6 April 2026
Beranda blog Halaman 303

Khamenei Tuduh Trump Dalang Kerusuhan Iran, Sebut AS Ingin “Menelan” Teheran

Arsip foto - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. ANTARA/Anadolu/py/pri.
Arsip foto - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. ANTARA/Anadolu/py/pri.

Teheran, aktual.com – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (17/1) menyatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas korban jiwa dan kerusakan yang terjadi selama gelombang protes terbaru di Iran.

Berbicara dalam sebuah pertemuan di Teheran, Khamenei mengatakan bahwa dalam apa yang ia sebut sebagai “hasutan” baru-baru ini, presiden AS terlibat secara langsung dengan melontarkan ancaman serta mendorong dan mendukung para penghasut.

“Saya tegaskan dengan jelas bahwa tujuan Amerika dalam hasutan terbaru ini adalah ‘menelan’ Iran,” ujarnya.

Aksi protes antipemerintah yang dipicu memburuknya kondisi ekonomi dan anjloknya nilai mata uang nasional Iran, rial, pecah di Teheran akhir bulan lalu dan kemudian meluas ke sejumlah kota lain di Iran.

Pada 8 Januari, aksi tersebut berubah menjadi kekerasan setelah putra mantan raja Iran yang bermukim di AS menyerukan masyarakat turun ke jalan untuk memprotes pemerintah.

Di tengah bentrokan sengit antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan, ratusan korban dilaporkan berjatuhan, terutama di provinsi-provinsi bagian barat.

Kepolisian menyatakan bahwa aksi protes damai telah “dibajak oleh perusuh” yang, menurut klaim mereka, didukung oleh badan intelijen AS dan Israel.

Sejumlah serangan dilaporkan terjadi terhadap gedung-gedung pemerintah, kantor polisi, toko, bank, dan masjid di berbagai wilayah, termasuk di Teheran. Kerusakan yang ditimbulkan diperkirakan mencapai ratusan juta dolar AS berdasarkan perhitungan awal.

Hingga kini, jumlah resmi korban tewas belum diumumkan, sementara perkiraan tidak resmi menyebutkan angka berkisar dari ratusan hingga ribuan orang.

Khamenei mengatakan bahwa sejak Revolusi Iran 1979, AS berupaya “mengembalikan dominasinya” atas Iran, dan seluruh pemerintahan di Washington, menurutnya, menjalankan kebijakan yang sama.

Ia menambahkan, jika sebelumnya tokoh-tokoh media Barat terlibat, kali ini presiden AS sendiri yang “mendorong para penghasut,” yang ia sebut sebagai kelompok bersenjata.

Khamenei juga menuduh AS dan Israel telah “mengidentifikasi dan melatih” sejumlah individu di dalam Iran untuk menciptakan ketakutan dan melakukan perusakan, seraya menambahkan bahwa aparat penegak hukum telah menangkap “sejumlah besar” dari mereka.

Ia menyebut para perusuh membakar sekitar 250 masjid di seluruh negeri serta menyerang bank dan toko.

Iran, kata Khamenei, tidak menginginkan perang, namun tidak akan membiarkan “para penjahat domestik dan internasional” lolos tanpa hukuman.

Ia juga menyinggung kondisi ekonomi nasional yang dinilainya sedang tidak baik, dengan kehidupan masyarakat berada dalam tekanan serius.

Khamenei meminta otoritas terkait bekerja dengan kesungguhan lebih besar dalam penyediaan kebutuhan pokok, pakan ternak, pangan, serta pasokan penting lainnya bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump mengatakan telah menangguhkan rencana serangan terhadap Iran dan bahwa negara itu telah menghentikan eksekusi terhadap para pengunjuk rasa.

Sementara itu, lembaga peradilan Iran menyatakan hingga kini belum ada seorang pun yang terlibat dalam aksi protes terbaru yang dijatuhi hukuman mati.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Ada Laporan Penting Apa? Prabowo Temui Dasco Tepat Sebelum Bertolak ke Eropa

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan lanjut bertolak menuju Inggris dan Swiss. Aktual/@IG Sekretariat Kabinet

Jakarta, aktual.com – Menjelang keberangkatan ke Inggris dan Swiss, Presiden RI Prabowo Subianto terlebih dahulu menggelar pertemuan tertutup dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Pertemuan singkat namun intens itu berlangsung di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (18/1/2026), sesaat sebelum pesawat kepresidenan lepas landas.

Pertemuan dilakukan secara empat mata. Sebuah meja bundar di salah satu ruangan Halim menjadi saksi diskusi yang disebut-sebut memuat laporan perkembangan situasi terkini. Tidak ada keterangan rinci mengenai substansi pembahasan, namun timing pertemuan itu memunculkan spekulasi politik, mengingat Prabowo akan menjalani agenda diplomatik penting di Eropa.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi pertemuan tersebut. Menurutnya, Dasco menyampaikan laporan langsung kepada Presiden sebelum keberangkatan.

“Di Halim, Presiden Prabowo sempat mengadakan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad terkait laporan perkembangan informasi terkini, sebelum selanjutnya terbang menuju London,” ujar Teddy.

Usai pertemuan tertutup itu, Prabowo langsung menuju pesawat kepresidenan dan bertolak ke London, Inggris, sebagai tujuan pertama kunjungan kerjanya. Dari Inggris, Presiden dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Swiss untuk menghadiri sejumlah pertemuan penting.

Keberangkatan Prabowo dilepas oleh lingkaran elite negara. Tampak hadir Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka beserta istri, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Menariknya, turut pula Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

Meski Istana menegaskan agenda Prabowo murni kunjungan kerja luar negeri, pertemuan tertutup dengan pimpinan DPR di detik-detik terakhir sebelum keberangkatan menambah lapisan makna. Apakah laporan tersebut berkaitan dengan dinamika politik dalam negeri, strategi diplomasi, atau isu sensitif lainnya, publik hanya bisa menunggu sinyal lanjutan sepulang Prabowo dari Eropa.

Yang jelas, langkah Presiden kali ini menunjukkan satu hal: sebelum membawa nama Indonesia ke forum global, Prabowo memastikan seluruh informasi strategis telah berada di tangannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Denmark Terkejut Trump Umumkan Tarif Terkait Greenland, Tegaskan Penguatan Militer demi Keamanan Arktik

Arsip foto - Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen. ANTARA/Anadolu/py.
Arsip foto - Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen. ANTARA/Anadolu/py.

Moskow, aktual.com – Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menyebut pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai penerapan tarif terkait Greenland sebagai sesuatu yang mengejutkan.

Trump, Sabtu (17/1) mengumumkan rencana pengenaan tarif sebesar 10 persen mulai Februari terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Tarif itu disebut akan meningkat menjadi 25 persen dan tetap diberlakukan hingga AS menyelesaikan kesepakatan pembelian Greenland.

“Pernyataan Presiden ini cukup mengejutkan. Awal pekan ini kami justru menggelar pertemuan yang konstruktif dengan Wakil Presiden Vance dan Menteri Luar Negeri Rubio,” ujar Rasmussen melalui media sosial X.

Ia menambahkan, peningkatan kehadiran militer di Greenland bertujuan memperkuat keamanan di kawasan Arktik.

“Kami sependapat dengan AS bahwa perlu dilakukan lebih banyak langkah, karena Arktik tidak lagi menjadi kawasan dengan ketegangan rendah,” kata Rasmussen.

Pada Rabu, Angkatan Bersenjata Denmark mengumumkan rencana memperkuat kehadiran militernya di Greenland melalui kerja sama erat dengan sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) serta meningkatkan aktivitas latihan di pulau tersebut.

Swedia, Norwegia, Finlandia, Prancis, Belanda, Inggris, Jerman, dan Slovenia juga telah menyatakan akan mengerahkan pasukan ke wilayah otonom Denmark itu sebagai bagian dari Operasi Arctic Endurance.

Greenland merupakan bagian dari Kerajaan Denmark. Namun, Trump berulang kali menyatakan bahwa pulau tersebut seharusnya menjadi bagian dari AS.

Otoritas Denmark dan Greenland telah memperingatkan Washington agar tidak berupaya mengambil alih pulau itu, seraya menegaskan harapan agar integritas wilayah mereka dihormati.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

DPN Tambah Tenaga Ahli, Publik Soroti Jejak Pemikiran Sabrang dan Cak Nun

Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang dikenal luas sebagai Noe Letto (kiri) saat dilantik sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Foto: Ist

Oleh: Rinto Setiyawan , A.Md., S.H., CTP*

PENAMBAHAN Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional (DPN) menjadi perhatian publik setelah dilantiknya Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang dikenal luas sebagai Noe Letto, pada Kamis (15/1/2026).

Pelantikan tersebut menempatkan Sabrang di lingkar perumusan kebijakan strategis negara, dengan mandat pada bidang geoekonomi, geopolitik, dan geostrategi, area yang kian menentukan arah ketahanan nasional di tengah dinamika global.

Masuknya Sabrang ke DPN tidak dipandang semata sebagai pengisian jabatan teknis. Publik menyoroti jejak pemikiran yang selama ini ia bangun sebagai intelektual public, mulai dari pembacaan kritis terhadap logika kekuasaan, analisis sistem kebijakan, hingga upaya menjembatani nalar publik dengan kompleksitas negara.

Peralihan peran dari pengamat dan pengkritik ke bagian dari sistem menimbulkan ekspektasi sekaligus pertanyaan: sejauh mana nalar kritis itu dapat bekerja efektif dari dalam struktur formal?

Sorotan publik juga tak lepas dari figur ayahnya, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun. Selama puluhan tahun, Cak Nun konsisten berada di luar kekuasaan formal, sembari mengingatkan bahaya birokrasi yang kerap ia metaforakan sebagai “kawah”, ruang panas yang berpotensi menggerus keseimbangan moral, rasa keadilan, dan kejernihan berpikir. Dalam berbagai forum Maiyah, Cak Nun menekankan pentingnya latihan kesadaran agar manusia tidak “rusak kadarnya” ketika bersentuhan dengan kekuasaan.

Kontras posisi ini, Sabrang di pusat sistem melalui DPN dan Cak Nun di luar struktur kekuasaan, memantik pembacaan yang lebih luas. Bagi sebagian kalangan, kehadiran Sabrang dipandang sebagai peluang menghadirkan rasionalitas kebijakan dari dalam. Bagi yang lain, ia merupakan ujian apakah nalar kritis dapat bertahan di tengah kompromi dan kepentingan yang melekat pada proses pengambilan keputusan negara.

Bidang geoekonomi dan geostrategi yang kini menjadi mandat Sabrang bukan wilayah netral. Di sana bertemu kepentingan nasional, tekanan internasional, dan kebutuhan kompromi kebijakan yang menuntut disiplin analisis sekaligus keteguhan prinsip.

Tantangannya bukan hanya merumuskan opsi kebijakan, melainkan menjaga independensi nalar agar keputusan yang dihasilkan tetap berpijak pada kepentingan publik dan tujuan jangka panjang negara.

Sementara itu, posisi Cak Nun di luar kekuasaan formal tetap memainkan peran penting sebagai penjaga ingatan kritis. Tanpa beban struktural, ia dapat terus mengingatkan batas etika dan rasionalitas kekuasaan. Relasi ini, yang satu bekerja dari dalam, yang lain mengawasi dari luar, menciptakan dinamika unik yang kini disorot publik sebagai eksperimen sunyi tentang bagaimana nalar dan integritas diuji di dua ruang berbeda.

Penambahan Tenaga Ahli di DPN ini, pada akhirnya, tidak hanya memperkaya kapasitas kelembagaan, tetapi juga membuka perbincangan lebih luas tentang peran intelektual dalam pemerintahan.

Apakah nalar kritis dapat berfungsi efektif di pusat sistem, dan apakah suara kultural dari luar tetap didengar oleh mereka yang berada di dalamnya. Publik akan terus mencermati, karena di titik inilah kualitas kebijakan dan arah kenegaraan dipertaruhkan.

*Ketua Umum Ikatan Wajib Pajak Indonesia, Anggota Majelis Tinggi Partai X, Wakil Direktur Sekolah Negarawan

Lanud Sultan Hasanuddin Kembali Kerahkan Helikopter Caracal Dan Boeing Intai Strategis, Lokasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Berhasil Diidentifikasi

Makassar, aktual.com – Helikopter H225M Caracal H-2213 dan Boeing 737-200 Skadron Udara 5 yang dikerahkan Lanud Sultan Hasanuddin dalam pencarian pesawat ATR-42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) berhasil identifikasi titik lokasi jatuhnya pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Minggu (18/1/2026).

Menindaklanjuti temuan tersebut, segera diturunkan lima prajurit Korpasgat dan satu personel Basarnas menggunakan Helikopter H225M Caracal ke titik lokasi jatuhnya pesawat untuk menyiapkan langkah awal proses evakuasi.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., menyampaikan bahwa pengerahan unsur TNI AU ini merupakan bentuk komitmen dan respon cepat dalam membantu operasi kemanusiaan.

“TNI Angkatan Udara, khususnya Lanud Sultan Hasanuddin, siap mendukung penuh upaya pencarian dan evakuasi pesawat yang hilang kontak ini. Seluruh kemampuan yang kami miliki akan kami kerahkan secara maksimal, baik melalui unsur udara maupun personel di lapangan, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan sinergi bersama seluruh instansi terkait,” tegas Danlanud.

Operasi pencarian dan evakuasi akan terus dilaksanakan secara terpadu dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, medan, serta perkembangan informasi terbaru dari posko gabungan.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Salah Kaprah Susu dalam Menu MBG, Ahli Gizi Ingatkan Risiko Miskonsepsi Gizi Anak

Jakarta, aktual.com – Beberapa waktu lalu, ramai di media sosial X soal susu UHT untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang minim kandungan susunya. Komposisi dalam kemasannya yakni 86 persen air dan hanya satu persen susu. Temuan itu memunculkan pertanyaan tentang kelayakan produk tersebut disebut sebagai susu dan sejauh mana kontribusi gizinya bagi anak-anak yang sedang berada dalam fase tumbuh kembang.

Ahli gizi dan juga Founder Gizi Nusantara, Esti Nurwanti mengatakan produk susu tersebut kemungkinan besar sudah melalui pemeriksaan pihak terkait. Akan tetapi, pemenuhan gizi susu tersebut jauh berbeda dari susu biasa.

“Secara regulasi, produk dengan kandungan air dominan dan hanya sedikit bahan susu memang bisa saja legal, tetapi secara gizi tentu tidak setara dengan susu cair murni,” kata Esti.

Esti menyebut jika kandungan susunya sangat kecil, maka kontribusi protein, kalsium, dan mikronutrien alaminya juga rendah, kecuali jika ditambahkan melalui fortifikasi. Padahal, anak usia sekolah membutuhkan asupan protein dan kalsium yang cukup tinggi untuk mendukung pertumbuhan tulang dan massa otot.

“Untuk anak-anak, terutama usia sekolah, kebutuhan gizinya sedang tinggi. Kalau tujuan pemberian susu adalah mendukung pertumbuhan, maka produk dengan kandungan susu sangat kecil tentu tidak optimal,” ucap Esti.

Polemik susu dalam program MBG beberapa kali terjadi, seperti produk kental manis yang pernah ditemukan pada menu MBG. Meski berbeda bentuk, Esti menilai persoalannya serupa, yakni miskonsepsi bahwa semua produk berlabel susu otomatis bernilai gizi tinggi.

Menurut dia, penggunaan kental manis tidak memberikan manfaat gizi yang sebanding, serta membentuk preferensi rasa manis pada anak sejak dini. Maka dari itu kental manis seharusnya diposisikan sebagai bahan tambahan pangan, bukan pengganti susu.

“Susu kental manis tidak direkomendasikan sebagai minuman susu untuk anak. Kandungan utamanya adalah gula, sementara protein dan kalsiumnya relatif rendah dibandingkan susu cair atau susu bubuk,” tutur Esti.

Di sisi lain, Esti menekankan bahwa polemik ini seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas implementasi MBG, bukan sekadar ada susu dalam menu. Dengan begitu, anak-anak sekolah yang sedang masa bertumbuh tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

“Susu yang ideal untuk anak adalah yang mengandung protein cukup, kaya kalsium dan vitamin D, dengan gula tambahan minimal, serta aman dan sesuai usia,” ungkap Esti.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain