5 April 2026
Beranda blog Halaman 35

Lestari Moerdijat: Mari Bergerak Bersama Ciptakan Ruang Digital Aman untuk Anak

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) resmi diterapkan mulai hari ini, Sabtu (28/3). Pemerintah menegaskan tidak akan memberi toleransi bagi platform digital yang mengabaikan perlindungan anak.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyerukan seluruh pihak untuk bergerak bersama menciptakan ruang digital yang aman bagi generasi penerus bangsa.

“Perlindungan anak di ruang digital bukan sekadar kebijakan. Ini keharusan. Negara hadir, semua pihak juga harus ikut bertanggung jawab,” tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/3).

Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mencatat, 9 dari 10 anak usia 5 tahun ke atas di Indonesia sudah aktif berinternet. Angka itu terus melonjak dan berdampak langsung pada tumbuh kembang mereka.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital (Ditjen Wasdigi) mencatat lonjakan kasus pornografi anak dari 986.648 kasus (2020) menjadi 1.450.403 kasus (2024) —meningkat hampir 48% dalam empat tahun.

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu berpendapat bahwa menyikapi kondisi saat ini, regulasi saja belum cukup.

“Literasi digital harus menjadi kebutuhan utama keluarga. Orang tua wajib mendampingi anak. Sekolah dan masyarakat harus bergerak bersama. Jika tidak, ruang digital akan terus menjadi ancaman nyata bagi masa depan bangsa,” ujar Rerie.

Menurut Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, perlindungan anak di ruang digital adalah bentuk upaya bersama dalam menjaga masa depan Indonesia.

“Tidak ada ruang untuk abai dalam menghadapi tantangan ini. Tegas, konsisten, dan bertanggung jawab adalah sebuah keharusan untuk mewujudkan ruang digital yang aman, demi lahirnya generasi penerus yang berdaya saing di masa depan,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Iran Batasi Akses Selat Hormuz, 1.900 Kapal Tertahan

Moskow, Aktual.com – Iran membatasi akses Selat Hormuz hanya untuk kapal-kapal dari negara yang dianggap sahabat, termasuk Rusia, China, India, Pakistan, dan Irak. Langkah ini diambil di tengah ketegangan militer setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan melalui saluran Al Mayadeen bahwa Teheran tidak memiliki alasan untuk mengizinkan kapal dari negara yang dianggap musuh melintasi selat strategis tersebut.

“Kami mengizinkan kapal-kapal dari negara sahabat untuk melewati Selat Hormuz, sementara kapal musuh tidak diperkenankan,” ujar Araghchi.

Akibat eskalasi ini, sekitar 1.900 kapal komersial terhenti di Teluk Persia dan sekitarnya. Data MarineTraffic pada 20–22 Maret menunjukkan kapal-kapal tersebut terdiri dari 324 kapal curah, 315 kapal pengangkut minyak atau produk kimia, 267 kapal pengangkut produk minyak, dan 211 kapal tanker minyak mentah.

Selain itu, terdapat 177 kapal kargo umum, 174 kapal kontainer, 98 kapal pengangkut gas petroleum cair, 42 kapal pengangkut aspal atau bitumen, serta berbagai jenis kapal lain seperti Ro-Ro dan tanker LPG.

Sekitar 190 juta barel minyak mentah dan produk minyak berada di atas kapal-kapal yang tertahan, menurut perusahaan analisis Vortexa. Perusahaan pelayaran Jerman, Hapag-Lloyd, melaporkan enam kapalnya tidak dapat beroperasi di Teluk Persia akibat ketegangan ini.

Blokade de facto Selat Hormuz menyebabkan tarif angkutan laut melonjak. Direktur analisis maritim Baltic and International Maritime Council, Filipe Gouveia, menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan bakar, durasi penutupan selat, dan jumlah kapal yang diizinkan melintas menjadi faktor utama.

Sejak 27 Februari, Baltic Dirty Tanker Index naik 49 persen, sedangkan Baltic Clean Tanker Index melonjak 78 persen hingga 20 Maret. Pasar kontainer juga mengalami kenaikan tarif signifikan.

Secara normal, sekitar 30 persen ekspor minyak global, 4 persen kargo curah kering, dan 3 persen volume kontainer melintasi Selat Hormuz. Namun, hanya sebagian ekspor dari Teluk Persia dapat dialihkan ke jalur alternatif, sementara kapasitas jalur darat terbatas. Saat ini, sekitar 5,5 persen armada kapal tanker dunia dan 1,5 persen armada kapal kontainer kargo kering berada di kawasan Teluk Persia.

Blokade Selat Hormuz menimbulkan tekanan besar terhadap perdagangan energi global, mendorong kenaikan harga bahan bakar, dan memperketat rantai pasokan minyak serta gas dari Timur Tengah ke pasar internasional. Para analis memperingatkan bahwa situasi ini berpotensi memicu gangguan ekonomi lebih luas bila konflik tidak segera mereda.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Arus Balik Lebaran, Tol Cipali Terapkan One Way Arah Jakarta untuk Antisipasi Kepadatan

Penerapan one way di ruas Tol Cipali arah Jakarta. (ANTARA/HO-Astra Tol Cipali)
Penerapan one way di ruas Tol Cipali arah Jakarta. (ANTARA/HO-Astra Tol Cipali)

Subang, aktual.com – Petugas Astra Tol Cipali bersama pihak kepolisian pada Jumat pagi mulai menerapkan rekayasa lalu lintas one way di ruas Tol Cikopo-Palimanan arah Jakarta untuk menjaga kelancaran pada arus balik lebaran.

“Mulai pukul 08.47 WIB telah dimulai rekayasa lalu lintas ‘one way’ sebagian di ruas Tol Cipali arah Jakarta, dimulai dari KM 132 hingga KM 70,” kata Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali Ardam Rafif Trisilo di Subang, Jawa Barat (Jabar), Jumat (27/3).

Ia mengatakan rekayasa lalu lintas one way di ruas Tol Cipali arah Jakarta tersebut akan diperpanjang secara bertahap hingga mencapai akhir batas ruas Tol Cipali di KM 188 Palimanan.

Untuk penerapan perpanjangan one way di lapangan, menurut dia, bersifat situasional sesuai dengan diskresi kepolisian.

Sementara itu, sebelum dilakukan rekayasa one way, petugas Astra Tol Cipali bersama pihak kepolisian melakukan sterilisasi jalur dan rest area. Pembersihan (sterilisasi) jalur dan rest area telah dilakukan sekitar setengah jam sebelum diterapkan one way.

Astra Tol Cipali mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi arahan petugas di lapangan.

Berdasarkan data pukul 00.00 WIB hingga 08.00 WIB pada Jumat, tercatat sekitar 19,7 ribu kendaraan telah melintasi ruas Tol Cipali menuju Jakarta.

Sedangkan untuk arah sebaliknya atau arus menuju Cirebon, tercatat sebanyak 5 ribu kendaraan melintasi ruas Tol Cipali.

Ia menyampaikan, guna menjaga keselamatan bersama, pengguna jalan diimbau untuk tidak berpindah jalur maupun menggunakan u-turn selama rekayasa lalu lintas one way berlangsung.

Apabila perlu berganti jalur, silakan keluar melalui gerbang tol terdekat dan melanjutkan perjalanan dengan masuk kembali ke jalur yang diinginkan tanpa dikenakan tambahan tarif.

Astra Tol Cipali juga mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

DPR Mendukung Keputusan Pemerintah, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Prioritas

Anggota MPR RI F-Golkar Hetifah Sjaifudian memberikan kata sambutan saat pembukaan Sarasehan Nasional FraksiBersama usai membuka Sarasehan Nasional Fraksi Partai Golkar MPR RI di Nusantara IV, Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Jakarta, Aktual.com – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menanggapi wacana terkait opsi pembelajaran dari rumah sebagai bagian dari upaya efisiensi energi di tengah dinamika global. DPR RI mengapresiasi langkah Pemerintah yang menegaskan bahwa kebijakan efisiensi energi tidak akan mengganggu proses pembelajaran dan tetap mengedepankan tatap muka.

Hetifah menekankan bahwa pembelajaran tatap muka harus tetap menjadi prioritas. Selain lebih efektif, pendekatan ini penting untuk menjaga kualitas interaksi, termasuk kegiatan praktikum yang tidak dapat digantikan.

“Dengan sistem zonasi yang telah berjalan, mayoritas siswa bersekolah relatif dekat dari rumah, sehingga dampak terhadap konsumsi energi, khususnya dari transportasi, tidak signifikan,” ujar Hetifah, Jumat (27/03/2026).

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa belajar dari rumah memiliki sejumlah tantangan bila diterapkan secara luas, mulai dari risiko penurunan capaian belajar (learning loss), keterbatasan interaksi guru dan siswa, hingga potensi meningkatnya kesenjangan akses akibat perbedaan fasilitas dan pendampingan di rumah.

“Selain itu, aspek sosial-emosional anak juga terdampak karena berkurangnya ruang interaksi dan pembentukan karakter,” tambahnya.

Meski demikian, pembelajaran jarak jauh tetap dapat digunakan secara fleksibel pada kondisi tertentu, seperti saat terjadi bencana alam, gangguan akses sementara, atau di wilayah terpencil dengan keterbatasan tenaga pendidik.

“Dalam situasi tersebut, PJJ menjadi solusi adaptif agar proses belajar tetap berlangsung,” jelas Hetifah.

Ia menghimbau pemerintah daerah untuk tidak ragu melanjutkan pembelajaran tatap muka pasca libur Idul Fitri sesuai kebijakan yang telah ditetapkan, sembari terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat dukungan bagi guru, serta memastikan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Efek “Bola Salju” Tahanan Rumah Yaqut, ICW Soroti Potensi Perlakuan Istimewa di KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam kasus dugaan korupsi kuota haji, Kamis,12 Maret 2026. FOTO: aktual.com

Jakarta, aktual.com — Perubahan status penahanan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, menjadi tahanan rumah memicu reaksi dari berbagai pihak, termasuk tahanan lain yang menginginkan perlakuan serupa. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai fenomena tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

“Bagi ICW, pemberian keistimewaan kepada YCQ dalam berdampak efek (bola) salju bagi tahanan KPK yang lain. Karena akan ada kesan perlakuan istimewa,” ujar peneliti ICW, Wana Alamsyah, kepada wartawan, Jumat (27/3/2026).

ICW mendesak Dewan Pengawas KPK untuk segera turun tangan menyelidiki kebijakan pengalihan status tersebut. Selain itu, ICW meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersikap tegas agar tidak kembali memberikan perlakuan serupa kepada tahanan lain.

“Oleh sebab itu, ICW mendesak agar Dewas segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap pimpinan KPK beserta jajarannya yang memberikan keistimewaan bagi pelaku korupsi,” ujarnya.

“Selanjutnya, tidak boleh ada lagi perlakuan khusus bagi tahanan yang lain,” katanya.

ICW juga mencurigai kemungkinan adanya campur tangan pihak luar dalam keputusan tersebut. “Dan apabila ada dugaan intervensi dari pihak eksternal, KPK penting untuk menyampaikannya secara transparan dan akuntabel,” katanya.

Peneliti ICW lainnya, Almas Sjafrina, turut meminta penjelasan terbuka dari KPK terkait alasan pengalihan status tahanan tersebut.

“Kami menilai KPK justru harus menghentikan praktik pengalihan tahanan tanpa alasan yang jelas dan mendesak,” ujar Almas.

“Jika terus dilakukan, ini akan melanggar asas equality before the law, juga membuka ruang konflik kepentingan,” tambahnya.

Permohonan Serupa Muncul dalam Kasus Lain

Dalam perkembangan lain, Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, yang tengah menjalani sidang kasus dugaan pemerasan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru, juga mengajukan permohonan agar status penahanannya dialihkan menjadi tahanan rumah.

Permohonan tersebut disampaikan melalui penasihat hukumnya dalam sidang pembacaan dakwaan, bersama dua terdakwa lain, Arief Setiawan dan Dani Nursallam.

Pihak kuasa hukum mengajukan beberapa permintaan, termasuk agar persidangan dilakukan secara terpisah demi efektivitas pembuktian.

“Kami memohon agar pemeriksaan ketiga terdakwa dilakukan secara terpisah. Ini atas pertimbangan agar majelis hakim bisa lebih fokus dalam pembuktian nantinya,” kata penasehat hukum Abdul Wahid usai sidang dakwaan, seperti dilansir detikSumut, Kamis (26/3).

Selain itu, penasihat hukum juga mengajukan permohonan pengalihan penahanan dari rutan ke tahanan rumah dengan merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku serta preseden sebelumnya.

“Ketiga, terdakwa juga ingin mengajukan pengalihan penahanan dari penahanan rutan menjadi tahanan rumah. Ini berdasarkan Pasal 108 ayat 5 dan 11 KUHAP dan pertimbangan adanya preseden dari salah saru tersangka Bapak YC dialihkan jadi tahanan rumah. Alasannya kesehatan terdakwa Bapak Abdul Wahid dan surat jaminan keluarga bapak Abdul Wahid,” kata penasihat hukum.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Dua Tentara Israel Tewas di Lebanon, Eskalasi Konflik dengan Hizbullah Kian Memanas

Tank-tank Israel sedang memasuki wilayah Gaza - foto X

Tel Aviv, aktual.com — Militer Israel melaporkan bahwa dua personelnya gugur dalam pertempuran di wilayah selatan Lebanon. Insiden ini terjadi ketika pasukan darat Israel terlibat bentrokan langsung dengan kelompok Hizbullah di kawasan perbatasan kedua negara.

Konflik di Lebanon mulai meningkat sejak 2 Maret, saat Hizbullah—yang didukung Iran—meluncurkan serangan roket ke wilayah Israel. Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Sebagai respons, Israel menggencarkan serangan udara berskala besar ke berbagai titik di Lebanon yang diklaim sebagai basis Hizbullah. Selain itu, pasukan darat juga dikerahkan untuk melakukan penetrasi di wilayah perbatasan.

Dalam laporan terbaru yang dikutip dari Reuters dan The Times of Israel pada Jumat (27/3/2026), militer Israel menyebutkan dua tentaranya tewas dan empat lainnya mengalami luka dalam operasi militer di Lebanon selatan.

Militer Israel dalam pernyataannya pada Kamis (26/3) waktu setempat menyebut satu tentaranya tewas dan beberapa tentara lainnya luka-luka akibat serangan rudal anti-tank yang diluncurkan Hizbullah di wilayah Lebanon bagian selatan.

Berdasarkan investigasi awal oleh Angkatan Bersenjata Israel (IDF), sejumlah pejuang Hizbullah menembakkan dua rudal anti-tank dari wilayah utara Sungai Litani di sektor timur Lebanon selatan. Serangan tersebut diarahkan ke tank Merkava milik Israel.

Rudal pertama, menurut klaim IDF, berhasil dihentikan oleh sistem pertahanan aktif kendaraan tersebut. Namun, rudal kedua mengenai sasaran dan menyebabkan korban.

Selain itu, satu tentara Israel lainnya dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan pasukan Hizbullah di lokasi yang sama.

Dengan tambahan korban ini, jumlah tentara Israel yang tewas dalam konflik sejak awal Maret mencapai sedikitnya empat orang. Sebelumnya, dua tentara lainnya dilaporkan tewas dalam pertempuran pada 8 Maret.

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah menjadi salah satu dampak paling mematikan dari konflik yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sejak akhir Februari.

Serangkaian serangan Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain