6 April 2026
Beranda blog Halaman 350

KPK Tanggapi Isu Ragu-ragu Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Haji

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Setyo Budiyanto memberikan keterangan usai menghadiri rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia 2025, di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (8/12/2025). ANTARA/Rio Feisal/am.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Setyo Budiyanto memberikan keterangan usai menghadiri rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia 2025, di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (8/12/2025). ANTARA/Rio Feisal/am.

Jakarta, aktual.com – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menanggapi isu adanya keragu-raguan di antara ketua dan empat wakil ketua lembaga antirasuah itu dalam menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023–2024.

“Prinsipnya enggak ada. Tidak ada terbelah,” ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung Juang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (7/1).

Setyo mengatakan pimpinan KPK selalu satu suara dalam menangani kasus kuota haji, yakni dari tahap penyelidikan hingga penyidikan.

“Ya, tinggal memastikan apa yang dikerjakan oleh para penyidik, semuanya sudah memenuhi,” katanya.

Ia melanjutkan, “Ada saatnya. Kira-kira jubir atau mungkin nanti deputi penyidikan akan menyampaikan hasilnya.”

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengatakan keragu-raguan di antara pimpinan merupakan dinamika yang biasa terjadi.

“Itu biasa, di setiap kasus pun, tidak hanya kasus ini, pasti ada perbedaan pendapat. Akan tetapi, yang terpenting adalah bagaimana kemudian perkara ini akan kami tangani secara serius. Itu saja,” ujar Fitroh.

Ia mengatakan ada hal yang penting selain isu keragu-raguan penetapan tersangka oleh pimpinan lembaga antirasuah, yakni KPK akan mengumumkan tersangka kasus kuota haji.

“Ya, itu teknis sekali saya pikir. Hal yang penting, segera kami akan umumkan (tersangka, red.),” katanya.

Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK mengumumkan memulai penyidikan kasus dugaan korupsi kuota haji, dan menyampaikan sedang berkomunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan RI untuk menghitung kerugian negara.

Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan penghitungan awal kerugian negara dalam kasus tersebut mencapai Rp1 triliun lebih, dan mencegah tiga orang untuk bepergian ke luar negeri hingga enam bulan ke depan.

Mereka yang dicegah adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex selaku mantan staf khusus pada era Menag Yaqut Cholil, serta Fuad Hasan Masyhur selaku pemilik biro penyelenggara haji Maktour.

Pada 18 September 2025, KPK menduga sebanyak 13 asosiasi dan 400 biro perjalanan haji terlibat kasus tersebut.

Selain ditangani KPK, Pansus Angket Haji DPR RI sebelumnya juga menyatakan telah menemukan sejumlah kejanggalan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2024.

Poin utama yang disorot pansus adalah perihal pembagian kuota 50 berbanding 50 dari alokasi 20.000 kuota tambahan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi.

Saat itu, Kementerian Agama membagi kuota tambahan 10.000 untuk haji reguler dan 10.000 untuk haji khusus.

Hal tersebut tidak sesuai dengan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, yang mengatur kuota haji khusus sebesar delapan persen, sedangkan 92 persen untuk kuota haji reguler.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Rapuhnya Kemampuan Keuangan Daerah, 451 dari 508 Kabupaten/Kota Bergantung Dana Transfer Pusat

Ilustrasi Kapasitas/kemampuan Fiskal Daerah di Indonesia. Foto: chatgpt

Jakarta, Aktual.com – Direktur Eksekutif NEXT Indonesia Center, Christiantoko, mengungkapkan rapuhnya kemampuan keuangan daerah di 508 kabupaten/kota di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya satu daerah berstatus sangat mandiri, enam berstatus mandiri, dan 50 menuju kemandirian.

Artinya, ada 451 kab/kota, sekitar 88,78% , yang belum mandiri, atau masih tergantung pada dana transfer dari Pemerintah Pusat.

Temuan ini merupakan hasil kajian mendalam NEXT Indonesia Center yang memetakan tingkat kemandirian fiskal masing-masing provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia berdasarkan data realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) periode 2023-2024 dari Kementerian Keuangan serta Indeks Kemandirian Fiskal (IKF) yang dikembangkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kemandirian fiskal merupakan titik paling krusial dalam dinamika pembangunan daerah di Indonesia. Namun, dominasi dana transfer pusat membuktikan bahwa daerah belum mampu mengoptimalkan potensi ekonominya secara mandiri,” ujar Christiantoko dalam keterangan persnya, kepada aktual.com, di Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Christiantoko menyampaikan, Indeks Kemandirian Fiskal (IKF) BPK terklasifikasi ke dalam empat level: Sangat Mandiri dengan nilai IKF 75-100, Mandiri nilai IKF 50-75, Menuju Kemandirian nilai IKF 25-50, dan Belum Mandiri nilai IKF 0-25.

“Semakin tinggi nilai IKF suatu daerah, maka daerah tersebut semakin berdikari, dan tidak mudah goyang jika anggaran Pusat sedang diperketat,” paparnya.

Dari 508 kab/kota, katanya, Kabupaten Badung di Bali satu-satunya daerah di Indonesia yang menyandang status “Sangat Mandiri” dengan nilai IKF 87,09. Kekuatan pariwisatanya mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang jauh melampaui Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

“Kabupaten Badung memang istimewa, pada tahun 2024, total PAD-nya mencapai Rp7,5 triliun, dengan Rp6,8 triliun-nya itu berasal dari pajak hotel, restoran, dan hiburan. Nilai tersebut jelas melampaui TKDD yang hanya Rp851 miliar. Artinya, daerah ini sudah tidak terlalu bergantung lagi pada dana pusat,” ucap Christiantoko.

Kemudian, katanya, hanya enam kabupaten/kota yang masuk kategori “Mandiri”, yaitu Kota Surabaya dengan nilai IKF 60,93, Kab. Gianyar (56,68), Kab. Tangerang (54,28), Kota Denpasar (53,67), Kota Semarang (52,78), dan Kota Tangerang Selatan (52,18).

“Tercatat, 451 kabupaten/kota, terutama di luar pulau Jawa, masih terjebak dalam kategori terendah atau ‘Belum Mandiri’. Hal ini menunjukkan, lebih dari 75% pendapatan daerah di wilayah tersebut masih disokong oleh transfer pusat,” ungkap Christiantoko.

Ia juga mengungkapkan, pergerakan IKF 2023-2024 secara nasional pun cenderung stagnan. Dari 38 provinsi, tidak ada satu pun daerah yang berhasil menembus kategori “Sangat Mandiri”. Bahkan, jumlah provinsi yang berstatus “Mandiri” menyusut dari 13 menjadi 12 provinsi di tahun 2024.

Di kategori “Mandiri”, Banten memimpin dengan nilai IKF mencapai 72,76, disusul Bali (70,74), DKI Jakarta (69,56), Jawa Barat (68,99), Jawa Tengah (66,91), dan Jawa Timur (66,11). Lalu, Riau (57,18), Sumatera Utara (55,67), Lampung (54,21), dan Sulawesi Selatan (53,79).

“Provinsi di Pulau Jawa tetap mendominasi kategori Mandiri karena disokong oleh industrialisasi hingga pariwisata yang kuat,” ucapnya.

Sementara tren negatif terlihat pada Sumatra Selatan dan Kalimantan Timur yang turun status dari “Mandiri” menjadi “Menuju Kemandirian”. Ketimpangan tajam juga terjadi di kawasan timur, keenam provinsi di Pulau Papua dan Maluku belum beranjak dari kategori “Belum Mandiri”.

Peta Kapasitas Fiskal Daerah Kemenkeu 2025

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudha Sadewa mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2025 Tentang Peta Kapasitas Fiskal Daerah. Dalam Lampiran PP yang ditetapkan pada 22 Desember 2025 ini tercantum rasio dan kategori kapasitas fiskal dari 38 provinsi, dan 508 kabupaten/kota.

Dalam peta kapasitas fiskal terbaru tersebut pemerintah melakukan sejumlah penyesuaian rasio kapasitas fiskal daerah. Pemetaan ini mengelompokkan daerah ke dalam kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah berdasarkan kemampuan fiskal masing-masing wilayah.

Peta kapasitas fiskal daerah digunakan pemerintah sebagai dasar pertimbangan dalam pengusulan penerima dana hibah yang bersumber dari penerimaan negara maupun pinjaman luar negeri. Selain itu, pemetaan ini juga menjadi acuan dalam pemberian subsidi bunga pinjaman dari lembaga keuangan bank maupun nonbank, serta pengalokasian Transfer ke Daerah (TKD) .

Dalam aturan terbaru ini, sejumlah provinsi mengalami penurunan status kapasitas fiskal. Provinsi DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Riau tercatat turun dari status sangat tinggi atau tinggi pada tahun 2024 menjadi rendah pada tahun 2025.

Sementara itu, beberapa provinsi mengalami kenaikan kategori, di antaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan sejumlah provinsi lain tercatat stagnan atau tidak mengalami perubahan status.

Menariknya, Papua Tengah masuk dalam kategori kapasitas fiskal sangat tinggi , setara dengan Papua Barat dan Papua Barat Daya. Capaian ini menempatkan Papua Tengah sebagai salah satu daerah dengan kemampuan fiskal tertinggi secara nasional pada tahun 2025..

Dampak Fiskal Daerah “Belum Mandiri”

Melihat kondisi tersebut, Christiantoko mengatakan, daerah yang “Belum Mandiri” atau berkategori rendah dalam kapasitas fiskalnya bisa menjadi ancaman nyata bagi layanan publik. Ketika pemerintah pusat melakukan efisiensi belanja, maka daerah yang tidak mandiri akan kehilangan daya dorong pembangunannya.

“Ujung-ujungnya, kesejahteraan warga menjadi taruhan. Pembangunan yang hanya mengandalkan sisa alokasi dana transfer pusat membuat respons terhadap kebutuhan dasar warga seperti pendidikan dan kesehatan menjadi lamban,” ungkapnya.

Guna memperkecil ketimpangan fiskal tersebut, kata dia, pemerintah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi harus memperkuat basis ekonomi lokal melalui diversifikasi sektor dan penciptaan lapangan usaha yang lebih produktif, serta digitalisasi pajak daerah agar dapat memperluas PAD tanpa membebani masyarakat secara berlebihan.

“Di sisi lain, pemerintah pusat perlu mengubah skema transfer anggaran. Dana pusat tidak boleh lagi hanya untuk “tambal sulam” belanja rutin, melainkan harus berbasis kinerja untuk memicu kapasitas fiskal daerah,” ucap Christiantoko.

Penataan Ulang Struktur APBD

Nicholas Martua Siagian, Direktur Eksekutif Asah Kebijakan Indonesia, menyampaikan, kepala daerah harus memberikan effort lebih keras untuk meningkatkan kapasitas fiskal yang memadai, agar tidak sekadar menjadi “operator” kebijakan pusat.

“Tantangan terbesar yang dihadapi kepala daerah bukan lagi hanya soal infrastruktur hingga penyediaan layanan publik lainnya, tetapi bagaimana mereka mampu menjadi buffer zone terhadap guncangan ekonomi nasional dan global yang dampaknya perlahan-lahan mempengaruhi kantong rakyat kecil,” paparnya dalam keterangan persnya.

Menurut Nicholas, ketika inflasi merangkak naik, daya beli masyarakat tergilas pelan-pelan. Karenanya, kepala daerah harus sensitif menyadari bila harga bahan-bahan pokok yang melonjak di pasar tradisional, bisa memicu keresahan yang jauh lebih dalam daripada angka statistik yang tertera di kertas laporan.

Lebih jauh, ucapnya, kepala daerah dituntut untuk melakukan penataan ulang struktur APBD agar semakin berorientasi pada belanja publik yang produktif dan inklusif. Dominasi belanja birokrasi dan belanja pegawai yang terlalu besar berpotensi menggerus ruang fiskal bagi program-program perlindungan sosial, penguatan infrastruktur dasar, dan peningkatan ketahanan wilayah.

Karena itu, menurut Nicholas, rasionalisasi belanja aparatur harus diimbangi dengan peningkatan kualitas belanja, melalui penguatan belanja berbasis kinerja dan outcome-oriented budgeting.

“Terakhir, perlu ditegaskan bahwa seluruh agenda penguatan ekonomi daerah akan menjadi sia-sia jika tidak diiringi oleh pemberantasan korupsi yang nyata dan sistemik. Korupsi di level daerah yang kian membesar, bahkan menyeret banyak kepala daerah aktif, merupakan sinyal buruk bagi stabilitas fiskal dan kepercayaan publik,” ucapnya.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Eroby Jawi Fahmi

PKB Tegaskan Loyal ke Prabowo, Jazilul: Guyonan Itu Tanda Keakraban

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (2/8/2024). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid merespons santai candaan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut PKB perlu terus diawasi. Jazilul menegaskan, partainya tetap berkomitmen penuh dan tegak lurus mendukung kepemimpinan Prabowo.

“PKB akan terus pegang komitmen tegak lurus pada Presiden Prabowo,” kata Jazilul kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).

Ketua Fraksi PKB DPR itu menilai pernyataan Prabowo dalam agenda retret di Hambalang tak lebih dari bentuk keakraban antarpimpinan politik. Ia menyebut Presiden Prabowo melempar guyonan karena memahami karakter Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang dikenal akrab dan humoris.

“Sebagai tanda keakraban, Pak Prabowo melempar guyonan, sebab tahu kalau Cak Imin juga suka bercanda,” ucapnya.

Jazilul pun mengingatkan agar publik tidak berspekulasi berlebihan menanggapi candaan tersebut. Menurutnya, PKB memiliki rekam jejak panjang sebagai partai yang konsisten, setia, dan dapat diandalkan dalam koalisi pemerintahan.

“Nggak usah (khawatir), track record PKB itu komit, setia dan dapat diandalkan,” ungkap Jazilul.

Sebelumnya, candaan Prabowo soal PKB muncul saat ia memberikan taklimat dalam retret di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1). Saat mengabsen kehadiran para ketua umum partai koalisi, Prabowo sempat menyinggung keberadaan Cak Imin dan berkelakar mengenai PKB.

“Tapi di sini koalisi kita kuat kan? Ketua partai ada semua ya? Ada,” kata Prabowo dalam retret tersebut.

“Ketua PKB ada? PKB ini harus diawasi terus ini,” lanjut Prabowo sambil berkelakar.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

HNW Apresiasi JPRMI, Optimalkan Masjid untuk Jaga Gen Z dan Bonus Demografi

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menerima audiensi JPRMI dan mengapresiasi peran masjid dalam menyelamatkan Gen Z demi bonus demografi positif 2045. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Wakil Ketua MPR Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., mendorong Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) untuk berkiprah lebih giat lagi dengan membuat program-program yang efektif untuk menyelamatkan pemuda dan remaja Indonesia, termasuk yang berada dalam kategori Gen Z, dari beragam masalah dan tantangan seperti buta huruf Al-Qur’an, darurat kejahatan seksual terhadap anak, judi online, narkoba, tawuran pelajar, dan tindakan kriminal lainnya, sehingga bisa mewujudkan panen bonus demografi positif tahun 2045.

“Karenanya agar JPRMI tidak hanya fokus pada masalah “tajwid”, tetapi juga efektif dengan itu mengembangkan semangat memberantas buta huruf al Quran dan memahami serta mengamalkan nilai-nilai al Quran. Juga sangat dipentingkan menginisiasi berbagai aktifitas sosial, olahraga, kursus-kursus dan kegiatan-kegiatan alternatif yang positif bagi Gen Z seperti yang terkait dengan Medsos/AI. Berbagai permasalah yang mendera era Gen Z seperti kejahatan seksual terhadap anak, judi online, narkoba dan kejahatan kriminal seperti anak membunuh orangtua atau sebaliknya orangtua membunuh anak merupakan masalah yang harus diatasi secara bersama. Ini tanggung jawab sosial yang penting dijadikan sebagai peluang besar bagi JPRMI untuk berkiprah lebih kuat lagi,” kata Hidayat Nur Wahid ketika menerima audiensi delegasi JPRMI di Ruang Kerja, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Delegasi JPRMI dipimpin Otong Somantri beraudiensi untuk mengundang Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid hadir dan menjadi narasumber dalam Muktamar dan konsolidasi nasional JPRMI yang akan diselenggarakan sekitar bulan April 2026. Dalam pertemuan itu, JPRMI juga menjelaskan program-program JPRMI, termasuk terjun langsung ke daerah bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera.

Peran Masjid Menyelamatkan Gen Z dan Bonus Demografi

HNW, sapaan Hidayat Nur Wahid, mengapresiasi JPRMI yang tetap eksis dan beraktivitas untuk peduli pada Gen Z melalui pendekatan kemasjidan dan keremajaan. Menurut HNW, kepedulian itu sangat penting untuk terus dijaga, dikembangkan, dan dilakukan dengan serius. Apalagi Indonesia menghadapi masalah yang cukup serius terkait dengan Gen Z.

Sebagai contoh, HNW menyebutkan di Medan ada kasus seorang anak perempuan kelas VI SD yang membunuh ibu kandungnya menggunakan pisau akibat terpengaruh menonton gim berisi kekerasan pembunuhan menggunakan pisau. Kasus lainnya, ada seorang anak membunuh bapak kandungnya karena sang bapak sering melakukan kekerasan terhadap ibunya. “Belum lagi laporan KPAI tentang darurat kejahatan seksual terhadap anak Indonesia termasuk Gen Z, Alpha, dan lain-lain,” ujarnya.

Di sisi lain, kata HNW, angka buta huruf Al-Qur’an juga tinggi sekali. Menteri Agama menyebutkan lebih dari 70% buta huruf Al-Qur’an, sedangkan DMI menyebutkan 68%. Sementara survei terhadap mahasiswa Fakultas Agama Islam menyebutkan 60% yang tidak bisa baca Al-Qur’an dengan baik.

“Jadi, kalau tidak bisa membaca al Quran, maka hidayah Allah bagaimana akan tiba (datang). .Karena itu, salah satu pencegah dari kedaruratan kekerasan seksual terhadap anak, judi online, narkoba, dan tindakan kriminal adalah ketika komunitas agama, terutama Islam, mendapatkan pencerahan dari kitab sucinya, maka sudah sangat wajar bila JPRMI memaksimalkan kegiatannya dengan berkolaborasi bersama Takmir Masjid, Remaja Masjid, Majelis Taklim, maupun organisasi/lembaga lain sejenis, agar anak-anak muda terselamatkan dengan aktifitas-aktivitas dari dalam kegiatan di masjid yang menarik dan menghadirkan solusi,” ujar HNW.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Pemerintah Targetkan Kesepakatan Dagang RI–AS Rampung Akhir Januari

Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. Aktual/HO

Bogor, aktual.com – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah menargetkan kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat dapat diselesaikan pada akhir Januari 2026. Hingga kini, proses perundingan masih berjalan dan akan memasuki tahapan krusial melalui pertemuan tim teknis yang dijadwalkan pada 12–19 Januari 2026.

Prasetyo mengungkapkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan bahwa fase tersebut difokuskan pada penyusunan legal drafting dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART).

“Sesuai dengan jadwal, tanggal 12 sampai tanggal 19 ini adalah penyusunan legal drafting. Nah, kita harapkan di dalam penyusunan legal drafting kesepakatan-kesepakatan tersebut sudah bisa dituangkan, dan harapannya di akhir bulan sudah bisa kita tanda tangani,” kata Pras di Hambalang, Jabar, Selasa (6/1).

Ia menegaskan, pemerintah terus mengupayakan langkah-langkah negosiasi yang berpihak pada kepentingan nasional. Terkait kemungkinan Presiden Prabowo Subianto langsung berkunjung ke Amerika Serikat untuk menandatangani kesepakatan, Prasetyo menyebut hal itu bergantung pada hasil pembahasan teknis pertengahan Januari.

“Tergantung nanti hasil dari 12 sampai 19 Januari dari legal drafting-nya,” ucapnya.

Perundingan dagang Indonesia–Amerika Serikat memang berlangsung cukup panjang. Presiden Prabowo disebut berencana bertemu langsung dengan Presiden Donald Trump di Amerika Serikat pada akhir Januari 2026 guna meneken kesepakatan tarif dagang kedua negara.

Sementara itu, Airlangga menyampaikan bahwa produk Indonesia yang masuk ke pasar Amerika Serikat tetap dikenakan tarif sebesar 19 persen. Kebijakan ini merujuk pada pengumuman Juli 2025, ketika Presiden Trump memberikan potongan tarif dari sebelumnya 32 persen.

“Setelah seluruh proses teknis diselesaikan, maka diharapkan sebelum akhir Januari (2026) akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Pak Donald Trump,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Perkembangan Perundingan Dagang Indonesia-AS via Zoom, Selasa (23/12).

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Trump Akan Gunakan Militer AS Guna Akuisisi Greenland

Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/py
Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/py

Washington, aktual.com – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang membahas “berbagai opsi” untuk mengakuisisi Greenland, termasuk kemungkinan penggunaan militer AS, kata Gedung Putih pada Selasa (6/1).

“Presiden Trump telah menyatakan dengan jelas bahwa akuisisi Greenland merupakan prioritas keamanan nasional Amerika Serikat dan hal ini penting untuk mencegah para pesaing kami di kawasan Arktik,” kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dalam tanggapannya atas pertanyaan Anadolu.

Leavitt menambahkan bahwa Presiden Trump bersama timnya sedang mendiskusikan berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang disebutnya penting tersebut.

“Tentu saja, penggunaan militer Amerika Serikat selalu menjadi salah satu opsi yang berada dalam kewenangan Panglima Tertinggi,” ucap Leavitt.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul usulan berulang Presiden Donald Trump untuk mengakuisisi Greenland itu demi kepentingan strategis AS.

Sehari setelah operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, Trump pada Minggu (4/1) kembali mengulangi seruan untuk mengambil alih Greenland demi kepentingan keamanan nasional.

“Kami membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya,” ujar Trump ketika ditanya mengenai potensi tindakan AS terhadap Greenland.

Greenland merupakan wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark dan telah berulang kali menolak usulan yang mengarah pada pemindahan kedaulatan kepada Amerika Serikat.

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, telah mendesak Trump untuk menghentikan berbagai ancaman tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Berita Lain