18 April 2026
Beranda blog Halaman 35831

Napi Kabur Dari Lapas Barumun Menyerahkan Diri

Medan, Aktual.co — Asman Suari Nasution (30), Napi Lapas Barumun Cabang Rutan Sibuhuan di Kabupaten Padang Lawas, Sumut, yang sempat kabur dari ruang tahanan akhirnya menyerahkan diri, Jumat (29/5).
“Setelah dilakukan pengejaran oleh tim polres dan polsek, satu tahanan yang melarikan akhirnya menyerahkan diri atas nama Asman Suhardi Nasution,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf, dalam keterangannya kepada wartawan.
Dijelaskan, Asman menyerahkan diri dengan diantar langsung oleh pihak keluarga. Dengan kembalinya Asman, maka dari delapan napi yang kabur, sebanyak lima tahanan sudah berhasil ditangkap. Sementara tiga lainnya masih dalam proses pengejaran.
Diketahui, aksi kabur tahanan itu terjadi pada Rabu (27/5). Para napi berhasil melarikan diri dengan menggergaji jendela jerjak Lapas Barumun. Saat itu, hujan turun dengan lebat.
Diduga, para napi itu telah lama merencanakan pelarian tersebut dengan menggergaji jendela sel. Namun petugas lapas, diduga tidak pernah melakukan pengecekan kondisi ruangan-ruangan sel.
Paska melarikan diri, sebanyak empat tahanan yang kabur telah berhasil ditangkap kembali, Kamis (28/5). Keempat napi yang ditangkap, masing-masing Andi Saputra Siregar (24), warga Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, M Ikbal Hasibuan (26), warga Desa Unterudang, Barumun, Padang Lawas, Andi Wijaya (26), warga Provinsi Lampung, dan Ahmad Epariansyah, warga Padang Lawas.
Untuk diketahui, Ketiga narapidana yang masih melarikan diri masing-masing M Sodongoron Hasibuan (21) warga Desa Batang Bulu Baru, Kec Barumun Selatan, Padang Lawas, Rio Febrian Siregar (20) warga Desa Tobing Tinggi, Aek Nabara Barumun, Padang Lawas, Ali Arpan Dalimunthe (20) warga Tanjung Botung, Barumun Selatan, Padang Lawas.

Artikel ini ditulis oleh:

Kini Polisi Awasi Beredarnya Beras Mengandung Bahan Kimia

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri membantah adanya peredaran beras plastik yang belakangan sempat meresahkan masyarakat. Setelah pemeriksaan sample beras di Pusat Laboratorium Forensik Polri, tidak ditemukan adanya unsur plastik.
Namun, setelah memperoleh hasil uji lab, justru polisi menemukan adanya dugaan beras yang dioplos dengan bahan kimia dan pemutih di Mampang, Jakarta Selatan.
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Pol Budi Waseso menegaskan pihaknya saat ini tengah mengawasi peredaran beras berbahan kimia tersebut.
“Sementara yang kita temukan di Jakarta Selatan. Polri sekarang melakukan pengawasan di seluruh Indonesia tentang beras ini,” kata Budi di Bareskrim Mabes Polri, Jumat (29/5).
Jenderal bintang tiga yang kerap disapa Buwas ini menjelaskan, beras berbahan kimia ini sangat tawan apabila beredar. Sebab beras tersebut memiliki perbedaan dengan beras pada umumnya. Salah satunya adalah ditemukan adanya campuran pewangi kimia yang membuat beras tersebut berbau harum.
“Karena kecurigaan dari jenis berasnya dengan harumnya. Ada pewangi yang dia curigai. Kita telusuri,” jelas bekas Kapolda Gorontalo itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kemendag Perkuat Sistem Resi Gudang

Jakarta, Aktual.co —   Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya memperkuat sistem resi gudang (SRG), khususnya untuk menjaga stok pangan di daerah dan nasional, guna mendukung stabilisasi harga pangan dalam negeri.

“SRG merupakan instrumen perdagangan dan pembiayaan yang dapat mendukung upaya stabilisasi harga pangan nasional, mendorong peningkatan daya saing perdagangan, dan perluasan akses peningkatan modal kerja bagi para petani, UKM, maupun pelaku usaha lainnya,” kata Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (29/5).

Karyanto yang selaku Pelaksana Harian Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan itu, menyatakan bahwa dari waktu ke waktu penggunaan resi gudang terus meningkat.

Pihaknya akan terus meningkatkan volume komoditas yang disimpan dalam gudang SRG, yang nantinya mampu menjadi salah satu tolok ukur pemerintah dalam memperhitungkan stok pangan nasional.

“Optimalisasi SRG merupakan bukti nyata komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kecil menengah,” kata Karyanto.

Untuk mewujudkan stabilitas harga pangan, katanya, pemerintah mengupayakan cara meningkatkan posisi tawar petani, khususnya dalam menentukan nilai dan waktu jual komoditas hasil panennya.

Hingga 27 Mei 2015, Kemendag telah menerbitkan 1.943 resi gudang dengan total volume komoditas sebanyak 74.517,13 ton yang diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan terhadap kualitas komoditas pertanian yang diperdagangkan.

Jumlah tersebut didominasi komoditas gabah sebanyak 63.985,59 ton, disusul beras 5.417,72 ton, jagung 4.670,03 ton, rumput laut 420 ton, dan kopi 77,79 ton.

Total nilai resi gudang yang telah diterbitkan sebesar Rp382,13 miliar dengan pembiayaan dari bank dan nonbank mencapai Rp238,69 miliar.

Pertumbuhan SRG menunjukkan perkembangan positif, di mana pada 2014 volume komoditas dalam SRG meningkat empat persen atau sebesar 853 ton dengan nilai komoditas meningkat sebesar tujuh persen atau senilai Rp7,6 miliar dibandingkan dengna pada 2013.

Pembiayaan yang diberikan dari lembaga keuangan, baik perbankan ataupun nonbank, meningkat sebesar 13 persen atau senilai Rp 8,8 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

ASN Berijazah Palsu Dipastikan Dicopot dari Jabatan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) berijazah palsu akan dicopot jabatannya sesuai dengan surat edaran Kemenpan-RB untuk penanganan masalah ijazah palsu tersebut.
“Kami sudah keluarkan surat edaran Kemenpan jadi bagi PNS yg terbukti menggunakan ijazah palsu maka otomatis akan dicopot dari jabatannya dan diturunkan satu tingkat,” kata Yuddy, di Jakarta, Jumat (29/5).
Yuddy mengatakan para ASN tersebut tidak diberhentikan karena ada pertimbangan tahapan dan proses yang harus dilewati dalam pengabdian yang bersangkutan. 
“Tapi mereka menyalahgunakan kepercayaan dan diragukan integritasnya karena itu sanksinya adalah administratif,” ujar Yuddy.
Lebih lanjut Yuddy mengatakan pihaknya sudah menginstruksikan pada kepala daerah dan pimpinan setiap instansi agar inspektorat masing-masing melakukan pemeriksaan kembali keabsahan ijazah para ASN-nya.
“Itu harus dilajutkan karena dalam kasus penggunaan ijazah palsu tersebut yang dirugikan adalah negara,” katanya.
Dia menjelaskan, dengan menggunakan ijazah palsu yang statusnya lebih tinggi tersebut, artinya jabatan yang akan didapat relatif lebih tinggi dan penghasilannya juga akan meningkat, dengan menggunakan uang dari negara yang memang memiliki kewajiban untuk membayar itu.
“Kami terima kasih dan minta bantuan Kepolisian serta BIN untuk mengungkap adanya penggunaan ijazah palsu bagi dan oleh pejabat negara. Ini era revolusi mental dan karakter yang ingin diperbaiki adalah pola pikirnya sehingga bisa menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas serta harus jujur,” katanya.
Terkait dengan kemungkinan adanya sanksi pidana bagi pengguna ijazah palsu, Yuddy mengatakan hukuman tersebut ditujukan bagi pihak yang menerbitkan dokumen tersebut.
“Sanksi pidananya adalah bagi mereka yang mengeluarkan ijazah palsu, sedangkan bagi PNS, sanksi administratif dan jabatan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mesin “Overheat”, Penumpang Bus TransJakarta Dievakuasi

Petugas Bus Transjakarta mengevakuasi para penumpang Bus Transjakarta yang mogok ke bus lain, di Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, Jumat (29/5/2015). Puluhan penumpang bus Trans Jakarta dengan ‎nomor polisi B 7509 IX terpaksa dievakuasi ke bus TransJakarta lainnya, mesin bus yang mereka tumpangi terlalu panas (overheat) di kawasan Cawang. AKTUAL/MUNZIR

Seorang Pemrotes Berbendera Palestina Dikeluarkan Dari Kongres FIFA

Jakarta, Aktual.co — Seorang perempuan pemrotes yang mengibarkan bendera Palestina dan meneriaki presiden FIFA Sep Blatter, telah diusir keluar dari kongres FIFA pada Jumat (29/5).

Blatter yang sedang duduk di podium memanggil keamanan dan pemrotes itu selanjutnya dibawa ke luar oleh para petugas keamanan.

Ketua FIFA tersebut menyerukan agar seluruh akses masuk ke kongres diamankan setelah pemrotes itu diusir ke luar.

Sebuah item agenda pada kongres telah disusun oleh FA Palestina yang isinya tentang hukuman Israel oleh FIFA, agar FIFA menghukum Israel.

Pada pidato pembukaan, Blatter mengatakan bahwa dirinya berharap akan menemukan solusi terhadap masalah yang telah lama ada antara dua asosiasi itu dalam kongres.

Sebuah demonstrasi anti Israel yang dilakukan oleh sekitar 50 orang pro Palestina berbaris di sisi jalan masuk ke kongres pada Jumat pagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain