17 April 2026
Beranda blog Halaman 35838

Kongres FIFA, AS Dukung Pangeran Ali

Jakarta, Aktual.co — Ketua Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, Sunil Gulati mengatakan bahwa ia akan bergabung dengan pihak-pihak yang menentang petahana Sepp Blatter yang mencalonkan diri lagi sebagai presiden FIFA.

Pernyataan tersebut cukup berisiko bagi AS yang ingin kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia.

“AS akan memilih Pangeran Ali bin Al Hussein sebagai ketua FIFA,” kata Gulati, dikutip dari AFP, Jumat (29/5) jelang pemilihan ketua badan sepak bola dunia itu.

“Ini pilihan untuk kebaikan tata kelola olahraga kita,” kata Gulati yang juga anggota komite eksekutif FIFA.

Blatter, 79, menghadapi desakan untuk tidak mencalonkan diri lagi setelah pihak berwenang AS menduga adanya korupsi yang sistematik di FIFA.

Rabu malam (27/5) tujuh pejabat FIFA ditangkap dari hotelnya di Zurich, Swiss, terkait dugaan suap sebesar total 150 juta dolar.

Gulati yang berada di Swiss untuk mengikuti Kongres FIFA, mengakui sikapnya berisiko dalam pencalonan AS untuk tuan rumah Piala Dunia.

“Tentunya saya ingin AS jadi tuan rumah Piala Dunia lagi di masa mendatang. Tapi bagi saya dan sepak bola AS, yang lebih penting adalah perbaikan tata kelola dan integritas Concacaf dan FIFA.

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD Gelar Paripurna Reses Tanpa Pimpinan Dewan

Jakarta, Aktual.co — DPRD DKI Jakarta siang hari ini menggelar sidang paripurna penyampaian laporan hasil reses pertama anggota DPRD tahun 2015.

Sidang Paripurna yang digelar pukul 14.00 Wib ini dihadiri langsung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk mendengarkan hasil reses pertama yang telah dilakukan anggota DPRD DKI pada 11-19 Mei lalu.

“Paripurna jam 14.00 WIB di ruang rapat paripurna gedung lama,” kata anggota DPRD DKI dari Fraksi Partai Gerindra Prabowo Soenirman, saat dihubungi wartawan, Jumat (29/5).

Dari pantauan aktual sidang paripurna hasil laporan reses ini hanya dipimpin oleh satu orang pimpinan dewan yakni Triwicaksana dari PKS.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polda Sumut Pulangkan Dua Remaja Pengguna Narkoba

Medan, Aktual.co — Kepolisian Daerah Sumatera Utara memulangkan dua remaja pengguna Narkoba kepada pihak orang tua untuk menjalani rehabilitasi.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf dalam keterangan pers kepada wartawan menyebut, pemulangan kedua remaja itu dilakukan hari ini, Jumat (29/5).
“Setelah 3X24 jam kita lakukan penyuluhan dan pembinaan kepada kedua tersangka lalu kita pulangkan kedua tersangka kepada kedua orangtuanya,” terang Helfi.
Menurut Helfi, pengembalian kepada pihak keluarga dilakukan dengan penandatanganan sebuah surat Pernyataan dari kedua orangtua tersangka.
“Isinya pertama bahwa penangkapan tersebut adalah permintaan dari kedua orangtuanya. Kedua, orang tua tersangka akan merehabilitasi kedua anaknya tersebut, dan ketiga orang tua tersangka tidak ada memberikan imbalan maupun janji-janji apapun terhadap pihak polsek sunggal,” sebut Helfi.
Sebelumnya, Helfi menerangkan penangkapan kedua remaja itu dilakukan 20 Mei lalu. Penangkapan atas laporan dan permintaan orang tua karena diduga menggunakan Narkoba jenis Sabu.
“Lalu pada tanggal 24 Mei 2015 kami berkoordinasi dengan orangtua tersangka untuk melakukan penangkapan terhadap anaknya di jalan Medan Binjai KM 14,5 gang gembira desa Sumber Melati sekitar pukul 18.00 Wib,” kata Helfi.
Dari kedua tersangka diamankan 1 bungkus rokok sampoerna yang isinya pipet kaca, pipet plastik dan mancis. Usai ditangkap, kedua tersangka dan barang bukti diboyong ke Polsek Sunggal.
Dari hasil pemeriksaan, lanjut Helfi, kedua tersangka mengakui sebagai pengguna narkotika jenis sabu. Namun, pada saat penangkapan keduanya tidak ditemukan barang bukti narkotika jenis sabu.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Sepp Blatter: Pejabat FIFA Terlibat Korupsi Harus Dihukum

Semarang, Aktual.co — Di tengah pemanggilan untuk pemecatan, Kamis (29/5), Presiden FIFA, Sepp Blatter menyatakan bagi para pejabat yang diduga menyalahgunakan wewenangnya yang diduga korupsi dalam badan sepakbola dunia harus dihukum. Penegakkan hukum itu untuk mengembalikan reputasi kinerja FIFA.

Blatter, yang berbicara pada pembukaan kongres tahunan FIFA mengharapkan, bahwa tidak melanda badan dunia lainnya. Termasuk pemerintah Swiss sedang menyelidiki dugaan tawaran Piala Dunia pada 2018 dan 2022 mendatang.

Sementara itu, penyelidikan FBI dari Amerika Serikat telah menyebabkan penangkapan beberapa pejabat terkemuka FIFA atas tuduhan korupsi. Kongres sepakbola dunia ke-65 untuk memilih presiden rencananya berlangsung hari ini, Jumat (29/5) waktu setempat, di Zurich, Swiss.

“Biarlah ini menjadi titik balik,” kata Blatter, demikian lapor laman CNN.

“Lebih baik perlu dilakukan untuk memastikan semua orang di sepakbola bertindak secara bertanggung jawab dan etis,” imbuhnya.

Pihaknya bersumpah akan bekerja sama dengan pihak berwenang, guna memastikan mereka yang terlibat dalam pelanggaran hukum.

Sementara itu, kata Blatter, dirinya mengerti dan paham untuk bertanggungjawab atas tindakan FIFA, meskipun tidak bisa memantau semua orang sepanjang waktu.

“Jika orang melakukan kesalahan, tapi mereka juga akan mencoba untuk menyembunyikannya, namun harus jatuh ke saya karena reputasi dan menyelamatkan organisasi kami dan untuk menemukan jalan ke depan untuk memperbaiki berbagai hal,” urainya lagi.  .

“Kongres FIFA kali ini akan memulai dari bawah untuk membangun kembalikepercayaan.”

“Kita tidak bisa membiarkan reputasi sepakbola dan FIFA diseret melalui ke jalur ‘lumpur’ lagi. Ini harus berhenti di sini dan sekarang juga,” katanya.

“Anda akan setuju dengan saya, kali ini belum pernah terjadi sebelumnya dan sulit untuk FIFA. Tindakan individu, jika terbukti, membuat malu dan penghinaan pada sepak bola dan tindakan permintaan dan perubahan dari kita semua,” tandasnya.   

Artikel ini ditulis oleh:

Ahok Sebut Pagelaran ‘PRJ’ Tidak Ada

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan kegiatan Pekan Rakyat Jakarta yang sebelumnya pernah digelar di kawasan Monas tidak akan lagi digelar.

“Tidak ada lagi kegiatan Pekan Rakyat Jakarta di Monas. Karena maksud kami dulu sangat sederhana, yaitu supaya lahan di Monas bisa dimanfaatkan oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL),” kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (29/5).

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, kegiatan tersebut pada awalnya diselenggarakan untuk menjembatani para PKL dan masyarakat sehingga dapat menikmati pameran dan bazar murah.

“Konsep Pekan Rakyat Jakarta dulu itu kan supaya PKL bisa lebih mendekatkan diri dengan masyarakat, yakni dengan berjualan di tempat yang ramai, salah satunya yakni kawasan wisata Monas,” ujar Ahok.

Akan tetapi, dia menuturkan yang terjadi di lapangan justru lapak-lapak yang sebetulnya disediakan untuk para PKL, dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk berjualan selama kegiatan itu berlangsung.

“Ternyata, yang terjadi adalah lapak-lapak itu dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu, seperi ormas (organisasi masyarakat), dan lain-lainnya. Padahal lahan di Monas itu besar sekali,” tutur Ahok.

Selain itu, mantan Anggota DPR RI Komisi II itu juga mengungkapkan kawasan Monas menjadi lebih kotor, kumuh dan tidak tertata setelah berlangsungnya kegiatan tersebut.

“Kemudian, sebagian besar pedagang pun tidak ingin meninggalkan lokasi, padahal acara itu sudah selesai. Oleh karena itu, kita putuskan untuk tidak lagi menggelar Pekan Rakyat Jakarta,” ungkap Ahok.

Pekan Rakyat Jakarta sudah pernah digelar lebih dulu pada 2013 lalu. Acara tersebut diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang tahun (HUT) DKI Jakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kemenpora: Pemerintah Akan Bertanggung Jawab Jika FIFA Sanksi PSSI

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan siap bertanggung jawab apabila FIFA benar-benar menjatuhkan sanksi kepada sepak bola Indonesia, karena belum dicabutnya surat keputusan pembekuan PSSI oleh Menpora Imam Nahrawi.

“Kami berharap FIFA tidak menjatuhkankan sanksi, tetapi pemerintah tetap bertanggung jawab apa pun keputusan FIFA yang dijatuhkan pada hari ini atau mungkin besok Sabtu (30/5),” kata Sekretaris Menpora (Sesmenpora) Alfitra Salam di kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (29/5).

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PSSI Erwin Dwi Budiawan menyatakan bahwa sanksi FIFA terhadap PSSI sudah ada apabila Surat Keputusan (SK) pembekuan berupa sanksi administratif kepada PSSI belum dicabut Menpora pada 29 Mei.

“Itu menurut Ketua Umum Pak La Nyalla yang saat ini sedang berada di Swiss untuk mengikuti Kongres FIFA. Apabila belum dicabut pada 29 Mei maka otomatis pada 30 Mei kami langsung dijatuhkan sanksi oleh FIFA,” kata Erwin, setelah melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komite III DPD RI di Gedung MPR/DPR Jakarta, Rabu (27/5).

Ia menyatakan bahwa satu-satunya opsi agar tehindar dari sanksi tersebut adalah pencabutan SK pembekuan terhadap PSSI bukan direvisi.

“Kuncinya itu, penyelamatnya juga itu. Mereka cuma minta SK pembekuan dicabut maka sanksi bisa dihindari,” ujar Erwin.

Dengan permintaan dari FIFA tersebut, ia berharap SK pembekuan tersebut segera dicabut sebelum 29 Mei seperti yang sudah ditentukan FIFA.

“Kami juga telah melakukan RDPU dengan Komite III DPD hari ini dan Komisi X DPR kemarin yang intinya meminta DPR dan DPD mendesak Menpora untuk segera mencabut SK tersebut,” tukasnya.

FIFA memberikan batas waktu pada Jumat (29/5) agar surat keputusan pembekuan terhadap PSSI segera dicabut, namun sampai sore ini belum ada tanda-tanda FIFA menjatuhkan sanksi terhadap sepak bola Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain