7 April 2026
Beranda blog Halaman 299

Harga Pangan Masih Tinggi, Pengusaha Dorong Insentif Pengembangan Sorgum

Ilustrasi Petani di Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulteng, mulai menggarap lahan

Jakarta, Aktual.com – Diversifikasi pangan dinilai belum efektif menekan harga bahan pangan pokok di pasar, meskipun produksi nasional terus meningkat dan cadangan pemerintah berada pada level aman. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha menilai perlunya kebijakan insentif agar komoditas alternatif, seperti sorgum, dapat berperan nyata dalam menjaga stabilitas harga.

Direktur Utama PT Berkah Inti Daya, Eri Prabowo, mengatakan upaya diversifikasi berbasis sorgum pernah dilakukan perusahaannya, namun belum mampu menembus pasar secara berkelanjutan. “Kami sempat mengembangkan sorgum menjadi beras, tetapi secara pasar belum diterima sehingga secara bisnis tidak berlanjut,” ujarnya saat ditemui di COREsight Hub, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).

Menurut Eri, kendala utama bukan pada aspek budidaya, melainkan pada tingginya biaya pengolahan pascapanen yang membuat harga jual tidak kompetitif. Tanpa dukungan teknologi dan skala produksi yang besar, sorgum dinilai sulit menjadi substitusi beras dalam jangka pendek.

Meski demikian, ia menilai sorgum memiliki keunggulan ekonomi karena dapat tumbuh di lahan marginal dan memiliki masa panen yang lebih singkat dibandingkan padi. Dengan karakter tersebut, sorgum dinilai berpotensi menjadi bantalan pangan sekaligus sumber energi, terutama di wilayah rawan kekeringan dan bencana.

“Sorgum bisa menjadi game changer jika didukung kebijakan yang tepat, karena satu tanaman dapat menghasilkan pangan, biomassa, pakan, dan benih,” ujar Eri.

Pandangan pelaku usaha tersebut sejalan dengan catatan pemerintah yang menilai diversifikasi pangan masih menghadapi tantangan struktural, khususnya terkait harga dan kesinambungan pasokan. Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Sugeng Harmono, menyebut pangan lokal kerap kalah bersaing karena belum mendapat intervensi kebijakan yang memadai.

Sugeng menjelaskan tanpa insentif di sisi produksi dan distribusi, komoditas pangan alternatif cenderung lebih mahal di tingkat konsumen. “Pangan lokal potensinya besar, tetapi tantangannya ada pada harga, kontinuitas pasokan, dan teknologi. Karena itu, diperlukan dukungan negara,” ucapnya.

Ia menambahkan pemerintah tengah mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian untuk mendorong diversifikasi pangan agar tidak berhenti pada tataran wacana. Menurutnya, sorgum dan komoditas lokal lainnya baru dapat berkontribusi terhadap stabilisasi harga apabila didorong secara konsisten dari hulu hingga hilir.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Musda JATMAN DKI Jakarta 2026: Konsolidasi Ahlu Thariqah, Teguhkan Peran Tasawuf dan Kepemimpinan NU

Jakarta, aktual.com – Idarah Wustha Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Provinsi DKI Jakarta sukses dan lancar dalam menggelar Musyawarah Daerah (Musda). Bertempat di Zawiyya Arraudhah, Tebet, Jakarta Selatan, Ahad, (18/1/2026).

Forum registrasi dibuka sejak pukul 12.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Kemudian langsung dibuka dengan pembacaan Al-Quran oleh pengamal thariqah yang datang khusus dari Spanyol, Bashir Castineira.

Hadir dalam Musda, Sekretaris Umum Idarah Aliyyah JATMAN, KH. Dr. Ali M Abdillah. Selanjutnya ia memberikan sambutan sekaligus membuka Musda Idarah Wustha JATMAN DKI Jakarta.

“Musda ini sifatnya adalah antar waktu demi penyesuaian nomenklatur sesuai dengan hasil Kongres ke-13 JATMAN di Asrama Haji Donohudan, Boyolali lalu dan hasil Rakernas di Purworejo,” katanya.

Mudir JATMAN DKI Jakarta, Kyai Irawan Santoso Shiddiq kemudian memberikan sambutan atas perihal Musda diadakan.

“Musda ini menjadi ajang konsolidasi dan menyusun barisan yang lebih rapi para ahlu thariqah di Jakarta dan sekitarnya, untuk menghadapi berbagai tantangan untuk mengembalikan kejayaan DINUL Islam,” tegasnya.

Kiai Irawan menambahkan bahwa kejayaan tasawuf menjadi faktor penting bagi agama Islam.

“Tasawuf adalah pilar penting dalam agama Islam, karena kejayaan tasawuf, disitulah kejayaan Islam, makanya ajang Musda ini penting sekali diikuti semua elemen untuk menyatukan kekuatan,” tambahnya lagi.

Musda JATMAN Jakarta dihadiri seluruh Idarah Syubiyyah se-Jakarta. Mulai dari Syu’biyyah Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Ditambah dengan pengurus Idarah Wustha Jakarta serta dari unsur utusan thariqah-thariqah yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Tak kurang peserta Musda yang hadir berkisar 150 orang berikut dengan peninjau.

“Musda ini kedatangan tamu spesial dari Spanyol. Ada tiga fuqara (pengamal thariqah-red) dari Granada, Spanyol yakni Bashir Castineira, Amin Marthin dan Shamil Perez Lopez,” ujarnya lagi.

Menjelang magrib, Musda ditutup dan dinyatakan selesai. Sebelumnya sempat digelar sidang Ahlul Halli Wal ‘Aqdi, untuk memilih Rais dan Mudir JATMAN DKI Jakarta untuk periode 2026-2031.

Susunan AHWA dalam Musda ini ada 7 orang yakni KH Ahmad Marwazei (Rais Syu’biyyah JATMAN Jakarta Selatan), KH Nasihin (Rais Syu’biyyah JATMAN Jakarta Utara), KH Hanafi Tamam (Rais Syu’biyyah Jakarta Barat), KH Asep (Katib JATMAN Jakarta Pusat), KJ Jamaludin F Hasyim (Perwakilan PWNU DKI Jakarta), KH Muhammad Danial Nafis (unsur Mursyid), KH Hilmy Ashiddiqie (unsur Mursyid).

Terpilihnya kembali KH Muhammad Danial Nafis, SE, MSi sebagai Rais dan Kyai Irawan Santoso Shiddiq, SH. sebagai Mudir. Ini memperpanjang periode kepengurusan keduanya.

Setelah Magrib, JATMAN Jakarta melanjutkan menggelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Shallahuallaihiwassalam.

Hadir sebagai pembicara adalah KH Muhyiddin Ishaq, Rais Syuriyyah PWNU DKI Jakarta. Ia memberi ceramah agar umat Nahdliyyin harus bangkit dan berani kembali untuk memimpin negara ini.

“Orang NU adalah pemegang saham terbesar di negara ini. Jangan kita jadi tamu di negeri sendiri!” tegasnya berapi-api.

KH Muhammad Danial Nafis kemudian memimpin dzikir khas dalam acara tersebut. Ia berpesan agar ahlu thariqah menyeimbangkan antara dzahir walbathin.

“Materil dan immaterial itu harus berjalan seimbang agar kehidupan berjalan dengan baik, sekarang kehidupan cenderung pada materialisme semata, ini musibah,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Jawab Tren Mobil Matik, Honda Tambah Varian Brio Satya S CVT

Jakarta, Aktual.com – Tren peningkatan minat konsumen terhadap mobil bertransmisi otomatis terus menguat di pasar otomotif nasional. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Honda Prospect Motor (HPM) menghadirkan Honda Brio Satya S CVT sebagai varian terbaru di segmen Low Cost Green Car (LCGC), yang mengusung teknologi transmisi otomatis dengan harga lebih terjangkau.

Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, mengatakan penambahan varian ini merupakan langkah strategis Honda dalam menyesuaikan produk dengan perubahan preferensi konsumen, khususnya di segmen mobil pertama.

“Penambahan varian Brio Satya S CVT merupakan langkah kami untuk memberikan pilihan yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini. Melalui varian ini, kami menghadirkan kemudahan berkendara dengan transmisi otomatis yang tetap efisien, terjangkau, dan fun to drive, tanpa mengorbankan value yang menjadi kekuatan utama Honda Brio,” ujar Yusak Billy dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1/2026).

Honda Brio Satya S CVT mengusung teknologi Continuously Variable Transmission (CVT) yang juga digunakan pada model Honda di segmen lebih tinggi. Kehadiran teknologi ini memungkinkan konsumen LCGC merasakan karakter berkendara khas Honda yang halus, responsif, serta mudah dikendalikan, termasuk bagi pengguna yang sebelumnya terbiasa dengan transmisi manual.

Dari sisi performa, Brio Satya S CVT dibekali mesin 1.200 cc 4-silinder yang mampu menghasilkan tenaga 90 PS pada 6.000 rpm dan torsi 110 Nm pada 4.800 rpm. Kombinasi mesin dan transmisi CVT tersebut memberikan akselerasi yang lebih halus tanpa perpindahan gigi konvensional, sehingga meningkatkan kenyamanan berkendara dalam aktivitas harian.

Honda menyebut sistem CVT pada varian ini juga dirancang untuk mendukung efisiensi bahan bakar dan keandalan jangka panjang. Hal tersebut sejalan dengan karakter konsumen LCGC yang mengutamakan kemudahan penggunaan, durabilitas, serta biaya kepemilikan yang efisien.

Secara fitur, Brio Satya S CVT mempertahankan seluruh kelengkapan pada varian S sebelumnya, dengan sentuhan desain velg dan material yang menampilkan kesan modern dan fungsional.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Pemerintah Siapkan SPHP dan Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan

Jakarta, Aktual.com – Pemerintah menyiapkan Gerakan Pangan Murah menjelang Ramadan guna menjaga stabilitas harga pangan di pasar. Kebijakan tersebut disusun berdasarkan hasil pemantauan rutin pada periode rawan kenaikan harga, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) Sugeng Harmono, mengatakan intervensi pasar dilakukan ketika harga pangan di tingkat konsumen bergerak melampaui batas kewajaran.

“Kalau memang harga pasar sudah tinggi, maka ada intervensi melalui gerakan pangan murah,” ujar Sugeng dalam CORE Outlook Sektoral 2026 di COREsight Hub, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).

Salah satu instrumen yang disiapkan pemerintah adalah Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menambah pasokan beras medium di pasar. Skema ini digunakan agar harga beras tetap terjangkau tanpa menggerus pendapatan petani di tingkat produsen.

Di sisi hulu, kebijakan harga gabah juga disesuaikan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan rantai pasok. Menurut Sugeng, langkah tersebut diperlukan agar petani tetap terdorong menanam, sementara dampaknya terhadap harga beras di tingkat konsumen ditekan melalui operasi pasar dan penyaluran SPHP.

Penguatan cadangan beras nasional turut menjadi perhatian pemerintah dengan menaikkan target penyerapan tahun ini menjadi 4 juta ton. Target tersebut ditopang produksi padi nasional sekitar 34,7 juta ton, yang masih berada di atas kebutuhan konsumsi tahunan di kisaran 31 juta ton.

Meski demikian, Sugeng mengakui bencana dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, khususnya Sumatera, turut memengaruhi sektor pertanian. “Sekitar 102 ribu hektare lahan tercatat terdampak dengan tingkat kerusakan yang beragam dan saat ini tengah direhabilitasi agar produksi beras nasional tidak terganggu,” ujarnya.

Selain beras, pengendalian harga jelang Ramadan juga diarahkan pada komoditas pangan nonberas yang sensitif terhadap lonjakan permintaan, seperti bumbu dapur dan daging. Melalui koordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog, pemerintah berharap pasokan tetap terjaga dan harga tidak mengalami lonjakan signifikan.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Tuntunan Istighosah Lengkap Sesuai Urutan Beserta Artinya

Umat muslim berdoa di masjid sambil menyerahkan tasbih suci beresolusi tinggi Aktua/HO

Jakarta, aktual.com – Istighosah menjadi salah satu amalan yang memiliki akar kuat dalam tradisi keislaman di Indonesia. Praktik ini kerap dilakukan sebagai bentuk doa bersama untuk memohon pertolongan Allah SWT dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, baik yang bersifat pribadi, sosial, maupun kebangsaan.

Secara etimologis, istilah istighosah berasal dari kata Arab al-ghauts (الغَوْث) yang berarti pertolongan. Mengutip NU Online, istighosah dimaknai sebagai permohonan pertolongan kepada Allah SWT dalam keadaan darurat, sempit, atau penuh kesulitan, dengan harapan Allah memberikan jalan keluar terbaik sesuai dengan kehendak-Nya.

Berbeda dengan doa yang dapat dibaca secara personal dan spontan, istighosah memiliki susunan bacaan yang relatif baku. Di dalamnya terdapat rangkaian istighfar, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, tahlil, serta doa-doa tertentu yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. Susunan ini disusun untuk membangun suasana kekhusyukan dan penghambaan total kepada Allah SWT.

Dalam praktiknya, istighosah sering dilaksanakan secara berjamaah di masjid, pesantren, atau dalam acara-acara tertentu seperti peringatan hari besar Islam, doa menjelang ujian, menghadapi musibah, hingga memohon keselamatan bangsa. Tradisi ini juga menjadi bagian dari amaliah yang banyak dijaga dan dilestarikan oleh kalangan Nahdlatul Ulama (NU).

Konsep istighosah sejatinya memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Al-Qur’an mengisahkan bagaimana umat beriman memohon pertolongan kepada Allah dalam situasi genting, dan bagaimana Allah merespons permohonan tersebut. Salah satunya tercantum dalam Surah Al-Anfal ayat 9, ketika Allah mengabulkan permohonan pertolongan kaum muslimin dalam Perang Badar.

Melalui istighosah, umat Islam diajak untuk meneguhkan keyakinan bahwa segala persoalan hidup, seberat apa pun, pada akhirnya hanya dapat diselesaikan dengan pertolongan Allah SWT. Selain sebagai sarana berdoa, istighosah juga menjadi media memperkuat solidaritas umat, memperdalam spiritualitas, serta menumbuhkan sikap tawakal dan harapan kepada rahmat-Nya.

Sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Anfal ayat 9, Allah SWT berfirman:

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

Artinya: “(Ingatlah wahai Muhammad), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.”

Ayat ini menjelaskan bahwa istighosah adalah bentuk doa memohon pertolongan kepada Allah ketika berada dalam keadaan sulit. Dalam ayat ini diceritakan bagaimana kaum beriman meminta pertolongan dengan penuh keyakinan, lalu Allah langsung mengabulkan doa mereka dengan memberikan bantuan.

Bacaan Istighosah dan Urutannya

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismillaahir rahmaanir rahiim.

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ، الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ، مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ، اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ، اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ. اٰمين ×٣

Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin. Ar rahmaanir rahiim. Maaliki yaumiddin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi’alaihim waladhaalliin.

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Pemlihara seluruh alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukanlah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Komisi II DPR Mulai Bahas Revisi UU Pemilu, Aria Bima Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima saat memimpin rapat RUU Pemilu di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima saat memimpin rapat RUU Pemilu di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Jakarta, aktual.com – Komisi II DPR RI mulai menggelar rapat untuk membahas dan mendengar masukan terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) yang masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Aria Bima mengatakan Komisi II DPR RI ingin UU Pemilu ke depannya tetap selaras dengan sandaran konstitusi. Adapun rapat yang digelar Komisi II DPR pada Selasa ini, mengundang akademisi hingga Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia.

“Setiap masukan akan menjadi bahan penting bagi DPR untuk menyusun RUU Pemilu yang lebih baik dan benar-benar menjawab kebutuhan bangsa,” kata Aria di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (20/1).

Dia pun menjelaskan ada sejumlah poin yang akan diperbincangkan, tetapi dia juga menegaskan bahwa DPR tidak ingin Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Adapun sejumlah isu kunci yang mengemuka dalam pembahasan awal tersebut, antara lain pengaturan ambang batas pencalonan Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana diperdebatkan dalam putusan Mahkamah Konstitusi nomor 62/PUU-XIII/2024.

Selain itu, menurut dia, terdapat juga masukan dari publik mengenai pembaruan sistem Pemilu Legislatif, yang saat ini diatur proporsional terbuka dalam pasal 168 ayat 2 Undang-Undang Pemilu.

Lalu, dia mengatakan isu yang juga perlu mendapat perhatian bersama, yakni soal ambang batas parlemen yang muncul juga dikaitkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 116/PUU-XVIII/2023.

“Di sisi kelembagaan peserta pemilu, pembahasan verifikasi partai politik juga relevan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 55 tahun 2020,” kata dia.

Kemudian, dia mengatakan pengaturan Daerah Pemilihan (Dapil) dan ketentuan lebih lanjut soal pembentukannya, termasuk dikaitkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi nomor 80 tahun 2022, juga menjadi bagian penting untuk dibahas.

Menurut dia, DPR juga ingin mencermati pembahasan mengenai keserentakan pemilu yang dikaitkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi nomor 135/2024, termasuk ide pemisahan pemilu nasional dan pemilu daerah beserta pelaksananya.

Untuk itu, dia pun berharap masukan-masukan yang disampaikan mampu mencakup berbagai pokok masalah pilihan pengaturan, konsekuensi kebijakan, dampak atau ekses, serta rumusan norma yang jelas. Dengan begitu, pembahasan RUU Pemilu mampu menghasilkan satu regulasi yang adil dan regulasi yang terus maju demi mengimplementasikan demokrasi Pancasila.

“Regulasi itu diharapkan dapat dilaksanakan dan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain