8 April 2026
Beranda blog Halaman 338

DPR: Kritik Stand Up Comedy Tak Perlu Dilaporkan ke Polisi

Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah menilai pelaporan terhadap komika Pandji Pragiwaksosno terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea tidak tepat. Menurutnya, apa yang disampaikan Pandji merupakan bentuk kritik yang disampaikan melalui medium seni komedi dan masih berada dalam koridor demokrasi.

Pandji sebelumnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghinaan fisik dan penistaan agama. Laporan tersebut memicu polemik di ruang publik dan menuai beragam tanggapan.

“Kritik yang disampaikan melalui Mens Rea adalah hal yang wajar. Setiap warga negara berhak menyampaikan kritik, termasuk melalui medium seni dan komedi, selama dilakukan dengan baik dan beretika,” ujar Abdullah dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2026).

Legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan bahwa kritik merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi. Menurutnya, Pandji sebagai warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pandangan kritis, termasuk melalui karya seni.

Ia menilai, konten komedi seharusnya tidak serta-merta dibawa ke ranah hukum. Abdullah berpandangan bahwa perbedaan pendapat atau ketidaksukaan terhadap suatu karya cukup disikapi dengan kritik balik, bukan dengan pelaporan ke kepolisian.

“Kalau ada pihak yang tidak suka atau merasa tidak sependapat dengan materi Mens Rea, cukup disampaikan kritiknya. Tidak perlu semua hal dibawa ke ranah hukum,” tegasnya.

Meski demikian, Abdullah juga mengingatkan agar para seniman, komika, dan masyarakat luas tetap menjaga etika dalam menyampaikan kritik, terutama yang menyangkut isu sensitif, pemerintah, maupun pejabat publik.

“Kritik itu penting dan dijamin oleh konstitusi, tetapi etika juga harus dijaga. Kritik yang disampaikan secara santun dan bertanggung jawab justru akan memperkuat demokrasi kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pandji Pragiwaksosno dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah. Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.

Pandji dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 300 dan/atau Pasal 301 KUHP dan/atau Pasal 242 KUHP dan/atau Pasal 243 KUHP. Barang bukti yang diserahkan oleh pelapor berupa rekaman video berisi materi stand up comedy yang disampaikan Pandji dalam pertunjukan Mens Rea.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

JATMAN Jakarta Akan Gelar Isra’ Mi’raj Awal Menuju Kebangkitan Islam

Jakarta, aktual.com – Idarah Wustha Jamiyyah Ahli Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) DKI Jakarta akan menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada hari Minggu, 18 Januari 2026 di Zawiyya Arraudhah, Tebet, Jakarta. Acara itu bertemakan “Tasawuf sebagai jalan menuju tegaknya Dinul Islam.”

Acara tersebut diperkirakan akan diikuti ratusan kaum sufi dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. Untuk penceramah akan menghadirkan KH Muhyidin Ishaq, Rais Syuriyyah Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta, yang merupakan ulama sepuh di Jakarta.

Selain itu, akan hadir pula para mursyid dari berbagai thariqah yang ada di Jakarta. Diantanya KH Muhammad Danial Nafis (thariqah Shidiqiyyah Dharqawiyya Syadziliyya/Rais JATMAN Jakarta), KH Yunus Abdulhamid (Muqodam thariqah Tijaniyya), KH Wahfiudin Sakam (Wakil Talqin Thariqan Qadiriyya Naqsyabandiyya Suryalaya), KH Ali M Abdillah (Sekjen Aliyyah JATMAN/thariqah Qadiriyya Khalidiyyah), KH Hilmy Ashidiqi Arraky (Mursyid thariqah Qadiriyya Arrakiyyah), Irawan Santoso Shiddiq (Mudir JATMAN Jakarta) dan sejumlah pengamal thariqah lainnya.

“Acara ini sekaligus wadah silaturahmi dan konsolidasi para ahlu thariqah di Jakarta menghadapi serbuan sekulerisme dan ateisme yang makin merajalela di ibukota Jakarta,” tegas Irawan Santoso Shiddiq di Jakarta (11/01/2026).

Menurutnya, tasawuf merupakan jalan penting untuk memerangi paham komunisme, ateisme dan kapitalisme yang telah menjadi momok bagi masyarakat ibukota.

“Karena memang paham-paham yang merusak keutuhan bangsa dan negara kini makin mengancam NKRI, makanya tasawuf menjadi alternatif pencegahan,” tandasnya lagi.

Selain itu, sambungnya, merebaknya kemaksiatan di kota besar seperti Jakarta, tidak bisa diberantas hanya dengan penegakan hukum pidana.

“Tapi harus didahului dengan pembenahan akhlak, yang hal itu hanya bisa dilakukan dengan tasawuf,” paparnya.

Sebelum acara Isra Miraj, JATMAN Jakarta lebih dulu akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Antar Waktu di tempat yang sama.

“Ini demi merumuskan program kerja JATMAN kedepannya, demi menyongsong era kebangkitan Islam,” ujar Irawan lagi.

Musda akan diikuti oleh 5 Idarah Syubiyyah JATMAN se-Jakarta dan para pengurus JATMAN Jakarta.

Menariknya lagi, ujarnya lagi, Isra Miraj ini sangat special karena akan dihadiri qari internasional yaitu Bashir Castineira dari Granada, Spanyol.

Hadirnya sufi asal Eropa ini, katanya lagi, maka khalayak akan melihat langsung bagaimana tasawuf juga telah berkembang pesat di belantara Eropa.

“Bangkitnya tasawuf di Eropa kini, menunjukkan bahwa sufisme adalah kehidupan yang berkembang pasca kapitalisme-ateisme yang kini menjadi momok dunia,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Kick-Off IMX 2026 Digelar, Modifikasi Indonesia Siap Tembus Pasar Global

Jakarta, Aktual.com — Industri otomotif kini tidak lagi berdiri semata sebagai sektor manufaktur, melainkan telah bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Fenomena ini mendorong tumbuhnya industri kreatif berbasis modifikasi dan aftermarket yang semakin dinamis. Untuk memfasilitasi geliat tersebut, Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) secara resmi mengumumkan rangkaian agenda sepanjang tahun 2026 melalui agenda Kick-Off.

Project Director IMX Andre Mulyadi, menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi industri kreatif otomotif nasional.

“Tahun 2026 adalah momentum bagi industri kreatif Indonesia untuk melompat lebih tinggi. Kami ingin memastikan setiap rangkaian acara, mulai dari Kick-Off hingga Big Bang, menjadi wadah kolaborasi nyata bagi brand lokal dan internasional untuk menunjukkan inovasi terbaik mereka di hadapan dunia,” ujar Andre.

IMX, yang dikenal sebagai ajang pameran otomotif dan gaya hidup terbesar di Asia Tenggara, kembali menegaskan komitmennya sebagai platform kolaborasi bagi modifikator, pelaku industri kreatif, brand otomotif, hingga komunitas. Rangkaian IMX 2026 dirancang tidak hanya sebagai pameran, tetapi sebagai penggerak ekosistem otomotif nasional agar mampu bersaing di pasar global.

Rangkaian kegiatan IMX 2026 akan diawali dengan agenda Kick-Off pada 20 Januari 2026, kemudian dilanjutkan Media Press Conference pada 22 Januari 2026. Dua agenda awal ini menjadi pintu masuk penyampaian visi, misi, serta arah strategis IMX kepada publik dan pelaku industri otomotif nasional.

Sebagai bagian dari ekspansi global, IMX kembali membawa karya modifikator Indonesia ke panggung internasional melalui keikutsertaan dalam Osaka Auto Messe di Jepang pada 13–15 Februari 2026. Kehadiran tersebut menjadi sarana promosi sekaligus validasi kualitas modifikasi Indonesia di mata dunia. Rangkaian internasional IMX 2026 akan ditutup melalui IMX USA Series yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat pada 3–6 November 2026.

Di dalam negeri, IMX Series 2026 akan hadir di dua kota dengan karakter kuat dalam ekosistem modifikasi nasional. Yogyakarta dipilih sebagai lokasi IMX Prambanan Heritage Meet Up pada 26 April 2026. Dengan latar Candi Prambanan, acara ini menggabungkan modifikasi modern dengan kekayaan budaya dan nilai heritage, sekaligus menonjolkan identitas lokal sebagai daya tarik global.

Sementara itu, Surabaya akan menjadi tuan rumah IMX Surabaya Car Meet Up pada 30–31 Mei 2026. Kota ini dinilai sebagai salah satu barometer modifikasi nasional berkat antusiasme komunitas yang tinggi serta kualitas karya builder yang konsisten menghadirkan inovasi dan standar modifikasi kelas atas.

Seluruh rangkaian tersebut akan bermuara pada acara puncak IMX Big Bang 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang. Ajang ini diproyeksikan menjadi etalase terbesar industri modifikasi Indonesia dengan menghadirkan tokoh otomotif internasional, kolaborasi lintas industri, serta karya terbaik modifikator Tanah Air yang siap bersaing di level dunia.

Dari perspektif industri dan pasar, konsistensi IMX dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis otomotif. Sinergi antara modifikasi, gaya hidup, dan komunitas berpotensi memperluas pasar aftermarket, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat modifikasi terpenting di Asia Tenggara.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Harga Emas Galeri24 dan UBS Kompak Stabil

Arsip foto - Seorang petugas menunjukan koleksi lempengan emas di Pegadaian Galeri24, Kota Pekanbaru, Riau. ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc/pri.
Arsip foto - Seorang petugas menunjukan koleksi lempengan emas di Pegadaian Galeri24, Kota Pekanbaru, Riau. ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc/pri.

Jakarta, aktual.com – Harga emas yang dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian di Jakarta, Minggu (11/1), menunjukkan dua produk buatan Galeri24 dan UBS kompak stabil.

‎Harga jual emas Galeri24 stabil di angka Rp2.596.000 per gram, begitu pula harga emas UBS yang tak mengalami perubahan di angka Rp2.652.000.

Emas Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.

Berikut daftar lengkap harga emas masing-masing produk.

Galeri24

0,5 gram: Rp1.362.000

‎1 gram: Rp2.596.000.

‎2 gram: Rp5.114.000

‎5 gram: Rp12.692.000

‎10 gram: Rp25.316.000

‎25 gram: Rp63.134.000

‎50 gram: Rp126.170.000

‎100 gram: Rp252.214.000

‎250 gram: Rp628.986.000

‎500 gram: Rp1.257.971.000

‎1.000 gram: Rp2.515.940.000

UBS

0,5 gram: Rp1.433.000

‎1 gram: Rp2.652.000

‎2 gram: Rp5.264.000

‎5 gram: Rp13.006.000

10 gram: Rp25.876.000

‎25 gram: Rp64.561.000

‎50 gram: Rp128.857.000

‎100 gram: Rp257.612.000

250 gram: Rp643.840.000

‎500 gram: Rp1.286.167.000

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Vietnam Tumbuh 8,02%: Alarm Industri bagi Indonesia dan Asia Tenggara

Ilustrasi Ritel (Istimewa)

Vietnam tumbuh bukan karena dunia sedang baik-baik saja, tetapi justru karena dunia sedang kacau

Jakarta, Aktual.com – Pertumbuhan ekonomi Vietnam sebesar 8,02% sepanjang 2025 bukan sekadar kabar baik bagi Hanoi. Angka ini adalah alarm keras bagi Asia Tenggara—terutama Indonesia—bahwa persaingan ekonomi kawasan kini masuk babak baru: lebih cepat, lebih ketat, dan semakin politis.

Di saat ekonomi global melambat akibat konflik geopolitik, perang tarif, dan rantai pasok dunia yang terpecah, Vietnam justru melaju kencang. Maka pertanyaan pentingnya bukan lagi mengapa Vietnam bisa tumbuh, melainkan siapa yang akan tertinggal jika gagal menyesuaikan diri.

Vietnam Diuntungkan oleh Dunia yang Terbelah

Vietnam tumbuh bukan karena dunia sedang baik-baik saja, tetapi justru karena dunia sedang kacau. Perang dagang Amerika Serikat–China, strategi China+1, dan kebijakan friend-shoring membuat banyak perusahaan global mencari “rumah baru” untuk pabrik mereka. Vietnam masuk ke celah itu dengan gerak cepat, aturan relatif konsisten, dan arah industrialisasi yang jelas.

Hasilnya terlihat nyata. Ekspor Vietnam pada 2025 melonjak mendekati US$475 miliar, dengan total perdagangan hampir US$930 miliar. Amerika Serikat menjadi pasar utama, menyerap produk elektronik, tekstil, alas kaki, hingga barang konsumsi. Ketika banyak negara terpukul oleh lemahnya permintaan global, Vietnam justru kebanjiran pesanan yang berpindah jalur.

Arus FDI sebesar US$27–28 miliar menjadi penopang utama. Ini bukan investasi panas yang mudah keluar-masuk, melainkan pabrik, mesin, dan lapangan kerja. Vietnam paham satu hal penting: di dunia yang terbelah, netralitas geopolitik yang dipercaya pasar adalah aset ekonomi besar.

Sukses Besar, Risiko Juga Membesar

Namun, kesuksesan besar selalu datang dengan risiko besar. Lonjakan ekspor Vietnam ke AS dibarengi meningkatnya impor bahan baku dari China. Pola ini memunculkan kecurigaan praktik transshipment—barang China yang “berganti paspor” lewat Vietnam. Jika Washington memperketat aturan asal barang, Vietnam akan menghadapi ujian geopolitik yang nyata, bukan sekadar wacana.

Di sisi lain, pertumbuhan global 2026 diperkirakan melambat. Artinya, mesin ekspor Vietnam tidak bisa terus dipacu dengan cara lama. Tanpa peningkatan nilai tambah, Vietnam berisiko terjebak sebagai basis perakitan murah, rentan tarif, dan mudah ditekan secara politik. Vietnam kini berada di persimpangan: naik kelas menjadi pusat industri bernilai tambah, atau puas dengan sukses jangka pendek.

Kebijakan Jadi Penentu: Lompat atau Mandek

Arah Vietnam ke depan sepenuhnya ditentukan oleh kebijakan di dalam negeri. Pendalaman industri—mulai dari komponen, material, hingga teknologi menengah—tidak lagi opsional. Tanpa itu, pertumbuhan tinggi akan rapuh saat guncangan datang. Pemerintah Vietnam juga sadar bahwa terlalu bergantung pada ekspor berbahaya. Karena itu, konsumsi domestik, urbanisasi, dan belanja infrastruktur mulai didorong sebagai penyangga ekonomi.

Yang tak kalah penting adalah kualitas tenaga kerja dan institusi. Vietnam serius membangun pendidikan vokasi dan produktivitas industri. Ini bukan kebijakan populis, melainkan strategi jangka panjang untuk naik kelas dalam peta ekonomi global.

Indonesia: Ini Bukan Wacana, tapi Kompetisi Nyata

Bagi Indonesia, kebangkitan Vietnam bukan bahan diskusi seminar. Ini adalah kompetisi langsung di lapangan.

Pertama, soal industri.
Vietnam semakin dominan di elektronik, tekstil, dan barang konsumsi berbasis ekspor—sektor yang seharusnya juga bisa dikuasai Indonesia. Namun kita masih tertahan oleh regulasi berbelit, kepastian hukum lemah, dan ekosistem industri yang belum padu.

Kedua, perebutan investasi.
Investor global kini tidak lagi bertanya negara mana paling besar, tetapi negara mana paling siap. Dalam banyak kasus, Vietnam unggul karena perizinan lebih cepat, kebijakan lebih konsisten, dan arah industrialisasi jelas. Indonesia terlalu sering mengubah aturan di tengah jalan.

Ketiga, tenaga kerja.
Vietnam bukan hanya murah, tetapi produktif dan terlatih. Jika Indonesia gagal meningkatkan kualitas SDM industri, bonus demografi justru berubah menjadi beban, sementara lapangan kerja manufaktur bernilai tambah pindah ke negara tetangga.

Pada titik ini, Vietnam memaksa Indonesia bercermin: apakah kita ingin menjadi pusat produksi, atau sekadar pasar konsumsi besar?

Vietnam Bukan Ancaman, tapi Cermin

Vietnam hampir pasti muncul sebagai kekuatan ekonomi baru Asia Tenggara. Namun ia bukan ancaman terbesar bagi Indonesia. Ancaman sesungguhnya adalah rasa nyaman dan keyakinan keliru bahwa ukuran ekonomi saja sudah cukup.

Era ekonomi global yang stabil telah berakhir. Yang tersisa adalah persaingan strategis, disiplin kebijakan, dan kemampuan membaca geopolitik sebagai peluang ekonomi.

Vietnam sudah membaca peta itu dengan serius.
Kini pertanyaannya sederhana, tapi menentukan: apakah Indonesia siap ikut bertarung, atau hanya menjadi penonton di kawasan sendiri?

Oleh: Ronaliansyah
Dosen Universitas Budi Luhur
Bidang Bisnis Internasional

 

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Kemenhaj Tempa Calon Petugas Ibadah Haji Melalui Pelatihan

Jakarta, aktual.com – Kementerian Haji dan Umrah RI menempa calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M melalui pendidikan dan pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede selama sebulan agar menjadi petugas yang lebih profesional dan berintegritas.

Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Dendi Suryadi mengatakan, pihaknya memiliki empat sasaran yang ingin dicapai dari pendidikan dan pelatihan (diklat) yang dimulai dari 10 Januari 2026 tersebut.

“Yang pertama, fisiknya (petugas haji) jadi kuat, fisiknya bugar. Karena memang ibadah haji itu kan 90 persen ibadah fisik, sehingga petugas juga harus lebih kuat daripada zaman lalu,” ujar Dendi usai memberikan pengarahan kepada petugas haji di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Sabtu (10/1) malam.

Selanjutnya, kata Dendi, Kemenhaj berharap petugas haji memiliki mental yang tangguh dan siap sebagai pelayan tamu Allah di Tanah Suci.

Lalu, melalui diklat tersebut pihaknya juga menginginkan petugas haji dapat memiliki kemampuan yang mumpuni sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

“Yang terakhir, adanya bonding, adanya persatuan. Seperti yang tadi saya bilang, seperti Persatuan Indonesia, kita kuat kan kalau kita bersatu, kita rapuh kalau kita bercerai,” kata Dendi.​​​​

​Kemenhaj melakukan terobosan signifikan dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yakni dengan menggandeng Markas Besar (Mabes) TNI dan Polri untuk menggembleng para calon petugas haji.

Langkah tersebut diambil sebagai ikhtiar menghadirkan pelayanan prima bagi jamaah, mengingat tantangan ibadah haji yang memang didominasi oleh ketahanan fisik dan mental.

Sebanyak 179 personel pelatih dari TNI dan Polri diterjunkan langsung bersama pelatih internal Kemenhaj. Para calon petugas akan menjalani pelatihan intensif yang mengadopsi nilai-nilai kedisiplinan militer.

Menurut Dendi, pelibatan unsur TNI-Polri bukan tanpa alasan. Ibadah haji dinilai sebagai ibadah yang 90 persen mengandalkan kekuatan fisik. Oleh karena itu, petugas dituntut memiliki stamina di atas rata-rata jemaah.

Pada minggu pertama pelatihan, para petugas akan digembleng dengan metode Peraturan Baris Berbaris (PBB).

Metode tersebut dipilih untuk melatih kebiasaan mendengarkan dan mematuhi instruksi komando secara cepat dan tepat.

“PBB itu metode yang bagus untuk melatih orang terbiasa mendengarkan instruksi dan melaksanakan. Siap gerak, diam. Hadap kiri, gerak. Ini melatih kedisiplinan,” ujar Dendi.

Selain fisik, lanjut Dendi, adalah aspek mental pelayan (service mindset) juga menjadi prioritas bagi para petugas haji.

“Mentalnya memang harus mental yang tangguh sebagai pelayan, siap untuk jadi pelayan,” kata Dendi.

Salah satu penekanan penting dalam arahan tersebut adalah mengenai komitmen petugas saat puncak haji di Arafah. Kemenhaj memberikan kesempatan bagi petugas yang belum berhaji untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut, namun dengan syarat ketat yaitu tidak boleh menanggalkan atribut petugas.

Petugas diinstruksikan untuk tetap mengenakan seragam dinas saat wukuf di Arafah demi kemudahan identifikasi dan pelayanan jemaah.

Konsekuensinya, petugas akan melanggar larangan ihram (mengenakan pakaian berjahit) dan diwajibkan membayar dam atau denda.

“Silakan yang belum berhaji, tapi kemudian pada saat di Arafah jangan sampai melepaskan seragamnya. Dia tidak boleh pakai kain ihram. Berarti kan melanggar sunnah, bukan rukun. Nah itu nanti bisa ditebus dengan puasa atau bayar dam,” ujar Dendi.

Menurut Dendi, kebijakan tersebut dinilai adil mengingat petugas mendapatkan prioritas berhaji di tengah antrean jamaah reguler yang mencapai 5,4 juta orang.

Setelah penguatan fisik dan mental dasar, pelatihan akan masuk ke minggu kedua yang berfokus pada Tugas dan Fungsi (Tusi) masing-masing bidang.

Pelatihan teknis itu mencakup layanan transportasi, akomodasi, katering, kesehatan, hingga layanan media (Media Center Haji).

“Nanti didesain oleh para pelatih, sesuai dengan tugas dan fungsinya. Tugas bandara apa rinciannya, akomodasi hotel apa yang harus disiapkan, sampai katering dan wartawan,” kata Dendi.

Dengan pola pelatihan baru yang menekankan pada disiplin, kekompakan, dan kompetensi teknis tersebut, Kemenhaj optimistis layanan haji 2026 akan jauh lebih baik dan terorganisir dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Lebih baik kita bercerai-berai dalam kebenaran daripada bersatu padu dalam kejahatan. Tapi lebih baik lagi bersatu padu dalam kebaikan,” ujar Dendi.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain