4 April 2026
Beranda blog Halaman 313

Terungkap Skema Pengeluaran Barang Ilegal di Kawasan Berikat Cileungsi

bea dan cukai logo (Dok. Istimewa)

Bogor, aktual.com – Sebuah dugaan tindak pidana kepabeanan berskala sistemik terungkap di Kawasan Berikat Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Perusahaan pemegang fasilitas kepabeanan khusus, PT. GAN, diduga selama ini melakukan praktik pengeluaran barang tanpa izin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara berulang dan terorganisir.

Kasus ini bermula dari penangkapan tertangkap tangan pada 22 Mei 2025 pukul 18.00 WIB di ruas Jalan Raya Bogor arah Cilangkap, saat sebuah bus antar-jemput karyawan PT. GAN yang telah dimodifikasi khusus, kedapatan mengangkut ratusan barang produksi dari Kawasan Berikat Cileungsi menuju pabrik lama PT. GAN di Sukmajaya, Kota Depok — tanpa izin pengeluaran resmi Bea Cukai.

Penindakan ini didasarkan pada: Laporan Kejadian No. LK-04/KBC.0901/PPNS/2025 tertanggal 22 Mei 2025; Surat Perintah Tugas Penyidikan No. SPTP-04/KBC.0901/PPNS/2025; Pasal 112 ayat (2) huruf b UU Kepabeanan No. 10 Tahun 1995 jo. UU No. 17 Tahun 2006

Modus: Bus Karyawan Disulap Jadi Armada Penyelundupan

Bus yang seharusnya mengangkut pekerja, justru telah dimodifikasi untuk menyelundupkan barang hasil produksi keluar dari kawasan berikat.

Dalam penangkapan itu, PPNS Bea Cukai menyita barang senilai Rp 66.000.000, antara lain:

  • 1.540 set baterai E440
  • 100 pompa elektrik GSe
  • 300 kran pencet BE-16
  • 800 kran pencet 14/17
  • 1.290 spuyer 4 lubang
  • 1.100 charger
  • Ratusan selang, tali gendong, potensio, klep, komponen kuningan, hingga pintu baja

Seluruh barang tersebut seharusnya hanya boleh keluar kawasan berikat setelah mendapat persetujuan Bea Cukai dan pembayaran kewajiban negara.

PPNS Bea Cukai langsung menyita bus dan seluruh muatan, menahan sopir selama 1×24 jam, memeriksa sopir, petugas keamanan, dan staf administrasi PT. GAN (AA).

Audit Bea Cukai: Pola Kejahatan Berulang

Pada 27 Mei–27 Agustus 2025, Tim Auditor Kanwil Bea Cukai Jawa Barat melakukan audit investigatif terhadap laporan keuangan, stok, dan dokumen PT. GAN. Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan bahwa kasus ini bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari skema pengeluaran ilegal yang berlangsung rutin. Pada 30 Juli 2025, sejumlah karyawan PT. GAN diperiksa sebagai saksi oleh PPNS Bea Cukai Bogor.

Dari keterangan para saksi, terungkap bahwa perintah pengeluaran ilegal tersebut diduga berasal dari oknum manajemen puncak PT. GAN, yang juga merupakan pemegang saham, berinisial: J alias JT.

Konfrontasi Saksi & Dugaan Upaya Pengaburan

Dalam pemeriksaan lanjutan dan konfrontasi saksi, bagian gudang menyebut perintah datang dari bagian Marketing (L dan F), HRD menguatkan bahwa perintah berasal dari Marketing. Namun Marketing kemudian mengubah keterangan, menuduh Departemen Ekspor-Impor (Exim), Padahal secara faktual, Departemen Exim telah bekerja sesuai hukum dan tidak pernah memerintahkan pengeluaran ilegal.

Ini menimbulkan dugaan upaya pengalihan tanggung jawab untuk melindungi aktor utama.

Pernyataan Auditor Bea Cukai

Dalam audit lanjutan 27 Agustus–27 November 2025, salah satu auditor Bea Cukai Bogor, ET, secara tegas menyatakan bahwa walaupun PT. GAN sepakat membayar kerugian negara, pembayaran tersebut tidak menghapus pidana.

“Karena perbuatan ini dilakukan secara berulang dan sistematis oleh oknum manajemen,” kata ET, dikutip Rabu (14/1).

Implikasi Negara

Fasilitas Kawasan Berikat diberikan negara untuk mendorong ekspor dan industri. Namun dalam kasus PT. GAN, fasilitas ini diduga disalahgunakan menjadi alat penghindaran pajak dan penyelundupan dalam negeri.

Jika terbukti, ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan kejahatan ekonomi terhadap negara.

Kesimpulan Investigatif

Kasus PT. GAN memperlihatkan pola klasik bahwa operasional harian dijadikan tameng
Pekerja dijadikan korban, Skema dikendalikan oleh oknum pemegang saham dan manajemen Nama J alias JT kini berada di pusat pusaran perkara.

Publik menanti apakah hukum akan menembus hingga ke ruang direksi dan pemilik, atau berhenti di level bawah.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

DPR Respons Penolakan KUHP–KUHAP: Kritik Bagian dari Demokrasi

Ilustrasi: Kupas RKUHAP: Pacu Aparat, Pincang Korban

Jakarta, Aktual.com — Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru masih menuai polemik di tengah publik. Merespons kritik dan penolakan tersebut, Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun, menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari demokrasi dan tidak diabaikan dalam proses legislasi.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar. Namun perlu dipahami bahwa penyusunan KUHP dan KUHAP dilakukan secara terbuka dan konstitusional,” ujar Adang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Purnawirawan jenderal polisi itu menegaskan, negara telah menyediakan jalur konstitusional bagi masyarakat yang keberatan terhadap substansi undang-undang, termasuk melalui pengujian materi di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, mekanisme tersebut merupakan bagian dari sistem checks and balances dalam negara hukum.

“Kalau ada pasal yang dianggap bermasalah, silakan ditempuh melalui mekanisme konstitusional. Negara kita adalah negara hukum, sehingga ruang koreksi tetap terbuka dan dijamin. Kritik itu bukan untuk ditutup, tetapi untuk diuji secara objektif sesuai aturan,” tegasnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, tantangan ke depan tidak hanya terletak pada perdebatan norma, tetapi juga pada kesiapan implementasi di lapangan. Oleh karena itu, DPR mendorong pemerintah bersama aparat penegak hukum melakukan sosialisasi dan pelatihan secara menyeluruh agar tidak terjadi salah tafsir yang berpotensi menimbulkan keresahan publik.

Menurut Adang, Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar penerapan KUHP dan KUHAP baru tetap sejalan dengan prinsip keadilan, kepastian hukum, serta perlindungan hak-hak warga negara.

Ia juga menegaskan bahwa pembahasan KUHP dan KUHAP telah melalui proses panjang dan partisipatif dengan melibatkan akademisi, pakar hukum, serta berbagai elemen masyarakat. DPR, kata dia, membuka ruang dialog seluas-luasnya untuk menyerap masukan publik sebelum pengesahan undang-undang tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berhasil Swasembada Pangan, Eli Salomo: “Kaum Tani Wis Gumuyu lan Gemoy”

Jakarta, aktual.com – Pada 7 Januari 2026 Presiden Prabowo secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional Tahun 2025. Presiden memandang bahwa pencapaian swasembada beras hanya dalam waktu satu tahun merupakan bukti kerja keras kabinetnya dan para pembantunya.

“Waktu saya dilantik jadi Presiden, memang saya beri target empat tahun swasembada beras, swasembada pangan. Saudara saudara bekerja keras, saudara Bersatu, saudara kompak, saudara hasilkan yang tadinya 4 tahun, saudara berikan kepada bangsa dan negara 1 tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri,” Kata Presiden Prabowo.

98 Resolution Network melalui salah satu pemrakarsanya, Eli Salomo Sinaga, menegaskan Pemerintahan Prabowo-Gibran membuktikan janjinya mewujudkan swasembada pangan. “Kita telah berhasil mencapai swasembada beras dalam waktu tidak kurang dari satu tahun. Kami optimis kita akan mencapai swasembada pangan nasional, together we will rise, ujar Eli Salomo.

“98 Resolution Network menilai komitmen kuat Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada telah dibuktikan melalui sejumlah kebijakan. Misalnya pertama, Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 73/Kpts./OT.050/M/02/2025 Tentang Satuan Tugas Swasembda Pangan. Jangkauan kerja Satgas ini sampai ke Kabupaten Kota hingga Petugas lapangan. Stategi utama dalam mencapai swasembda adalah peningkatan produksi dengan optimalisasi seluruh sumber daya lahan yang tersedia dan dukungan sumber daya manusia yang kompeten,” ujar Eli Salomo yang juga Sekjend Persaudaraan 98.

Eli Salomo tegaskan bahwa berbagai terobosan kebijakan yang bersifat regulatif telah dibuat untuk mengatasi hambatan regulatif yang selama ini dipandang menghambat produksi pangan nasional. “Terobosan kebijakan cukup optimal dalam merencanakan, mengkoordinasikan, memastikan pelaksanaan kegiuatan dan evaluasi menyeluruh atas pencapaian program swasembada pangan”.

“Dampak nyata dari terobosan kebijakan tersebut diantaranya: Pertama, kita keberhasilan menurunkan harga pupuk hingga 20%, volume pupuk melonjak hingga 700% karena pemerintah membangun tujuh pabrik pupuk baru. Begitu juga dari sisi pengawasan pemerintah telah mencabut 2300 ijin usaha sektor pertanian karena melanggar peraturan dan melakukan permainan harga. Bahkan 192 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pangan,” tegas 98 Resolution Network melalui pemrakarsanya Eli Salomo.

Dampak nyata kedua menurut Eli Salomo, peningkatan lahan pertanian pada Periode Oktober hingga Desember 2025 yang tercatat lebih tinggi 500 ribu hektar dibandingkan tahun 2024 lalu.

Ketiga, kata Eli Salomo mengutip data dari Kementerian Pertanian, “kita secara bertahap telah berhasil menaikan produksi pangan nasional. Misalnya pada tahun 2025 tercatat ekspor Pertanian Indonesia melonjak hingga 33 Persen, stok pangan nasional mencapai 3,2 juta ton, dan yang sangat menggembirakan adalah nilai tukar petani menembus angka 125,35, tertinggi sepanjang sejarah.

Menurut Eli Salomo, Pemerintah telah menargetkan serapan gabah dan beras nasional tahun 2026 mencapai 4 juta ton. Angka ini adalah terget dalam rangka penguatan swasembada pangan berkelanjutan. Sebagai catatan, pada tahun 2025 Bulog berhasil menyerap 3,2 juta ton beras. Target tersebut telah didukung dengan penambahan anggaran hingga mencapai Rp.39 Triliun.

Sementara dukungan kepada petani secara langsung oleh pemerintah cukup membantu keuangan petani Presiden Prabowo dalam pidatonya secara tegas menetapkan harga gabah hasil produksi petani seharga Rp. 6500 per kg. Kebijakan Presiden merupakan insetif yang sangat berharga bagi petani, karena dapat menjual produk gabah kering panen mereka pada tingkat yang menguntungkan. “Kaum tani wis gumuyu lan gemoy”, ujar Eli Salomo.

Dengan keyakinan dan komitmen kuat presiden Prabowo kebijakan impor pangan yang mencekik leher kaum akan dapat diaatasi. Indonesai kembali berdiri di atas kaki sendiri. Sebagaimana kata presiden Prabowo “ Masalah pangan adalah masalah kedaualatan, Masalah pangan adalah masalah kemerdekaan, masalah pangan adalah masalah survival kita sebagai bangsa,” tutup pernyataan 98 Resolution Network yang disampaikan melalui salah satu pemrakarsanya, Eli Salomo Sinaga.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

All New Honda Vario 125 Resmi Mengaspal di Jakarta–Tangerang

Jakarta, Aktual.com – All New Honda Vario 125 resmi hadir dan siap mengaspal di Jakarta dan Tangerang. Skutik terbaru besutan Honda ini tampil lebih street dan modern, sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang menginginkan kendaraan dengan desain sporty, fungsional, dan relevan dengan gaya hidup urban.

“Melalui Regional Public Launching ini, kami memperkenalkan All New Honda Vario 125 sebagai skutik yang tidak hanya tampil baru, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan desain modern dengan fitur fungsional,” ujar Division Head of Sales PT Wahana Makmur Sejati, Olivia Widyasuwita, dalam konferensi pers, Selasa (13/1/2026).

Regional Public Launching yang digelar oleh PT Wahana Makmur Sejati (WMS) ini sekaligus menandai awal program “Tahun Baru Honda Baru”. Skutik andalan di segmen 125 cc tersebut hadir dengan pembaruan signifikan melalui konsep street style, menyasar konsumen perkotaan yang mengutamakan tampilan modern serta kenyamanan berkendara harian.

All New Honda Vario 125 kini mengusung desain bodi yang lebih tegas dan solid, memancarkan kesan agresif namun tetap elegan saat digunakan di jalanan kota. Penyegaran visual ini menegaskan posisi Vario 125 bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari ekspresi gaya hidup pengendaranya.

Salah satu daya tarik utama adalah kehadiran tipe Street sebagai varian terbaru. Varian ini tampil lebih berani dengan penggunaan naked handlebar serta panel meter terpisah, yang memperkuat karakter street-style dan menyasar konsumen muda perkotaan.

Dari sisi fitur, Honda membekali All New Honda Vario 125 dengan USB Charger Type-C, memungkinkan pengendara mengisi daya gawai secara praktis saat berkendara. Fitur ini dinilai relevan dengan pola mobilitas urban yang semakin bergantung pada perangkat digital, baik untuk navigasi maupun komunikasi.

Untuk memperkuat karakter produk, WMS juga menghadirkan lini apparel resmi serta Honda Genuine Accessories yang dapat dibeli melalui jaringan dealer resmi maupun kanal digital seperti Honda Wahana Partshop dan aplikasi WANDA.

Dari sisi pasar, WMS menargetkan penjualan All New Honda Vario 125 di wilayah Jakarta–Tangerang mencapai 45.000–50.000 unit per tahun, atau sekitar 3.500–4.000 unit per bulan.

“Kami optimistis kehadiran tipe Street akan semakin memperluas daya tarik Vario 125 di pasar Jakarta–Tangerang,” tutup Olivia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Rupiah Menguat Tipis, IHSG Tembus Level 9.007 di Awal Perdagangan

Ilustrasi Indeks Hasil Saham Gabungan

Jakarta, aktual.com – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu, bergerak menguat 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.870 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.877 per dolar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi dibuka menguat 58,75 poin atau 0,66 persen ke posisi 9.007,04.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,66 poin atau 0,42 persen ke posisi 882,53.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Airlangga: Pemerintah Siapkan KUR Pertanian Rp300 Triliun Tahun 2026

Ilustrasi Petani di Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulteng, mulai menggarap lahan

Jakarta, Aktual.com – Pemerintah menyiapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian sebesar Rp300 triliun pada 2026 sebagai upaya memperkuat pembiayaan petani sekaligus menopang ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani melalui akses pembiayaan yang lebih luas.

“Pemerintah terus mendorong pembiayaan dalam bentuk KUR untuk pertanian. Tahun ini kita punya plafon Rp300 triliun,” kata Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit di Jakarta, Selasa (13/1/2026).

Airlangga menjelaskan, pada 2025 penyaluran KUR sektor pertanian telah mencapai Rp102 triliun. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan pembiayaan di sektor pertanian, sekaligus potensi untuk terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

Ia menegaskan, plafon KUR pertanian bersifat fleksibel dan dapat dinaikkan sesuai kebutuhan. Pemerintah tidak membatasi sektor pertanian sepanjang pembiayaan bersifat produktif, tepat sasaran, dan mampu mendorong peningkatan produksi pangan nasional.

“Dan sebetulnya untuk pertanian pun plafonnya bisa kita naikkan. Tidak ada pembatasan untuk pertanian dan KUR ini bisa terus kita jaga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan capaian ketahanan pangan nasional pada 2025 menunjukkan tren positif. Hal tersebut ditopang oleh produksi beras yang mencapai 34,71 juta ton serta produksi jagung sekitar 16 juta ton, yang dinilai cukup baik sepanjang tahun.

“Kita bersyukur pada 2025 kita bisa mengatasi berbagai tantangan ketahanan pangan, termasuk produksi beras yang mencapai 34,71 juta ton,” ucapnya.

Ia memastikan, pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan penyaluran KUR pertanian agar terus tumbuh. Selain mempertahankan swasembada beras dan stabilitas harga pangan, kebijakan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui sistem pembiayaan yang adaptif dan berkelanjutan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain