18 April 2026
Beranda blog Halaman 35829

Dirjen Migas Masih Kaji Kilang Minyak Oman

Jakarta, Aktual.co — Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja menyampaikan bahwa rencana investasi kilang minyak oleh Oman masih dalam tahap pengkajian.

“Ada usulan dari negara penghasil minyak seperti Iran, Irak, Oman, Kuwait, dan Arab Saudi. Mana yang paling bagus masih dikaji, nanti jadi prioritas,” kata Wiratmaja ketika ditemui di Jakarta, Jum’at (29/5).

Dia menuturkan, bahwa ke depan pihak yang terpilih untuk membangun kilang juga harus bisa bekerjasama dengan PT Pertamina selaku “offtaker” terbesar di Indonesia.

Ia pun berharap dalam kerja sama tersebut mampu dijalankan oleh “national oil company” (NOC) kedua negara, dengan tujuan efisiensi operasional.

“Kami berharapnya ‘NOC-to-NOC’, karena kalau dikelola NOC kan harganya pasti lebih bagus,” tutur Wiratmaja.

Pada kesempatan tersebut ia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia membutuhkan empat kilang, dengan kapasitas masing-masing 300 ribu barel per hari.

Terkait dengan “crude supply” (suplai minyak mentah) juga masih dalam tahap pengkajian untuk menentukan lokasi pengolahan minyak mentah tersebut.

“Tidak semua minyak mentah bisa diolah di satu kilang, ada spesifikasi khusus. Kalau yang dari Oman juga masih dikaji dulu, itu speknya seperti apa,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ini Belum Putuskan Langkah Hukum Atas Putusan Praperadilan Hadi

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pastikan perlawanan hukum atas putusan praperadilan mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Hadi Poernomo, bukan hanya wacana.
“Tidak akan berakhir bagai wacana kok. Pasti akan dilakukan perlawanan secara hukum untuk praperadilan (HP),” papar Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Indriyanto Seno Adji, saat berbincang dengan wartawan, Jakarta, Jumat (29/5).
Namun demikian, pria yang menyandang gelar profesor hukum itu, belum bisa memastikan upaya hukum apa yang akan dilakukan oleh lembaga antirasuah.
“Bisa dalam bentuk perlawanan (verzet) atau banding atau bahkan kasasi,” jelasnya.
Dia juga menegaskan, akan tetap melanjutkan penyidikan kasus yang menjerat Hadi. Menurutnya, hal itu menjadi mutlak adanya sesuai dengan Undang-Undang KPK yang tak mengizinkan pemberhentian kasus.
“Artinya KPK tetap membuka kembali kasus, dan buka suatu wacana tanpa batas,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Terkait Reklamasi Teluk Jakarta & Swastanisasi Air, Ini Kata Personel RAN

Jakarta, Aktual.co —  Terkait reklamasi di Teluk Jakarta, dan masalah air yang rencananya akan dikelola oleh pihak swasta, ditanggapi oleh penyanyi Nino ‘RAN’. Sebagai musisi, kata Nino, dirinya tetap menolak dan mendukung para relawan untuk melakukan penolakan kedua hal tersebut.

“Intinya soal reklamasi dan air (yang mau dikelola sama pihak swasta, red) saya kurang setuju. Cuma kalau masalah reklamasi dijakarta, memang belum terdengar sekencang di Teluk Benoa Bali. Tapi kalau itu memang gerakan positif yang dilakukan para relawan saya mendukung adanya penolakan itu,” kata Nino ‘RAN’, ditemui di kantor Rolling Stones Magz, kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Jumat (29/5).

Bersama rekannya, Nino seringkali melakukan kampanye tentang pelestarian alam. Hanya saja, kampanye, yang dilakukannya itu terkait dengan masalah penghijauan di beberapa wilayah di Jakarta.

“Pastinya, RAN sering campaign dengan hal semacam itu, tapi sifatnya lebih ke penghijauan. Di situ kami ngajak fans dan teman RAN yang lain untuk campaign seperti di taman kota, yang bekerjsama dengan WWF contohnya kayak bersihin pantai, ” terangnya.

“Tapi kalau menyikapi masalah reklamasi dan air ini mungkin kami akan ada di posisi yang netral. Dalam hati selalu mendukung dengan adanya penolakan. Tapi apa yang saya lakukan di sini bukan orang yang ada di garis kerasnya misalnya berteriak pada area demo. Jadi bentuk ketidaksetujuan itu kami tunjukkan lebih ke arah memberikan contoh. Dengan mengajak banyak orang untuk melestarikan lingkungan,” urainya lagi.
 

Artikel ini ditulis oleh:

PSSI 90 Persen Disanksi FIFA

Jakarta, Aktual.co — Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), memastikan bahwa, Indonesia 90 persen akan dijatuhi sanksi oleh federasi sepakbola dunia, FIFA.

“Kabar terakhir dari Swiss, 90 persen kita disanksi. Pengumumannya kalau tidak malam ini ya besok (Sabtu, 30/5),” kata Direktur Hukum PSSI, Aristo Pangaribuan di Jakarta, Jumat (29/5).

PSSI, kata Aristo, mengaku telah gagal untuk melakukan lobi dengan pejabat FIFA agar Indonesia terhindar dari sanksi. Padahal, tegas Aristo, di dalam negeri, PSSI telah melakukan berbagai langkah untuk bisa menyelesaikan konflik antara Menpora Imam Nahrawi dengan PSSI, mulai dari langkah hukum hingga langkah diplomasi dengan Menpora.

Langkah hukum yang dilakukan PSSI adalah, melakukan gugatan Menpora Imam Nahrawi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), untuk membatalkan Surat Keputusan (SK) pembekuan PSSI.

“Tapi harus kami akui, hasil putusan sela PTUN kemarin cukup melegakan. Sayangnya itu tidak cukup untuk menjadi jaminan kepada FIFA,” sesalnya.

Diungkapkan Aristo, konflik PSSI dengan Menpora, tidak diagendakan masuk dalam kongres FIFA. “Hanya di rapat anggota eksekutif (Exco) FIFA, sehingga sanksi yang dijatuhkan tidak seberat jika di agendakan di kongres,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Belajar Matematika itu Menyenangkan dengan Deep Learning

Jakarta, Aktual.co —Belajar matematika bagi siswa SD bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, manakala itu dilakukan lewat deep learning (pembelajaran bermakna).  
Demikian ditunjukkan oleh Tatang Suratno, pengajar dan peneliti di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ia member materi pada sesi diskusi di Konferensi Pendidik Nasional (National Educators Conference) 2015 di Universitas Sampoerna, Jakarta, Jumat (29/5).
Tatang menunjukkan contoh deep learning secara nyata, melalui pengalaman guru SD melakukan reformasi sekolah menuju komunitas belajar. Dengan menyajikan pengalaman para praktisi Lesson Study di kota Malang dan Bandung secara naratif, Tatang mengungkap situasi pembelajaran bermakna dan menyenangkan, yang dialami oleh guru maupun siswa dalam memaknai konsep pembagian pecahan.
Dalam uraiannya, Tatang menggambarkan proses pembelajaran siswa yang bermakna, kolegalitas atau kebersamaan di antara guru dalam merancang dan merefleksikan kolaborasi belajar di antara siswa; dan repersonalisasi atau perubahan pola pikir guru, agar menyelami pikiran dan perasaan siswa.
Berdasarkan ketiga hal tersebut, Tatang berpandangan, deep learning pedagogies hanya akan berkembang di dalam komunitas belajar, di mana di dalamnya tercipta hubungan yang erat antara pembelajaran guru dan pembelajaran siswa secara berkelanjutan.
Dengan memperhatikan jalinan kisah pengalaman seperti itu kita mulai memahami bahwa penyatuan diri guru dengan siswa akan meningkatkan pemaknaan guru terhadap pembelajaran siswanya.
Sejak 2007, Tatang telah berperan aktif dalam pengkajian praktik pendidikan di Indonesia. Ia berpengalaman memfasilitasi pengembangan profesional guru dan reformasi sekolah, melalui penerapan Lesson Study yang melibatkan ratusan guru dan puluhan sekolah. 

Artikel ini ditulis oleh:

Perlu Paradigma Pendidikan Baru Menuju Indonesia 2030

Jakarta, Aktual.co — Profesional pendidikan harus mencari paradigma baru, untuk mentranformasi pendidikan ke arah Indonesia 2030. Yakni, pendidikan yang mampu memproduksi lulusan berkualitas serta bisa memenuhi kebutuhan akan pekerja yang terdidik dan terampil.

Demikian dikatakan Prof. Aman Wirakartakusumah, Rektor Universitas Sampoerna, dalam sambutannya di pembukaan Konferensi Pendidik Nasional (National Educators Conference) 2015 di Jakarta, Jumat (29/5). Konferensi itu dijadwalkan berlangsung di kampus Universitas Sampoerna sampai Sabtu (30/5).

Paradigma baru yang dimaksud Aman adalah sebuah pedagogi baru bagi pembelajaran mendalam (deep learning), sebuah model baru kemitraan pembelajaran di antara dan di kalangan para siswa dan para guru.

Model baru ini diarahkan ke tujuan-tujuan pembelajaran mendalam, yang dimungkinkan dengan akses digital yang meluas. Tujuan pembelajaran mendalam itu berfokus pada enam hal: karakter, komunikasi, kreativitas, pemikiran kritis dan pemecahan masalah, kolaborasi, dan kewargaan (citizenship).

Dalam sambutannya, Aman mengutip prediksi McKinsey Global Institute 2012 yang memprediksikan Indonesia akan menjadi ekonomi nomor-7 terbesar di dunia, dari posisinya sebagai nomor-16 terbesar saat ini. Ini didukung temuan Bank Pembangunan Asia (ADB), bahwa ada tujuh negara yang akan jadi pemimpin Abad Asia. Negara-negara itu adalah: China, India, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Thailand dan Malaysia.

“Untuk mencapai hal itu, Indonesia harus memberi perhatian khusus pada kualitas pendidikan. Berdasarkan Laporan OECD 2015, Indonesia berada di urutan ke-69 dari 76 negara. Indonesia harus meningkatkan kualitas lulusan untuk memenuhi kebutuhan yang besar atas pekerja terdidik dan terampil,” kata Aman.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain