17 April 2026
Beranda blog Halaman 35837

Kemendikbud: 60 Persen Pekerja di Indonesia Tamatan SD dan SMP

Jakarta, Aktual.co — Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam mengatakan angkatan pekerja di Indonesia sekitar 60 persen merupakan masyarakat dengan pendidikan tamatan tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama.

“Data tersebut sebanyak 60 persen tamatan SD dan SMP merupakan gambaran nyata tingkatan angkatan kerja Indonesia masih belum tinggi,” kata Nizam, usai menjadi pembicara di seminar pendidikan di Jakarta, Jumat (29/5).

Kemudian Nizam mengatakan, pada tahun sebelumnya yaitu sekitar 2013, angkatan kerja tamatan SD dan SMP ada pada angka 70 persen.

“Ini memang menunjukkan angka penurunan, namun kami tetap upayakan agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik, agar dapat mendongkrak perekonomian nasional,” ucapnya.

Nizam juga memiliki strategi untuk megoptimalkan kemampuan “hardskill” atau keahlian kerja masyarakat Indonesia, yaitu dengan mendorong kegiatan kursus keterampilan individu.

“Kami akan dukung dan arahkan masyrakat pada tingkatan pendidikan minimal tersebut, untuk memiliki keahlian kerja melalui kursus,” tuturnya.

Selain itu, pola pikir masyarakat akan diubah untuk lebih terarah pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau sederajat dijadikan pendidikan acuan terendah, bukan sekadar SMP.

“SMK bisa menjadi solusi terbaik jika memang menginginkan langsung bisa produktif atau kerja usai lulus sekolah, atau belum bisa melanjutkan pada perguruan tinggi, kami akan fasilitasi,” kata Nizam.

Dengan adanya SMK, momentum menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang akan hadir beberapa bulan lagi bisa menjadi peluang meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian jika sudah memiliki keterampilan.

“Menghadapi MEA butuh keahlian spesialis, hal-hal tersebut bisa didapatkan melalui SMK, jangan hanya puas pada pendidikan SMP atau SD,” tukasnya.

Ia berharap program tersebut mendapat dukungan dari masyarakat, karena meningkatkan daya saing di bidang Iptek harus didukung oleh masyarakat, kompetensi pengajar serta kemauan belajar dari diri sendiri, bukan berpangku pada bantuan pemerintah.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Air Bukan untuk Rakyat, Evan Sanders Perjuangkan Layanan Air ke Publik

Jakarta, Aktual.co — Kabar pengelolaan air yang akan dikendalikan oleh swasta masih menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan khususnya masyarakat yang akan merasakan dampaknya kelak.

Penggambaran air yang akan dikelola oleh swasta setidaknya menjadi pertimbangan pemerintah, mengingat kita berpedoman kepada pasal 33 UUD 1945 sudah sangat jelas. Yakni, “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.”

Menaggapi kasus di atas, aktor Evan Sanders, siapa pun yang mengelola asalkan untuk  kesejahteraan rakyat tidak menjadi masalah serius.

“Air, yang penting pengelolaanya. kalau pengelolaanya baik, distribusinya baik, dan masyarakat dapat merasakan manfaatanya dari itu, ya kenapa tidak, kalau pemerintah yang mengelola tetapi  pengelolanya juga tidak baik kan untuk apa juga ,” jelasnya, di Jakarta.

Lebih lanjut Evan mengatakan, bahwa yang merasakan pengelolaan baik atau buruknya berasal dari masyarakat.

“Kalau masyarakat mendapatkan semua benefit kenapa enggak karena kan privatisasi bikin Negara bikin menjadii lebih maju, kalau saya sih melihatnya seperti itu, lebih kepada nyamannya masyarakat saja.” Kata pria kelahiran Biak, Papua tersebut.

Evan berharap,  agar pemerintah mengambil keputusan yang terbaik bagi rakyatnya.

“Kita berharap pemerintah,  bisa memperjuangkan kembalinya layanan air ke tangan publik. Kalau memang itu terbaik untuk masyarakat ya silahkan,” katanya lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Bareskrim Ikut Usut Korupsi Pengadaan Printer dan Scanner

Jakarta, Aktual.co — Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri tengah melakukan pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan alat Printer dan scanner (3D) pada 25 SMAN/SMKN, di suku dinas Pendidikan Menengah DKI Jakarta Barat tahun anggaran 2014 dengan nilai proyek 150 miliar.
“Nanti teman-teman media lihat saja, dalam waktu dekat ini belum ada rencana kesana. Kami fokus telusuri proses pengadaanya dulu,” ujar Kabareskrim Komjen Budi Waseso, di Mabes Polri, Jumat (29/5).
Jenderal bintang tiga yang akrab disapa Buwas ini menambahkan ‎pihaknya saat ini sedang mengaudit kerugian negara dalam kasus tersebut. 
“Sedang diaudit, anggaran pembelian untuk scaner sudah kami dapatkan harganya. Kami sementara akan mengecek fisik di lapangan dan akan disesuaikan dengan standart pengadaan barang itu,” tegasnya.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Ahmad Wiyagus mengatakan modus operandi yang dilakukan yakni markup harga dan proses pengadaan tidak sesuai aturan.
“Saat ini saksi yang sudah diperiksa ada 14 orang, saksi yang diperiksa kemarin Kamis (28/5) yakni HS pihak swasta dan YA Kepala SMAN 17,” ucap Wiyagus, Jumat (29/5).
Meski sudah memeriksa 14 saksi, kata Wiyagus, namun penyidik belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus ini. Termasuk untuk nilai kerugian negara masih dalam proses audit.
Nantinya apabila terbukti melakukan korupsi, tersangka bisa dikenakan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Rupiah Ditutup Menguat 10 Poin

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore bergerak menguat sebesar 10 poin menjadi Rp13.189 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.199 per dolar AS.

“Faktor teknikal mendorong mata uang rupiah mengalami penguatan setelah dalam beberapa hari terakhir ini tertekan terhadap dolar AS. Hal sama juga terjadi pada mayoritas mata uang dunia,” ujar Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Jumat (29/5).

Menurut dia, dalam jangka pendek dan menengah ini, mata uang rupiah bergerak dalam fase konsolidasi menjelang akan dinaikannya suku bunga Amerika Serikat (Fed fund rate) pada 2015.

Dari dalam negeri, lanjut dia, Badan Pusat Statistik yang sedianya akan merilis data ekonomi pada Senin (1/6) diekspektasikan masih membaik.

Diperkirakan inflasi Mei 2015 masih lebih rendah dibandingkan pencapaian pada April yang sebesar 0,36 persen.

“Pemerintah cukup baik dalam menjaga harga bahan pokok selama ini sehingga inflasi masih terjaga dalam kisaran rendah. Namun diperkirakan sentimen inflasi itu hanya bersifat jangka pendek,” ucapnya.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa data klaim pengangguran Amerika Serikat yang menunjukkan jumlah klaim bertambah menjadi salah satu penekan mata uang dolar AS.

“Kenaikan jumlah klaim pengangguran itu berpotensi mendorong mundur waktu bank sentral AS untuk menaikan suku bunganya,” katanya.

Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp13.211 dibandingkan Kamis (28/5) Rp13.205.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

IHSG Ditutup Turun 21,02 Poin

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun sebesar 21,02 poin seiring tren penurunan bursa saham eksternal.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, tren bursa saham eksternal yang masih cenderung mengalami penurunan menjadi salah satu faktor penekan IHSG BEI.

“Situasi yang cenderung kurang kondusif dari eksternal mendorong pelaku pasar saham domestik termasuk asing di dalam negeri melakukan aksi lepas,” ujarnya di Jakarta, Jumat (29/5).

IHSG BEI ditutup melemah sebesar 21,02 poin atau 0,40 persen menjadi 5.216,37.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 6,08 poin (0,67 persen) menjadi 904,13.

Dalam data perdagangan saham di BEI , tercatat pelaku pasar asing membukukan jual bersih atau “foreign net sell” sebesar Rp172,318 miliar pada Jumat ini.

Menurut dia, pelaku pasar saham akan kembali masuk ke pasar melakukan aksi beli jika data inflasi Mei 2015 lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, jika hasilnya lebih buruk dari ekspektasi, maka indeks BEI berpotensi melanjutkan pelemahan.

“Sebagian pelaku pasar ada yang masih menunggu data inflasi pada awal pekan depan (Senin, 1/6) yang sedianya akan dirilis oleh Badan pusat Statistik (BPS),” katanya.

Tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 246.693 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,05 miliar lembar saham senilai Rp8,48 triliun.

Sebanyak 125 saham bergerak naik, 180 saham turun, dan tidak bergerak nilainya atau stagnan 86 saham.

Bursa regional di antaranya Hang Seng melemah 30,12 poin (0,11 persen) ke level 27.424,19, Nikkei naik 11,69 poin (0,06 persen) ke level 20.563,15, dan Straits Times melemah 25,66 poin (0,75 persen) ke posisi 3.392,11.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jusuf Kalla Kunjungi Markas Paspampres

Wapres Jusuf Kalla menembak dengan senapan serbu HK MP7 ketika mengunjungi Makas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Tanah Abang, Jakarta, Jumat (29/5). Kunjungan Jusuf Kalla tersebut selain bersilaturahmi, juga untuk melihat secara langsung aktivitas dan perlengkapan pasukan yang bertugas mengamankan dirinya dan presiden serta tamu negara yang berkunjung ke Indonesia. ANTARA FOTO/Saptono

Berita Lain