18 April 2026
Beranda blog Halaman 35832

Janji Kasatpol PP Diragukan Korban Gusuran Pinangsia

Jakarta, Aktual.co —Kepala Satpol PP Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Kukuh Hadi Santoso, secara terbuka meminta maaf bila masih ada perlakuan tidak menyenangkan dari anak buahnya saat melakukan penggusuran.
Permohonan maaf disampaikan Kukuh saat gelar audiensi dengan warga korban penggusuran Jalan Infeksi di Jalan Kunir, Pinangsia, Jakarta Barat bersama Komisi A DPRD DKI.
Dia mengklaim, sejak dua tahun lalu sebenarnya anak buahnya sudah santun dalam melakukan penertiban. Anak buahnya juga tidak dilengkapi senjata atau tameng.
“Selama dua tahun saya memimpin Satpol PP, saat penertiban kami tidak pakai tameng. Jadi kami sangat manusiawi,” kata Kukuh, di Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (29/5).
Kukuh juga berdalih tiap penggusuran selalu perintahkan anak buahnya untuk membantu warga korban  gusuran, misal untuk pindah ke rumah susun.
Namun pengakuan ‘manis’ Kukuh tidak ada artinya bagi warga, serempak mereka melontarkan keraguan atas pernyataan Kukuh. “Dibantu? Yang benar? Pindahnya kemana pak (Kukuh) dapat rumah susun aja susah,” ujar warga  serempak.
Dapat pertanyaan soal rusun sebagai hunian baru, Kukuh malah melemparkan persoalan rusun ke SKPD terkait. 
“Satpol PP akan membantu mulai dari pengepakan sampai tempat tujuan dan tidak bayar. Sampaikan sama saya siapa yang mau pindah Satpol PP siap membantu tidak bayar,” ujar dia.
Bahkan kalau perlu dirinya memimpin langsung pindahan itu. “Ngangkut semua barang-barang,” kata dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wapers Imbau Daerah Segera Cairkan Anggaran Pilkada

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta pemerintah daerah untuk segera mencairkan dana pemilihan gubernur, bupati dan wali kota secara serentak untuk pelaksanaan pada Desember mendatang.
“Mudah-mudahan September sudah ada dananya. Mungkin sekarang tidak perlu ada dananya, tapi kalau September itu harus ada,” kata JK di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat (29/5).
Saat ini belum dimulai tahapan pendaftaran calon kepala daerah, sehingga dana untuk kegiatan persiapan bisa menggunakan dana talangan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlebih dahulu.
“Pilkada ini kan bukan hal yang rumit benar, persiapannya juga belum cetak sudat suara, kan belum ada juga calonnya. Dana iya, penting, tetapi belum terlalu besar (dibutuhkan untuk saat ini). Kotak suara juga sudah ada, pendaftaran calon juga mulai Juli,” jelasnya.
Sebelumnya, KPU mengatakan masih ada 11 daerah yang belum menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) untuk pilkada serentak 2015.
Sebanyak 11 daerah tersebut adalah Kabupaten Rembang, Kota Surakarta, Kabupaten Blora, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Grobogan.
Kemudian ada Kota Baru, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamuju Tengah dan Kabupaten Buton Utara.
Selain daerah yang belum menandatangani NPHD, KPU juga menemukan banyak daerah yang sudah memiliki NPHD namun belum mencairkan dana pilkada.

Artikel ini ditulis oleh:

Setelah Beras Plastik, Polri Usut Beras Pemutih Mengandung Bahan Kimia

Jakarta, Aktual.co — Kabareskrim Komjen Budi Waseso memastikan hasil pemeriksaan, yang dikeluarkan oleh Pusat Laboratorium Forensik Polri perihal beras plastik sudah akurat.
“Pada ada prinsipnya yang kita periksa dengan balai POM, Puslapfor, jadi hasilnya kita jamin akurat, tidak ada unsur plastik dan tidak ada unsur kimia lainnya,” kata Buwas di Bareskrim Polri, Jumat (29/5).
Jenderal bintang tiga yang akrab disapa Buwas ini pun menyindir Sucofindo yang menurutnya terlalu terburu-buru mengumumkan hasil pemeriksaan uji sampling. Untuk meyakinkan masyarakat, pihaknya menunggu hasil pemeriksaan oleh laboratorium Institute Teknologi Bandung.
“Mungkin Sucofindo punya standar tersendiri, nah nanti dengan hasil pemeriksaan berimbang dari ITB, supaya masyarakat tidak ragu.”
Sementara itu, terkait munculnya laporan beras mengandung pemutih, Buwas mengaku masih menunggu hasil uji lab. Dia memastikan, hasil tersebut baru akan dikirimkan hari ini. “Belum, mungkin baru hari ini hasilnya.”
Kepolisian saat ini, lanjut Buwas, tengah melakukan pengawasan di seluruh Indonesia terkait beras berpemutih. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan lagi perihal makanan pokok masyarakat itu.
“Jika ada dugaan-dugaan yang ditemukan anggota polri di lapangan itu akan dikirim ke laboratorium.”
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, ditemukan sebuah tempat yang diduga menjadi pabrik beras berpemutih. Dari hasil penggerebekan, penyidik menyitas beberapa cairan kimia yang diduga akan dicampur dengan beras.
“Ada masyarakat yang melapor, karena kecurigaan dari jenis berasnya dengan harumnya, kita telusuri dan sampai hari ini kita masih segel yang dipekirakan sumber daripada beras itu,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kemendikbud: Guru di Perbatasan Wajib Terima Intensif Tambahan

Jakarta, Aktual.co — Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam mengatakan guru yang mengabdi di daerah perbatasan Indonesia seharusnya wajib mendapat insentif tambahan untuk memenuhi kebutuhan.

“Mengajar juga butuh kesejahteraan, apalagi mengabdi di daerah perbatasan, maka sebaiknya perlu tunjangan tambahan bagi guru,” kata Nizam usai mengisi seminar National Educators Conference 2015 di Jakarta, Jumat  .

Ia mengatakan, insentif tambahan tersebut dapat berupa bantuan pengkreditan rumah atau peminjaman uang untuk membeli sarana transportasi yang nantinya bisa dicicil secara ringan.

“Profesi guru memang harus dimuliakan karena mereka akan mencetak anak-anak Indonesia yang meningkatkan daya saing bangsa,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menyarankan, guna meningkatkan kesejahteraan guru bisa saja diberi diskon khusus apabila membeli perlengkapan belajar-mengajar.

“Bisa saja berupa diskon khusus bagi guru apabila ingin membeli komputer atau laptop, buku atau tarif transportasi,” kata Nizam.

Saran tersebut berdasarkan contoh dari negara lain yang memberi kesejahteraan bagi guru sehingga profesi tersebut sangat dihormati.

“Ada contoh di Korea Selatan yang profesi guru memang dihormati karena hanya sekitar 5 persen dari lulusan terbaik yang diperbolehkan menjadi guru,” katanya.

“Kemudian saya analogikan, jika di Thailand biksu selalu mendapat tempat khusus jika dalam transportasi bisa saja suatu saat hal tersebut berlaku pada guru,” tuturnya.

Tindakan-tindakan tersebut adalah upaya dalam mempopulerkan profesi guru, karena masyarakat yang berpotensi menjadi pengajar rata-rata memilih profesi yang bergaji besar, yaitu bidang nonakademis.

Sehingga kompetensi guru di atas rata-rata tidak seimbang dengan banyaknya siswa yang harus diajar di seluruh Indonesia, belum termasuk masih kosongnya pengajar di daerah-daerah terpencil.

“Bisa saja ilmuwan muda bibitnya ada di daerah terpencil, hanya saja belum terjamah oleh pengajar yang bagus dan mau ditempatkan di wilayah jauh,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Tetap Dukung Menpora, Jokowi: Yang Terpenting Pembinaan Sepak Bola

Jakarta, Aktual.co — Presiden Jokowi mendukung dan meminta menpora untuk terus melanjutkan reformasi persepakbolaan nasional.
“Dalam pembenahan persepakbolaan yang terpenting adalah pembinaan sepak bola yang menjadi dasar kompetisi sepak bola nasional yang ‘fair’,” kata Jokowi, Jumat (29/5).
Jokowi menambahkan, jika nantinya organisasi sepak bola di tanah air sudah tertata baik, barulah berbicara soal prestasi.
jokowi meyakini bahwa sikapnya mendukung penuh langkah menpora untuk membenahi persepakbolaan tanah air. Salah satu dukungannya yaitu penghentian kompetisi liga.
“Saya juga memerintahkan Menpora untuk tetap menjamin kompetisi sepak bola antardaerah yang harus terus bergulir.”

Artikel ini ditulis oleh:

Nilai Tukar Bikin Pertumbuhan Ekonomi Swiss Turun 0,2 Persen

Jakarta, Aktual.co — Lembaga statistik nasional (SECO) mengatakan Perekonomian Swiss melemah 0,2 persen pada kuartal pertama tahun ini karena apresiasi tajam franc memukul sektor ekspor penting.

“Neraca perdagangan barang dan jasa khususnya memberikan kontribusi pertumbuhan negatif,” kata SECO dalam sebuah pernyataan, Jumat (29/5).

Ekspor barang turun 2,3 persen karena nilai franc Swiss melonjak.

Bank sentral Swiss (SNB) pada Januari secara tiba-tiba meninggalkan upaya tiga tahun untuk menekan nilai tukar franc guna melindungi ekspor, mengakibatkan franc melambung terhadap dolar dan euro, menjelang pengenalan program stimulus besar-besaran ECB.

SECO mengatakan penurunan ekspor terlihat di “hampir semua sektor”, dengan bahan kimia dan farmasi membuat “kontribusi negatif yang signifikan”.

Kategori mesin, peralatan, elektronik serta alat presisi, jam tangan, perhiasan juga melaporkan penurunan ekspor, tambahnya.

Secara keseluruhan, sektor perdagangan mengalami kontraksi 1,9 persen, sektor akomodasi jatuh 3,8 persen dan industri manufaktur merosot sebesar 0,1 persen.

Sektor transportasi, informasi dan komunikasi turun 0,4 persen dan sektor keuangan turun 0,6 persen, kata SECO.

Konsumsi rumah tangga membantu menipiskan penurunan PDB, naik 0,5 persen, sementara belanja pemerintah meningkat sebesar 0,1 persen.

Ekonomi Swiss tumbuh kuat 0,6 persen pada kuartal akhir 2014, dan sebesar 2,0 persen secara keseluruhan selama tahun lalu.

Para analis menurunkan perkiraan pertumbuhan mereka setelah langkah SNB, beberapa bahkan melihat resesi singkat, tetapi baru-baru ini menjadi kurang pesimis.

Sementara perusahaan-perusahaan Swiss cenderung memiliki margin mereka tertekan, peningkatan di zona euro dan ekonomi AS akan membantu Swiss mengatasi franc yang kuat.

SECO dan lembaga riset Institut Ekonomi KOF keduanya meramalkan ekonomi Swiss akan terus membukukan pertumbuhan moderat tahun ini.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain