tersebut meliputi stabilitas makroekonomi dan keuangan, penguatan ekonomi syariah dan pesantren, kebijakan makroprudensial yang inovatif, akselerasi reformasi struktural, stabilitas harga pangan, penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, digitalisasi sistem pembayaran, serta aksi bersama melalui sinergi dan kolaborasi.

Menurut Solikin, strategi SEMANGKA dipilih sebagai simbol kebijakan yang saling menguatkan antara tata kelola, kesejahteraan, dan keberlanjutan ekonomi nasional.

“Kualitas pertumbuhan adalah kunci. Itu harus diwujudkan melalui kebijakan yang terintegrasi dan berpihak pada penguatan struktur ekonomi nasional,” katanya.

Selain memaparkan visi, Solikin juga menyinggung kondisi domestik yang ditandai oleh melemahnya permintaan, sehingga likuiditas di sistem keuangan belum sepenuhnya terserap. Ia menilai penguatan permintaan perlu didorong melalui koordinasi yang erat dengan kebijakan fiskal agar bauran kebijakan moneter dapat berjalan lebih efektif.

Sebagai informasi, Solikin merupakan pejabat karier Bank Indonesia yang memulai pengabdiannya sejak 1994 dan telah menempati berbagai posisi strategis. Ia meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Airlangga, serta gelar magister dan doktor dari universitas di Amerika Serikat dan Universitas Indonesia.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Satgas PKH Kuasai Kembali 1.699 Hektare Lahan Tambang PT AKT di Kalteng

Jajaran Satgas PKH menggelar konferensi pers di Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (15/12/2025). Aktual/ANTARA

Jakarta,aktual.com, Jakarta – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) resmi menguasai kembali lahan tambang seluas 1.699 hektare di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sebelumnya digunakan oleh perusahaan tambang batu bara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT).

Juru Bicara Satgas PKH, Barita Simanjuntak, mengatakan penguasaan kembali lahan tersebut dilakukan setelah izin operasional atau Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) milik PT AKT dicabut oleh pemerintah.

“Satgas PKH telah resmi melakukan penguasaan kembali lahan seluas 1.699 hektare yang digunakan sebagai area bukaan tambang oleh PT AKT,” ujar Barita dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, pencabutan PKP2B dilakukan karena perusahaan menjadikan izin tersebut sebagai jaminan utang tanpa memperoleh persetujuan dari pemerintah. Selain itu, PT AKT juga diduga masih melakukan aktivitas penambangan secara ilegal meski izinnya telah dicabut.

“Perusahaan terindikasi masih melakukan penambangan hingga 15 Desember 2025 tanpa melaporkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) kepada otoritas terkait,” imbuhnya.

Barita mengungkapkan, Satgas PKH telah menghitung potensi denda yang harus ditanggung PT AKT mencapai Rp4,2 triliun. Nilai tersebut berasal dari perhitungan denda tambang sebesar Rp354 juta per hektare atas luas lahan yang dikuasai secara tidak sah.

“Perhitungan ini dilakukan sebagai bagian dari penegakan hukum dan pemulihan kerugian negara,” tegasnya.

Selain itu, Satgas PKH juga telah menginventarisir aset milik PT AKT berupa 130 unit alat berat dan kendaraan operasional yang saat ini berada di lokasi tambang. Aset tersebut akan berada di bawah pengawasan ketat guna menghindari pemindahtanganan atau penyalahgunaan selama proses hukum berlangsung.

“Saat ini, pengamanan lokasi diperketat dengan melibatkan 65 personel gabungan dari Yon TP 883 dan Kodim 1013/Muara Teweh guna memastikan situasi kondusif selama proses hukum yang sedang berjalan,” pungkas Barita.

Langkah penguasaan kembali lahan ini merupakan bagian dari upaya Satgas PKH yang dibentuk atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menertibkan kawasan hutan dan pertambangan, serta menegakkan hukum terhadap praktik pengelolaan sumber daya alam yang melanggar ketentuan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Haris Rusly Moti: Kebijakan Presiden Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Melampaui Tuntutan Gerakan Sosial

Haris Rusly Moti, Pemrakarsa 98 Resolution Network. Aktual/DOK PRIBADI

Jakarta, aktual.com – Langkah tegas Presiden Prabowo Subianto mencabut izin 28 perusahaan yang menjadi penyebab banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh. Diantara izin perusahaan yang dicabut tersebut adalah emiten PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) dan pengelola Tambang Emas Martabe PT Agincourt Resources, demikian bunyi rilis media 98 Resolution Network melalui salah satu pemrakarsanya, Haris Rusly Moti.

“Sebagai seorang aktivis, saya sendiri terkejut dan terhentak. Saya tidak menduga, Presiden Prabowo bisa setegas dan seberani seperti ini dalam menghadapi raksas kapital,” ujar Haris Rusly Moti.

“Kami pikir kebijakan tegas dan berani Presiden Prabowo tersebut di luar dari perkiraan semua pihak, baik para pengusaha serakahnomic maupun aktivis gerakan sosial, aktivis lingkungan dan advokasi tambang,” tulis Haris.

“Sangat mengejutkan kita semua ketika Perintah Presiden Prabowo untuk mencabut dan menindak tegas izin 28 perusahaan perusak hutan dan lingkungan di tiga daerah bencana sumatera dan Aceh. Kebijakan tersebut ibarat petir di siang bolong, atau semacam gempa 9 skala richter yang mengguncang sumber penguasa kapital di negeri ini,” tegas Haris.

“Haris menjelaskan sumber utama kapital yang membentuk kekayaan berlimpah segelintir oligarki serakahnomic di negeri ini adalah penguasaannya terhadap jutaan hektar lahan dan kawasan hutan yang diperoleh baik secara legal maupun ilegal. Mereka kaya raya bukan karena hasil inovasi dan industrialisasi, tapi karena keserakahan mereka menguasai jutaan hektar lahan,” tegas Haris.

Haris menilai kebijakan Presiden Prabowo dalam menertibkan kawasan lahan dan hutan, telah melampaui tuntutan aktivis gerakan sosial sepanjang era Orde Baru hingga Era Reformasi. Mestinya tugas gerakan sosial, aktivis lingkungan dan advokasi tambang saat ini adalah memberikan dukungan kritis kepada Presiden Prabowo.

Haris menceritakan keadaan ketika berlangsung bencana tiga daerah wilayah Sumatera dan Aceh. Ketika itu beragam serangan dari konten kreator, berita hoax dan disinformasi diviralkan secara masif di medsos yang ditujukan untuk menyudutkan pemerintahan Prabowo.

Banjir berita hoax, disinformasi dan opini sesat tersebut bahkan berhasil merubah algoritma medsos. Ketika algoritma medsos membaca kebenaran informasi sebagai hoax, sementara disinformasi dan berita hoax dibaca sebagai kebenaran, terang Haris.

“Ketika itu Presiden Prabowo disudutkan tidak berani menindak raksasa konglomerat pemilik lahan, hutan, tambang dan perkebunan yang yang jadi penyebab banjir. Presiden Prabowo bahkan difitnah secara keji sebagai pemilik puluhan ribu hektar lahan yang jadi penyebab banjir,” ucap Haris yang merupakan aktivis 1998 UGM Yogyakarta.

Namun, pada hari Rabu 21 Januari 2026, semua berita hoax, disinformasi dan opini sesat tersebut dijawab secara langsung dan tunai. Pemerintahan Prabowo melalui Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan pencabutan izin 28 perusahaan perusak hutan dan lingkungan di Sumatera dan Aceh.

“Pemerintah juga menegaskan akan menegakan hukum untuk menindak perusahaan dan pengusaha jahat tersebut, now or never,” ujar Haris.

Haris mengatakan bahwa banyak aktivis LSM yang ragu menanggapi kebijakan tersebut. Namun, bagi kami wajar saja, karena kita memang sudah terbiasa hidup dengan pemerintahan yang tidak pernah berani dan tegas ketika berhadapan dengan segilintir penguasa kapital.

“Di era sebelumnya, persepsi palsu dibentuk untuk menyandera dan meneror pemerintah, misalnya pertama, jika tegas menutup perusahaan nakal tersebut nanti berakibat pada PHK masal, industrinya ditutup, rakyat jadi korban. Kedua, nanti mereka yang punya duit itu dapat melakukan perlawanan balik untuk menjatuhkan pemerintah. Ketiga, pemerintah dan penegak hukum disuap agar tidak tegas menindak pengusaha nakal tersebut,” jelas Haris.

Namun, saat pidato di World Economic Forum (WEF), Presiden Prabowo menantang para kaum serakahnomic itu, “mereka akan mendapat kejutan besar jika berani menyuap para pejabat di pemerintahahnnya”, ujar Haris mengutip pidato Presiden Prabowo.

Haris juga menjelaskan capaian Satgas PKH yang menjalankan perintah Presiden Prabowo dalam menertibkan kawasan lahan dan hutan, diantaranya berhasil menyita 4,09 juta hektar lahan. Fakta ini menjelaskan bahwa Presiden Prabowo sangat serius dan tidak bertindak semata serimonial.

Sebagai data tambahan, Haris mengutip data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK 2024) yang menunjukkan luas kawasan hutan Indonesia sampai tahun 2024 mencapai 92,5 juta hektar. Sementara luas lahan hutan yang mengalami alih fungsi mencapai 61,7 juta hektar, dibagi ke dalam hutan produksi terbatas, hutan produksi, hutan produksi konservasi.

“Rakyat bersama Presiden Prabowo mengembalikan fungsi dan tujuan bernegara sesuai amanat pembukaan UUD 1945. Selama ini, negara dan pemerintahan seperti berjalan tanpa konstitusi dan hukum, terutama ketika berhadapan dengan kaum serakahnomic, Point of no return,” tutup Haris Rusly Moti.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

OJK Tegaskan WNI Terlibat Scam di Luar Negeri Bukan Korban, Mahendra: Mereka Pelaku Kejahatan

Jakarta, aktual.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menegaskan tidak sepenuhnya sependapat jika warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Kamboja hingga Filipina dan terlibat penipuan digital dikategorikan sebagai korban. Menurutnya, sebagian WNI tersebut justru berperan aktif sebagai pelaku penipuan atau scammer yang melanggar hukum pidana.

Pandangan itu disampaikan Mahendra saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). Dalam rapat tersebut, sejumlah anggota DPR menyinggung fenomena WNI yang tergiur bekerja di luar negeri dan berujung terlibat praktik penipuan daring.

“Kenapa sih orang sampai ke tergiur ke mana-mana? Mereka nggak dapat kerjaan di sini, itu memang akarnya di sini. Sulit dapat pekerjaan di sini sehingga mereka tergiur dibohongi, di Kamboja ada kerjaan, di Filipina ada kerjaan apa,” kata anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati.

Menanggapi hal itu, Mahendra menyatakan bahwa anggapan seluruh WNI tersebut sebagai korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) tidak sepenuhnya tepat. Ia menilai ada yang secara sadar terlibat dalam operasi penipuan.

“Kalau saya agak kurang sepakat sepenuhnya mereka dianggap sebagai korban dari perdagangan orang atau manusia. Mereka ini scammer, scammer,” kata Mahendra.

“Jadi mereka ini kriminal, iya, iya tapi mereka menjadi bagian yang melakukan operasi untuk scamming,” tambahnya.

Mahendra mencontohkan praktik penegakan hukum di negara lain, seperti China, terhadap warganya yang terlibat penipuan digital di luar negeri.

“Tetapi kalau orang-orang yang serupa itu dikembalikan ke China, itu namanya ekstradisi, bukan pemulangan, ekstradisi. Karena kemudian akan dihukum di China,” ucap Mahendra.

Ia juga menilai masih kerap terjadi kekeliruan dalam memposisikan WNI yang terlibat penipuan digital dengan pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja secara legal. Bahkan, menurutnya, tidak jarang pelaku scam justru disambut layaknya korban ketika kembali ke Tanah Air.

“Supaya kita juga dalam proporsi yang tepat. Sebab, kadang-kadang kita keliru, malah sempat terkesan mereka kembali dan disambut seperti pahlawan dan korban. Padahal mereka scammer. Jadi itu apakah dengan kesadaran atau tidak, buktinya ya itu,” ujarnya.

Mahendra menegaskan pentingnya membedakan perlakuan antara PMI legal yang benar-benar menjadi korban penipuan dengan WNI yang terlibat aktif sebagai pelaku scam. OJK, kata dia, turut terlibat dalam upaya sosialisasi dan literasi bagi calon pekerja migran.

“Kalau pekerja migran yang ditipu, itu korban, kalau itu kami bekerja sama dengan pihak B2PMI dan Kemnaker, nah itu melakukan juga sama, melakukan sosialisasi literasi, tapi dengan fokus pekerja migran. Bahkan pada saat sebelum mereka berangkat, bukan hanya pada saat mereka di sana,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Update Banjir Jakarta: Jumat Siang Meluas, kini 143 RT Terendam

Banjir setinggi satu meter menggenangi permukiman warga di kawasan Jalan Pulo Indah Raya, RT 10 RW 08, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Risky Syukur

Jakarta, aktual.com – Banjir yang melanda sebagian wilayah DKI Jakarta kembali meluas dan pada Jumat siang lokasi yang tergenang air mencapai 143 Rukun Tetangga (RT) dan 16 ruas jalan.

“Penyebabnya curah hujan tinggi dan meluapnya sejumlah sungai,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Ia mengatakan, hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis sampai Jumat (22-23/1/2026) menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah Jakarta.

Menurut dia, ketinggian air di beberapa wilayah baik di Jakarta Barat seperti di Kelurahan Kosambi dan Rawa Buaya mencapai satu meter lebih. Begitu juga di Jakarta Selatan terutama di Kelurahan Cipulir ketinggian mencapai 120 cm.

“Kami mencatat saat ini terdapat 143 RT dan 16 ruas jalan tergenang,” ujarnya.

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

Adapun 143 RT terdampak sebagai berikut:

Jakarta Barat terdapat 40 RT, yang terdiri:

Kelurahan Duri Kosambi: 5 RT

Ketinggian: 50-120 cm

Kelurahan Kapuk: 3 RT

Ketinggian: 50-65 cm

Kelurahan Kedaung Kali Angke: 8 RT

Ketinggian: 80 cm

Kelurahan Rawa Buaya: 7 RT

Ketinggian: 45-120 cm

Kelurahan. Kedoya Selatan: 4 RT

Ketinggian: 75 cm

Kelurahan Kedoya Utara: 7 RT

Ketinggian: 15-80 cm

Kelurahan Sukabumi Utara: 1 RT

Ketinggian: 60 cm

Kelurahan Kembangan Selatan: 1 RT

Ketinggian: 35 cm

Kelurahan Kembangan Utara: 2 RT

Ketinggian: 70 cm

Kelurahan Meruya Selatan: 1 RT

Ketinggian: 60 cm

Kelurahan Kota Bambu Selatan: 1 RT

Ketinggian: 50 cm

 

Jakarta Pusat terdapat 5 RT, yang terdiri:

Kelurahan Bendungan Hilir: 5 RT

Ketinggian: 40 cm

 

Jakarta Selatan terdapat 66 RT, yang terdiri:

Kelurahan Pondok Labu: 1 RT

Ketinggian: 30 cm

Kelurahan Petogogan: 26 RT

Ketinggian: 30 cm

Kelurahan Cipulir: 1 RT

Ketinggian: 120 cm

Kelurahan Pondok Pinang: 4 RT

Ketinggian: 40 cm

Kelurahan Kuningan Barat: 8 RT

Ketinggian: 30-40 cm

Kelurahan Pela Mampang: 9 RT

Ketinggian: 75 cm

Kelurahan. Duren Tiga: 1 RT

Ketinggian: 40 cm

Kelurahan Rawajati: 3 RT

Ketinggian: 30-40 cm

Kelurahan Cilandak Timur: 2 RT

Ketinggian: 40-70 cm

Kelurahan Pejaten Timur: 3 RT

Ketinggian: 50 cm

Kelurahan Ulujami: 8 RT

Ketinggian: 70 cm

 

Jakarta Timur terdapat 30 RT, yang terdiri:

Kelurahan Rawa Terate: 1 RT

Ketinggian: 80 cm

Kelurahan Bidara Cina: 4 RT

Ketinggian: 40-60 cm

Kelurahan Cipinang Muara: 2 RT

Ketinggian: 60 cm

Kelurahan Kampung Melayu: 4 RT

Ketinggian: 75-100 cm

Kelurahan Cipinang Melayu: 15 RT

Ketinggian: 30-90 cm

Kelurahan Makasar: 4 RT

Ketinggian: 30 cm

 

Jakarta Utara terdapat 2 RT, yang terdiri:

Kelurahan Kapuk Muara: 2 RT

Ketinggian: 40 cm

 

Sementara untuk jalan tergenang terdapat 16 ruas jalan, data wilayah terdampak sebagai berikut:

  1. Jl. Srengseng Raya, Kelurahan Srengseng, Jakarta Barat

Ketinggian: 25 cm

  1. Jl. Daan Mogot KM 13 (Seberang Victoria / Pabrik Gelas ), Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat

Ketinggian: 30 cm

  1. Jl. Gotong Royong RT 06/RW 08, Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat

Ketinggian: 40 cm

  1. Jl. Kapuk Bongkaran RT 022/RW 012, Kelurahan Kapuk, Jakarta Barat

Ketinggian: 40 cm

  1. Depan RS. Soeharto Heerdjan Jl. Prof. Dr. Latumeten Nomor 1, RT 1/RW 4, Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat

Ketinggian: 10 cm

  1. Jl. Taman Kota, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat

Ketinggian: 20 cm

  1. Perumahan BTN Jl. Delima VIII, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat

Ketinggian: 35 cm

  1. Jl. Strategi Raya, Kelurahan Joglo, Jakarta Barat

Ketinggian: 50 cm

  1. Jl. Basoka Raya, Kelurahan Joglo, Jakarta Barat

Ketinggian: 50 cm

  1. Jl Pulo Raya IV RT 6 RW 1 (Akses Jalan), Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan

Ketinggian: 50 cm

  1. Jl. Raya Cipinang Indah, Kelurahan Pondok Bambu, Jakarta Timur

Ketinggian: 20 cm

  1. Jl. Kebon Pala II RW 04, Kelurahan Kebon Pala, Jakarta Timur

Ketinggian: 50 cm

  1. Jl. Kebon Pala II RW 05, Kelurahan Kebon Pala, Jakarta Timur

Ketinggian: 40 cm

  1. Jl. Raya Cipinang Indah (Titik Kenal SMK Penabur), Kelurahan Pondok Bambu, Jakarta Timur

Ketinggian: 15 cm

  1. Jl. Rawa Indah, Kelurahan Pegangsaan Dua, Jakarta Utara

Ketinggian: 20 cm

  1. Jl. Pegangsaan Dua Depan (Aprt. Greenhill), Kelurahan Pegangsaan Dua

Ketinggian: 15 cm.

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

Prabowo di WEF Davos: Kemiskinan Ekstrem RI Terendah Sepanjang Sejarah, Target Nol dalam Empat Tahun

Presiden Prabowo Subianto berpidato secara khusus di acara Annual Meeting Davos, World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall WEF, Kota Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto berpidato secara khusus di acara Annual Meeting Davos, World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall WEF, Kota Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto.

Jakarta, aktual.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia saat ini berada pada posisi terendah sepanjang sejarah. Ia pun menyatakan komitmennya untuk menghapus kemiskinan ekstrem dan menekan angka kemiskinan secara menyeluruh dalam empat tahun mendatang.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo di hadapan para pemimpin dunia pada Annual Meeting The World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

“Anda mungkin jarang mendengar kisah kami karena kami tidak suka pamer. Namun, kemiskinan ekstrem di Indonesia kini berada pada titik terendah sepanjang sejarah. Dalam empat tahun ke depan, saya bertekad menghapus kemiskinan ekstrem dan menurunkan kemiskinan secara keseluruhan,” kata Prabowo.

Ia menegaskan, agenda pengentasan kemiskinan dan kelaparan bukan sekadar program pemerintahan, melainkan misi hidup yang dipegangnya sebagai seorang pemimpin. Prabowo mengaku banyak menyerap nilai-nilai kepemimpinan dari para tetua, terutama tentang tanggung jawab moral seorang pemimpin terhadap rakyat kecil.

Menurutnya, keberhasilan kepemimpinan tercermin dari kemampuan menghadirkan harapan bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.

“Itulah misi hidup saya. Tidak ada yang lebih mulia daripada menghapus kemiskinan dan kelaparan. Saya belajar dari para tetua saya: tugas pemimpin itu sederhana, membuat orang miskin dan lemah bisa tersenyum. Jika mereka tersenyum, berarti mereka punya harapan dan masa depan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain